
Pernyataan Silvy meninggalkan maksud yang mendalam. Allen dan Zahra saling memandang dan tersenyum kecut.
Mereka berdua tidak tahu apa-apa tentang burung Roc dan Tulang Relix. Bahkan raja hantu di dalam Lentera Hantu masih menjadi misteri bagi mereka.
Setelah beberapa saat bersama Burung Roc, Allen memutuskan untuk meninggalkannya bersama Zahra didekat Pohon Dunia.
Energi Alam yang kental berubah menjadi Energi Murni sepenuhnya, seluruh Anggota Raja Surgawi dapat dipastikan akan segera dipromosikan.
Karena Allen sudah terlalu banyak menyerap energi murni, dia harus bertarung atau menguras energi di tubuhnya.
"Sial, aku terlalu sering bingung!." Allen membenci dirinya sendiri karena tidak bisa mengambil keputusan sendiri.
Tiwi dan perusahaan sedang memperbaiki nama perusahaan, seluruh Anggota Raja Surgawi juga sudah meningkat.
Budi dan Simon datang menghampiri Allen yang duduk didepat tebing, dia terlihat sedang memandang jauh ke masa depan.
"Bos, 200 anggota kita berhasil memahami Prinsip Jiwa tingkat 5. Apa tidak ada rencana serangan balasan?" tanya Simon yang siap untuk bertarung. Dia ingin sekali membalas penghinaan yang dialaminya kemarin.
Cyber War sedang berlangsung, Jery sangat sibuk saat ini. Jadi tidak mungkin melakukan strategi seperti sebelumnya.
"Kamu benar, kita sudah punya cukup tenaga kerja. Waktunya serangan balasa, panggil semua orang yang siap bertarung minimal tingkat 5.” Allen berdiri, dia sudah cukup lama menahan perasaan marah ini.
Ingatan yang menunjukkan Clarissa bersama David di kehidupannya sebelumnya. Melihat dari raut wajah Clarissa, Allen bisa menyimpulkan bahwa dirinya tidak baik-baik saja. Namun waktu itu Allen tidak bisa berbuat apa-apa, dia hanya gelandangan yang tidak punya tempat tinggal.
Setelah semua orang pergi mempersiapkan pasukannya, Allen menatap bulan purnama yang menerangi dunia. Senyum manis muncul di raut wajahnya, dia harus segera menyingkirkan semua hambatan.
Tidak lama setelah memberi perintah, Simon dan seluruh pasukan Raja Surgawi yang sudah memahami Prinsip Jiwa tingkat 5 muncul di belakangnya. Mereka semua mengenakan pakaian serba hitam serta topeng yang menggantung di kepala.
“Ayo berangkat!” kata Allen memberi perintah.
__ADS_1
Allen segera mengeluarkan topeng misterius dan memakainya, pakaian hitam tiba-tiba membungkus tubuhnya dan langsung melompat dari atas tebing. Pijakan kakinya sangat lembut, ia melayang di udara. Semua anggota bergerak di tanah, mereka berlari tanpa mengeluarkan suara. Bahkan kelinci yang ada di jalan tidak menyadari 200 orang yang melewatinya.
Disaat semua orang merasa tenang karena tidak ada peperangan, seorang pria berlari menemui Valencia dengan ekspresi panik. “Nona, lebih dari 100 pasukan Topeng Misterius berjalan menuju kediaman Keluarga Baruch,” katanya dengan wajah penuh keringat.
“Cepat katakan pada para kesatria, kita akan berperang!” teriak Valencia dengan suara tegas.
Setelah menunggu 10 menit, 4 Jenderal Perang Asosiasi Pejuang Beladiri hadir bersama dengan pasukannya. Mereka mengenakan pakaian tempur lengkap kecuali satu orang yang hanya membawa satu pedang ditangan kanannya.
“Okita Sogo, dimana pakaian tempurmu?” tanya Valencia dengan tatapan serius.
Okita Sogo, seorang pendekar pedang terkuat yang pernah dimiliki dunia. Meskipun dia hanya berumur 500 tahun, ayunan pedangnya bisa membela gunung fuji. Tidak ada yang tahu bagaimana akhirnya dia keluar dan memikah pada asosiasi pejuang beladiri.
“Tidak perlu, aku tidak membutuhkan pakaian besi lemah seperti itu.” Okita Sogo memang sangat kuat tapi kepribadiannya tidak terlalu ramah.
Pernyataannya itu membuat 3 jenderal perang lainnya sedikit tersinggung, tapi mereka memilih untuk diam karena Okita tidak tau luasnya dunia. Valencia sempat melirik 3 jenderal lainnya, setelah memastikan ketiganya tidak membuat pergerakan dia bisa menghela napas lega.
“Aku harap, anak-anak disana bisa membuatku sedikit terhibur.” Okita Sogo dengan penuh kesombongan mengataknnya.
Seorang pria dengan pakaian besi lengkap berkata pelan. “Sebaiknya jaga lehermu, aku punya kemampuan melihat masa depan.”
“Sudahlah, ayo berangkat.” Valencia menyela pembicaraan mereka, dia hanya ingin segera sampai dan menghentikan invasi kelompok topeng misterius.
Disisi lain Allen dan kelompoknya sudah ada di depan gerbang Keluarga Baruch, Allen membuat kode untuk berpencar menjadi 3 kelompok. Kemudian setiap kelompok harus dibagi menjadi 5 regu kecil, setelah itu mereka akan menyerbu musuh secara berkelompok dan bersih.
Allen menggunakan langkah bayangan dan segera menebas penjaga pintu yang notabennya adalah manusia buatan dari Suku Sumeria. Dia sedikit bingung karena racun di tubuh mereka menjadi sedikit lemah dibandingkan sebelumnya.
Setelah mengeksekusi penjaga gerbang, semua pasukan bergerak dan membasi beberapa anjing penjaga keluarga Baruch. Semuanya dilaukan dalam kegelapan, tidak ada jejak ataupun suara sampai akhirnya seorang penjaga menyalakan kembang api karena tidak sengaja.
“Sial, aku tidak sengaja menyalakan alarmnya.” Penjaga dengan panik keluar pintu menara pemantauan. Namun kegaduhan sudah terjadi di luar sana, pertarungan terjadi dimana-mana dan matanya tampak melebar.
__ADS_1
Allen dan kelompoknya tidak menyangka mereka ditemukan dengan begitu mudah. “Sekarang waktunya balas dendam, tujuan kita menghancurkan keluarga Baruch,” katanya melalui telepati.
Simon dan 4 orang di belakangnya langsung berlari dengan kecepata tinggi menuju Penasihat Keluarga Baruch yang beristirahat di rumah mewah sebelah selatan. Senyumnya tambah lebar karena dia hanya sendiri disana.
“Kita ketemu lagi, pak tua.” Simon lupa diri, padahal dirinya adalah monster tua berusia lebih dari 1000 tahun.
“Jadi kau kembali untuk balas dendam, apa kau pikir mudah mengalahkan kami?” tanya Penasihat sambil mengeluarkan senjatanya.
Simon membuat pedang energi dari tiga jarinya. “Jangan membuatku kecewa, bukankah sebelumnya kita diganggu?”
“Bajingan sombong, kali ini aku tidak akan melepaskanmu!” ucap Penasihat Keluarga.
Bernard Baruch menyadari adanya serangan susulan dari Topeng Misterius, ia langsung menggunakan Tulang Relix untuk memanggil ratusan tibu mayat hidup. Jumlahnya lebih banyak dari sebelumnya, Allen tidak mengerti apa yang sudah dilakukan kepala keluarga baruch.
Gelombang energi jahat mulai menyebar ke seluruh penjuru kediaman keluarga Baruch, Allen memerintahkan semua pasukannya untuk melindungi tubuhnya dengan energi jiwa. “Sepertinya gelombang energi ini berbeda dari sebelumnya.”
Benar saja, mayat yang baru di eksekusi kelompoknya tiba-tiba bangkit dan mempunya ingatan yang utuh. “Aku akan membunuhmu, sialan!” teriak Prajurit itu dengan suara keras. Namun sebelum pedangnya menyentuh Allen, kepalanya sudah terbang meninggalkan tubuhnya.
Kelompok Allen ingin segera bergerak, berbeda dengan Allen sendiri. Dia tidak mendapat pemberitahuan sistem bahwa sudah membunuh mayat hidup. Dia curiga ada trik yang sedang dimainkan saat ini.
Benar saja, mayat yang kehilangan kepalanya bangkit lagi, dia langsung berlari mengambil kepala dan memasangnya lagi. “Kau memang cepat, tapi ayo lihat seberapa lama kau bisa bertahan melawan kami!” katanya sambil tertawa keras.
Allen menyempitkan matanya dan langsung mencekik mayat hidup itu. Teknik Pelahap Jiwa digunakan, ia langsung memakan jiwa mayat hidup itu dan mencuri sebagian ingatannya.
Setelah menyerap jiwanya hingga kering, Allen menghela napas. “Jadi seperti itu, kelemahan mayat hidup ada di kepalanya. Hancurkan kepalanya dan ambil batu yang bisa membuat mereka hidup terus menerus.” Allen memberi informasi pada semua anggota Raja Surgawi yang sedang bertugas.
Tanpa basa basi lagi, Allen dengan cepat menebas dan menghancurkan kepala mayat hidup. Setelah menemukan batu dia langsung menyerapnya. Ternyata batu itu dapat memperbaiki Tubuh Ilahi Raja Perang sehingga menjadi lebih kuat.
“Batu itu pecahan tulang relic. Segera dapatkan Tulang Relic karena kekuatannya sudah mulai melemah.” Silvy menghubungi Allen melalui telepati dari alam bawah sadar. Dia tampak senang karena Allen sekarang sudah mendengarkannya.
__ADS_1