
Kate terlihat senang karena mendapat berita baik. Sayangnya itu tidak bertahan lama setelah informasi selanjutnya datang.
Pengawal Kate berteriak keras, "Bos, ada perubahan informasi. Tim bantuan mundur, mereka mengatakan tidak ingin terlibat dengan Topeng Misterius."
"Brengsek, apa mereka membuang kita?" ucap Kate Bishop dengan ekspresi panik.
Dua pengawal hanya bisa menggelengkan kepala. Mereka kemudian saling melirik dan mengangguk. Keduanya dengan tega menendang Kate ke arah musuh, sedangkan mereka terbang menjauh.
Thomas dan Wilson Muller datang dengan luka di sekujur tubuhnya. Dua Ketua Keluarga Muller tidak tampak, mereka berdua telah gugur.
Kate dikepung pasukan musuh, dia hanya bisa tertawa terbahak-bahak. "Brengsek, aku tidak pernah menyangka ini adalah akhirnya."
Thomas langsung menebas musuhnya dengan penuh emosi. Raut wajahnya tampak merah karena marah.
"Sialan, akhirnya aku membunuhmu." Thomas Muller melampiaskan semua rasa marahnya.
Kate belum mengeluarkan semua kartu miliknya, tapi nasib sial menimpanya. Cincin Penyimpanan terjatuh dan Allen langsung mengambilnya.
"Anggap ini bayaranku," kata Allen sambil melirik ke arah Simon.
"Baiklah, aku harap kau tidak menagih apapun dari keluarga miskin ini." Simon berpura-pura tidak tahu identitas asli Topeng Misterius.
Bom asap meledak, Allen dan 52 orang di belakangnya menghilang seperti hantu.
Budi, Ye Mo, dan semua kelompoknya kembali ke Kota K duluan. Mereka meninggalkan Allen dan 3 orang di belakang.
Allen berlari menemui Simon dan kerumunan Keluarga Muller. "Semua berjalan baik, tapi aku menyesal tidak bisa menyelamatkan semua," katanya sambil menunduk.
Thomas mendekat dan mengatakan, "Kami justru bersyukur ada kamu disini. Jika tidak keluarga Muller pasti sudah binasa. Ngomong-ngomong darimana datangnya Topeng Misterius?"
"Aku tidak bisa mengatakannya, yang pasti mereka ada di pihak kita. Selama ada uang yang cukup, pasti dia mau menghancurkan target." Allen membuat informasi palsu.
"Baiklah, sebaiknya kita mundur dan membereskan semua kekacauan." Thomas Muller tiba-tiba memegang dadanya dan jatuh.
Luka dalamnya tidak tertolong lagi. Karena menggunakan teknik terlarang, nyawa Thomas Muller dalam bahaya.
Allen yang ada didekatnya langsung menolong, dia membawa Kepala Keluarga Muller ke tempat tidur.
Pada perang kali ini Keluarga Muller berhasil selamat dari maut. Namun jika ada penyerangan lagi, meraka akan dipastikan binasa.
Hanya tinggal 2 Pejuang Tingkat 7, satunya terluka parah dan satunya lagi kehilangan kontrol kekuatannya.
Wilson Muller masih mengurung diri didalam hutan, dia berusaha keras mengembalikan kontrol kekuatannya.
Keluarga Muller hanya tersisa 120 garis keturunan asli dan 430 garis keturunan campuran. Mereka semua terluka dan sebagian tidak bisa bertarung lagi karena kehilangan bagian tubuhnya.
__ADS_1
Seminggu berlalu, Thomas Muller tidak kunjung siuman. Wilson Muller juga belum keluar dari pengasingannya.
"Apa sekarang kita jadi pengasuhnya?" ucap Allen sedikit kesal dengan situasi yang berkembang sejauh ini.
"Jadi apa yang harus kita lakukan, Bos?" tanya Simon yang sudah pulih sepenuhnya.
"Sial, aku tidak punya pilihan." Allen mengeluarkan pil kebugaran tingkat tinggi dan memasukkannya ke dalam mulut Thomas.
Allen melepaskan tangan bayangan dan mendorong obat sampai ke tenggorokannya.
Energi murni meledak di dalam tubuhnya, Thomas Muller tiba-tiba meringis karena energi itu mulai menerobos keluar tubuh dan rasanya sangat sakit.
"Argh." Thomas merintih kesakitan, kemudian ia berteriak hingga ruangan bergetar.
Ledakan energi berhasil dihentikan, adab hitam mulai menggumpal menutupi pandangan. Allen tidak bergerak dari tempatnya, Mata Dunia aktif dan melindungi penglihatannya.
"Luar biasa, aku sembuh dan kekuatanku meningkat. Apa yang kau lakukan padaku?" tanya Thomas dengan ekspresi senang.
"Obat yang aku berikan sangat mahal, padahal aku ingin menggunakannya setelah berhasil mencapai Pejuang Tingkat 7. Sialnya aku harus menggunakannya padamu." Allen berdiri dan mulai meninggalkan ruangan.
Simon sempat melirik Thomas dan kemudian mengikuti Allen keluar ruangan.
Thomas Muller bingung, padahal dia sembuh tapi malah ditinggalkan. "Apa yang terjadi?" tanyanya sambil melihat jam dinding.
Thomas dengan sigap langsung menuju ruang rapat dan meminta laporan kerugian mereka. Dengan wajah panik dia mendorong pintu ruangan.
Matanya terbuka lebar ketika melihat anggota keluarga Muller dengan santainya makan dan membahas bisnis seperti biasa. Mereka sudah sembuh total karena pil kebugaran tingkat rendah.
"Apa yang terjadi, bukankah kita baru saja sembuh dari perang?" tanya Thomas.
"Keluarga Huben membantu kita dari Kota K. Mereka mengirim banyak sekali persediaan makanan dan obat. Yang paling menakjubkan adalah Pil Kebugaran yang di produksi Perusahan Allen, Lihatlah." Wakil Kepala Keluarga Muller memperlihatkan pil kebugaran tingkat rendah.
Thomas segera sadar bahwa pil yang diberikan padanya lebih kuat dari ini. Artinya Perusahaan Allen masih menyembunyikan jati dirinya.
Tidak hanya punya penghasil pil yang mengesankan, Perusahaan Allen juga punya jaringan untuk meminta bantuan dari Topeng Misterius.
Thomas sempat melihat kekuatan pasukan Topeng Misterius, mereka semua ada di tingkat 5 tapi kemampuan bertarungnya jauh melebihi tingkatannya. Jika mereka ada di keluarga Muller, pasti satu diantaranya adalah jenius tak tertandingi.
"Buat jadwalku menemui Keluarga Huben," kata Thomas Muller dengan ekspresi serius.
"Apa yang kamu katakan, sekarang kita sedang membangun jaringan bisnis. Jadi kau tidak mungkin menemuinya dalam waktu dekat." Wakil Kepala Keluarga mengatakan yang sebenarnya.
"Baiklah, setidaknya luangkan waktuku bulan depan." Thomas Muller menghela napas, dia harus segera memulihkan keadaan keluarga.
Allen sendiri langsung menuju Pulau Nemo. Dia mendapati Budi dan semua orang masih di luar pulau.
__ADS_1
"Ayo masuk." Allen tidak sadar pasukannya sudah menunggu selamat seminggu tanpa makanan.
Untungnya Budi ahli dalam bertahan hidup, dia membuat semua orang tetap bugar dengan berburu hewan di hutan.
"Kenapa kalian terlihat lesu, bukankah aku sudah memberi pil kebugaran?" tanya Allen yang kebingungan.
"Bos, kami masih menyimpan pil. Aku rasa terlalu mewah menggunakannya untuk sekedar mengganjal perut." Budi menjawab dengan suara pelan.
"Ingat ini baik-baik, kita tidak akan pernah kekuatan Pil Kebugaran. Aku bisa membuatnya ribuan dalam sekali jalan, jadi jangan terlalu menahannya. Sekarang makan dan stabilkan kekuatan kalian dulu." Allen tampak sedikit kesal karena perintahnya tidak didengarkan.
Budi dan semua orang langsung menelan pil kebugaran dan menstabilkan kekuatannya. Setelah lima menit mereka berdiri dan mulai mengikuti Allen masuk ke Pulau Nemo.
Tepat setelah Allen masuk, pemberitahuan sistem muncul di depan matanya.
[Pohon Dunia berhasil membangkitkan kesadaran ilahi. Cepat datangi dia dan penuhi permintaannya.]
"Kalian kembali ke tempat masing-masing." Allen sendiri langsung berlari ke pusat Pulau Nemo dan melihat Pohon Dunia.
Pohon yang hampir mati dulu sekarang sudah rimbun penuh dengan daun. Cahaya hijau mulai berontak keluar dai batangnya. Cahaya itu mulai membentuk tubuh manusia mulai dari kaki sampai kepalanya.
Sayangnya cahaya itu berhenti sampai menyerupai manusia. Dan tidak melanjutkan perubahannya.
"Taun, terima kasih telah memberiku tempat baru. Sebagai pemilik Pulau Nemo apa yang Anda inginkan?" tanya Pohon Dunia dalam wujud gumpalan cahaya.
Allen tersenyum dan melihat pemberitahuan sistem yang belum hilang. "Salam, Pohon Dunia. Aku Allen pemilik Pulau Nemo yang baru. Tidak pantas bagiku meminta sesuatu darimu, tolong katakan permintaanmu."
Pohon Dunia tersenyum dan mulai mengatakan, "Sepertinya kau sudah mengetahui ujian tadi. Baiklah sekarang rawatlah anakku, dia yang akan menjadi pemilik Pohon Dunia selanjutnya."
Suara tangisan bayi terdengar, pandangan Allen langsung berfokus pada bayi yang ada di bawah pohon dunia.
Allen menggendong anak bayi yang ada dibawah pohon. "Mulai sekarang aku akan memanggilmu, Zahra."
Putri kecil itu sangat cantik, tiba-tiba tubuhnya bersinar dan segera tumbuh dengan cepat. "Ayah," katanya.
"Ya, panggil aku ayah." Allen tampak senang.
Meskipun bukan anak kandungnya, Allen tidak pernah merasa senang seperti ini. Jika di total umurnya sudah 38 tahun.
Zahra sekarang seperti anak berusia 3 tahun. Dia tampak sangat imut dan putih cantik.
Budi datang karena ada urusan, tapi ia berhenti setelah melihat Zahra. "Bos, siapa anak kecil itu?"
"Zahra, sebarkan berita ke semua anggota. Sekarang dia adalah anakku." Allen mengatakan dengan lantang. Dia lupa bahwa umurnya sekarang masih 26 tahun.
Berita anak Allen tersebar ke seluruh anggota di Pulau Nemo. Mereka sedikit bingung dengan Bosnya yang terlihat senang punya anak padahal masih 26 tahun.
__ADS_1