Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Pengalaman Bertarung


__ADS_3

Pria bertopeng yang datang adalah Allen, ia merasa tidak nyaman meninggalkan Pedro dan Shera sendirian.


Jarak perusahaan dan tempat ini sekitar 20 kilometer tapi Allen bisa sampai disini sekitar 10 menit. Artinya kecepatannya melebihi 100 kilometer perjam.


Pedro dan Shera tidak tahu mengapa bosnya sampai begitu cepat. Mereka hanya menganggap bahwa kekuatan Allen melebihi pikiran manusia normal.


Nyatanya, Allen memacu motornya hingga 140 kilometer. Jadi ia bisa sampai di pegunungan ini dengan begitu cepat. Untungnya kejadian ini masih pagi, jadi keadaan jalan masih sepi.


"Shere dalam masalah, Bos. Kami tadi berpisah." Pedro menunjuk ke arah Shera berlari.


Allen segera bergerak, kakinya melangkah seperti kucing yang tak mengeluarkan bunyi apapun. Sebuah bayangan muncul di belakangnya, Langkah Bayangan digunakan dengan sempurna.


Pedro yang melihatnya segera tercerahkan, ia segera mempraktekkan Langkah Bayangan sesuai dengan penglihatannya.


"Oh... Berhasil!" Pedro tampak senang karena ia bisa mengeluarkan Langkah Bayangan yang sempurna sama seperti bosnya.


Allen mengejar Shera, tapi ia hanya menemukan Pria Kurus yang membawa pisau. Menurut pengamatannya, Pria itu musuh yang mengejar.


"Jadi kamu penolong bocah tadi. Jangan cemas, aku sudah membunuhnya!" kata Pria Kurus mengancam.


Allen tidak khawatir, ia punya ikatan batin dengan Shera. Jadi mengetahui keberadaan Shera bukan masalah sulit.


Karena tidak mau membuang waktunya, Allen mengeluarkan pedang pendek dari sarungnya. Matanya menatap tajam ke arah Pria Kurus dan kakinya melangkah perlahan.


Pria Kurus terlalu meremehkan lawannya, ia mengangkat pisaunya setinggi dada dan tidak bersiap untuk serangan.


Tiba-tiba Allen sudah ada di depan Pria Kurus, Pedang Pendek miliknya langsung menebas bersih leher Pria Kurus.


"Apa sekarang para Pejuang Beladiri lemah selalu lengah?" ungkap Allen menatap musuhnya tak bernyawa.


Sebelum mengeksekusi Pria Kurus, Allen memperhatikan sekitar. Ia memastikan tidak ada yang melihat.


"Sepertinya sepi."


Telapak tangan di arahkan ke mayat Pria Kurus. Bayangan hitam muncul dari belakangnya dan memakan mayat Pria Kurus.


Ingatan tentang siapa yang menyuruhnya semakin jelas. Ternyata Reza adalah dalang di balik semua ini, padahal awalnya David yang dicurigai karena berasal dari Kota R.


"Reza, aku kira kau masih belum bergerak." Allen bergumam sendiri di tengah hutan, ia menatap sisa darah yang belum di makan habis monster bayangan. Dengan ayunaan lengannya, sisa darah itu menguap dan hilang.


Shera berlarian tanpa arah, ia tidak bisa merasakan kehadiran musuh karena tenaganya di fokuskan untuk lari.

__ADS_1


Sampai akhirnya ia berhenti karena napasnya sudah tidak tertolong. "Semoga sudah aman."


Setelah memastikan keadaan sekitar, Shera langsung duduk dan mulai meditasi untuk mengembalikan staminanya. Namun tepat setelah ia menutup mata seorang Pria Bertopeng menepuk pundaknya.


Shera yang reflek langsung mengayunkan kepalan tinjunya ke belakang. Pria Bertopeng menangkapnya dengan mudah.


"Tenangkan dirimu, pindahlah ke sana lebih aman." Pria Bertopeng itu menunjuk sebuah pohon besar, ia sudah membuat sebuah gubuk kecil disana.


"Bos, akhirnya kamu datang. Bagaiman Pedro?"


"Sebentar lagi dia datang, Istirahatlah." Allen membiarkan Shera istirahat, ia bisa melihat bahwa Shera sudah menggunakan semua kekuatannya.


Kejadian ini bisa di tulis dalam sejarah berlari, seorang Pejuang tingkat 1 berhasil lolos dari Pejuang tingkat 4.


Setelah menunggu 20 menit, Pedro sampai dengan menggunakan langkah kaki yang sangat lembut. Pedro memamerkan ketermapilan Langkah Bayangan yang ia ciptakan sendiri. Berbeda dari Allen yang memanfaatkan kecepatan gerak, Pedro memanfaatkan kelembutan langkahnya.


"Bos, aku sudah mengurusnya semua." Pedro memberi laporan tentang empat mayat yang dikubur cukup jauh dari rumah penyadapan.


"Dimana kakak kalian?" tanya Allen mencoba menguji Pedro.


"Ke arah sana. Aku merasa kakak ada disana!" Pedro menunjuk arah utara.


"Bagus, sekarang jaga Shera. Aku akan menyusulnya!"


Semua orang yang sudah mengucap sumpah darah akan menjadi Saudara. Pedro dan Budi secara alami menjadi Saudara, jadi keduanya bisa merasakan kehadiran satu sama lain.


Setelah berjalan selama 10 menit, Allen mendapat pertarungan antara 1 Pria Besar bertopeng melawan 8 orang. Pria Besar itu adalah Budi, kondisinya kurang baik.


"Siapa yang menyuruhmu?" tanya salah seorang Pria dengan bekas luka pedang di pipinya.


Budi tidak menjawab, ia mengusap tangan kanannya yang berlumur darah. Meskipun ia seorang Pejuang Tingkat 5, kekuatannya belum cukup melawan 8 orang sekaligus.


"Kau masih saja bisu, bawa kelapanya!" seru Pria Bekas Luka.


7 Pria berpakaian hitam langsung menerjang dan menghunuskan pedangnya. Pedang mereka berkelibatan, Budi bersusah payah menghentikan serangan mereka dengan tangan kosong.


Kulitnya sekeras besi, Budi menghalau setiap serangan dengan mudah. Namun ketika Pria Bekas Luka bergabung, semua pertahanannya kacau dan sayatan pedang melukai tubuhnya.


Demi menyelamatkan nyawanya, Budi mundur ke belakang dan berusaha lepas dari serangan musuh. Setelah melihat sedikit celah, Budi langsung mengepalkan tangannya dan menghantam salah satu Pria di sebelah kanan.


Tinju sekeras besi itu menghantam pipi musuh. Seketia musuhnya langsung terpental dan tak dadarkan diri.

__ADS_1


Melihat rekannya yang terjatuh, tanpa sadar 6 orang lainnya menoleh ke arah rekannya. Budi melihat kesempatan lain dan segera menangkap dua kepala dan mengadunya.


Pria Bekas Luka tidak membiarkan Budi terus mendominasi, ia langsung melepaskan aura gelap dan menyelimuti pedangnya.


"Jangan sombong!" serusnya sambil menebaskan pedang.


Budi langsung melompat menghindar, ia sadar serangan sebelumnya bisa melukai kulitnya. Pijakan Budi sedikit goyah, empat orang lainnya langsung menusuk tubuhnya.


Namun sebelum keempatnya berhasil mengenai targetnya, tekanan berat memaksa mereka tunduk ke tanah. Allen dengan topeng misterius muncul, ia melangkah pelan ke pusat pertempuran.


"Sepertinya sudah cukup sampai disini!" Allen mencoba menghentikan pertempuran. Bukan tanpa alasan, Budi dalam keadaan kritis ia harus segera di rawat.


Pria Bekas Luka tersenyum tipis. "Jadi kau pemimpin bocah gila ini. Ayo tunjukkan kekuatanmu!" serunya dengan nada sombong.


Allen menghela napas dan menarik pedang pendek dari sarungnya. Dengan cepat ia langsung menebas tangan Pria Bekas Luka dengan mulus.


Mata musuhnya tampak tidak percaya, tetapi darahnya terus bercucuran. "Jangan paksakan keberuntunganmu, lain kali pedangku akan mendarat di lehermu!"


Pria Bekas Luka langsung sadar lawannya bukan tandingannya, ia mengambil potongan tangannya dan segera lari menyelamatkan diri. 4 lainnya menyusul, mereka tidak mau kehilangan nyawanya.


Ada 3 orang yang masih tinggal, mereka tak sadarkan diri. Allen mengeluarkan sebuah bayangan hitam dan melahap mereka hidup-hidup.


Teriakan mulai terdengar dari 3 pria itu, mereka merasa sangat kesakitan dan ingin segera mati.


Budi membelalakkan matanya tidak percaya. "Apa yang sedang terjadi?"


Allen mendekatinya dan berkata, "Suatu saat kau juga akan punya monster seperti ini. Salah satu ketrampilan kita pengguna jiwa adalah melahap jiwa lainnya. Jadi jangan terkejut."


Sebenarnya Allen sudah salah langkah, ia tidak bisa merasakan mana yang benar dan salah. Peri Tanah menyadarinya dari dulu, tapi ia tidak mau mengungkapnya.


"Takdir yang akan menuntunnya." Itulah yang keluar dari mulut Peri Tanah.


Setelah semua bersih, Allen mendapat ingatan 3 Pria. Ia segera mengetahui bahwa orang yang menyuruhnya adalah Keluarga Baruch.


"David juga tidak bisa tenang, bukankah pria itu cukup cerdas. Kenapa ia membuat kesalahan seperti ini." Allen berjalan keluar hutan, Budi menyusulnya dari belakang.


Pedro dan Shera sudah menunggu di luar. Keempatnya melepas topeng bersamaan, setelah di arahkan ke bawah topengnya tiba-tiba menghilang.


"Aku ingin kalian bertiga menjadi lebih kuat. Bawa dua pil ini untuk menunjang latihan," kata Allen sambil memberikan dua pil kebugaran.


Allen mengambil motor dan segera menancap gas kembali ke kontrakan. Ia punya tugas untuk membuat lebih banyak pil kebugaran.

__ADS_1


David segera memukul meja, ia tidak menduga 8 orang suruhan ya dikalahkan musuh. "Brengsek, apa kalian masih ingin menunjukkan wajah di depanku!"


"Bos, lawan kita bukan manusia. Aku kembali dan menjemput tiga rekan kita, tapi mereka semua hilang seperti di makan monster!" katanya membela diri.


__ADS_2