Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Kebenaran


__ADS_3

Pukulan Alona terasa sangat menyakitkan, Allen bisa melihat bahwa energi jiwa menyelimuti tubuh Alona.


"Jadi kamu juga bisa menggunakan kekuatan jiwa?" tanya Allen sambil memegangi dadanya.


Alona hanya tersenyum dan tidak mau menjawab pertanyaan itu. "Bangun dan ayo lanjutkan, aku belum merasa mengalahkanmu."


Allen tidak menahan dirinya lagi, dia menggunakan Mahkota Raja dan semua kekuatannya. Langkah kakinya sangat berat hingga membuat seluruh pepohonan bergoyang.


Beberapa orang datang dan menonton pertarungan, mereka semua tampak biasa saja ketika melihat Mahmudi dan Yeni yang duduk sambil minum teh.


Alona sangat tenang, dia tidak terpengaruh sedikitpun. Aura jiwa di sekujur tubuhnya masih stabil dan tidak menunjukkan penurunan.


Allen menggukan langkah bayangan demi memotong jarak, tapi jari Alona dengan santai menahan pedang pendek miliknya.


Tidak kehabisan akal, Allen menggunakan tinjunya untuk menyerang. Namun Alona lebih dulu menyerang pinggangnya dengan telapak tangan.


Sekali lagi Allen terpental cukup jauh dan menabrak pohon yang sama. Kali ini dia tidak muntah darah, tapi dia langsung bergerak maju dan melakukan serangan lagi.


Alona dengan santainya menangkis serangan dengan energi jiwa yang melapisi jarinya. Meski tidak terlihat kuat, energi jiwa itu cukup untuk menahan serangan pedang.


Alona menghela napas. "Sepertinya kamu masih belum paham dengan kemampuan keluarhan kita."


Tepat setelah mengatakannya, tubuh Alona menghilang dan mulai menyerang balik. Allen mulai terdorong sedikit demi sedikit, dia tidak menduga akan kalah dengan adiknya.


Seorang Pejuang Tingkat 8 bisa kalah dengan begitu mudah, Allen tidak terima dan melepaskan semua yang dia miliki. Bahkan menggunakan Demon Blood untuk menambah daya serangnya.


Tanah disekitarnya hancur, Allen memanfaatkan kekuatan api untuk menghancurkan area sekitar. Namun Alona dengan santainya membelah kobaran api dengan energi di jarinya.


"Menggunakan sihir rendahan, apa kamu merasa sudah puas?" tanya Alona dengan nada mengejek.


Allen tidak mendengarkannya, dia menggunakan Elemen Tanah untuk menjadi mengurung Alona. Namun tekniknya tidak bisa bertahan lebih dari dua detik.


Elemen Angin dan Air mulai digunakan untuk. Bongkahan es yang lancip mulai menghancurkan area sekitar, sebagian bahkan berhasil mengarah ke Alona.

__ADS_1


Namun serangan es tidak bisa menembus energi pelindung milik Alona. Esnya langsung pecah tepat ketika bersentuhan dengan energi pelindung.


"Trik murahan." Alona bergerak pelan menuju pusat badai es. Semuanya bisa dilewati tanpa kesulitan.


Tinju segera bergerak dan menghantam wajahnya kakaknya. "Brengsek, kau masih tidak paham juga!."


Sekarang tidak hanya Yeni dan Mahmudi yang kecewa dengan Allen, bahkan Alona juga meragukan Allen adalah kakaknya.


Setelah bertarung selama 15 menit, Allen sudah mengeluarkan semua kemampuannya. Bahkan area sekitar rata dengan tanah karena ulahnya. Namun Alona tidak terluka sedikitpun, bahkan orang-orang desa duduk bersantai sambil minum kopi dan teh.


Allen sudah terluka parah, dia tidak bisa melakukan apapun untuk melawan adiknya sendiri. "Bagaimana caramu bisa menjadi seperti ini?" tanya Allen dengan rasa penuh kebingungan.


Alona tidak menjawab dan langsung melancarkan pukulannya ke pipi kakaknya. Allen diterbangkan beberapa meter, kemudian tendangan selanjutnya datang ke pinggangnya.


"Ugh," ucap Allen yang hampir memuntahkan darah.


Pertarungan mereka berdua seperti anak-anak melawan orang dewasa. Allen sama sekali tidak punya cara melawan Alona.


Setelah memikirkan beberapa cara, Allen mengeratkan giginya dan mulai melepaskan teknik pembuatan simbol.


Alona tidak bergeming, dia segera mengayunkan tangannya untuk menghancurkan formasi pedang sederhana itu. "Kau masih saja belum mengerti, kita ini keturunan Ninja dari Shadow!."


"Ninja, Shadow?" tanya Allen kebingungan.


Alona tidak ingin mengatakannya sekarang, dia mulai berjalan dan memukuli kakaknya hingga babak belur.


Melihat Allen terus berdiri karena penyembuhan Tubuh Raja dan Mahkota Raja, membuat Alona semakin kesal dan mulai memukul dengan sedikit tenaga.


Satu pukulannya menggetarkan seluruh desa. Bahkan burung-burung ketakutan dan terbang.


Allen memuntahkan darah berkali-kali, tapi dia masih tetap bertahan dan menatap tajam ke arah Alona. "Jangan harap aku menyerah, pasti kau akan mengatakannya!."


Alona terus memukuli kakaknya hingga darah ditubuhnya hampir habis dan berakhir pingsan. Allen tidak tahu kelanjutan dari pertarungannya tapi Tubuh Raja tidak sanggup menyembuhkannya lagi.

__ADS_1


Kesadaran Allen dibawa ke sebuah ruangan yang serba putih, ada seorang kakek tua berambut putih tersenyum kearahnya.


"Kakek, ada dimana ini?" tanya Allen dengan sopan.


Kakek tua menggelengkan kepala dan mengajak Allen ke sebuah tempat yang berisi memori-memori ayah dan ibunya ketika masih aktif berjuang.


"Kapan kejadian ini, Kek?" tanya Allen dengan suara sopan.


"Lebih dari 2500 tahun yang lalu. Yeni dan Mahmudi adalah prajurit yang sangat andal. Namun mereka berakhir menjadi manusia abadi yang tidak bisa mati. Bahkan musuh-musuhnya tidak ada yang pernah melihat wajahnya."


Kakek tua itu terus melanjutkan penjelasannya. Yeni dan Mahmudi memang menjadi abadi setelah mengalahkan Raja Segalanya di alam yang lebih tinggi. Namun entah mengapa mereka dilempar kembali ke Bumi dan berakhir seperti sekarang.


Sebenarnya mereka bisa menghancurkan bumi dengan satu serangan. Namun demi mendapatkan keturunan, mereka berdua menipu surga dan memanipulasi kenyataan. Pada akhirnya keduanya tidak bisa lagi menggunakan energi jiwa dan semuanya dipindahkan pada keturunannya.


Meskipun tidak bisa menggunakan energi jiwa, keterampilan mereka dalam menggunakan senjata atau kekuatan fisik masih sama sepertinya yang dulu.


Tidak hanya Yeni dan Mahmudi yang melakukan itu, tapi semua orang di desa melakukannya. Namun hanya 3 anak yang berhasil dilahirkan, yang lainnya ketahuan surga dan menjadi sampah.


Tiga anak itu adalah Allen, Alona, dan Tiwi. Mereka bertiga ditunjuk sebagai Penolong Bumi dan ditugaskan untuk memperbaiki aliran waktu yang rusak.


Yeni dan Mahmudi sebenarnya tahu Allen berasal dari masa depan. Tapi mereka tetap diam dan mengikuti arus supaya surga tidak menemukannya.


Alasan keluarganya tidak mau memberi tahu Allen karena mereka takut ketahuan Surga. Jadi memilih untuk diam dan menunggu sampai Allen menyadarinya.


"Jadi siapa kakek ini?" tanya Allen.


"Aku tidak mempunyai nama, aku berasal dari energi dalam tubuhmu. Putaran energi Yeni dan Mahmudi bersatu dan menghasilkan diriku."


Yeni dan Mahmudi memang di takdirkan tidak bisa mempunyai anak. Mereka bisa disebut Dewa oleh manusia zaman sekarang.


Kakek tua itu terus menjelaskan bagaimana Alona menjadi sangat kuat. Bahkan Tiwi sebentar lagi akan melewati Allen saat ini.


Semua itu berawal dari darah dan bakat. Allen dan keluarganya sudah ditakdirkan untuk menjadi Ninja, tidak seharusnya dia mempelajari elemen elemen seperti seorang penyihir. Atau pembuatan simbol sepeti seorang Spiritualis.

__ADS_1


Yang dibutuhkan Allen sekarang adalah fokus pada satu tujuan yaitu menjadi Ninja dari Shadow. Tepat setelah berhasil melewati ujian, dia bisa memilih keterampilan sampingannya.


__ADS_2