
Yang dimaksud Allen adalah setiap orang pasti menunjukkan bakatnya di waktu yang tepat.
"Ya, awalnya aku juga berpikir begitu. Tapi Keluarga Son sudah tidak punya waktu, kalau aku mati hanya Son Hyung yang ada di tingkat 6. Kau pasti tahu kelanjutannya." Son Hyuk tampak putus asa.
Sopir menjalankan mobilnya ke Pelelangan. Karena mobilnya punya pembatas kedap suara, dia tidak bisa melihat ataupun mendengar orang di belakang.
Allen memastikan hal tersebut, ia membuat Formasi supaya pembicaraannya tidak di dengar. "Aku punya penawaran menarik untukmu, apa kamu ingin mendengarnya?."
Son Hyuk masih tidak percaya anak berusia 25 tahunan bisa membuat Formasi yang rumit seperti ini. Namun ia segera sadar dan menjawab, "Katakan padaku."
"Aku bisa membantumu naik ke Tingkat 7. Tapi apa imbalannya?" tanya Allen dengan ekspresi serius.
Son Hyuk tertawa keras. "Jangan membuatku tertawa, memangnya ada cara menembus Tingkat 7!."
Tawanya terus berlanjut hingga ia melihat ekspresi Allen yang serius tanpa keraguan. "Apa kau serius?" lanjutnya.
Allen menggangguk. "Aku memang punya caranya membantumu. Tapi aku butuh imbalan yang sepadan, aku yakin kamu tahu perbedaan antara tingkat 6 dan 7."
Son Hyuk tahu kesempatan ini tidak datang dua kali. Tapi dia masih bingung harus memberikan apa pada Allen. "Langsung saja, apa yang kau inginkan?"
Allen tersenyum mendengar Son Hyuk membuka diskusi. "Tidak banyak, aku hanya ingin kau mengucap Sumpah Darah dan Keluarga Son beraliansi denganku."
"Bukankah dari dulu Keluarga Son beraliansi denganmu?" tanya Son Hyuk mencoba melewati permintaan nomor 1.
"Hanya sebatas hubungan dagang. Kamu mungkin sudah tahu apa yang terjadi di Dunia saat ini. Pemberontakan para Pejuang Beladiri mulai memanas. Aku yakin Kota S akan pecah paling lama dua bulan lagi." Perhitungan itu tidak mengarang, Allen membawa data yang dibutuhkan dan langsung diberikan pada Son Hyuk.
"Aku bisa mengucap Sumpah Darah secara pribadi. Tapi untuk Keluarga Son, aku tidak bisa memutuskannya." Son Hyuk cerdas, ia mencoba menyelamatkan keluarganya.
"Itu sudah cukup, aku hanya membutuhkan orang yang kompeten." Allen tersenyum dan mulai mencari Botol Pil Kebangkitan Tubuh di Cincin Penyimpanan.
Son Hyuk menundukkan kepala. "Aku harus jujur padamu, umurku tidak bisa lebih dari 1 tahun..." Dia menghentikan perkataannya setelah melihat botol putih. "Apa itu?" lanjutnya.
"Pil Kebangkitan Tubuh tingkat 6, setelah memakannya kemungkinan besar kamu akan menerobos tingkat 7." Allen tersenyum manis.
Son Hyuk tidak bisa mempertahankan kewarasannya, tangannya dengan cepat meraih botol pil. Namun Allen menariknya kembali.
"Bukankah kamu sudah berjanji mengucap Sumpah Darah padaku. Aku hanya menggunakan barang-barang berharga pada orang-orangku." Allen belum kehilangan senyumnya.
Son Hyuk tanpa pikir panjang langsung menepati janjinya. Dengan bimbingan Allen dia mengucap Sumpah Darah dengan lancar. Allen memberikan botol pil padanya.
"Tunggu, jangan terburu-buru. Ayo ikut aku." Allen menarik pergelangan tangan Son Hyuk dan mereka dipindahkan ke Ruang Pelatihan.
__ADS_1
Son Hyuk terkejut hingga jatuh, ia tidak pernah melihat anomali seperti ini. Dalam sekejap mata dia dipindahkan ke ruangan serba putih.
"Jangan takut, tempat ini penuh dengan energi. Kamu bisa menggukannya untuk menyerap pil. Kamu punya waktu dua hari ruang pelatihan." Allen segera meninggalkan Son Hyuk yang masih kebingungan.
Otaknya berhenti berpikir, Son Hyuk fokus pada pil di dalam botol. Tanpa rasa takut ia memakan pilnya.
Allen kembali ke Bumi, dia duduk dan mengedarkan Prinsip Jiwa untuk menunggu perjalanan.
Setelah satu jam, Sopir membuka pintu. Dia sedikit curiga karena hanya satu anak muda yang keluar dari mobil.
"Terima kasih," ucap Allen dengan tulus.
Acara Pelelangan belum di mulai, Allen mencari tempat santai di seberang jalan. Terdapat dua tempat yang terlihat janggal, restoran mewah di sebelah kanan sangat ramai, sedangkan kedai kopi di sebelah kiri hanya ada satu pelanggan.
Allen bukan orang yang sederhana, dia memilih kedai kopi untuk menemani waktu luangnya. "Bos, aku kopi hitam gula sedikit."
Pemilik kedai langsung melirik Allen, dia tersenyum ramah dan menjawab, "Siap, Bos!."
"Bro, apa mejanya kosong?" tanya Allen pada pria gendut yang menjadi satu-satunya pelanggan.
Matanya menatap tajam ke arah Allen, setelah memastikan sesuatu dia tersenyum ramah. "Duduklah, aku bukan orang kaku. Ngomong-ngomong siapa namamu?."
Allen duduk dan menjawab dengan ramah. "Orang-orang memanggilku Dokki, yang berarti Kapak!."
Allen menyamakan nanya bukan tanpa alasan, dia tidak tahu tempat apa Pelelangan ini. Bahkan dia harus tetap waspada pada orang acak seperti Chris.
"Senang bertemu denganmu. Ngomong-ngomong ada keperluan apa kamu disini?" tanya Allen sedikit penasaran.
Pemilik Kedai Kopi mengantar kopi pesanannya. "Terima kasih, Bos."
"Oyi, Bos!" jawab Pemilik Kedai.
"Sama sepertimu, aku akan menghadiri Pelelangan Keluarga Gong. Aku dengar banyak senjata sihir dan budak terkuat." Chris mengatakannya sambil melahap makanannya.
Allen menyeruput kopi di cangkir, kemudian ia menaruhnya pelan. "Jadi kamu cukup kaya untuk membeli makanan di seberang. Tapi kenapa kamu memilih kedai sederhana seperti ini."
"Aku butuh tenaga yang besar, makan di seberang pelayanannya sangat lambat. Jadi aku pindah ke sini."
Alasan klasik yang tidak bisa di percaya, Allen sadar lawan bicaranya sedang berbohong.
[Chris
__ADS_1
Umur : 102
Elemen : Tanah, Api, Angin, Cahaya.
Total Kekuatan : 102.308]
Tidak hanya sangat kuat, pria yang dikira seumuran dengannya ternyata sangat tua. Allen harus berhati-hati dengan pria di depannya.
"Tidak perlu waspada, aku tidak ingin mencari musuh. Mengurus yang sudah ada saja membuatku pusing." Chris mengetahui lawan bicaranya sedang memeriksa kekuatannya.
Allen hanya tersenyum kecut. "Haruskan aku memanggil anda Senior?."
"Lupakan formalitas. Seperti tadi saja lebih nyaman." Chris melanjutkan makannya sambil habis 7 porsi daging sapi.
Allen berbincang dengan Chris dengan nada santai dan banyak bercerita tentang kehidupannya. Dia juga tanpa sadar menceritakan kisah cintanya.
"Apa yang kau maksud Clarissa putri Dingin?" tanya Chris yang mulai tertarik.
Allen tersipu malu. "Aku benci mengatakannya, tapi dia memang sangat cantik."
"Tidak ada yang mustahil, kalau saja aku belum punya istri pasti sudah mengejarnya sampai ke ujung dunia." Chris malah membakar semangat Allen.
"Terima kasih, tapi aku butuh kekuatan untuk menjaganya. Yah walaupun agak sulit, pasti aku bisa!." Allen membuatkan tekadnya.
Setelah berbincang cukup lama, Chris berdiri. "Aku harus menemui tamu penting. Kamu lanjut saja dulu!."
"Baik, hati-hati dijalan!." Allen melambai tangan ke orang yang terbuka sepeti Chris.
"Paman sekalian kopi yang diminum anak muda itu." Chris membayar secangkir kopi Allen.
"Tidak usah, Bro. Aku punya uang untuk membayarnya." Allen mengangkat tangannya.
"Sudahlah santai saja dulu." Chris membayar dan meninggalkan Kedai Kopi.
Setelah menghabiskan kopi, Allen menuju tempat sepi dan mengeluarkan Son Hyuk. Matanya terbelalak karena melihat seorang pria tampan berdiri di depannya.
"Siapa kau?" tanya Allen dengan nada tinggi.
Son Hyuk tersenyum manis. "Terima kasih, Bos. Tidak hanya menembus tingkat 7, aku bahkan membangkitkan tubuh yang lebih bagus."
Son Hyuk mendapat tambahan umur sebanyak 200 tahun. Itu sudah cukup untuk mencapai tingkat selanjutnya.
__ADS_1
"Bagus, sekarang aku juga punya pendukung yang kuat. Ayo masuk, aku tidak punya undangannya." Allen mengajak Son Hyuk untuk segera masuk.