Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Pusat Perbelanjaan


__ADS_3

Petrik, Chris, dan Allen berdiri di tengah-tengah taman Tubuhan Spiritual. Allen mengangkat tangannya dan memasukkan sebagian bedar Tumbuhan Spiritual ke dalam Cincin Penyimpanan.


Setelah beberapa saat, Allen terkejut melihat ada tanaman hijau di atas tanah. "Rumput Spiritual, akhirnya aku menemukannya!." Allen tampak bahagia melihatnya.


Sebelum mengambilnya Lembu Suro berkata, "Berhenti. Kau tidak bisa mengambilnya begitu saja. Rumput Spiritual akan mati jika tidak segera di tanam dalam 6 jam."


Perjalanan Kota A ke Kota K sekitar dua hari. Jadi Allen menghentikan tangannya dan menghela napas. "Saking senangnya aku sampai lupa Rumput Spiritual hanya bisa bertahan 6 jam."


Chris dan Petrik saling memandang, mereka sama sekali tidak mengerti apa yang dikatakan Allen.


"Bro, memangnya apa kegunaan Rumput Spiritual?" tanya Chris dengan nada santai.


Allen berdiri dan mengeluarkan tungku kecil. Kemudian dia mengambil Rumput Spiritual dan memasukkannya ke dalam tungku kecil. Api mulai keluar dari tangan dan langsung membakar tungku. Dalam beberapa menit sebuah pil kecil berwarna coklat keluar.


"Cobalah... Meskipun tidak terlalu bagus, jika ditambah beberapa Tumbuhan Spiritual pasti efeknya berkali-kali lipat." Allen tersenyum ramah dan menyodorkan Pil Rumput Spiritual.


Sebelum Chris mengambilnya, Petrik dengan sigap langsung menyambar dan menelannya.


Pil yang terbuat dari Rumput Spiritual berdengung di dalam lambung dan melepaskan energi alam yang sangat murni. Petrik Huben langsung mengedarkan teknik Pengembangan yang digunakan.


Setelah tiga detik, Petrik Huben membuka matanya dan tersenyum manis. "Pil Rumput ini aman," katanya menyembunyikan fakta yang mencengangkan.


Allen membalas dengan senyum ramah. "Sepertinya bekerja dengan baik, untuk sekarang aku belum menemukan bahan campuran yang bisa menggandakan manfaatnya."


"Berapa banyak yang bisa dibuat dengan rumput sebanyak ini?" tanya Petrik dengan senyum ramah.


Allen mengerutkan keningnya, ia tampak sedang berpikir. "Mungkin 200 pil itupun juga aku bekerja 2 minggu penuh. Kau tahu sendiri membuat Pil atau Ramuan membutuhkan energi mental."


Chris dan Petrik juga tahu hal itu, mereka hanya bisa menghela napas karena Pembuat Pil sangat langka di dunia.


"Bro, tenang saja. Jika longgar buat saja Pil Rumput Spiritual, aku bisa membelinya sebanyak mungkin." Chris dengan santainya menepuk pundak Allen.


"Tidak perlu sungkan, aku bisa membuatnya sebanyak mungkin. Tapi membuat Pil Rumput Spiritual saja membuang potensinya, kita harus menemukan bahan campuran lainnya." Allen memancing Chris untuk mengajaknya ke pasar terbesar di Kota A.


"Baik, ayo kita belanja!." Chris tertawa sambil berkecak pinggang.


Allen, Chris, Shera, dan Pedro keluar dari kediaman Keluarga Huben. Tujuannya tentu saja Pusat Perbelanjaan Kota A, beragam oleh-oleh dan barang antik ada disana.


Chris membawa 7 pengawal yang berpakaian kasual dan bersembunyi diantara pengunjung lainnya.

__ADS_1


"Bro, ayo lihatlah para tanaman hias ini. Apa mereka yang kamu cari?" tanya Chris dengan penuh semangat.


"Bukan, ayo cari yang lain." Allen memimpin jalan dan mengitari seluruh Pusat Pembelanjaan. Namun tidak mendapatkan apa yang diinginkan.


Setelah 4 jam berjalan, Allen hanya bisa menghela napas. Tidak ada satupun Tumbuhan Spiritual yang ditemukan.


"Tunggu," kata Allen menghentikan langkah tiga orang di dibelakangnya.


Allen mendekati sebuah barang antik berbentuk Piramida, kemudian matanya mengeluarkan kilatan petir ungu.


[Piramida Pengumpulan Formasi.


Barang buatan Kaisar Kong yang dapat mengumpulkan energi alam. Untuk membuka kuncinya, pemilik harus punya pengetahuan yang cukup.]


Allen segera menyentuhnya dan jiwanya di bawa ke dalam Piramida. Ia hanya melihat ruangan bercahaya kuning sepanjang mata memandang.


"Ruangan apa ini, aku tidak bisa melihat apa-apa." Allen sedikit bingung dengan apa yang ingin di sampaikan pemilik sebelumnya.


Untungnya Allen sempat membaca pengantar Piramida Pengumpul Formasi. Dia langsung duduk dan mencoba memahami apa yang ingin di sampaikan.


Silvy tiba-tiba muncul di depan wajahnya, kemudian langsung mencium dahinya. Segunung informasi masuk ke dalam kepalanya, Allen hampir tidak bisa menahannya, hingga dia menggigit lidahnya.


Jiwanya kembali ke Bumi, Allen merasa perih di lidahnya. "Jadi begitu... Paman, berapa harganya?" tanyanya.


"Wah, Bos janganlah seperti itu. Aku beli 1,5 bagaimana?" tanya Allen mencoba menawar harga. Bukannya tidak punya uang 2 juta, tapi hanya ingin menghindari kecurigaan orang-orang.


"Terlalu murah, Bos. Aku diskon lagi jadi 1,95 juta." Penjual Barang tidak merasa curiga karena memang harga belinya 1,5 juta.


"Kalau gitu aku beli dua ini 2 juta?" tanya Allen sambil memegang sebuah cincin batu akik.


"Tambahin lah, Bos. 2,2 aku lepas."


"2,1. deal?" tanya Allen sambil mengulurkan tangannya berjabat tangan.


Penjual barang antik hanya bisa tersenyum, kemudian menjabat tangan Allen. "Ok, Deal. Mau tunai apa kredit?"


"Kartu kredit." Allen mengeluarkan kartu berwarna hitam yang dikeluarkan Bank Rakyat milik perusahaan Ayah Clarissa.


"Baik, Bos." Penjual Barang antik tidak mengetahui berapa limit kartu kredit itu, jadi dia hanya melakukan tugasnya.

__ADS_1


Namun beberapa orang disekitar melirik dan mencibir. "Cih, orang kaya memang suka buang-buang uang."


"Pamer..."


"Sok Kaya!."


Masih banyak lagi kata-kata cibiran keluar dari mulut para pengunjung. Allen tidak peduli dan hanya berfokus pada dua barang pembeliannya.


"Bro, siapa kau sebenarnya? Kartu Hitam tadi sangat langka, darimana kamu mendapatkannya?" tanya Chris dengan wajah penasaran.


"Perusahaanku untung besar kemarin, kemudian aku juga memiliki beberapa aset di Dunia Maya. Makanya Bank Rakyat memberiku ini." Allen dengan santai menunjukkan Kartu Hitam.


Kartu Hitam Bank Rakyat mempunyai batas pinjaman 1 triliun setiap bulannya. Jumlah yang tidak mungkin bisa dijangkau orang biasa.


Allen sendiri menggunakan kartu itu untuk pembelian online dan Bitcoinnya. Jery yang secara aktif belanja ini dan itu untuk keperluannya.


"Ayo lanjut cari yang lain." Allen penuh semangat mengelilingi seluruh Pusat Pembelanjaan Kota A. Tidak berasa mereka sudah berjalan 8 jam tanpa henti.


Chris dan Pedro sangat lelah, entah mengapa mereka jadi seperti ini. Padahal Pedro Pejuang Tingkat 5 dam Chris Tingkat 6.


Dari tadi Allen hanya melihat-lihat. Belum ada barang bagus yang dapat dibeli. Sampai seorang anak muda menghampiri Chris.


"Gendut, apa yang kau lakukan disini?" tanya Anak Muda beralis tebal.


"Rega aku lebih tua darimu, jadi sopanlah sedikit." Chris hanya bisa tersenyum ramah pada Anak Muda didepannya.


Allen penasaran dan memfokuskan pendengarannya ke arah mereka.


"Senior atau bukan itu urusanku, kau paling lemah di antara generasi kita. Jadi kenapa harus sopan!." Rega Bishop sedang menjelek-jelekakan Kepala Keluarga Huben.


Rega Bishop hanyalah anak ke 9 dari Kepala Keluarga Bishop. Dia juga tidak tahu sebenarnya orang didepannya adalah Kepala Keluarga Huben.


"Pernyataan yang menarik, orang berumur 50 tahun masih terlihat muda. Bagaimana jika buktikan kekuatanmu di hadapanku?" tanya Allen dengan mengubah sedikit suaranya.


Setelah itu dia melepaskan hawa membunuh dan ditujukan pada Rega Bishop yang sombong. Allen melakukan itu untuk menekan musuhnya dengan cepat.


"Siapa kau?" tanya Rega Bishop yang sedikit kewalahan menahan kekuatan musuhnya.


"Dokki, dari Kota W." Allen asal ceplos tapi wajah Rega Bishop menjadi sangat suram.

__ADS_1


"Dokki, maafkan aku. Aku tidak tahu kalian punya hubungan baik." Rega Bishop langsung berlari meninggalkan tempat.


Allen dan Chris membiarkan pembuat onar itu pergi. Tapi mereka harus siap dengan situasi yang lebih buruk.


__ADS_2