
Allen dan 17 orangnya mulai bergerak ke menara pemantauan. Mereka masih belum ditemukan, jadi bisa bergerak dengan leluasa.
Allen melempar jarum ke 3 penjaga menara, jarumnya mengenai leher targetnya hingga menembus ke belakang.
Sebelum berteriak, tiga anggota di belakang bergerak dan mengeksekusi ketiga penjaga. Allen memberi isyarat untuk menyingkirkan mayatnya, Monster Bayangan muncul dan melahap ketiganya.
"Tiga orang jaga pintu masuk."
Allen dan 14 orang lainnya masuk, 3 orang yang berhasil menggantikan penjaga pintu menara menyamar dengan sangat baik. Mereka punya sedikit ingatan tentang penjaga, jadi mudah bagi mereka.
Tidak lama setelah Allen dan kelompoknya masuk, seorang wanita berpakaian rapi mendekati menara.
"Nona, tolong jangan mendekat. Ini daerah kekuasaan Kepala Keluarga." Salah seorang Anggota Raja Surgawi melakukan prosedur masuk.
"Jangan buka, aku tidak punya surat tugas." Wanita itu menunjukan sebuah gulungan yang hilang setelah memberikan pesan. Gulungan itu mengandung simbol sederhana yang mengatakan wanita ini punya izin masuk.
"Nona, anda punya waktu 2 jam. Tolong segera keluar setelah waktu habis."
Wanita itu berjalan masuk tanpa curiga sedikitpun. Tiga orang yang menyamar membiarkannya masuk tapi memberi laporan pada Allen.
Burung merpati terbang ke atas menara, Allen sempat melihatnya dan menyadari bahwa ada satu orang masuk.
"Terus bergerak, kita harus cepat." Allen memberi perintah tegas. Burung merpati itu langsung turun setelah Allen membaca pesannya.
Burung merpati itu terbuat dari energi jiwa, jadi bisa langsung hilang tampa diketahui orang biasa. Namun wanita yang masuk menara ternyata adalah ahli formasi yang menyadari itu.
Matanya menyempit dan segera memberi laporan pada Kepala Keluarga. "Sepertinya ada yang aneh di Menara Pemantauan. Lebih baik anda segera mencari penyebabnya."
Wanita itu mengirim pesan melalui media yang hampir sama dengan anggota Raja Surgawi. Namun dia segera membelalakkan matanya ketika burung pipit pembawa pesan tewas.
"Ini..." Wanita misterius yang merasa terancam dan segera keluar dari Menara.
Namun sebelum melewati gerbang, dia dihadang 3 orang dari Raja Surgawi. "Nona, apa sudah selesai?" tanyanya.
Tanpa menjawab wanita itu langsung berlari, tapi salah satu orang menghentikanny. "Maaf Nona, anda tidak boleh lewat sebelum melakukan prosedur."
Wanita misterius itu menciptakan sebuah formasi serang, gelombang angin diciptakan dan langsung mendorong orang yang menghadang.
Sebelum melanjutkan larinya, dua orang lainnya segera menciptakan formasi dan mengikat Wanita Misterius.
"Maaf Nona, Anda melanggar peraturan!" ucap Anggota Raja Surgawi.
Formasi adalah keahliannya, dia segera membuat formasi lain menggunakan jarinya. Namun simbol buatannya langsung hancur ketika baru di bentuk.
__ADS_1
"Apa yang terjadi, aku Master Simbol kalah?" ucap Wanita Misterius.
"Nona, maaf kami mmebuat formasi penangkap ini mengunakan artefak pemberian Kepala Keluarga. Jadi tidak mungkin anda meloloskan diri."
Setelah tertangkap, Wanita Misterius itu hanya bisa pasrah dan menunggu perkembangan situasinya.
Allen dan kelompoknya berhasil menguasai ruang tengah, tinggal 12 orang yang masih belum menyadari keberadaan kelompoknya.
Dengan isyarat tangan, semua anggota bergerak dan menikam semua orang yang masih berdiri.
Sayangnya ada 3 yang berhasil mengelak dan selamat, mereka semua Pejuang Tingkat 7 yang cukup kuat.
"Siapa kalian, apa kau pikir Keluarga Baruch akan membiarkan ini!" teriak salah seorang pria.
Allen dengan cepat bergerak, dua jari digunakan untuk membuat pedang energi seperti adiknya. Kemudian diayunkan dengan kecepatan yang sangat cepat.
Ketiganya langsung tereksekusi. "Berdesakan mereka semua, ambil alih kendali Menara Pemantau. Tampilan gambar di gerbang depan Keluarga Baruch."
Dalam hitungan detik semua peralatan sudah dibawah kendalinya. Allen melihat Simon dan kelompoknya bertarung melawan Penasihat Keluarga Baruch.
"Ada berapa Menara Pemantauan?" tanya Allen pada Jery yang mengenakan topeng.
"3, semuanya punya jaringan lokal. Tidak mungkin meretasnya tanpa alat tambahan." Jery menjawab dengan tenang.
"Ye Mo, Shera dengarkan perintahku. Cari Menara Pemantau dan ambil alih kendali komputernya, lakukan dengan bersih." Allen menggunakan telepati untuk memberi perintah.
"Bos, semua pantauan sudah ada di tangan." Jery tampak senang karena ini pertama kalinya dia meretas dengan sangat cepat.
"Tampilkan gambar di dalam rumah utama." Allen mengingat semua tempat dan gerak gerik mereka.
Setelah dua jam mempelajari semua kebiasaan penjaga, Allen bersiap untuk memberi isyarat penyerangan.
Namun suara ledakan tiba-tiba datang dari arah medan pertarungan Simon. "Tampilkan gambar disana!" katanya dengan ekspresi serius.
Simon masih berdiri tegap tanpa bergerak sedikitpun, tapi 10 anggotanya terkapar tak berdaya. Meskipun sama-sama Pejuang Tingkat 8, Simon jauh lebih kaut dari mereka. Makanya musuh lebih memilih menghajar rekan-rekannya dibanding melawannya.
"Simon, gunakan Demon Blood!" kata Allen melalui telepati.
Seperti perintah bosnya, Simon melepaskan kekuatannya yang sebenarnya. Rambutnya berubah putih dan matanya menjadi merah serta terdapat petir kecil diujungnya.
Semua anggota Raja Surgawi yang sudah memahami Prinsip Jiwa tingkat 5 bisa menggukan mode bertarung itu.
10 anggota yang terkapar bangkit, mereka melempar Pil Kebugaran untuk memulihkan luka. Aura semua orang berubah merah kehitaman dan langsung bergerak membalas.
__ADS_1
"Vajra Finger pertama." Simon mengarahkan satu jarinya ke arah Penasihat Keluarga Baruch.
"Kau masih menggunakan trik yang sama." Penasihat Keluarga Baruch meremehkan lawannya, tapi matanya terbuka lebar ketika melihat 11 cahaya mengarah padanya.
Pria tua itu dengan panik langsung menyilangkan tangannya. Sebuah pelindung tak kasat mata muncul dan menghentikan serangan Simon dan kelompoknya. Namun 6 orang di belakangnya langsung tereksekusi dengan cepat.
"Ugh," Penasihat memuntahkan seteguk darah segar. Meskipun berhasil menghentikan serangan lawan, entah mengapa organ dalamnya terluka.
"Apa yang kalian makan." Penasihat penasaran dengan pil yang baru saja dimakan musuhnya. Padahal itu hanya pil kebugaran tingkat tinggi.
Tanpa mendengar ocehan Penasihat, Simon melangkah dan menciptakan pedang energi dari lima jarinya.
Ayunan lengannya menciptakan sayatan pedang yang sangat kuat. Simon menggunakan hampir seluruh kekuatannya untuk serangan itu.
Penasihat tertawa dan menggunakan mode bertarung keluarga Baruch. Gigi taringnya memanjang dan rambutnya bertambah panjang, matanya berwarna merah harus darah.
Gelombang energi menyadarkan banyak orang tentang pertarungan di depan gerbang masuk. Simon melirik oe arah anggotanya dan memberi isyarat untuk mengerahkan semua kekuatannya.
"11 orang tidak cukup untuk membunuhku." Penasihat Keluarga Baruch terlalu percaya diri.
Serangan Simon yang berubah sayatan pedang di tangkis. Ia mundur tiga langkah karena serangan lawannya cukup kuat.
Area sekitar bergetar, tanah dan pepohonan bergemuruh ketakutan. Udara menjadi panas karena pertarungan 11 lawan 1 orang.
Anggota lainnya tidak tinggal diam, mereka melakukan hal yang sama dengan Simon. Sayatan pedangnya memang tidak lebih kuat dari Simon, tapi berjumlah 10 sayatan dengan target yang berbeda.
"Jangan sombong bocah-bocah sialan!" teriak Penasihat dengan nada sombong.
Simon melompat ke atas langit demi mengalihkan pandangan lawan. Serangan anggotanya berhasil mengenai targetnya tanpa bisa dibendung.
"Kau terlalu sombong, Bocah." Simon tersenyum manis dan mengayunkan lengannya yang ada pedang energi.
"Ekstrim Blade." Simon menggunakan keterampilan yang sering digunakan Allen.
20 sayatan pedang tercipta dan langsung menyerang lawannya dengan kecepatan tinggi. Meskipun sudah cukup cepat, Penasihat Keluarga Baruch bisa menghindari 12 sayatan pedang. Sayangnya 8 sayatan itu sudah cukup untuk membuatnya tidak bisa bergerak.
"Tidak mungkin, kenapa tubuhku tidak bisa bergerak!" ucap Penasihat yang bingung. Padahal dia masih dalam mode bertarung.
Tanpa menjawab pertanyaan, Simon dengan cepat mengayunkan pedang energi ke leher musuhnya. Namun pedangnya tiba-tiba dihentikan oleh peluru dari jarak yang sangat jauh.
Suara benturan peluru dengan besi terdengar cukup keras, Simon terpelanting dan hampir jatuh. Matanya langsung melirik ke sumber pemenbak.
Bernard Baruch berdiri di atas kediaman utama Keluarga Baruch. "Siapa kalian, berani sekali menyerang keluargaku!" teriak Bernard Baruch sambil melepaskan Artefak Tulang Relix.
__ADS_1
Cahaya kuning memancar dari Tulang Relix. Beberapa skeleton dan mayat hidup muncul dari tanah.
Allen dari Menara Pemantauan hanya bisa tersenyum kecut. "Kita terkepung."