Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Vampir


__ADS_3

Nathan dan Nala bukan orang yang mudah percaya, Allen bisa melihatnya dari Mata Dunia tempo hari. Setelah merasa sedikit lega, Allen menghilangkan tekanan auranya.


“Baiklah, apa yang ingin kalian katakan?” tanya Allen pada Nathan.


Nala bukan orang yang pandai merangkai kata-kata, jadi lebih baik bertanya pada Nathan untuk pertanyaan diplomatis seperti ini. Allen membutuhkan sekutu bukan musuh, sekarang perusahaan Allen dalam keadaan kritis.


Nathan maju ke depan dan mengatakan, “Situasi kita sedikit sulit, Bos. Jadi lebih baik menambah sekutu, mereka semua siap mengucapkan sumpah darah seperti kami.”


Allen menghela napas, ia punya cukup banyak uang untuk membeli teknik di lantai pertama. Namun ia belum sepenuhnya yakin pada Keluarga Moldova, tapi keadaannya sekarang bukan pada posisi pilih-pilih.


“Baiklah, kau yang akan membuat sumpah darahnya. Katakan bahwa mereka harus setia padaku dan kalian berdua. Aku ingin melihat ruang bawah tanah mereka.” Allen tanpa permisi langsung melompat dan mengayunkan pedangnya ke arah tanah.


“Bum,” suara ledakan terdengar. Tanah yang tenang langsung berhamburan, tangan kanan Allen gemetar karena serangannya membentur sesuatu yang sangat keras.


Sebuah pintu tampak masih berdiri kokoh, Allen menyempitkan mata dan meraba pintunya. “Apa kalian tahu sesuatu tentang ini?” tanyanya sambil melihat Kepala Kelaurga.


Kakek Tua dan Kepala Keluarga membuka mulutnya, mereka tidak tahu ada ruang bawah tanah di kediaman mereka. Melihat ekspresi mereka, Allen hanya bisa menghela napas dan mencari tahunya sendiri.


Peri Tanah dan Peri Air keluar dari alam bawah sadar, mereka membantu Allen menganalisis pintu misterius. Setelah beberapa saat, mereka menemukan sebuah petunjuk yang terletak di bawah pintu.


“Lihatlah, ada sebuah relif kuno,” kata Peri Air.


Allen segera menggali tanah dan menemukan relief utuh yang bergambar perang antara Manusia dan Iblis. “Apa ini perang Ragnarok 2 ribuan tahun yang lalu?” ucapnya.


Sebenarnya Allen bertanya pada Peri Tanah, tetapi Kakek Tua dari keluarga Moldova menjawabnya, “Aku pikir bukan. Keluarga Moldova ikut perang Ragnarok, semuanya masih tersimpan di perpustakaan kami.”


Allen mengalihkan pandangannya ke Kakek Tua. “E... bagaimana aku harus memanggilmu?” tanyanya.


“Robert Moldova, Anda bisa memanggilku Robert.” Kakek Tua menjadi sangat sopan setelah mengucap sumpah darah. Ia menyadari bahwa mengikuti Allen bukan pilihan yang buruk.


“Robert, apa kau tahu gambar apa ini?”


Robert Moldova menjawab, “Sepertinya itu aib yang ditutupi leluhur kita. Melihat gambarnya, sepertinya keluarga kita pernah menyembah atau bahkan menjadi iblis.”


Allen mulai mengerti, iblis tidak pernah mati. Jadi pasti ada iblis abadi yang masih hidup sampai sekarang, makanya Keluarga Moldova menyembunyikannya. Setelah mendengar faktanya, Allen mencoba memahami gambar di pintu.


“Tunjukkan perpustakaan Keluarga Moldova,” kata Allen.

__ADS_1


Karena penasaran dengan apa yang ada di dalamnya, Allen berusaha keras membaca semua buku di perpustakaan. Tanpa di sadari ia menghabiskan 1 bulan untuk membaca dan melihat pintu rahasia di bawah tanah.


Nathan berhasil menerobos menjadi pejuang tingkat 4, ia menjadi instruktur anggota Keluarga Moldova. Allen memberikan teknik spesial dari Toko Sistem, ia belum berani memberikan Teknik Jiwa karena mungkin saja Nathan dan Nala akan berkhianat di kemudian hari.


Kerja kerasnya selama sebulan penuh akhirnya membuahkan hasil, Allen tersenyum manis ketika menemukan petunjuk di buku berjudul, “Kekuatan Tiada Tara.”


“Buku ini sangat jahat, bahkan pengarangnya harus mengorbankan 100 bayi untuk mendapatkan jiwa iblis rendah. Setelah mendapatkan jiwa iblis, pengarang membunuh banyak orang untuk memberi makan Sang Iblis.”


Allen membaca bukunya hingga selesai, ia menemukan bahwa teknik yang digunakan pengarang hampir sama dengan Pemakan Jiwa miliknya. Namun ada sedikit perbedaan, Pemakan Jiwa dapat mengambil ingatan seseorang tapi teknik jahat Pengarang Buku tidak bisa melakukannya.


Gambar relief itu ada di setiap halaman dari bukunya, Allen segera menganalisisnya dan menemukan bahwa buku Kekuatan Tiada Tara adalah kunci untuk membuka ruangan. Allen menaruh buku di depan pintu, ia duduk dan berpikir sejenak.


“Ini lebih sulit dari yang aku bayangkan.”


Robert Moldova mendekat dan berkata, “Bukankah di ujung pintu ada lubang. Mungkin itu bisa jadi petunjuk.”


Allen langsung berdiri dan berlari ke ujung pintu sebelah kanan, ia tanpa ragu memasukkan bukunya. Tidak lama setelahnya pintu misterius bergetar dan mulai memancarkan aura gelap yang menyeramkan. Robert Moldova langsung terjatuh dan kakinya bergetar ketakutan.


Poin Mental yang dimilik Allen sangat membantu, aura yang dipancarkan Pintu Misterius bukan kekuatan pada umumnya tapi sebuah serangan mental. “Pintu yang menarik, ayo masuk!” katanya sambil mendorong pintu.


Pintu Misterius terbuka perlahan, Allen tanpa ragu masuk. Matanya langsung kabur dan ia dipindahkan ke tempat aneh yang penuh dengan patung kelelawar berbadan manusia.


Peri Tanah keluar, ia langsung berteriak panik, “Mereka Vampir!”


“Vampir?”


“Mereka ras iblis yang telah punah 2000an tahun yang lalu. Mereka dimusnahkan karena menyinggung pria bernama Amir, perang besar antara Vampir dan pasukan Amir berakhir dengan kemenangan mutlak di pihak Amir.”


“Seberapa kuat Amir?”


“Bocah itu tidak bisa menggunakan Aura ataupun Mana, meskipun otaknya sangat jenius, ia dibuang keluarganya.”


Allen menyadari ada yang salah dengan perkataan Peri Tanah. “Aura dan Mana, apa yang kau maksud dengan Mana?”


Peri Tanah langsung menutup mulutnya, ia seharusnya tidak mengatakan hal sensitif pada generasi ini. Sebenarnya kekuatan tidak hanya Aura tapi ada juga yang dinamakan Mana. Sayangnya kekuatan Mana telah di larang oleh perserikatan manusia sejak 500 tahun yang lalu, itu dilakukan untuk melindungi ketenteraman dunia yang di pimpin oleh Perserikatan Dunia.


“Bukan apa-apa, lebih baik fokus pada Vampir. Jika kau menemukan vampir baron saja, nyawamu pasti akan melayang.” Peri tanah memberi peringatan penting, Vampir dibagi menjadi 5 tingkat yaitu Baron, Count, Marques, Duke, dan King.

__ADS_1


“Memangnya mereka sekuat apa?”


Sebelum menjawab, suara teriakan nyaring terdengar. Peri Tanah langsung menyadari bahwa ada makhluk kuat di dalam, ia segera memperingatkan tuannya. “Jangan pernah mendekatinya, ada monster yang tidur di dalam!”


Allen menyempitkan matanya, ia sedikit terkejut karena ada layar panel berwarna biru di depan matanya.


[Drakula


Umur : 3520 tahun


Elemen : Darah


Total Kekuatan : ?


Keadaan : Tersegel, terluka parah, tidak berbahaya untuk pemain.]


Allen mempercayai deskripsi yang disampaikan sistem, ia mulai melangkah dengan senyum tipis di wajahnya. “Tenang, dia bukan musuh yang harus di waspadai,” katanya dengan penuh percaya diri.


Peri Tanah sudah mengingatkan tuannya, ia hanya bisa menghela napas dan terpaksa harus ikut. “Baiklah, jangan kehilangan kewaspadaan. Semua ras yang bukan manusia pasti egois, termasuk kami para peri.”


Allen hanya bergumam untuk menjawab peringatan Peri Tanah. Sosok manusia dengan sayap di punggungnya terlihat terkurung dalam jeruji besi dan rantai mengikat tangannya. Kedua kakinya tampak di paku ke tanah menggunakan pasak emas.


“Akhirnya ada manusia yang datang, apa kau ingin kekuatan?” tanya Drakula dengan suara pelan. Energi dalam tubuhnya akan segera habis, ia hanya Vampir Count jadi umurnya seharusnya tidak sampai 1000 tahun tapi karena ruangan aneh ini menyegelnya, sekarang umurnya tembus hingga 3500 tahunan.


Allen dengan polosnya menjawab, “Iya! Aku butuh kekuatan yang sangat kuat hingga tidak ada orang yang bisa menandinginya.”


Vampir sudah menunggu jawaban itu sejak tadi, ia tersenyum dan mengulurkan tangannya yang terantai. “Makan pil ini dan rasakan perubahan tubuhmu, jika terasa sakit jangan mengeluarkan suara,” kata Vampir mencoba membujuk Allen dengan tipu muslihat.


[Pil Pertukaran


Tingkat : S


Dapat bertukar tubuh dengan pengguna pil lainnya, durasinya tergantung seberapa kuat fisik pemilik pil.]


Karena Allen punya fisik yang lebih lemah dari Vampir, sudah pasti dia akan menjadi inang dari Drakula. Jadi lebih baik menolaknya dan meninggalkan ruang misterius ini. “Aku tidak mau, bagaimana jika itu racun?” tanya Allen dengan ekspresi polos.


Vampir menelan pil di tangan kanannya. “Lihat tidak terjadi apa-apa.”

__ADS_1


“Jangan bermain trik, kau menyembunyikan dua pil di bawah lidahmu. Apa kalian para Vampir punya lidah sepanjang itu,” ejek Allen dengan suara pelan.


__ADS_2