
Turnamen ini diikuti para pejuang berbakat dari berbagai keluarga terkenal di Kora S. Ada 8 peserta yang siap bertanding di hari ini.
Semua berkumpul semata-mata hanya untuk menghargai Keluarga Son. Mereka tidak mungkin menurunkan kekuatan utama.
Setelah beberapa saat, Allen melihat dari kejauhan. Ternyata ada orang yang berkeliling dan menarik uang taruhan.
Pertandingan pertama adalah pertandingan antara Keluarga Chen dan Ye. Keduanya dari keluarga terkenal, jadi tidak ada yang boleh kalah.
Namun siapa yang menyangka ternyata perwakilan Keluarga Ye kalah dengan satu serangan.
"Sangat jelas keluarga Ye mengalah. Sialan seharusnya aku pasang ke Bocah baeuy itu." Salah seorang pria menyesali pilihannya.
Allen tidak merasa begitu, tatapan amarah dari petarung Keluarga Ye mengatakannya.
"Apa memang Keluarga Ye sudah turun. Mungkin ini alasan mereka mengirim anak-anaknya ke luar Kota." Allen melihat ekspresi tak sedap dari Kepala Keluarga Ye.
Kepala Keluarga Chen tertawa keras melihat perwakilan dari Keluarga Ye kalah dengan sekali serang. "Sudah dipastikan kami akan memang, kenapa kalian masih bersusah payah."
Pernyataan Kepala Keluarga Ye sangat berani, tapi tidak ada yang memprotesnya.
Allen bisa menyadari situasi, bahkan Keluarga Son yang menyelenggarakan acara hanya diam.
Pertandingan selanjutnya antara Keluarga Long dan Keluarga Li. Keduanya mengirim petarung tingkat 4. Kedua Kepala Keluarga tampak tenang, bisa dibilang mereka tidak mengeluarkan Kartu As.
Pertandingan dimenangkan Keluarga Li dengan susah payah. Mungkin saja perwakilan Keluarga Li tidak bisa melanjutkan pertandingan.
Allen belum menaruh taruhan sejak tadi, bukannya tidak mau tapi ia menghargai Keluarga Son. Jika dia memilih untuk ikut taruhan, dapat dipastikan Keluarga Son akan bangkrut.
"Pertandingan yang menarik, Kan?" ucap seorang pria tua yang duduk disampingnya.
Allen tersenyum ramah dan menjawab, "Benar sangat menarik. Tapi apa yang dilakukan Son Hyuk disini?"
"Ho, jadi kamu tahu nama orang tua ini." Son Hyung seorang pria tua yang menjadi pelindung keluarga Son.
[Son Hyuk
Umur : 319
Elemen : Angin, Api, Tanah.
Total Kekuatan : 139.310.]
__ADS_1
"Aku bukan dari keluarga hebat, jadi menghafal kelemahan dan kekuatan teman atau musuh adalah keahlianku." Allen mengarang cerita.
Kakek Tua itu tertawa kecil. "Kau memang anak yang menarik, Hyung ternyata salah menilaimu."
"Tidak ada yang spesial dariku, Tuan." Allen mencoba merendah untuk menghargai lawan bicaranya.
Son Hyuk tersenyum manis. "Jangan menjadi pembohong, melihat dari aura yang berkumpul di sekitarmu. Setidaknya kau seorang Pejuang Tingkat 5."
"Anda terlalu memuji, aku hanya seorang apoteker yang meramu obat." Allen mencoba menyembunyikan kekuatannya.
"Sia-sia kamu menyembunyikannya. Mataku sangat sensitif, karena aliran udara di sekitarmu sangat tenang, artinya kau menggukan trik untuk menyembunyikannya." Son Hyuk selalu selamat di masa mudahnya karena sangat pintar dalam menebak karakter lawan bicaranya.
Allen tidak perlu menyembunyikan kekuatannya lagi. "Anak muda ini memang tidak bisa menipu yang tua," katanya sambil melemaskan kekuatannya.
Son Hyuk tercengang melihat aura Allen menandakan dia seorang pejuang beladiri tingkat 5 puncak. "Kau, siapa kau sebenarnya!."
"Kenapa semua orang bertanya hal yang sama." Allen menghela napas setelahnya. "Aku Allen dari pinggiran Kota K," lanjutnya.
Mereka berdua tidak memperhatikan pertandingan dan asik mengobrol. Tampa terasa hari sudah sore dan pertandingan final akan dilakukan.
"Menurutmu siapa yang menang, Keluarga Chen apa Keluarga Bei?." Son Hyuk bertanya sambil melirik Allen.
"Kenapa dengan Keluarga Bei, sudah jelas dia juga seorang Pejuang Tingkat 5." Son Hyuk bersikeras pemenangnya adalah Keluarga Bei.
Allen hanya tersenyum ramah tanpa membantah argumen Son Hyuk. "Pertandingan akan dimulai," katanya sambil menunjuk arena.
Setelah beberapa kali bertukar serangan, Keluarga Chen keluar sebagai pemenang. Allen berdiri dan berbalik meninggalkan arena pertandingan.
"Bagaimana kamu bisa tahu?" tanya Son Hyuk menghentikan langkah kaki Allen.
"Kekuatan bukan segalanya, pejuang dari Keluarga Chen itu sangat berbakat. Refleknya melebihi manusia biasa." Allen segera pergi meninggalkan arena.
Son Hyuk memperhatikan pejuang dari Keluarga Chen. "Mungkinkah ancaman sudah mulai datang, aku harus segera mencari murid resmi."
Setelah berdiri, Son Hyuk batuk dan darah keluar dari mulutnya. "Sial, aku tidak punya waktu lagi!."
Allen dari kejauhan menatap Son Hyuk yang tidak berhasil menembus Pejuang Tingkat 7. Umurnya hanya tersisa 1 tahun, jika tidak menerobos dia akan mati.
"Pucuk dicinta ulam pun tiba. Aku harus memanfaatkan kesempatan ini." Allen sudah membawa Pil yang bisa digunakan Pejuang Tingkat 6, itu bisa digunakan untuk negosiasi.
Tapi sebelum itu, ia harus segera menemui Son Hyung untuk pelelangan nanti malam. Karena perjalanan membutuhkan 1 jam perjalanan, jadi tidak ada salahnya datang lebih awal.
__ADS_1
"Aku sudah datang, ayo segera pergi." Allen mendesak Son Hyung untuk segera pergi.
"Sepertinya kita dalam masalah, Len. Uang kita dari bank tidak bisa cair, padahal persyaratan pertama harus deposit uang tunai sebesar 10 miliar Rupiah." Son Hyung sedikit bingung karena situasi mendesak ini.
Keluarga Gong tidak mau menerima transfer bank, mereka hanya mau uang tunai.
Allen dengan santai mengeluarkan 10 miliar rupiah dari Cincin Penyimpanan. Dia masih ada 11 miliar uang tunai di Cincin Penyimpanan.
"Apa ini sudah cukup?" tanya Allen tak peduli dengan jumlahnya.
Son Hyung tampak tercengang melihat uang keluar dari udara kosong. Tiba-tiba pundaknya di tepuk kalek tua.
"Menarik, aku tidak menduga masih ada pria yang punya Cincin Penyimpanan." Son Hyuk berkata dengan suara pelan.
"Kakek Son, kamu terlalu memaksakan diri. Biarkan aku yang memutuskannya sebagai pemimpin." Son Hyung mengajukan diri unruk menjadi pemimpin.
Son Hyuk melambaikan tangannya. "Matamu masih buta, biarkan aku yang berangkat ke pelelangan. Kau masih ada keejaan pemenang turnamen."
Son Hyung tampak kesal karena bukan Keluarga Son yang keluar sebagai pemenang.
"Generasi muda Keluarga Son tidak akan pernah mencapai ketinggian keluarga lain." Allen melemparkan penyataan yang menyakitkan.
"Allen, aku memang baik padamu. Tapi penghinaan seperti itu membuatku marah." Son Hyung melepaskan aura membunuh dan menatap tajam ke arah Allen.
Son Hyuk langsung memukul kepala cucunya. "Bacot, diam dan dengarkan dia sampai selesai."
Allen tersenyum ramah melihat Son Hyuk mengerti maksudnya untuk menguji Kepala Keluarga Son.
"Prajurit kalian tidak punya tekad berjuang hidup. Mereka tidak akan berkembang dan selamanya pasti kalah." Allen melanjutkan penjelasannya.
"Apa kau punya solusi?" tanya Son Hyuk.
"Tentu saja ada, tinggal perkuat pasukan dalam waktu singkat." Allen mengatakannya dengan penuh keyakinan.
"Membangun pasukan tidak mudah..." Son Hyung menghentikan perkataannya karena ia sadar perkataan Allen sebelumnya.
Allen melangkah keluar dan meninggalkan mereka semua. Karena harus menghadiri Pelelangan, ia menunggu di mobil.
Son Hyuk menyusulnya masuk ke dalam mobil. "Saranmu memang baik, tapi Keluarga Son kekurangan orang hebat sepertimu."
Allen tertawa kecil. "Jangan membuatku tertawa, semua orang punya waktunya sendiri-sendiri."
__ADS_1