Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Es Abadi


__ADS_3

Orang tua yang bisa menyembunyikan dirinya di dalam dinding itu dimasukkan ke penjara besi.


Allen tidak tahu bahwa keterampilan uniknya sangat banyak, Orang Tua itu berhasil kabur tanpa diketahui Allen dan dua orangnya.


"Orang Tua itu sangat unik, hawa keberadaannya secara alami tidak ada." Allen hanya bisa menyadarinya ketika musuh menggunakan kekuatannya.


Setelah beberapa saat berjalan, Allen sampai di tempat tujuan. Kota Z masih sangat megah seperti biasa, tidak ada satupun orang yang terpengaruh karena Pemberontakan Pejuang Beladiri.


Allen melirik Shera dan Pedro yang bersembunyi di antara para pejalan kaki. "Kesinilah, kita jalan-jalan sebentar."


Shera dan Pedro perlahan berjalan mendekati Allen. "Baik, Bos."


Setelah berjalan cukup jauh, Allen berhenti di depan toko herbal yang tampak sangat kusam.


"Paman, apa ada obat-obatan disini?" teriak Allen sambil membuka pintu.


Suara lonceng kecil di atas pintu terdengar. Seorang pria berkacamata bulan berjalan sambil membungkuk.


"Tuan muda punya mata yang bagus, tempat kita selalu punya yang anda inginkan." Pemilik Toko menyambut Allen dengan sopan.


[Gandring


Umur : 67 tahun.


Element : Api dan Tanah.


Total Kekuatan : 62.492.]


"Paman boleh saya melihat barang terbaik di toko ini?" tanya Allen merendahkan suaranya.


Meskipun orang tua didepannya jauh lebih lemah darinya, kekuatannya tidak bisa dipandang remeh.


"Tentu saja, ayo ikuti saya." Gandring memimpin jalan menuju ruangan khusus.


Tampilannya sangat lusuh dengan dinding kayu berwarna cokpat tua. Allen bisa melihat bangunan ini sangat tua dan punya beberapa Formasi rahasia.


Allen tampak bahagia dan mengatakan, "Tempat yang mengesankan, ayo tunjukkan barang apa yang kau sembunyikan."


Gandring sedikit melirik Allen karena curiga. Namun setelahnya dia tersenyum dan berkata, "Tentu saja banyak barang Tuan Muda. Ini lihatlah Pil untuk Pejuang Beladiri dan Pedang berkualitas tinggi."


Setelah melihat dua barang itu, Allen tampak kecewa. "Apa hanya dia itu?"


Gandring menyempitkan matanya dan mencoba menilai kemampuan Allen, tapi kemampuannya tidak bisa melihatnya. "Tuan Muda, anda sangat hebat. Ini memang bukan barang terbaikku, tapi bisakah aku melihat identitas anda?"


Allen tersenyum dia tahu apa maksudnya, tanpa basa basi Allen melepaskan kekuatan Pejuang Tingkat 7. Matanya menatap tajam ke arah Gandring yang gemetar ketakutan.


"Jangan takut, aku hanya menunjukannya sedikit. Jika lebih dari itu, Formasi disini akan hancur." Allen menepuk pundak Gandring yang tercengang.


"Tuan, anda sangat Dermawan. Baiklah, mari masuk ke ruang rahasia yang ditinggalkan guruku." Gandring mewarisi toko ini puluhan tahun yang lalu, dia tidak bisa mengolah beberapa barang di ruang bawah tanah.


Setelah melewati beberapa lorong bawah tanah, Allen dan dua rekannya sampai di tempat yang sangat dingin.

__ADS_1


"Saya tidak bisa berbuat banyak tentang suhu ruangan disini, semua ini karena Energi Es yang keluar dari tungku terlalu kuat." Gandring menunjuk tungku berwarna emas.


Allen menggunakan Mata Dunia untuk menilai Tungku Emas itu, ia tampak terkejut ketika melihat tungku yang sangat hebat ada disini.


[Tungku Emas


Kelas : S (Kekuatan Aslinya tersegel Es Abadi)


Pria tua dari Kuil Budha menggukan tungku Emas untuk membuat pedang dan tombak.]


Peri Api keluar dengan perasaan gembira. "Akhirnya aku menemukannya, cepat cairkan Esnya. Pecahan jiwaku ada di tengah tungku jelek itu!" teriaknya dengan intonasi cepat.


Peri Air keluar dan menggelengkan kepala. "Es Abadi lebih kuat dari yang kau bayangkan. Tidak mungkin kekuatanku bisa mencarikannya."


Peri Tanah yang bijak memberi pertanyaan, "Butuh berapa lama dengan kekuatanmu sekarang?"


"Mungkin 10 ribu tahun." Jawaban Peri Air membuat semua orang tercengang.


Silvy hanya diam, dia tidak bisa memberikan saran apapun. Sedangkan Lembu Suro duduk dan memikirkan suatu cara.


"Aha, aku ingat seorang pria menggunakan gabungan teknik Api dan Angin untuk membelah es." Lembu Suro memberi saran.


Allen melirik ke arah Gandring setelah mendengar saran Lembu Suro. "Berapa harga yang harus aku hayar untuk tempat ini?" tanyanya.


"Aku tidak akan menjualnya, jika kau berhasil mencairkan Esnya. Tolong berikan Tungku itu padaku." Gandring memberikan saran yang cukup sulit, pasalnya Tungku Tingkat S bukan benda sembarangan.


"Bukankah hanya benda itu satu-satunya di ruangan ini. Persyaratanmu sangat tinggi, bagaimana jika kau bergabung denganku kalau aku berhasil mencairkan esnya." Allen melempar saran yang lebih sulit.


Gandring mengeratkan giginya, dia harus mengambil tungku itu dan meninggalkan tempat ini sesegera mungkin. "Baiklah, aku turuti apapun selain memberikan Tungku Emas itu."


"Mana?" gumam Allen yang pernah merasakan energi Mana, kekuatan ini sama persis seperti milik Drakula.


Allen tanpa pikir panjang menggunakan Monster Bayangan untuk memakan energi di dalam Es. Belum ada dua detik, tubuh Allen membeku dan hampir pingsan.


[Tubuh membeku, segera gunakan energi api.]


Allen melirik pemberitahuan sistem dan kemudian berkata, "Ayo gunakan sedikit api."


Bukannya sembuh, tubuh Allen justru tambah parah. Semua kulitnya semakin kering dan berwarna putih beku.


[Tubuh membeku 10%]


Kaki Allen tidak bisa digerakkan, dia mengeratkan giginya untuk mempertahankan kesadaran. "Apa yang harus aku lakukan?" tanyanya sedikit panik.


Peri Es menggunakan keterampilannya untuk mengirim informasi tentang cara menangani kekuatan Es.


Allen langsung menggunakannya dan tubuhnya sedikit membaik. Namun energi mentalnya terkuras cukup banyak.


[Tubuh membeku 2%.]


"Jadi seperti itu, kau salah Lembu Suro. Aku tidak perlu menghancurkan es, tapi ini adalah ujian dari pengguna Es Abadi." Allen tersenyum manis ketika melihat perkembangan sistem muncul.

__ADS_1


[Kekebalan Beku +1.]


Meskipun di layar status tidak terlihat, Allen percaya ada status tersembunyi yang tidak ditampilkan. Dia harus seger mendapatkan barang-barang untuk meningkatkan Sistem.


Allen melempar Pil Mental ke mulutnya, dia menyentuh es dan menggunakan Monster Bayangan untuk menyerap energinya. Matanya penuh dengan keyakinan dan menunggu hingga tubuhnya membeku cukup parah.


[Tubuh membeku 60%.]


Semua tubuhnya tidak bisa digerakkan, Allen hanya mengandalkan teknik yang diberikan Peri Air. Entah apa yang menyuruhnya, tiba-tiba Energi Jiwa keluar dan menghangatkan tubuhnya.


"Ini?" ucap Allen sedikit bingung. Energi Jiwa tidak hanya mencairkan Es, tetapi menyerap energi di dalamnya dan merubahnya menjadi miliknya.


"Mahkota Raja, datanglah!" teriak Allen penuh semangat. Mahkota di lengannya muncul dan rambutnya berubah putih, matanya memancarkan petir ungu yang sangat kuat.


Ruangan bergetar hebat, Gandring panik dan melihat sekelilingnya. "Apa ini akan baik-baik saja?" tanyanya pada Pedro.


"Tenanglah, Bos bisa melakukan segala hal. Jika dia tidak bisa, maka aku yang akan menolongnya." Pedro penuh percaya diri.


Shera menyempitkan matanya ingin meniru keterampilan Allen, keringat mulai menetes di dahinya. Namun kemampuannya sama sekali tidak berguna.


Tubuh Raja digabung dengan Mahkota Raja, Allen bisa sembuh dengan kecepatan tinggi. Tidak hanya itu, Energi Jiwa digunakan untuk menyerap energi di dalam Es Abadi.


[Aura +2] (7)


"Ya benar, berikan aku semuanya!." Allen berteriak penuh semangat, kulitnya membeku dan dalam sekejap mata sembuh.


[Kekebalan Beku +1.]


Setelah dua puluh menit, Allen tergeletak di tanah dan terengah-engah. "Sial, sudah berapa lama aku melakukannya?" tanyanya pada Shera.


"Dua puluh menit," jawab Shera dengan ekspresi dingin.


"Sial, aku baru mencairkan 1%, Setidaknya butuh tiga bulan untuk mencairkannya. Bawakan aku daning, tubuhku butuh asupan protein." Allen mengatakannya terbata-bata karena sedang mengatur napas.


"Baik, Bos."


Allen menemukan tujuan baru, dia harus melelahkan semua Es Abadi untuk mengambil pecahan jiwa Peri Api. Dengan penuh motivasi Allen tersenyum manis menatap bongkahan es di depannya.


Disisi lain, Risma dan koleganya sepakat untuk meratakan Allen dan kelompoknya. Mereka menggunakan Media Massa untuk memutar balikkan fakta.


Perbudakan yang dilakukan kelompok Allen sangat tidak manusia, mereka menuntut keadilan dunia.


Padahal, Tiwi memperlakukan semua orang dengan adil. Meskipun mereka disuruh untuk bertani dan menggembala kambing, semuanya tampak senang karena tidak perlu memikirkan kebutuhan hidup. Semua kebutuhan dicukupi Kelompok Raja Surgawi.


Bahkan beberapa budak membawa keluarga mereka untuk hidup di bawah kepemimpinan Tiwi dan kelompoknya. Oleh karena itulah Risma memainkan trik supaya wilayah Kelompok Raja Surgawi dihancurkan.


Selain itu, Perserikatan dunia terbentuk. Valencia ditunjuk sebagai pemimpin Perserikatan Pejuang Beladiri dunia. Dengan kekuatannya yang masih tingkat 6, tidak banyak yang mematuhinya.


Meskipun begitu, beberapa keluarga ikut dalam Perserikatan untuk mempertahankan kelangsungan hidup keluarganya.


Hari berlalu tanpa ada perang fisik, semua hanya beradu argumen untuk menciptakan dunia yang stabil.

__ADS_1


Arah dan perkembangan ini jauh berbeda dari kehidupan Allen sebelumnya. Tidak ada pemberontak Pejuang Beladiri sehebat ini. Pemerintah Dunia digulingkan, semua orang ingin mencapai puncak dunia dengan kekuatannya.


Ketua Black Rock hanya diam, Ayah Clarissa itu punya kekuatan diatas manusia pada umumnya. Jadi tidak ada gunanya mengurus orang-orang lemah seperti mereka.


__ADS_2