Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Iblis Ikut


__ADS_3

Salah satu persyaratan utama para saudara pengikat Sumpah Darah tidak boleh saling membunuh. Namun Nathan bisa melanggar sumpahnya, artinya Allen harus bertindak sekarang.


Menurut ingatannya, jika pengikat Sumpah Darah mati Allen merasakannya. Namun ia tidak merasakan apapun sejak pertama kali bertemu dengan Nathan.


"Budi, tugasmu sekarang bawa Nathan dan Nala ke ruang bawah tanah. Aku ingin meminta penjelasannya!." Allen mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Robert Moldova undur diri, ia meninggalkan Allen dan Drakula sendiri di kamar. Shera, Pedro, dan Ye Mo menggunakan topeng, kemudian menghilang seperti debu yang tertiup angin.


Shera, Pedro, dan Ye Mo memantau pergerakan Robert Moldova. Mereka mendapat tugas untuk mencari tahu apa yang disembunyikannya.


Meskipun Robert Moldova setia padanya, Allen merasa janggal kenapa Keluarga Moldova tidak ada satupun yang masuk ke dalam hitungan sistem.


"Bos, kamu disini?." Drakula siuman dan langsung menyapa Allen.


"Akhirnya kau bangun, apa yang terjadi padamu?." Allen bertanya dengan tatapan dingin. Ia tidak ingin membuat Drakula menjadi Vampir yang manja.


"Aku tidak tahu pastinya, tapi ketika aku mencoba membuka Lingkaran Mana kedua, sebuah formasi aneh menekanku dan menghancurkan usahaku selama beberapa bulan." Drakula mengatakan keluhannya.


Allen mengerutkan keningnya, ia tidak percaya ada sebuah formasi yang menghentikan seorang Drakula.


"Jujur saja, apa tebakanmu?" tanya Allen dengan ekspresi serius.


"Kepala Keluarga ini bukan manusia atau ras Vampir biasa. Nafasnya seperti iblis, bisa dikatakan Kepala Keluarga adalah Pembuat Kontrak Iblis. Aku juga merasakan nafas iblis dari.... " Drakula menghentikan perkataannya karena takut.


"Katakan saja, aku tidak akan marah." Allen mencoba mendengar. Dia sudah membaca banyak buku tentang Iblis, jadi mungkin saja mereka memang masih ada di Bumi.


"Nathan dan Nala adalah Iblis tingkat Baron." Drakula mengatakannya sambil menundukkan kepala.


"Apa?."


Drakula ketakutan, Allen melepaskan aura membunuh. Matanya tampak kosong, udara disekitarnya sangat mencekam. Setelah beberapa detik ia menghela napas dan menariknya.


"Ini hanya tebakanku aja Bos, Nathan dan Nala yang pertama kali datang kesini bukan mereka." Drakula menjelaskan situasinya.


Allen tambah bingung, Nathan memang bersentuhan dengan masyarakat luas. Tapi kenapa Nala juga terlibat, ini membingungkannya.


"Baiklah, terima kasih. Anggap saja itu benar, aku akan segera bertindak. Iblis tingkat Baron bukan masalah sepele." Allen mencoba menenangkan diri dan mengalihkan pandangan ke bocah 12 tahun di sebelah Drakula.


"Bos, tubuhnya sangat rapuh. Apa kamu yakin dia pantas menjadi muridmu?." Drakula menanyakan keputusan Bosnya.


Sebelum menjawab, Allen tersenyum tipis. "Kau akan tahu setelah dia bangkit. Apa kalian para Vampir belum tahu bahwa semua pengguna Energi Jiwa hanyalah anak biasa-biasa saja?"

__ADS_1


Drakula mengangguk, dia tidak tahu detail dari pasukan Seven Soul dan pengguna Energi Jiwa. Namun satu hal yang pasti, mereka berkembang terlalu cepat dan membalikkan alam semesta.


"Aku tahu, Bos." Drakula menjawab dengan suara pelan.


Allen duduk di kursi dan mulai menutup matanya perlahan. Prinsip Jiwa diedarkan untuk meningkatkan pemahamannya.


[Konsentrasi +1.]


Padahal baru beberapa menit, tapi pemahamannya mulai berkembang. Allen terus melanjutkannya hingga malam habis.


Melvin Moldova mulai membuka matanya, ia melihat Allen dan Drakula duduk bersebelahan melatih tekniknya.


"Kamu sudah bangun," tanya Allen yang tiba-tiba sudah berada di sebelahnya.


Sontak Melvin Moldova terjingkat kaget, matanya melotot tapi ototnya tidak mau merespon. "Bos, maafkan aku!."


Allen menggelengkan kepala dan memberi Pil Kebugaran lainnya. "Serap semuanya, temui aku setelah selesai."


Melvin Moldova menelan Pil Kebugaran, setelah 10 detik dia sembuh dan segera menemui Allen yang duduk di sebelah Drakula.


"Bos, aku sudah melakukannya." Melvin Moldova tampak sangat gembira dan penuh energi.


Drakula membelalakkan matanya, ia sadar Allen baru saja memberi Bocah 12 tahun itu Pil Kebugaran. Namun Bocah itu sudah menemuinya lagi.


Melvin Moldova menerimanya dengan lapang dada, ia mengerjakan semua latihan fisik. Drakula hanya bisa terperangah melihat anak kecil berlarian mengelilingi kediamannya.


"Bos, kenapa kau Tidak menyuruhnya latihan di luar?." Drakula lagi-lagi mempertanyakan keputusannya.


"Kau ingat ini kediaman siapa, apa kau pikir musuh kita tidak akan menyadari bakat monster anak Itu." Allen menutup mata dan mengedarkan Prinsip Jiwa.


Setelah menunggu selama seharian, Allen mengkhawatirkan keamanan Budi. "Drakula, apa kau bisa keluar?."


"Aku bebas keluar masuk, kenapa bertanya Bos?"


"Ayo ikut aku mencari Budi. Sepertinya ada kecelakaan yang menimpanya." Allen lupa, Drakula pernah mengatakan bahwa Nathan dan Nala merupakan Iblis tingkat Baron.


Allen dan Drakula segera menyusul, karena mereka dalam ikatan jiwa jadi menemukan Budi tidak terlalu sulit.


Budi tampak buruk, ia berlutut dengan luka di sekujur tubuhnya. 8 orang berpakaian hitam mengepung dan ingin memenggalnya.


Drakula menembakkan Bola Mana dan menghancurkan kepungan musuh. Allen segera mendarat dan menolong Budi yang tidak bisa bergerak.

__ADS_1


"Ada dua orang lagi yang ingin mengantarkan nyawanya." Pria berpakaian hitam memprovokasi Allen dan Drakula.


"Siapa kalian, kenapa mencampuri urusanku!." Allen menatap tajam ke arah Pria paling depan.


"Allen, pemimpin perusahaan yang tidak pernah aktif. Siapa yang menyangka ternyata dia adalah seorang Pejuang Beladiri tingkat 5." Pria itu menebak dengan benar, tapi Allen masih sangat tenang.


"Ular Naga, pasti kalian salah satu darinya!." Allen menebaknya dengan nada tegas.


Pria itu menggelengkan kepala. "Siapa yang tahu, yang pasti tugas kita menghancurkan semua yang kau miliki!."


Pedang panjang dihunuskan pengarah padanya, Allen menyempitkan mata karena pedang lawan memancarkan energi jahat.


Allen mengeluarkan pedang pendek biasa dari Cincin Penyimpanan, matanya menatap tajam ke arah musuh. Kemudian pedangnya ditarik keluar dari sarungnya, pedang dihunuskan ke musuh.


"Karena sudah sampai sini, kenapa tidak kita tentukan siapa pemenangnya?" tanya Allen dengan suara dingin.


Pria itu tertawa keras, kemudian di ikuti pria lain di belakangnya. "Apa kau bodoh, lihatlah kami semua!."


Allen tersenyum manis. "Tidak perlu sombong, kalian hanya seekor semut yang menggukan trik kotor."


Langkah Bayangan digunakan, tubuh Allen benar-benar menghilang dari pandangan 8 penyerang. Setelah beberapa detik pedang pendeknya langsung memotong leher salah satu musuh.


Matanya berubah merah, energi jiwa mulai bersemangat dan hawa membunuh menutupi langit.


Sekelompok penyerang tiba-tiba mundur, mereka merasa informasi yang didapatkan salah. "Mundur, cepat selamatkan dirimu. Laporan pada organisasi!." Pria paling depan mencoba menyelamatkan nyawanya.


Drakula tahu apa yang ingin dilakukan bosnya, ia membuat sebuah Formasi yang menghalangi orang di dalamnya keluar.


7 pria yang tersisa panik, mereka menyerang dinding dan serangan balik langsung melukai organ dalamnya.


Allen berjalan perlahan, matanya masih berwarna merah darah. Pedang pendek ada di tangan kanannya dan siap menerjang siapapun.


"Tunggu, kami bukan dari Ular Naga. Kami hanya bandit sewaan, tolong selamatkan nyawaku!." Pria paling depan berteriak memohon ampun.


Sayangnya Allen bukan orang baik, ia segera mengeksekusi semuanya dan menggukan Pelahap Jiwa untuk mengetahui kebenarannya.


"Jadi mereka benar bandit sewaan. Sepertinya aku salah sasaran, tapi yasudahlah." Allen menghela napas dan memberikan pertolongan pertama pada Budi.


Drakula gemetar ketakutan ketika Bosnya mengeluarkan monster hitam yang memakan manusia hingga tak bersiasa.


"Jangan terlalu tegang, aku juga berencana mengajarkan teknik ini padamu. Tapi buktikan dulu kesetiaanmu." Allen menepuk pundak Drakula yang masih dalam wujud manusia.

__ADS_1


"Baik, Bos!."


__ADS_2