Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Mencoba


__ADS_3

Indera keenam Allen mulai menajam, ia bisa merasakan seberapa kuat para pembunuh dan menyesuaikan kekuatannya. Empat pembunuh yang melarikan diri setara dengan Pejuang tingkat 3 menengah, mereka bisa memberikan serangan fatal pada Budi karena kerja samanya.


Tidak dapat dipungkiri, Budi masih kurang pengalaman pertarung dengan para pembunuh profesional. Pada saat pembasmian Organisasi Ular Naga, ia hanya bertarung dengan beberapa anggota kelas rendah. Jadi selama hidupnya belum pernah melawan Pejuang tingkat tinggi.


Apalagi saat ini ia bertarung dengan pembunuh profesional yang punya pergerakan yang cepat. Budi bisa selamat karena tubuhnya sangat keras dan aura yang terkandung dalam tubuhnya cukup banyak.


“Padahal aku ingin menggunakan pedang.” Allen hanya bisa menghela napas karena tidak menyangka kekuatan yang didapatkan dari para peri begitu kuat.


“Tuan, dimana pembunuh itu?” tanya Budi sambil memegang tangan kanannya yang terluka.


Allen menunjuk gumpalan debu yang ada di bawah pohon. “Dia menjadi abu. Lupakan dia, ayo cepat kembali!” katanya sambil melanjutkan langkah kakinya.


Budi masih penasaran dengan perkataan tuannya, ia memandang gumpalan debu di bawah pohon. Para pejuang seni beladiri seharusnya tidak punya kekuatan untuk mengubah manusia menjadi abu. Namun entah mengapa instingnya mengatakan perkataan Allen adalah kebenaran.


Allen langsung menuju kantor untuk melihat perkembangan bisnisnya. Dibawah kepemimpinan Tiwi, semua rencana berjalan dengan lancar. Karena tidak ada kendala yang berarti, Allen malah curiga dengan para kompetitor.


Ponsel di ambil dari kantong celana kanannya, Allen menghubungi Harjo Susanto untuk memastikan keadaannya.


“Kek, kenapa sangat sunyi?” tanya Allen memberikan kode untuk membahas bisnis.


“Sepertinya perseteruan antara Kota K dan Kota R mulai serius. Para pebisnis memilih untuk diam dan tidak menunjukkan taringnya,” jawab Kakek Jojo dengan suara serius.


“Pantas saja, sepertinya walikota akan segera berganti. Sebaiknya Anda segera mencari tempat.” Allen memberikan saran pada Kakek Jojo, hal itu ia lakukan supaya pendukungnya semakin kuat.


“Kenapa kau bisa berpikir begitu? Bukankah walikota kota K sangat kuat?” tanya Kakek Jojo.


Allen menggelengkan kepala. “Bukankah sudah aku bilang ketika di restoran, jabatan pemerintahan akan segera berubah. Hal itu karena walikota saat ini terlalu berkuasa.”


“Hemm, baiklah aku akan mengikuti saranmu. Siapa menurutmu walikota selanjutnya?”


Allen ragu untuk memberitahu kebenarannya, tapi ia harus mengambil satu langkah ke depan. “Ini hanya tebakan, mungkin saja walikota selanjutnya adalah Maron Julie,” katanya sambil meletakkan ponselnya dan menyalakan pengeras suara.


“Maron Julie memang aktif akhir-akhir ini. Bukankah ada James Roy yang lebih populer?”

__ADS_1


Allen membuka kancing baju dan perlahan mengganti bajunya. “Kota R sangat licik, mereka pasti sudah menanamkan parasit di pemerintahan Kota K. Jika tebakanku benar, Maron Julie sudah mendapatkan dukungan dari mereka. Buktinya dia sangat percaya diri menunjukkan eksistensinya ketika masa perang.”


Harjo Susanto segera mengeri apa yang dikatakan Allen. “Artinya kau ingin aku berpihak ke Kota R?”


“Siapa yang bilang? Pura-pura saja tidak tahu Maron Julie di dukung Kota R.”


Saran Allen masuk akal, dengan cara itu Kakek Jojo bisa mengambil posisi di pemerintahan Kota K tanpa risiko sedikitpun. “Baiklah, rencana yang menarik. Aku akan segera menemuinya!”


“Semoga sukses, Kek.”


Allen menutup ponsel dan segera keluar kamar. Ia menuju rumah sakit untuk menjenguk adiknya yang sangat nakal. Untuk menuju kesana, Allen menggunakan angkutan umum.


Setelah sampai di rumah sakit, ia menunjukkan kartu VIP dan segera menuju kamar inap adiknya. Matanya tampak sangat datar melihat banyaknya makanan ringan yang berserakan di lantai.


Kakinya melangkah mendekat ke adiknya yang sedang menonton drama korea sambil makan. Tangan kanannya segera mengepal dan memukul kepala adiknya dengan kekuatan paling kecil.


Meskipun sudah menggunakan kekuatan paling kecil, suara pukulan ke kepala Alona masih terdengar keras. Alona yang terkena pukulan langsung memegang kepalanya dan berguling-guling ke tanah.


Alona menatap tajam ke arah kakaknya, matanya tanpa sadar berkunang-kunang karena kesakitan. “Sakit, bego!” teriaknya menjawab pernyataan kakaknya.


Allen tidak merasa bersalah sedikit pun, ia kehilangan uang lebih dari 200 juta karena adiknya. Selama dua bulan ini ia menggunakan kartunya hingga batas maksimum, jadi Allen harus membayarnya dengan hasil pembagian Toko Bangunan.


Kedua saudara itu mulai berbicara, Allen mengingatkan bahwa mereka bukan siapa-siapa di Kota K. Allen bisa mendapatkan uang sebanyak itu karena usahanya, jadi memberikan peringatan ke Alona untuk segera berubah.


Tidak lupa Allen mengingatkan Alona tentang pekerjaan ayah dan ibunya, kedua orang tuanya hanya seorang petani di pinggiran Kota K. Untuk menuju ke sana, mereka harus menempuh 3 jam perjalanan mobil.


Yeni adalah nama ibu mereka, dia hanya seorang buruh yang menawarkan jasa untuk menanam padi. Uang yang dia dapat tidak menentu, bahkan pernah satu bulan tidak mendapat panggilan.


Mahmudi punya sepetak sawah yang dikerjakan dengan penuh semangat. Meskipun hanya punya sepetak sawah, Allen dan Alona mengingat betapa berjasanya sawah itu. Allen berhasil lulus SMA karena sawah itu, ia menceritakan perjuangan ayahnya pada Alona yang belum memiliki rasa tanggung jawab.


Meskipun mereka tergolong miskin, Yeni dan Mahmudi tidak pernah mengeluh pada hidup. Mereka bekerja keras dan terus melakukan inovasi dengan cara berjualan barang bekas.


Alona tidak pernah merasakan susah karena Allen sudah membantu pekerjaan orang tuannya, jadi beban kedua orang tuanya sedikit berkurang. Perlu diingat, Allen mulai bekerja ketika umur 9 tahun. Sebagai seorang anak pertama, sebuah kewajiban untuk membantu perekonomian keluarga.

__ADS_1


“Itu salahmu, mengapa tidak lahir kedua!” kata Alona dengan cueknya.


Allen hanya tersenyum mendengar pernyataan adiknya yang sombong. “Jika aku disuruh memilih untuk lahir ke dua atau pertama, aku akan tetap memilih pertama. Semua akan aku korbankan untuk membahagiakan kalian,” katanya sambil menatap langit malam yang penuh bintang.


“Kalau begitu jangan mengeluh. Cari saja uang banyak, terus berikan padaku!”


Mendengar ketamakan adiknya, Allen tidak bisa berkata-kata lagi, ia hanya tersenyum dan terus memandang langit. Setelah beberapa saat, Allen mulai merespons pernyataan adiknya.


“Dunia ini penuh dengan orang baik, jika kau tidak menemukannya maka jadilah salah satunya. Apa kau ingat kata-kata itu?” tanya Allen.


“Ayah selalu mengatakan itu. Padahal itu hanya kata-kata orang membosankan!”


Alona masih belum mengerti apa itu tanggung jawab. Jadi Allen memakluminya dan terus membimbingnya untuk menuju jalan yang seharusnya.


“Awalnya aku juga merasakan itu, tapi seiring bertambahnya usia aku mengerti maksud darinya. Apa kau pernah bekerja dari jam 5 pagi sampai 10 malam?” tanya Allen pelan.


“Tentu saja tidak, aku masih SMP!”


Allen tersenyum manis. “Sepertinya hidupmu akan lebih sengsara dariku. Aku pernah mengalaminya, bahkan tidak sekali tapi berkali-kali. Tapi setelah aku melihat foto kalian, semangat kerjaku tumbuh lagi.”


Pembicaraan mereka tidak sampai disitu, Allen terus menceritakan kebaikan ayah dan ibunya. Disisi lain Alona terus saja menjawab dengan suara cuek dan memilih untuk fokus melihat drama korea.


Disisi lain, sekelompok penjahat telah membakar gedung pusat perbelanjaan. Mereka membunuh semua orang yang lewat dan mengambil jiwanya untuk diberikan pada David.


Pertengkaran Kota K dan Kota R sudah mencapai puncaknya. Tidak hanya pasukan khusus yang dikerahkan, tetapi para Pejuang Seni Beladiri juga ikut campur dalam prosesnya.


Pembunuh bayaran Organisasi Ular Naga juga ikut berperan aktif, mereka mendapat bayaran dari Kota R untuk menyingkirkan kekuatan utama musuh. Pemimpin Pasukan Khusus Kota K sangat kuat, tidak ada yang bisa menyentuhnya sedikit pun. Namun kali ini sedikit berbeda, ia terluka parah dan dikepung 12 pembunuh profesional.


“Sungguh malang nasibmu, Jenderal. Jika saja kau memilih untuk menjadi bagian kami, sudah pasti nasibmu tidak seperti ini!” kata salah seorang pria pembunuh Ular Naga.


“Tidak sudi, pembunuh keji seperti kalian tidak layak hidup!” teriak pemimpin pasukan khusus Kota K.


Pisau terbang tiba-tiba keluar dan memenggal kepala pemimpin pasukan khusus Kota K. Bisa dibilang ini kemenangan mutlak Kota R, jadi masa depan masih belum banyak berubah.

__ADS_1


__ADS_2