
Dua musuhnya mengira Allen sudah tewas, jadi sekarang dia bisa lebih leluasa. Allen segera membersihkan tubuhnya dan meninggalkan tempat kejadian.
Tujuan selanjutnya ialah tenda persediaan makanan kedua. Kali ini penjagaannya tidak seketat tadi, tapi Wakil Ketua Organisasi Tiger duduk di dalam.
Merasa dirinya cukup kuat, Allen menyusup masuk dan langsung melemparkan dua jarum beracun.
Wakil Ketua Tiger mengelak dan langsung menatap tajam ke sumbernya. "Siapa kau?" tanyanya.
Bukannya mendapat jawaban, tenda tempat penyimpanan makanan langsung di bakar. Allen yang berhasil melempar api hitam langsung berlari menjauh.
"Ayo kita lihat, sejauh mana dia bisa bertahan." Allen sangat percaya dengan kemampuan Api Hitam miliknya.
Tapi tidak sesuai harapannya, api yang terkenal abadi itu langsung membeku. Wakil Ketua Tiger berdiri di atas bongkahan es.
"Jadi kau tidak mati. Trik apalagi yang ingin kau gunakan?" tanya Wakil Ketua pada udara. Dia sendiri tidak tahu keberadaan Allen ada dimana.
Allen dari kejauhan hanya tersenyum, Api Hitam yang dibekukan mulai memanas lagi dan mencairkan es buatan Wakil Ketua Tiger.
Karena sudah berkembang sampai sejauh ini, Allen tidak mau membuang kesempatan yang diberikan langit.
Kakinya mulai melangkah pelan, Allen tiba-tiba sampai di depan musuhnya. "Tidak ada trik, hanya ledakannya kurang besar!."
"Apa kau dari Aliansi Raja Surgawi?" tanya Wakil Ketua.
Allen tersenyum dan menjawab, "Kamu nanya?"
Wajah Wakil Ketua tampak merah dan langsung melempar tombak es ke arah Allen.
Sebagai tanggapan Allen tidak menghindar ia menggunakan Tangan Bayangan untuk menghentikan Es. "Kalau tahu kalian selemah ini, aku tidak perlu repot-repot menyusun strategi."
Wakil Ketua Tiger tidak bisa menahan dirinya lagi, ia melepaskan aura membunuh dan lingkungan di sekitarnya membeku. Namun Api Hitam masih berkobar dan membakar semua persediaan pasukan Tiger.
Allen mundur dua langkah, bukan karena takut tapi karena ada golem es raksasa setinggi 5 metar. Jarum beracun di lempar ke arah musuhnya, Allen menghilang untuk menyembunyikan dirinya.
Wakil Ketua Tiger mengelak dengan mudah karena lemparannya sangat lambat.
"Pengecut, apa kau terus seperti tikus!." Wakil Ketua Tiger berteriak kesal. Namun sebuah jarum beracun tiba-tiba menusuk dua paha belakangnya.
"Apa ini?" tanyanya sambil menarik jarumnya.
Tangan yang menarik jarum langsung membiru. Wakil Ketua langsung menggunakan elemen es untuk membekukan racun.
__ADS_1
Tepat saat dia berfokus mendalikan racun, Allen datang dengan Pedang Pendek miliknya. Targetnya tidak menggunakan pertahanan sedikitpun, Allen menargetkan betis kanan.
Langkah Bayangan digunakan dan pedangnya langsung menyayat betis musuhnya. Ujung pedangnya dilapisi Energi Jiwa, jadi luka sayatan itu tidak akan mudah sembuh.
Tidak berhenti sampai disitu, Allen langsung mengubah targetnya ke dada bagian kanan. Sayatan pedangnya sangat dangkal, tapi rasa perihnya bisa menembus tulang.
"Brengsek, kau sangat menyebalkan!." Wakil Ketua menciptakan gunung es dan meledakkannya ke segala arah.
Allen membelalakkan matanya, beberapa pecahan es mengarah padanya. Karena tidak ingin pindah tempat, Allen menggunakan tangan Bayangan untuk menghentikannya.
Namun keputusannya keliru, teknik Tangan Bayangan berhasil diketahui musuh. Allen segera menghindari serangan selanjutnya. Karena musuhnya menciptakan sebuah meriam dengan ledakan yang bisa menghancurkan tembok raksasa.
Peluru energi dari musuh melewatinya dan terus terbang hingga menghantam pasukannya sendiri. Teriakan terdengar sangat keras, beberapa orang telah kehilangan nyawanya karena kesalahan Wakil Ketua.
Allen melirik ke arah sumber ledakan. "Apa kau serius membunuh mereka?" tanyanya dengan suara mengejek.
Wakil Ketua Tiger mengeratkan giginya karena marah. Wajanya memerah dan dua tangannya langsung di arahkan ke musuhnya.
Allen panik dan mulai berguling-guling menjauh, ratusan tombak es muncul di atas kepalanya. Walaupun sudah berjuang untuk menghindar, ada beberapa Tobak Es yang bisa menjangkaunya.
"Mana Shield!" kata Allen menyebutkan nama ketrampilannya. Kumpulan Mana atau energi terbentuk dengan cepat dan menghentikan Tombak Es.
Allen berlari menggunakan Langkah Bayangan mendekati musuh. Pedang Pendek miliknya dengan cepat menyayat paha kanan lawannya.
Kumpulan simbol melayang di udara dan menghentikan pergerakan Allen. Tinju musuh dengan cepat mengarah ke mukanya, Allen tersenyum manis dan menggukan Tangan Bayangan.
Tinju musuh bertabrakan dengan teknik Tangan Bayangan, ledakan terjadi hingga keduanya terpental cukup jauh.
Allen segera menstabilkan pijakannya. "Pedang Hantu," katanya menyebutkan nama keterampilan baru buatannya.
Satu ayunan pedang pendeknya memberikan 7 kerusakan dalam waktu bersamaan di tempat yang berbeda. Wakil Ketua tampak kewalahan karena Allen bergerak sepeti lalat.
"Brengsek, kau masih punya tenaga." Wakil Ketua hanya bisa mengumpat supaya serangan musuh berhenti. Rasa perih yang dia rasakan mulai tak tertahan, Wakil Ketua harus segera mengakhirinya.
"Kenapa buru-buru, racun yang aku kirimkan belum juga sampai ke tulangmu." Allan menunjukkan wujudnya dan berjalan mendekati musuhnya.
Pedangnya masih satu, Allen hanya bermain-main dengan lawannya.
"Akhirnya kau menunjukan wujudmu!." Wakil Ketua Tiger mengangkat dua tangannya dan menciptakan kunah es. Kedua terkurung dalam kubah es. "Sekarang kau tidak akan bisa keluar!" lanjutnya.
Allen hanya menghela napas. "Apa kamu tidak belajar dari kesalahan sebelumnya?" tanyanya dengan suara santai.
__ADS_1
Gunung Es tercipta lagi, kali ini ledakankannya jauh lebih besar dari sebelumnya. Namun serangan itu tidak akan bisa menembus kubah pelindung.
Allen menghentakkan tangannya ke tanah dan menciptakan pelindung tanah. Kemudian ia menciptakan Es di dalamnya supaya tidak tembus.
Benar saja pertahanan kubah tanah bisa ditembus. Namun lapisan Es transparan tidak bisa ditembus.
Ledakan Gunung Es langsung menghancurkan lingkungan sekitar. Bahkan pohon-pohon dan hewan mari dalam prosesnya.
"Aku lupa kalian bukan orang baik." Allen keluar dari kubah yang melindunginya.
Rambutnya mulai berubah putih dan kakinya melangkah dengan cepat. "Ekstrim Blade!" ucap Allen menyebutkan nama keterampilannya.
Dalam sedetik, 20 sayatan pedang berhasil melukai Wakil Ketua. Rasa perihnya sudah tidak tertahan dan ia berteriak, "Argh!."
Sambil mengeratkan giginya Wakil Ketua Tiger meledakkan dirinya sendiri. Seni ledakan ini hampir sama dengan Daidara bedanya menggunakan es.
Allen yang pernah merakan ledakan dari dekat langsung mengarahkan telapak tangannya ke musuh.
Sebuah kubah dari tanah tercipta mengurung musuh. Allen segera menggunakan Tangan Bayangan untuk menekan ledakan.
Wakil Ketua sekarat tanpa bisa melakukan apa-apa. Ledakan kekuatan terkahirnya gagal total karena teknik cerdas dari Allen.
Pedang Pendek dihunuskan ke arah Wakil Ketua Tiger. Allen melihatnya dengan tatapan merendahkan. "Wakil Ketua Tiger ternyata lemah," katanya mengejek.
Sebuah burung terbang ke arah Wakil Ketua, tapi Allen segera menyambarnya dan membaca pesan dari Ketua.
"Brengsek kembalikan!." Wakil Ketua mencoba berontak tapi tubuhnya tidak bisa bergerak.
"Tenanglah, Ketuamu mengatakan kalian harus mundur. Sial kita juga dipanggil monster jahat!" kata Allen dengan nada mengejek.
Wakil Ketua berusia mengambil kerta yang di bawa Allen. Bukannya mendapatkan kertas, tangan yang di angkat malah dipotong.
"Argh!."
Wakil Ketua Tiger berteriak kesakitan, dia tidak menyangka tangan yang sudah diperkuat dengan Elemen Es dipotong dengan mudah.
Allen berjongkok dan mengangkat dagu musuhnya. "Apa kau masih ingin bertarung?" tanyanya pelan.
"Ampun, Bos. Kami akan mundur!." Wakil Ketua Tiger memohon ampun untuk nyawanya.
Dia masih menganggap balas dendam seorang laki-laki tidak akan pernah terlambat, meskipun harus menunggu 10 tahun.
__ADS_1
Allen tersenyum manis dan memotong tangan musuh. Tatapannya menjadi sangat kejam. "Apa kamu masih mengingat wajah manusia lemah yang kau bunuh?" tanyanya.
Wakil Ketua menggelengkan kepala. "Aku tidak pernah memperhatikannya."