
Budi dan pasukannya sudah cukup kuat, Allen tidak perlu ikut campur seharusnya.
Karena tidak tahu harus melampiaskan kekuatan barunya, Allen memakai Topeng Misterius dan berlari ke Kota M. Tujuannya tentu saja Markas Besar Organisasi Ular Naga.
Allen sudah pernah menyusup kesini, jadi dia bisa berjalan sangat cepat menuju pusat wilayah Ular Naga.
Tepat setelah dia menginjakkan kakinya di pusat wilayah, Dante datang dari langit dan langsung mengayunkan pedangnya.
Tanah yang menjadi targetnya terbang dan hancur, Allen melompat kebelakang menghindari serangan.
"Sambutan yang meriah, Ketua Organisasi." Allen mencoba menjadi orang misterius.
Dante mengangkat pedang besar dan menyangganya dengan bahu. "Brengsek, setelah aku pikir-pikir ternyata kau yang selalu menghalangi rencana kami. Siapa kau sebenarnya?"
"Ketua Dante salah paham, aku bukan orang yang menghalangi rencana kalian. Bukankah Organisasi Bunga Mawar yang terus membocorkan rencanamu." Allen dengan santai mengatakannya sambil mengeluarkan Pedang Pendek di tangan kanannya.
"Bocah sialan, kau citra aku bodoh." Dante langsung menyerang lagi, pedangnya diayunkan dengan sekuat tenaga.
Tanah terbelah, tapi Allen dengan santai menghindarinya dan muncul kembali di dekat musuhnya. Pedang Pendek dengan cepat menebas leher targetnya.
Musuhnya tidak lemah, dia menggunakan gagang pedang untuk memblokir serangan. Matanya mematap tajam ke arah Allen, pedang Besar itu seberat berbalik arah dan menyerang udara.
Allen melompat ke samping sambil berputar-putar. Pedang pendek di tangan kanannya tiba-tiba lepas dan mengarah ke jantung Dante.
Dengan sigap musuhnya memblokir serangan. Allen muncul kembali daei bawah, ia menangkapi pedang dan langsung melompat mundur.
"Sejak kapan Ketua Dante selalu bertahan." Allen mengejek lawannya.
Seorang pria muncul dari belakang dan langsung memeluknya. Allen berusaha melepaskan diri tapi sudah terlambat.
"Seni adalah Ledakan!." Tubuh pria yang memeluknya mengembung dan meledak.
Ledakan besar terjadi, Allen berguling-guling setelah terkena serangan mematikan. Pakaiannya compang-camping tapi genggaman tangannya masih sangat erat.
Pecahan tubuh pria yang meledak tadi perlahan berkumpul dan membentuk tubuh manusia lagi.
"Menarik, kamu bisa selamat dari serangan tadi." Manusia Ledakan itu menunjukkan wajahnya dan tersenyum jahat.
[Daidara
Umur : 143 tahun
Elemen : Api
Total Kekuatan : 89.210.]
__ADS_1
"Sepertinya kita pernah bertemu, tapi dimana ya?" kata Daidara dengan santainya.
Rambutnya berubah jadi kuning, matanya mulai merah. Daidara sebenarnya hanya mengulur waktu untuk menunggu tubuhnya kembali seperti semula.
Allen menelan pil untuk membantu kesembuhannya. "Sepertinya ini hari kesialanku. Padahal hanya ingin berkunjung tapi sambutannya terlalu meriah."
"Bacot!" teriak Dante yang sudah ada di atas langit menuju ke arahnya.
Allen segera berguling-guling menghindari serangan. Matanya seperti elang langsung menatap ke arah Dante dan Daidara.
Karena tidak mungkin ada lagi ruang diskusi, Allen segera berlari ke arah Daidara. Namun pilihannya salah besar, Daidara meledakkan tubuhnya lagi hingga Allen terpental ratusan meter.
Tidak ada waktu untuk membersihkan pakaian kusutnya, Allen langsung berdiri dan mengarahkan pedangnya ke Dante yang kurang siap. Namun pengalaman para penjahat itu sangat melimpah, Dante sekali lagi bisa menghindari serangan.
Allen membelalakkan matanya dan melihat ke arah Dante. Sialnya bukan Dante yang menyerang tapi Daidara melemparkan sebuah pisau beracun.
Pisau lemparan musuh berhasil mengenai punggungnya. Untungnya lukanya tidak dalam, Allen segera memasukkan pil ke dalam mulutnya.
Tidak mau menyia-nyiakan kesempatan. Allen mengeluarkan Pedang Pendek yang diselimuti Kian Moris. Rambut berubah menjadi putih dan matanya mulai mengeluarkannya kilatan ungu kehitaman.
Pedang Pendek itu langsung melesat menghantam Dante yang masih bingung harus kelakuan apa. Pedang Pendek mikik Allen berhasil menggores pedang musuhnya.
"Apa?." Sontak Dante terkejut melihat pedangnya hampir putus hanya karena satu serangan.
Allen melangkah mundur dan menggukan Langkah Bayangan. Tubuhnya menghilang layaknya debu ditiup angin.
Daidara yang baru menyembuhkan tubuhnya, tiba-tiba Pedang Pendek berhasil menggores lehernya. Allen mendecakkan lidah karena tidak berhasil memenggal musuhnya.
"Kau sangat agresif, Bocah." Daidara berlari seperti seekor harimau dan mengaum menerkam Allen.
Bukannya menghindar, Allen justru menusuk jantung lawannya. "Sepertinya kau akan cacat seumur hidup." Allen benar-benar menghancurkan pemicu ledakan dari kekuatan musuh.
Daidara tidak menduga akan menjadi seperti ini, ia melompat ke balakang dan melihat jantungnya yang hancur.
"Brengsek, aku akan kembali nanti." Daidara menghilang dan melarikan diri. Meskipun jantungnya hancur, dia tidak mati karena teknik khususnya.
Dante sendirian, dia tampak sedikit panik karena tidak ada rekannya. "Apa tujuanmu datang kesini?" tanyanya mengulur waktu.
Allen tidak menjawab, ia segera menyerang dan mengarahkan Pedang Pendek ke leher musuh. Matanya sudah mulai tidak fokus karena kehabisan tenaga.
Dante menghindar, dia tahu lawannya sangat kuat. Namun setelah menoleh ke belakang, Allen sudah menghilang. "Kemana bocah itu?"
Allen lari sekuat tenaga meninggalkan wilayah Ular Naga. Pil untuk mengembalikan staminanya dimakan, matanya tampak gemetar karena terkena ledakan dua kali.
"Jadi aku masih sangat lemah, Sial!." Allen tampak kesal dengan dirinya sendiri. Dia tidak tahu dua orang yang dilawannya adalah orang penting dari Organisasi Ular Naga dan Keluarga Baruch.
__ADS_1
Setelah cukup jauh dan merasa aman, Allen langsungnya duduk dan memeriksa apakah masih ada racun yang tersisa.
Kotoran hitam mulai keluar dari pori-pori seluruh tubuhnya. Allen tampak sedang menahan rasa sakit, dia harus membuang semua racunnya.
"Ding..." suara pemberitahuan sistem terdengar.
[Selamat Pemain Allen berhasil membangkitkan keterampilan Kebal Racun.]
[Kebal Racun
Bisa menghilangkan semua jenis racun tingkat rendah.]
Bayangan Monster hitam keluar dengan sendirinya, tiba-tiba racun yang keluar dari tubuhnya di makan. Setelah beberapa saat, racun itu diubah menjadi energi murni.
Allen memasukkan energi murni ke dalam Kantong Penyimpanan di dalam tubuhnya. Setelah beberapa saat Allen membuka mata dan bergumam, "Sejak kapan aku punya kantong penyimpanan. Kantongnya sama seperti punuk unta."
Energi Murni tidak langsung dijadikan kekuatan, Prinsip Jiwa miliknya masih belum cukup untuk menyerapnya.
"Mari pulang dulu." Allen membalut tubuhnya dengan perban. Darah yang keluar dari bekas tusukan pisau masih belum kering, Allen hanya bisa pasrah dan menunggu sembuh.
Setelah sampai di Kota K, Allen memasuki ruanh rahasia yang ditinggalkan Nala. "Aku harus cepat."
Dalam sekejap mata Allen langsung mencari semua informasi penting yang tertinggal. Jery juga datang ia langsung membantu tanpa diperintah.
Dua peretas andal langsung membuat semua permasalahan menjadi mudah. Allen membawa SSD dan meninggalkan ruangan.
Setelah keluar dia mengeluarkan api dari telapak tangannya. Allen melempar apinya dan membakar seluruh barang bukti.
"Jery, apa kamu sudah siap?" tanya Allen dengan senyum lebar.
"Tidak ada kata belum dalam kamusku, Bos." Jery tampak sangat bahagia sambil melempar SSD miliknya.
"Jangan tinggalkan jejak, kirim semua bukti pada Nala dan Nathan. Dua iblis itu pasti sedang merencanakan sesuatu yang busuk!." Allen sekarang sudah mengerti kenapa Nala dan Nathan berubah.
Jiwa mereka berdua telah direbut, Allen ingin membunuhnya dari jauh tapi tidak bisa karena para iblis juga punya pelindung jiwa.
Allen berlari ke tempat rahasia, Jery juga begitu. Mereka punya dua tempat yang berbeda, keduanya langsung memulai serangan ke seluruh dunia. Tidak terkecuali Kota R yang menjadi musuh sejatinya.
Bank Dunia kewalahan karena banyaknya serangan virus. Mereka mengabaikan beberapa cabang, Allen dan Jery langsung melancarkan serangan ke Kota R.
Ratusan Perusahaan yang berafiliasi dengan Keluarga Baruch terkena imbasnya. Bahkan tempat persembunyian Organisasi Jahat Ular Naga telah terekspos sepenuh. Bahkan detail denah mereka terekspos.
Banyak Pejuang Beladiri mulai anarki, mereka membajak beberapa fasilitas umum milik pemerintah. Kota R menjadi pusat dari pemberontakan, Keluarga Baruch menjadi pusat badai.
"Ini sedikit berbeda dengan tujuan kita, tapi ya sudahlah." Allen melihat berita yang mengatakan Kerajaan di Kota R telah runtuh digantikan Pemilik Kota R, Keluarga Baruch.
__ADS_1