
Persidangan akan segera mulai, Allen dan Nathan duduk di tempatnya. Keduanya membelalakkan mata ketika melihat Hakim Agung digantikan, mereka tidak melakukan persiapan untuk ini.
“Nathan, hubungi Nala dan cari tahu tentang pria bernama Yone yang menjadi Hakim Agung.”
Nathan terkejut bosnya bisa mengetahui nama Hakim Agung yang baru hanya dengan sekali lihat. “Baik, bos,” jawabnya sambil mengirim pesan ke Nala untuk mencari informasi tentangnya.
[Yone
Jabatan : Hakim Agung
Umur : 65 tahun
Elemen : -
Total Kekuatan : 5.760.]
Melihat dari total kekuatannya, Allen dapat menyimpulkan bahwa ada konspirasi yang sedang dijalankan. Benar saja, kekhawatiran Allen terbukti benar karena dirinya langsung di panggil Hakim Agung untuk memberikan keterangan.
“Saudara Allen silahkan maju.”
Allen berdiri dan maju ke depan, ia berdiri di tempat yang sudah dipersiapkan. “Baik, yang mulia,” jawabnya.
Setelah berdiri di tempat yang seharusnya, Allen mendapat pertanyaan yang sedikit menyudutkannya.
“Apa Anda tidak menghargai persidangan, bagaimana Anda berani menukar bukti sah dari pihak lawan?” tanya Hakim Agung sambil mengangkat bukti tertuntut sambil menepuknya.
“Saya tidak menukarnya,” jawab Allen singkat. Ia sudah menduga hal ini, jadi tidak perlu terlalu agresif.
“Siapa lagi di sini yang menukar bukti tertuntut kecuali pihak penuntut?” tanya Hakim Agung menyudutkan Allen dengan sengaja.
Wartawan yang meliput tidak tahu apa yang sedang terjadi, tetapi mereka langsung menulis berita bahwa tertuntut telah kehilangan berkasnya. Perusahaan Allen menggunakan cara curang untuk mendapat kemenangan.
“Saya tidak menyangkal pemikiran itu, tapi bisakah Anda melampirkan buktinya?” tanya Allen dengan suara dan tatapan tenang.
Hakim Agung tersenyum tipis. “Akhirnya kau mengakuinya, bagaimana jika mengubah topik pembicaraan dan selesaikan persidangan ini.”
Allen menggelengkan kepala. “Hakim Agung Yone, jika Anda tidak memberikan bukti bagaimana saya bisa mengakuinya?” teriaknya dengan suara lantang. Para wartawan yang sibuk melaporkan situasi langsung terdiam dan mengarahkan pandangannya ke Allen.
“Lancang, kau tidak menghormati persidangan!” bentak Hakim Agung membela dirinya.
__ADS_1
“Anda dari tadi mengelak, saya harus memastikan Anda punya bukti, jika tidak aku akan menuntut Anda atas pencemaran nama baik dan untuk 5 perusahaan aku akan menuntutnya lebih besar karena menggunakan bukti palsu.”
Argumen Allen masuk akal, para wartawan langsung mengarahkan kamera pada Hakim Agung. Belum ada bukti yang diberikan Hakim Agung, jadi mereka mencabut mengoreksi laporannya menjadi Hakim Agung tidak kompeten.
“Bukankah jika bukti itu ditukar, kalian hanya perlu mencetaknya lagi. 3 jam tadi waktu yang diberikan hakim untuk kalian.” Allen melanjutkan pembelaannya dan mengarahkan pandangannya ke para tertuntut dan kuasa hukumnya.
“Itu semua hanya teori yang tak berdasar, buktinya sudah jelas tidak ada orang lain yang ingin menghilangkan bukti kecuali penuntut.” Hakim Agung mulai menurunkan suaranya dan tetap mempertahankan keputusan awalnya.
“Pengadilan suci untuk memberikan keputusan paling netral, aku pikir ini akan menodai kesucian kalian.” Allen mulai agresif, ia sudah menemukan semua kelemahan Yone dalam waktu singkat.
Nathan memberi isyarat bahwa semua informasi sudah disiapkan sesuai keinginannya.
“Kurang saja!” umpat salah satu hakim di sebelah Yone.
“Apa salahku, bukankah Anda semua menuduhku tanpa bukti.”
Semua hakim terdiam, mereka kurang koordinasi dengan Hakim Agung. Tidak ada yang tahu mengapa Hakim Agung tiba-tiba di ganti, mereka hanya mengikuti keputusan petinggi pengadilan.
“Baiklah, suasana sudah tidak kondusif. Mari lupakan permasalahan tadi dan lanjut ke masalah berikutnya, pastinya tidak ada orang selain penuntut yang ingin menghilangkan berkas bukti.” Hakim Agung tetap mempertahankan keputusan awalnya.
Setelah mengatakan itu, semua wartawan menulis berita tentang tuduhan palsu Hakim Agung ke pemimpin Perusahaan Allen. Tidak hanya satu media, lebih dari 20 media menulis berita negatif.
Pembacaan bukti pembela mulai tidak jelas, tampak jelas mereka tergesa-gesa dalam penulisannya. Buktinya sangat jelas ketika Hakim Agung sedikit kesulitan dalam membacanya karena banyak kesalahan pengetikan.
Setelah pembacaan barang bukti, Hakim Agung ingin memukul palu persidangan. Namun Allen menyelanya, “Instruksi Yang Mulai.”
“Tidak ada instruksi, dengan ini persidangan pertama resmi ditutup.”
“Menurut pasal yang berlaku, saya sebagai saksi sekaligus penuntut berhak menyampaikan pendapat.”
“Tidak ada,” kata Hakim Agung tegas sambil memukul palu persidangan. 5 hakim segera meninggalkan ruang persidangan.
Semua orang yang melihat persidangan berakhir tanpa hasil hanya bisa terdiam. Hal yang paling aneh adalah hakim tidak memberikan sedikitpun kesempatan pada saksi untuk menyampaikan pendapatnya.
Allen dan Nathan kembali ke rumah, mereka tampak lesu karena rencana tidak berjalan dengan lancar. Namun 3 pengacara dari dunia bawah sudah tahu ini akan terjadi, makanya mereka sudah menyiapkan senjata berikutnya.
Perlu diketahui, seorang introvert seperti Allen di kehidupan sebelumnya adalah orang yang sangat pendendam. Bisa di bilang ia akan membalasnya dengan hukuman sosial dan menghalalkan segara cara. Entah mengapa emosinya sekarang masih sama seperti dulu, ia tersenyum jahat ketika keluar dari mobil.
“Mari gunakan cara lama,” ucap Allen berjalan menuju ruang khusus miliknya.
__ADS_1
Komputer segera menyala dan jari-jemari Allen mulai aktif. Kemampuannya memanipulasi data di dunia maya tidak perlu di ragukan, untuk permulaan Allen menyebarkan suap yang di terima Hakim Agung pertama. Tidak hanya video penyuapan, ia juga menyebarkan bahwa pergantian Hakim Agung karena perintah dari 5 perusahaan.
Lebih dari 10 ribu akun menyebarkan itu ke media sosial, meskipun pada 2010 media sosial belum terlalu terkenal tapi para media televisi langsung mengutip dari video pelanggaran kode etik para Hakim Agung.
Hanya semalam waktu yang dibutuhkan untuk Hakim Agung sebelum Yone di pecat oleh atasan penegak hukum. Mereka memberhentikan orang itu untuk memperbaiki namanya, tapi Allen tidak membiarkan mereka lepas begitu saja.
Video pembicaraan Yone dengan salah seorang pria hitam besar muncul ke permukaan, orang itu adalah pengawal David tapi tidak ada yang tahu wajah aslinya karena dia menggunakan topeng kulit.
“Tuan Yone, jangan terlalu terbawa suasana. Ini sebagai tanpa terima kasih kami.”
“Kenapa kalian melakukannya sampai sejauh ini?”
“Semua itu karena Penguasa Kota ingin mengambil keuntungan dari Kota K. Sebaiknya Anda tidak berkhianat atau nyawa Anda akan senasib dengan Hakim Agung sebelumnya.”
“Bekerja sama dengan preman kasar seperti kalian memang sangat menyusahkan. Tambahkan 2 miliar dan semua bisa di atur.”
“Baiklah.”
Setelah beberapa menit pria hitam itu menceritakan kronologinya, Hakim Yone tidak bisa berhenti panik. Kasusnya sudah sangat jelas, jika ia memenangkan 5 perusahaan besar Kota R, nama baiknya akan segera hancur. Namun disisi lain nyawanya dalam keadaan terancam.
“Apa kau gila. Bagaimana semua berkas kalian terhapus dan tertukar?”
“Kami juga tidak tahu, peretasan sebelumnya belum berakhir. Sialnya para peretas Pria Misterius mengambil berkas-berkas itu, kemudian untuk berkas fisiknya ada seseorang dari pihak keamanan yang menukarnya.”
“Jadi bocah bernama Allen itu tidak terlibat sama sekali, biarkan aku berpikir sementara dan pergilah!” katanya mengusir pria hitam.
Setelah pria hitam keluar, wajah Hakim Agung Yone tampak bahagia karena mendapat 12 miliar dengan mudah. “Sekarang tinggal menyudutkan bocah itu, sepertinya pekerjaan ini sangat gampang.”
Video pertemuan Hakim Agung Yone dan pria hitam tersebar luas, para pakar di televisi segera mengangkat berita tersebut dan mengatakan bahwa pengadilan suci sudah ternodai.
Persidangan kedua akan segera di mulai, Nathan dan Allen pergi bersama seperti sebelumnya.
“Bos, apa kamu yang menyebarkan video kemarin?” tanya Nathan.
“Tentu saja bukan, sepertinya ada yang ingin mengadu kita dengan 5 perusahaan besar kota R. Ini hanya tebakanku saja, mereka mungkin dari keamanan kota atau mungkin kepolisian,” jawab Allen dengan santai, ia menggerakkan matanya ke arah sopir yang sedang mengemudi.
“Oh, aku takut Anda memainkan trik kotor. Biarkan kami yang memainkan trik seperti itu.” Nathan segera menyadari bahwa orang yang sedang mengemudi mobilnya bukan seperti biasanya.
Nathan sempat bertanya sebelum berangkat, pengemudi baru itu baru di Perusahaan Allen. Jalur masuknya juga legal tampak tidak ada kecurigaan sedikitpun. Namun Allen mengetahui bahwa pengemudi itu seorang Pejuang Beladiri tingkat 3, Yone yang sedang menyamar.
__ADS_1