
Pria yang melapor tadi sedang menyamar, ikatan jiwa para anggota Raja Surgawi sudah ditingkatkan. Jadi Allen bisa merasakan mereka ada dimana.
"Karena Kalian sudah bergerak, tidak ada salahnya memberikan sambutan yang meriah." Allen berlari ke gerombolan musuh dengan bermodalkan Kunai dan Jarum Beracun.
Langkah kakinya sangat hening, tebasannya seperti air mengalir. Topeng Misterius yang menutupi wajahnya membuat suaranya menjadi sangat tegang.
Dalam dua tarikan napas, 10 Pejuang Beladiri Tingkat 7 tewas ditempat. Allen melempar Kunai ditangan kanannya, musuh menghindar dan mencoba melarikan diri.
3 jarum langsung memburunya dan menusuk punggungnya, padahal musuhnya berhasil mengelak pada awalnya.
Energi Jiwa bisa digunakan untuk menciptakan objek khusus. Allen melempar Kunai hanya untuk mengalihkan pandangan musuh, sebenarnya dia melemparkan energi jiwa yang elastis. Jadi kemanapun musuhnya berlari, jarum beracun pasti mengenainya.
Musuh belum mengetahui triknya, jadi Allen bermain lebih agresif. "Apa hanya ini kemampuan intelijen Keluarga Baruch, sungguh mengecewakan."
Tepat setelah Allen mengejek Keluarga Baruch, sebuah peluru dengan kecepatan tinggi menargetkan kepalanya. Allen tersenyum dan menghentikan peluru dengan dua jarinya. Namun untuk jaga-jaga dia bergeser sedikit, jika Allen tidak berhasil menyangkap peluru setidaknya dia tidak mati.
Peluru dari Bernard Baruch di tangkap dengan sangat mudah. "Hei, pengecut mana yang menembak dari kejauhan?" tanya Allen memandang Barnard yang tiarap sangat jauh dari tempatnya berdiri.
Allen sebenarnya tidak tahu dimana musuhnya bersembunyi. Namun dia tetap terlihat santai dan berpura-pura mengetahui posisi musuh.
"Tuan Bernard, kamu masih pengecut seperti sebelumnya." Allen melempar peluru tangkapannya.
Bernard Baruch dari kejauhan menyangkat sudut bibirnya. "Seperti yang dikabarkan, kau punya kemampuan yang mengesankan."
Mereka saling berkomunikasi tanpa mengetahui apa yang dibicarakan satu sama lain.
Allen tidak punya waktu untuk bercanda lagi. Dia menghilang menggunakan Langkah Bayangan, tubuhnya menghilang layaknya debu yang tertiup angin.
Setelah menyusul beberapa pembunuh, Allen langsung mengeksekusi mereka semua. Disisi lain Bernard Baruch berbicara dengan angin.
"Bagus, kau memang punya kemampuan. Katakan, berapa yang kau inginkan. Aku bisa membayar kalian semua!" teriak Bernard Baruch.
Allen melambaikan tangan, dia memberi kode pada Shera untuk mundur dan mencari tempat persembunyian. Bernard Baruch tidak mengetahui tempat persembunyian Shera dan teman-temannya.
"Brengsek, kau menolak tawaranku begitu saja. Ingat, aku Bernard Baruch akan menembak kepalamu!" kata Bernard dengan nada kasar.
Allen mengabaikannya karena dia tidak mendengar teriaknya dari jarak puluhan kilometer. Dia segera pergi dan mencari tempat persembunyian.
Perang belum selesai, Allen ingin melihat kamp musuh dengan cara menyusup. Kemampuan Stealth dan Elemen Angin berhasil mengelabui penjaga.
"Sampai kapan kita harus duduk disini, sial bos pasti mempermainkan kita!" kata salah seorang prajurit rendahan.
__ADS_1
"Jangan asal ngomong, bos pasti punya rencana. Kota K punya Raja Surgawi yang misterius, kakek Baruch belum bangun dari pengasingannya, kita harus sabar menunggu." prajurit lainnya menjawab dengan suara santai.
Bukannya tenang, pria pertama tadi malah menarik kerah lawannya dan berkata pelan. "Brengsek, kau itu juniorku. Jadi percaya saja padaku!."
Tatapan mengerikan dari pria pertama menandakan dia bukan manusia. Allen tersenyum karena mendengar dan menemukan iblis yang sesungguhnya.
Pria pertama tampak sangat marah karena dinasihati juniornya. Dia langsung masuk kamp dan tidur, Allen menunggu cukup lama untuk melihat kejadian selanjutnya.
Setelah tidur, pria tadi langsung berdiri dan menuju kamp juniornya. Tanpa diduga pria itu menggigit lehernya dan menghisap darah hingga kering.
"Kekuatan, ini dia kekuatan yang aku inginkan!" teriak pria yang baru saja membunuh orang.
Sekelompok petugas keamanan langsung menembaknya dengan pistol. Pria pertama tadi langsung tewas ditempat, Allen mendekatinya dan melihat barang bawaannya.
"Tongkat Sihir, apa ini yang kau inginkan?" tanya Allen, tanpa menunggu jawaban dia langsung memasukkan pedang kuno itu ke Cincin Penyimpanan.
Tongkat Sihir di dalam Cincin Penyimpanan langsung menyerap energi dari Pedang Kuno. Hanya butuh 5 tarikan napas untuk Tongkat Kuno menyerap benar-benar berharga itu.
Setelah kerusuhan yang dibuat orangnya sendiri, pasukan Keluarga Baruch mulai gaduh. Mereka saling tuduh dan berakhir dengan pertarungan hidup dan mati.
Allen tidak melakukan apapun, dia hanya memperhatikan sekitar dan mencoba memahami sesuatu. Setelah berkeliling Allen menyadari sesuatu yang mengejutkan.
Tidak ada manusia buatan Keluarga Baruch di pasukan gelombang pertama. Jika tebakan Allen benar, mereka dijadikan tameng untuk pasukan di belakangnya.
Beberapa menit berlalu tapi jumlah kematian lebih banyak. Allen segera berlari keluar kamp menyelamatkan dirinya.
Seorang Pria Kekar menumpahkan sebuah cairan beracun. Dia mengenakan masker gas, jadi tidak bisa mengenalinya dengan benar.
Racun itu membangkitkan mereka yang mati dan membuatnya menjadi Zombie. Allen kebal racun, jadi dia hanya diam dan menikmati penambahan poin skillnya.
[Kebal Racun +1.]
Pria Kekar berdiri di depan semua Zombie. "Bunuh semua manusia. Dibelakang itu banyak manusia, habisi mereka semua," katanya memberi perintah.
Para zombie mulai berjalan, sisa Pejuang Beladiri yang masih mempertahankan kemanusiaannya di buru dan digigit. Manusia yang mati karena air liur Zombie akan mengubah mereka juga menjadi zombie.
Allen mengirim pesan pada Ye Mo. "Siapakan kompi penembak, tembakan panah atau apapun yang bisa dilapisi elemen api. Segerombolan zombie datang menyerbu."
Satu kompi memiliki anggota sekitar 80 - 225 anggota atau personil. Mereka semua dipimpin oleh Mayor atau Kapten, karena Ye Mo seorang Jendral dan menerima perintah langsung, dia harus memimpin kelompoknya sendiri.
Ye Mo langsung bergerak cepat dan menuju kamp musuh. Meskipun hanya membawa 225 orang, mereka semua Pejuang Beladiri Tingkat 7.
__ADS_1
"Ambil posisi... Tembak!" teriak Ye Mo memberi perintah.
Penjaga perbatasan bingung melihat Kompi Pemanah menembak ke langit dan menargetkan kamp musuh.
"Kapten, tidak ada musuh. Kenapa anda menyuruh pasukan penembak menyerang?" tanya penjaga perbatasan.
Ye Mo tersenyum sebelumnya menjawabnya. "Lihatlah, mereka sudah kehilangan kewarasannya."
Sekelompok Zombie dibakar api di malam hari berkobar terang, beberapa Pejuang Beladiri yang ingin menonton langsung berdatangan.
Beberapa Zombie berhasil lolos. "Jangan berhenti, terus tembak dan bakar mereka semua!" seru Ye Mo membakar semangat pasukannya.
Tembakan panah mulai tidak efektif, beberapa zombie masih memiliki kecerdasannya. Mereka menggunakan temannya untuk membuat perisai dan maju ke depan.
"Siapkan senjata api!." Ye Mo tidak ingin menunda lagi, awalnya dia ingin menyembunyikan senjata api yang dirakit oleh Kelompok Pengerajin yang dipimpin Gandring. Namun posisi mereka saat ini tidak memungkinkan untuk menyimpan senjata.
3 Pelontar Granat Otomatis muncul di atas tembok, senjata itu bisa melempar granat atau bom hingga meter 1,5 kilometer. Meskipun tidak terlalu jauh, Kota K punya senjata yang cukup mempuni.
Tiga senjatanya langsung menembak dengan kecepatan 5 granat permenit, ledakan terjadi dimana-mana. Allen tampak puas dengan senjata pertahanan yang dia dan Gandring kembangkan.
Zombie yang terkena ledakan tidak bisa berbuat apa-apa, mereka perlahan mati dan seluruh Kamp Musuh dihancurkan. Allen menggunakan Mata Dunia untuk mendeteksi adanya kehidupan.
Setelah berkeliling cukup lama, Allen menemukan sekelompok orang yang masih mempertahankan kewarasannya.
"Hei, apa kalian baik-baik saja?" tanya Allen sambil mengurulkan tangannya.
"Bajingan Busuk, kau menggunakan racun untuk menghancurkan kami!" teriak salah seorang pria yang menghunuskan pedangnya.
Allen tidak takut karena dia hanya seorang Pejuang Tingkat 5 dan pedangnya hanya berkualitas F. "Tenanglah, aku tidak berniat menyakiti kalian. Justru aku ingin membantu kalian masuk ke Kota dan mendapatkan perawatan."
Pria yang paling depan menoleh ke belakang, teman-teman terluka parah karena bertarung menyelamatkan diri.
"Baiklah, kami menyerah." Pria itu meletakkan senjatanya sekaligus mengangkat tangannya.
"Tidak perlu terlalu formal, aku tahu kamu dari militer jadi jangan lepaskan senjatamu. Ayo ikuti aku!"
Allen membantu 27 orang yang terjebak di kamp musuh. Dia menuntun orang-orang itu masuk ke Kota K dan menyerahkan pil Kebugaran.
"Basuh luka mereka dengan air hangat, kemudian campuran ini ke dalam bak kalian. Ingat, segera lakukan atau kalian berubah menjadi zombie dalam 3 jam." Allen meninggalkan 27 orang itu untuk merawat dirinya sendiri.
Ye Mo mendatanginya. "Misi selesai, Bos. Apa ada perintah selanjutnya."
__ADS_1
Allen melihat semua yang di bawa Ye Mo, tidak ada yang terluka sedikitpun. "Segera mandi dan campuran ramuan ini pada bak mandi kalian, basuh luka kalian dengan baik. Kalau tidak mungkin saja kalian bisa berubah menjadi zombie."
Ye Mo mengangguk, dia terkena beberapa gigitan zombie tapi tubuhnya semakin kuat. Itu karena racun Zombie dimakan Monster Bayangan secara langsung. Kemudian Prinsip Jiwa mengubahnya menjadi energi murni.