
Perbincangan mereka berakhir disitu, Clarissa dengan agresif mengambil ponsel Allen dan memberikan nomornya. Karena tidak mau menunggu, dia menekan tombol "panggil" untuk meninggalkan nomor Allen di ponselnya.
Tanpa mengatakan apa-apa, Clarissa pergi dan berlari menyusul Dina. Dia mengedipkan satu matanya ke Allen dan menggerakkan bibirnya tanpa suara, "Terima kasih."
Allen diam, dia sudah tahu bahwa Clarissa juga menyukainya. Namun entah mengapa masih ada perasaan ragu dihatinya.
"Lupakam sajalah, ayo habiskan makannya dulu." Allen memanggan beberapa daging dan memakannya.
Hari semakin malam, Allen berjalan ke rumahnya dengan jaket hitam. Seorang pria mengikutinya dari belakang, tanpa peringatan pira itu menodongkan pisau.
"Serahkan semua barangmu."
Allen masih tetap memasang wajah datar, dia tidak percaya ada orang bodoh yang menodong seorang Pejuang Beladiri dengan pisau kecil.
Pria yang menodongnya tidak sendiri, ada satu temannya yang mengendarai motor dengan suara berisik.
Allen yang merasa ketenangannya terganggu langsung menendang motor itu hingga bannya hancur. "Kalian mau apa?" tanya Allen dengan suara sedikit mengintimidasi.
Melihat temannya terpelanting jatuh dan bannya hancur, Pria yang menodongnya tersenyum kecut. Kemudian dia menyembunyikan pisaunya balik pakaiannya. "Bos, tadi hanya salah paham."
Tangan penjahat yang menodongnya melambai-lambai memberi isyarat pada temannya yang masih tergeletak.
"Dia masih pingsan, ayo kita tunggu saja." Bukannya kabur atau menghajar mereka, Allen justru menunggu penjahat yang membuat masalah di kotanya.
Karena sudah menunggu 2 menit dan pria yang terkapar tidak kunjung siuman. Allen mengangkat tangannya dan menamparnya hingga suaranya terdengar puluhan meter. Tidak lupa dia memberinya obat khsus untuk orang biasa.
Pria yang menyembunyikan pisau di balik pakaiannya segera membuang pisaunya. Dia merasa setelah menampar temannya dirinya akan menjadi sasaran berikutnya.
Tamparan Allen ternyata efektif, pria yang pingsan itu bangun dengan tatapan ketakutan.
"Kenapa kalian melakukan pemalakan di malam hari?" tanya Allen sambil menyuruh dua orang itu duduk.
"Ekonomi, bang. Kami punya anak istri yang harus dihidupi." Salah seorang pria menjawab dengan suara pelan.
"Bukannya semua pengangguran di kota sudah terselesaikan. Berikan kartu identitasmu." Allen menyodorkan tangannya.
Dua pria tidak punya pilihan, mereka langsung mengeluarkan Kartu Identitasnya. "Gaji kami terlalu kecil, satu juta untuk satu istri dan dua anak tidak cukup."
Allen membaca nama dan dan melihat tempat mereka berkerja. Tambang Batu di selatan Kota K memang belum mendapat perhatian khusus.
"Satu juta? bukannya minimal kalian dapat satu juta dua ratusan?" tanya Allen sambil mengerutkan keningnya.
Dua orang didepannya saling melihat, mereka tidak berani mengatakan kebenarannya. Namun Allen segera menepuk pundak dan berkata, "Tidak usah takut. Aku puanya kekuasaan yang cukup untuk mengubah nasib kalian."
Dua orang didepannya mulai bercerita tentang potongan setiap bulan yang didasari kebijakan perusahaan pusat, Perusahaan Allen. Belum lagi ditambah adanya potongan untuk jaminan kesehatan, asuransi, dan investasi jangka panjang. Gaji yang awal 1,3 juta berubah menjadi 1 juta pas tanpa kurang atau lebih.
Allen tidak tahu ada aturan seperti itu, seharusnya penarikan jaminan kesehatan dan asuransi harus diluar gaji.
__ADS_1
Awalnya mereka tampak ragu-ragu tapi kemudian mengatakan kebenarannya. Ada dua orang dari Kota R yang katanya bos barunya, mereka menggunakan mekanisme aneh untuk mengangkat beberapa karyawan.
Dua orang didepannya tidak pernah dilirik atau bahkan naik jabatan karena bukan kerabatnya. Tambang bagian selatan memang warisan dari Keluarga Baruch dan berdekatan dengan Kota L.
"Kenapa kalian tidak melapor ke pusat?" tanya Allen.
Dua pria didepannya menggelengkan kepala. "Kami tidak mau kehilangan pekerjaan, penerima laporan di pusat juga orang-orang bajingan itu. Temanku bahkan kehilangan tangan kanannya karena pernah melapor kejadian itu."
Allen tidak bisa membiarkan praktik busuk ini terus berlangsung. Kota K akan kembali seperti dulu jika dibiarkan.
"Siapa nama Bajingan yang kau maksud?" tanya Allen dengan suara tegas.
"Kami tidak tahu siapa dia, tapi semua orang memanggilnya Tuan Son."
Allen tersenyum kecut dan langsung menekan tombol di ponselnya. "Son Hyung, apa tugasmu?" tanyanya.
"Menerima Aduan dan menegakkan keadilan." Son Hyung menjawab dengan tegas.
"Apa kau pernah menerima laporan dari Penambangan Selatan?" tanya Allen dengan suasana hati yang kurang baik.
"Tidak pernah, kelihatannya pemimpin tambang sangat disegani disana. Aku pernah berkunjung kesana dan banyak batu berharga yang dihasilkan." Son Hyung justru memuji pemimpin Tambang.
"Berikan perintah tugas pada Shera. Katakan padanya untuk mencari penyebab mengapa gaji pekerja tambang di potong hingga 23%." Allen tampak marah dan akan menyelidikinya sendiri.
Disisi lain Son Hyung langsung mengirim perintah tugas pada tim Shera. Mereka langsung bergerak dalam hitungan detik.
Setelah melihat Allen pergi, salah seorang pria langsung menyesal mengatakan semuanya. "Mampuslah kita. Ternyata dia kenalan Son Hyung."
"Kita harus siap-siap keadaan terburuk."
Allen sampai di Penambangan Selatan, produk yang mereka hasilkan cukup berharga karena tambang itu berfokus menambang emas.
Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, Allen tidak percaya ada pekerja yang masih menambang dengan wajah kantuk.
Allen memasang Topeng Misterius dan menyelinap masuk ke kantor penambangan. Dia tidak melihat satupun orang di kantor.
"Apa yang terjadi disini?" ucap Allen kebingungan.
Tidak hanya kosong, kantor penambangan terlihat tidak dihuni selama beberapa hari. Untuk memastikan tebakannya benar, Allen menyentuh debu di meja.
"Sudah aku duga, ada yang aneh disini." Allen menjentikkan jarinya dan membersihkan ruangan dengan kemampuan elemen miliknya.
Setelah mencari ke seluruh tambang, Allen tidak menemukan petunjuk sama sekali. Sampai akhirnya seorang penambang berjalan ke ruang kantor.
Setelah masuk, wajahnya panik dan keluar dengan tergesa-gesa menelpon seseorang. "Bos, ada yang masuk kantor!."
"Bodoh, sudah aku katakan jangan ada yang masuk. Tunggu disana, biarkan aku yang melihatnya."
__ADS_1
Sekelompok orang mengendarai mobil mengarah ke kantor. Allen segera melihat asal mereka dan bergumam, "Pusat tambang?."
"Siapa yang masuk?" tanya pria gendut yang sekarang menjadi pemimpin tambang.
"Aku tidak tahu, Bos. Tiba-tiba setelah aku masuk semua ruangan menjadi bersih."
Pemimpin Tambang langsung memukul pipi pria itu. "Bodoh, kita ditipu. Semua kembali ke tambang dan tangkap bajingan itu!."
Sebelum kembali, Pemimpin Tambang masuk ke kantor dan mengambil pistol rakitan dengan simbol unik dipegangannya.
Allen melihat semua kejadian, dia hanya akan mengikuti Pemimpin Tambang saat ini. Pasukan Shera akan mencari penyebab korupsi yang dilakukan.
"Untung mereka tidak menemukannya. Aku harus cepat menyembunyikannya." Pemimpin Tambang segera berlari ke berangka dan menekan kode dengan pelan.
Setelah memasukkannya, Pemimpin Tambang segera berlari dan masuk mobil. Tim Shera akan mencari buktinya, mereka bergerak dan mebuka berangkas dengan mudah.
Allen mengikuti mobil yang menuju pusat tambang. Dia hanya mengandalkan Langkah Bayangan untuk menghapus jarak dengan mobil.
Setelah sampai di pusat tambang, mereka berbelok ke ruangan khusus. Semuanya bergerak menggunakan lift ke bawah tanah.
Allen menggukan elemen tanah untuk masuk ke dalam tanah, dia mengikuti kecepatan lift. Sampai kedalaman 1,2 kilometer dari permukaan tanah.
"Bos, kenapa anda meninggalkan barang berharga di kantor?" tanya seorang pengawal.
"Apa kau pikir aku bodoh. Kantor tadi hanya pancingan. Para bajingan dari kelompok Raja Surgawi terlalu sombong. Mereka menganggap dirinya terlalu kuat dan melupakan orang sepertiku."
Pemimpin Tambang berdiri di depan batu bercahaya yang tingginya hingga 3 meter. Jika diperhatikan dengan lebih teliti, batu itu melayang tidak menyentuh tanah.
[Lentera Hantu
Sebuah batu yang menyegel kekuatan Raja Hantu. Semakin sering disekitarnya, kekuatanmu akan tumbuh. Namun seiring berjalannya waktu batu itu akan membebaskan Raja Hantu.
Pembebasan Raja Hantu : 2%]
"Selama aku terus menyerap kekuatan batu ini. Para Pejuang Raja Surgawi akan menjadi mainan di hadapanku!."
Allen hanya bisa melihat Pemimpin Tambang dengan tatapan dingin. Sejujurnya dia ingin tertawa tapi masih dalam mode Stealth. Pemimpin Tambang hanya seorang Pejuang Tingkat 4, tapi ingin menghancurkan Kelompok Raja Surgawi.
Setelah Pemimpin Tambang duduk di depan Lentera Hantu, energi murni mulai keluar dan masuk kedalam tubuh tubuhnya. Allen mengawasi dan mencoba memperhitungkan kecepatan peningkatan.
Setelah mengawasi selama 1 jam, Allen bisa menyimpulkan penambahan kekuatan yang didapatkan sungguh mengesankan.
"Aku tidak bisa membiarkannya." Allen ingin keluar dan menghajar Pemimpin Tambang, tapi niatnya langsung diurungkan karena ada Pejuang Tingkat 7 yang mengawasi sekitar. Tidak hanya satu, tapi 25 pengawal Pemimpin Tambang seorang Pejuang Tingkat 7 ras Iblis.
"Sejak kapan Ras Iblis menjadi agresif. Mungkinkah Keluarga Windsor sudah mulai memanggil kawanannya." Allen teringat kekuatan William dan orang yang mendukungnya.
"Ini lebih bahaya dari yang aku bayangkan." Allem tersenyum tipis dan menarik Tongkat Sihir.
__ADS_1