
Pernyataan Allen membuat semua orang gaduh, mereka juga orang kaya jadi mengerti apa yang dimaksud Tuan Muda Kamar 13.
"Tuan Muda Kamar 19, tolong kerjasamanya." Gong Yu mulai mendesak Kamar 19.
Pelelangan berhenti karena insiden tak terduga, Kepala Keluarga Gong terlihat tidak senang. "Segera selesaikan masalahnya, kalau sudah selesai panggil aku lagi. Sial padahal aku ingin segera melihat orang yang membeli barang itu!."
Kepala Keluarga Gong meninggalkan tempat bersama pengawalnya. Raut wajahnya tampak tampak merah.
Allen melirik ke orang yang meninggalkan tempat duduknya. Mata Dunia diaktifkan untuk melihat kekuatannya.
[Gong Pu
Umur : 120 tahun
Elemen : Api
Total Kekuatan : 103.418
Tubuhnya terkena Es Abadi, dia membutuhkan obat Matahari Surgawi (Bisa dibeli dengan 90 juta Koin Emas).]
Pil Matahari Surgawi tidak terlalu mahal di mata Allen. Total Koin Emasnya ratusan miliar saat ini, tapi ia belum bisa mendekati orang bernama Gong Pu.
"Hyuk, apa kamu mengenal Gong Pu?" tanya Allen sambil menoleh ke belakang.
Son Hyuk menggangguk. "Aku mengenalnya, tapi kami tidak dekat. Dia dua generasi dibawahku."
"Ini sulit, apa Son Hyung mengenalnya?" tanya Allen mencoba mencari cara mendekatinya.
"Bocah itu terlalu sering berburu, koneksinya sangat sempit. Jadi tidak mungkin dia mengenalnya." Son Hyuk hanya bisa menghela napas.
Chris mendengar pembicaraan mereka berdua. "Apa kamu dari Keluarga Son?" tanyanya penuh rasa penasaran.
"Benar, aku dari Keluarga Son." Son Hyuk sangat tenang menghadapainya.
"Sebuah kehormatan bisa bertemu dengan Mantan Kepala Keluarga Son, Son Hyuk," kata Chris sambil membungkuk memberi hormat.
"Kau mengenalku?" tanya Son Hyuk kebingungan.
"Tentu saja, waktu muda aku selalu mengidolakanmu. Banyak fotomu waktu muda, tapi siapa yang menyangka setelah ratusan tahun kamu masih tetap sama." Chris hanya mengarang cerita, ia sebenarnya dipaksa mengingat semua pahlawan di zaman dulu.
"Jangan bohong lagi, Tuan Muda Chris Huber." Son Hyuk sudah tahu sejak awal identitas pria gendut di sebelah bosnya.
__ADS_1
Chris tertawa keras mendengarnya. "Aku tidak menyangka ada seseorang yang berhasil mempekerjakan pria tua keras kepala sepertimu."
"Katakan sesukamu, aku Son Hyuk tidak akan terpengaruh." Son Hyuk mengabaikan semua perkataan Chris setelah itu.
Chris mengalihkan pandangannya ke Allen yang masih duduk santai sambil minum teh. "Bagaimana kau bisa merekrut pria tua itu. Jujur saja aku bisa memberimu uang sebanyak mungkin!."
Allen tersenyum manis dan menjawab, "Kau tidak akan sanggup membayarku. Barang yang aku berikan setara dengan seluruh kekayaan Keluarga Son."
Chris berpikir sejenak, ia kemudian tersenyum. "Aku tidak menyangka ternyata kamu adalah seorang dokter yang bisa menyembuhkan penyakitnya." Dia menarik kesimpulan sendiri.
Karena tidak ingin melanjutkan pembicaraan menyimpang ini, Allen hanya tersenyum. "Karena sudah sampai sini, aku ingin mengungkapkan niatku. Aku ingin kita membangun kerjasama, perusahaanku sebentar lagi akan masuk ke Kota A."
Chris hanya bisa tersenyum ramah, dia tidak pernah ditelanjangi seperti ini. Identitasnya sudah diketahui sejak awal, padahal dirinya tidak punya petunjuk tentang Allen. "Sepertinya menarik, apa yang ingin lakukan?."
Allen menjelaskan detail rencananya berkembang di Kota A. Karena investigasi dilakukan secara tertutup, panitia penyelenggara Pelelangan yang akan mengurusnya. Jadi Pelelangan akan dihentikan sementara.
Chris sudah mencari informasi Allen sejak pertama kali bertemu. Namun banyak hal yang tidak terduga, salah satunya perkembangan Perusahan Allen yang terlalu cepat karena peran satu orang.
"Chris kita tidak perlu saling menutupi lagi, bukankah kamu sudah mengetahui semuanya informasiku. Jadi mari putusan hari ini." Allen tersenyum ramah.
"Siapa juga yang percaya dengan orang bernama Dokki." Chris menyindir penamaan Allen saat menyamar sebelumnya.
Chris mengulur tanggannya dan menjabat tangan Allen. "Aku tidak tahu seberapa hebatnya dirimu, tapi musuh dari musuhku adalah teman."
Investigasi selesai dilakukan, Kamar 19 terbukti bersalah dan dipaksa keluar pelelangan. Semua barang yang di beli akan dilelang kembali.
Allen mendapat Bunga Salvia, tentu saja tidak ada yang tahu bunga itu sangat bermanfaat untuknya.
Ada lebih dari 200 batang Tanaman Spiritual seperti teh di Cincin Penyimpanan. Sekarang bertambah lagi 1000 batang Bunga Salvia atau Tanaman Spiritual lainnya.
"Dimana aku harus mencari Rumput Spiritual!." Allen tidak punya petunjuk sedikitpun.
Chris memberinya kartu nama untuk tanda kerjasamanya. Setelah satu bulan Perusahaan Allen akan secara resmi bekerja sama dengan Keluarga Huber, juragan tanah di Kota A.
Untuk memaksimalkan jarahannya hari ini, Allen mengajak Son Hyuk menemui Gong Pu di kediamannya.
"Aku Anggota Keluarga Son ingin meminta pertemuan dengan Kepala Keluarga Gong." Son Hyuk mencoba memanfaatkan nama Keluarganya.
"Tunggu sebentar, Tuan." Penjaga Gerbang masuk ke dalam dan menyampaikan pesannya, setelah 2 menit dia kembali.
"Kepala Keluarga tidak ingin menerima tamu, mohon pergi." Penjaga Pintu menyampaikan pesan dengan ramah.
__ADS_1
"Baiklah, ayo pergi. Anggap saja pak tua itu sudah melewatkan kesempatan untuk menyembuhkan penyakitnya." Allen berbalik dan sengaja bersuara keras.
Karena tidak ada respon, Allen hanya bisa menyerah. Namun Son Hyuk tidak begitu, ia tampak kesal karena Keluarga Gong tidak memberinya wajah. Padahal jelas-jelas tadi dia menyebutkan nama Keluarga Son.
"Tidak perlu marah, kita tidak perlu mereka." Allen memimpin jalan menuju tempat persembunyiannya di Gua Misterius.
Son Hyuk tidak percaya ada banyak sekali lapisan pelindung untuk menutupi semuanya. Setelah cukup lama berjalan, dia hanya melihat batang pohon mati di tengah dan tanah tandus.
Allen menempelkan tangannya ke tanah, tiba-tiba gempa terjadi dan tanah mulai bergerak sesuai keinginannya.
1200 Tanaman Spiritual ditempatkan sesuai dengan keinginannya. Allen menyelesaikan semua pekerjaan itu dalam hitungan menit saja.
Allen kehabisan tenaga, jadi dia istirahat sebentar dan setelahnya mulai membuat ukiran simbol di udara.
Son Hyuk melihat prosesnya dengan kedua matanya, ia hanya bisa termenung melihat pria 25 tahun itu sangat lihai membangun markas rahasia.
Formasi Pengumpul Energi berhasil dipasang. Allen kelelahan dan berlutut sambil mengatur napasnya.
"Bos, apa kamu baik-baik saja?" tanya Son Hyuk khawatir.
"Tenang saja, aku baik. Sekarang coba serap energi di sekitar." Allen menyuruh Son Hyuk.
Tanpa berpikir Son Hyuk langsung duduk dan menyerap energi alam di sekitar. Tumbuhan Spiritual mulai menyerap energi juga.
Semakin banyak orang yang menyerap energi alam, maka tumbuhan Spiritual itu juga akan menyerap dan menghasilkan energi alam.
Allen tidak tahu detailnya, ia hanya berpikir sama seperti pernapasan manusia. Oksigen dihirup, karbon dioksida dikeluarkan dan pohon sebaliknya. Banyak orang menyebutnya Simbiosis Mutualisme.
Son Hyuk merasa tubuhnya penuh dengan energi, dia sekarang merasa bisa melawan musuh-musuhnya.
"Son Hyuk, untuk sementara kamu yang harus menjaga tempat ini. Jangan keluar ataupun jangan menghubungi siapapun." Allen memberi perintah.
"Baik, Bos. Disini juga tidak ada sinyal telepon." Son Hyuk mengeluarkan ponselnya.
"Jangan lupa untuk merapikan mereka setelah ada bibitnya." Allen menunjuk Tumbuhan Beracun Ivy.
Dua Tanaman Spiritual itu bertolak belakang, tapi keduanya saling bergantung dan menciptakan energi alam yang kuat.
Tanaman Beracun Ivy dan Bunga Salvia terus berdengung menyerap energi di sekitar. Son Hyuk tampak bahagia karena dia punya kesempatan yang tidak mungkin dimiliki orang lain.
Allen keluar dari Gua Misterius dan langsung berlari ke Perusahaan Allen di Kota K.
__ADS_1