Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Kepanikan


__ADS_3

Segudang informasi yang Allen dapatkan dari 9 Leluhur sudah cukup. Dasar kekuatan mereka sebenarnya ada di laboratorium Kota A.


Untuk memulai serangan penuh, Allen bersama 8 orang lainnya menyelinap masuk. 8 orang kepercayaan itu adalah Tiwi, Simon, Budi, Ye Mo, Shera, Pedro, Son Hyuk, Petrik Huben.


Setelah Allen menerobos ke tingkat 6, orang-orang itu juga menerobos. Mereka seperti mendapat pencerahan yang tak terlihat setelah salah seorang dari Anggota Raja Surgawi memahami sesuatu. Itu terjadi karena ikatan jiwa mereka semakin erat.


9 orang itu bergerak cepat, Petrik Huben menjadi penunjuk jalan karena dia juga berasal dari Kota A.


"Bos, itu laboratorium milik keluarga Morgan." Petrik Huben menunjuk gedung mewah yang berdiri di tengah kota.


"Jadi begitu, laboratorium yang dimaksud bukan itu. Gedung itu hanya kamuflase." Allen membuka peta wilayah Kota A, setelah melihat beberapa petunjuk dia menunjuk satu titik.


"Ada apa di wilayah ini?" lanjutnya bertanya pada Petrik Huben.


"Rawa Kuning, rumor mengatakan banyak hantu berkeliaran. Kami sudah pernah mengeksplorasinya, tapi hasilnya nihil. Bahkan sebagian anggota kami hilang dalam operasi."


"Jadi begitu, formasi yang dipasang sangat kuat. Untuk membukanya membutuhkan wujud 20 orang yang dipilih."


"20 orang?" tanya Tiwi.


"Benar, orang-orang yang boleh masuk dan keluar hanya anggota keluarga Morgan. 19 Leluhur dan Kepala Keluarga Morgan, John Morgan."


Allen melirik ke arah Shera. "Aku sudah menyingkirkan 9, jadi masih ada 10 Leluhur lainnya."


"Jadi apa yang harus aku lakukan, Bos?" tanya Shera.


"Jangan buru-buru, 10 Leluhur Keluarga Morgan yang tersisa adalah mahkluk luar angkasa. Memancing mereka lebih sulit dari menghancurkan formasi itu."


Allen berpikir tenang dan mendapatkan ide di saat penting. "Ayo lakukan ini, kita akan menghancurkan formasi. Kemudian gunakan jasa Kota yang punya senjata nuklir."


"Kamu benar bos, Kota C punya dendam mendalam pada Keluarga Morgan. Pasti mereka mau melakukannya!" ucap Simon dengan penuh semangat.


"Aku dan Tiwi akan memecahkan formasi. Shera dan Pedro akan melindungi kita, yang lainnya pergi ke Kota C dan buat jaringan seluas mungkin."


Kelompok penyerang dibagi menjadi dua, Allen dan Tiwi segera melakukan tugasnya sedangkan Shera dan Pedro bersembunyi. 5 orang lainnya pergi ke Kota C untuk mencari bantuan.


Hari demi hari berlalu, tidak berasa Allen dan Tiwi sudah menghabiskan 7 hari demi memahami formasi pertahanannya.


"Bagus, sekarang sudah selesai. Kita tinggal membukanya, bagaimana kabar yang lain?" tanya Allen pasa Shera yang bersembunyi di atas pohon.

__ADS_1


"Mereka siap menerima perintah."


"Baiklah, lakukan besok jam 6 pagi." Allen optimis karena ini akan menjadi serangan telak pada Keluarga Morgan.


Allen dan Tiwi menyembuhkan energi mentalnya, mereka bersiap-siap dengan perlengkapan yang dibutuhkan.


Tepat jam 6 pagi, Allen daj Tiwi membuka formasi pertahanan laboratorium Keluarga Morgan. Kubah raksasa yang menyembunyikan bentuk aslinya telah hilang.


Bangunan super besar yang menjulang ke atas langit membaut hewan disekitar ketakutan. Allen dan kelompoknya langsungnya berlari menjauh.


"Apa yang terjadi?"


Seluruh orang di laboratorium kebingungan karena akibat kehancuran formasi pertahanan mengakibatkan gempa.


Tidak hanya satu senjata nuklir yang terbang di langit tapi ada 10 serangan beruntun menganjurkan laboratorium.


Ledakannya sangat besar, bahkan Allen dan kelompoknya terhempas ratusan meter. Padahal mereka sudah berdiri cukup jauh dari pusat laboratorium.


Serangan nuklir itu nenghancurkan bangunannya sampai rata. Namun Allen merasakan masih ada ruangan khusus di bawah tanah.


Allen berdiri dan membersihkan pakaiannya. "Sepertinya serangan nuklir tidak dapat menjangkau merka yang ada di bawah tanah."


Tidak sampai disitu, ada serangan nuklir susulan yang menghancurkan seluruh lingkungan sekitarnya.


"Ini gila, apa mereka berniat menghancurkan semua gunung." Allen sedikit kaget karena Kota C terlalu berlebihan.


"Tidak, Bos. Mereka memang pantas mendapatkannya." Tiwi memberi motivasi.


Allen menggangguk dan segera berkata, "Ayo kembali misi kita sukses besar. Dengan ini mereka akan kehilangan banyak penelitian."


Simon muncul di televisi, dia menjadi penanggung jawab atas kehancuran wilayah Kota A.


"Saya sebagai pemimpin divisi nuklir menyatakan menyesal atas kecerobohan anggota kami." Simon menunduk dengan santai.


John Morgan atau Kelapa Keluarga Morgan saat ini duduk di kursi. Matanya menatap tajam ke arah Simon.


"Aku tidak mau tahu, dia harus di hukum mati!" katanya dengan penuh emosi.


"Tuan, apa yang anda katana. Kami hanya menyerang tanah gersang dan kosong. Tidak mungkin saya di hukum mati." Simon membela diri.

__ADS_1


Memang benar tempat laboratorium itu tidak bisa dilihat kamera maupun mata manusia biasa. Formasi pertahanan itu sangat kuat, makanya Allen dan Tiwi butuh seminggu untuk membukanya.


John Morgan hanya bisa mengeratkan giginya dan marah-marah tanpa arah. Reza yang disebelahnya bingung apa yang sebenarnya terjadi.


Perdebatan di tiada akhiri, Simon dan John terus melempar kesalahan lawannya. Sampai akhirnya hakim memutuskan Keluarga Morgan telah berlebihan dan membebaskan Simon tanpa syarat.


"Aku tidak akan membiarkannya berakhir seperti ini." John Morgan membisikkan kata-kata ancaman.


Tanpa rasa takut Simon mengangkat tangannya. "Yang Mulai, John Morgan mengancam saya. Dia ingin membunuhku setelah keluar!" katanya sambil menaikkan ponsel miliknya.


John membelalakkan matanya, dia tidak percaya Simon akan menjadi orang seperti itu.


Perdebatan panjang terjadi lagi, semua orang bosan melihat mereka saling melempar argumen. Keputusan diambil, Simon mendapat kompensasi sebanyak 2 miliar.


Bukannya membawa dalang penyerangan laboratorium, John Morgan justru kehilangan uang yang cukup banyak.


Setelah sampai di markas tersembunyi, John langsung melaporkan semua kejadiannya. Dia tampak putus asa karena sebagian besar penelitian telah hilang.


10 leluhur keluarga Morgan masih hidup semua tapi mereka mengalami luka yang cukup serius. 10 orang itu mempertahankan sebuah kotak berwarna hitam dengan hiasan emas di sisinya.


Kota itu adalah harta yang ditinggalkan Raja Alien, jadi semua orang menghargai pemberiannya.


"Sial, Bocah Allen itu pasti pelaku utamanya. Apa kau sudah mencari tahunya?"


John Morgan menggelengkan kepala. "Belum, biarkan aku istirahat dulu."


Setelah berpura-pura kuat, John duduk dan membuka pakaiannya. Luka bakar di seluruh tubuhnya tidak bisa dianggap enteng.


Allen dan seluruh kelompoknya kembali ke Pulau Nemo. Mereka bersiap untuk penyerangan besar-besaran.


Setelah seharian menyusun pasukan, Allen bersiap berperang. Dengan mengangkat pedangnya seluruh kelompok Raja Surgawi berlari ke Kota A melalui jalur yang berbeda.


Bayangan hitam muncul dimana-mana, Asosiasi Pejuang Beladiri langsung bergerak setelah menerima informasi tentang pergerakan kelompok Topeng Misterius.


Valencia dengan cepat memakai bajunya dan berangkat. "Kenapa jumlahnya menjadi semakin banyak, apa yang mereka rencanakan!" katanya setelah melihat laporan.


"Jumlah mereka terus bertambah, sepertinya sedang mengincar perang besar-besaran."


"Orang gila!"

__ADS_1


__ADS_2