Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Ruang


__ADS_3

Anak kecil itu selalu menempel ke Allen, jadi terpaksa dia harus menggendongnya kemana-mana. Anehnya Allen merasa setiap kali berdekatan dengannya, energi spiritualnya semakin bertambah dan persepsinya semakin jauh.


"Zahra turun sebentar, Ya. Ayah ingin latihan." Allen mencoba menurunkan Zahra.


"Tidak, tidak." Zahra merengek tidak mau di turunkan.


Terpaksa Allen harus melakukan tugas harian sambil membawa Zahra.


Satu bulan berlalu dengan sangat cepat, Zahra tumbuh cepat. Sekarang dia seperti wanita berumur 18 tahun.


"Ayah, ayo bertarung." Zahra berkacak pinggang.


"Majulah!." Allen malah memprovokasinya. Tidak dapat dipungkiri Zahra memang setara dengannya atau mungkin lebih kuat.


Allen tidak peduli dan mengerahkan semua kemampuannya. Sayangnya dia berakhir dengan buruk, Zahra memukulinya seperti seorang bayi.


"Bagaimana kau bisa tumbuh sangat cepat." Allen melempar masuk Pil Kebugaran untuk memilihkan tubuhnya.


Zahra menjawab, "Karena gerakan ayah sangat mudah di baca. Selama di dekat Pohon Dunia, aku tidak mungkin kalah!." Zahra tertawa sombong.


Pohon Dunia mulai berdengung, cahaya hijau muncul dan menyelimuti kubah pelindung Pulau Nemo.


Tiba-tiba semua orang langsung muntah, tidak terkecuali Allen yang merasa sangat pusing.


"Apa yang terjadi?" tanyanya pada Zahra yang tidak terpengaruh.


"Aliran waktu disini meningkat dua kali lipat. Sepertinya pohon dunia sudah mulai mendapat kembali tenaganya." Zahra menatap ke arah Pohon Dunia.


"Aliran waktu?" tanya Allen yang mencoba bangkit. Kekuatan mental membantunya menghilangkan pusing. Berbeda dengan anggota lainnya yang pingsan, bahkan Simon tidak bisa menahannya.


"Benar, sekarang dua hari di dalam kubah sama dengan satu hari di luar kubah." Zahra menjelaskannya.


Zahra tidak bisa keluar kubah karena dia adalah Penjaga Pohon Dunia. Namun ingatannya tentang dunia lama masih sangat kental.


"Bukankah itu mengenakan!." Allen tampak semangat menerima berita bagus itu. Artinya pasukannya bisa berlatih dua kali lipat lebih cepat dari yang lainnya.


"Ya, benar. Tapi sekarang kamu tidak bisa memasukkan sembarangan orang. Lihatlah mereka, jika terus sepeti itu mereka pasti mati." Zahra menunjuk Simon dan semua orang.


Allen tidak menjawab dan langsung menggunakan Tangan Bayangan untuk memberi semua orang Pil Kebugaran.


Simon dan Drakula adalah orang pertama yang siuman. Keduanya saling memandang dan mengangguk.


"Cepat bantu aku mengeluarkan semua orang!." Allen berteriak dan menggendong beberapa orang sekaligus.


Simon dan Drakula melakukan hal yang sama meski mereka masih pusing. Budi, Son Hyuk, Ye Mo, Shera, Pedro juga siuman, mereka langsung melakukan tugasnya.


Setelah 20 menit, semua orang berhasil di bawa keluar Pulau Nemo. Allen duduk dan mencoba mengatur napasnya.


"Untungnya tidak ada korban. Sekarang kita tidak bisa latihan tanpa fisik yang kuat." Allen berpikir sambil duduk.


Setelah berpikir cukup lama, dia akhirnya menurut mata dan masuk ke Toko Sistem.


"Aku harus naik ke Tingkat 2 untuk melihat barang bagus lainnya." Allen melangkah melewati 9 tangga dengan mudah. Namun setelah tangga ke 10 dia berhenti bergerak dan muntah darah.


"Sial, ini masih belum cukup."


Tiba-tiba Zahra muncul disebelahnya. "Jadi ini yang kamu sembunyikan, Ayah."


Allen bingung dan bertanya, "Bagaimana kamu bisa masuk?"


"Aku sudah terhubung dengan jiwamu, jadi mudah bagiku masuk ke dalam alam bawah sadar." Zahra membanggakan dirinya, dia tumbuh sangat cepat hingga pemikirannya sangat luar biasa.


"Tekanan mental di ruangan depan memang sangat kuat, dengan kekuatanmu saat ini tidak mungkin memasukinya." Zahra berjalan ke lantai dia dan turun lagi, dia mengulangi itu terus menerus sambil mengejek Allen.


"Sialan, kau mengejekku."


Zahra malah tertawa terbahak-bahak sambil berguling-guling di lantai dua. "Kau sangat lemah sekarang Ayah."

__ADS_1


Anehnya setelah mendapat hinaan seperti itu, Allen tidak marah. Perkataan itu justru memacu semangatnya dan masuk ke lantai 2.


Darah mulai keluar dari mulut, hidung, telinga dan matanya. Allen masih terus bertahan sampai Pemberitahuan Sistem muncul.


[Mental +7.]


"Sialan, kau memang berniat menyiksaku." Allen tersenyum sambil melirik sistem.


Setelah mendapat penambahan poin mental, Allen merasa sedikit lega dan langsung memakan Pil Mental.


[Status : Pemain Allen]


Level : 4


Kekuatan tubuh : 132


Stamina : 123


Konsentrasi : 235


Mental : 150


Wibawa : 71


Aura : 131


Total Kekuatan : 111.390 (kurang akurat)


---- Keterampilan ----


Pemain pengguna sistem dewa, tingkat Maha Dewa.


Mata Dunia, tingkat ?.


Seni Beladiri (Teknik Jiwa), tingkat ?.


Keterampilan Senjata, tingkat rendah.


Kebal Racun, tingkat rendah.


---- Spirit Pendukung ----


Peri Air


Peri Tanah


Peri Api


Peri Angin (Silvy)


Peri Kegelapan (Lembu Suro)


---- Gelar ----


Peramu Racun, meningkatkan efek racun sebanyak 10%.


Pengguna Senjata, meningkatkan akurasi 10%.


---- Bonus ----


Bonus poin bebas : 0


Bonus poin skill : 0


Setelah sampai di lantai dua, Allen langsung mencari Jimat Formasi yang bisa bertahan cukup lama. Matanya tertuju pada Jimat Formasi Langit Dan bumi.


[Formasi Langit dan Bumi

__ADS_1


Membagi energi alam ataupun spiritualnya menjadi 7 lapis.


Harga : 1,2 miliar.]


"Pengantar yang membingungkan." Allen tidak memahami apa yang dimaksud sistem, tapi harga jimat itu tidak masuk akal.


Zahra mendekat dan mengatakan, "Jimat ini sangat misterius. Aku bisa yakin bahwa ini tidak sederhana."


Silvy yang selama ini tidak pernah muncul di toko sistem tiba-tiba ada di samping Allen. "Itu benda yang sangat cocok dengan situasi mu saat ini, Tuan."


"Situasi?" tanya Allen sedikit bingung.


"Bukankah kalian tidak bisa masuk ke Pulau Nemo? dengan adanya formasi ini kamu bisa membagi energi alam di dalam dan luar. Singkatnya kamu bisa membagi energi alam menjadi 7 lapisan." Silvy juga mengatakan sesuatu yang rumit.


Allen yang tidak paham langsung membelinya dan keluar dari alam bawah sadar.


Jimat Formasi Langit dan Bumi dilempar dan sebuah kubah langsung membagi energi alam di sekitarnya.


Lapisan pertama langsung dilahap Pulau Nemo, lapisan kedua mengandung energi alam yang sudah dilemahkan. Sampai akhirnya lapisan ke tujuh hanya ruang biasa.


"Jadi waktu berjalan normal sampai lapisan ke kedua, hanya lapisan pertama yang mengandung percepatan waktu." Allen tersenyum puas.


Budi dan Ye Mo datang mendekat. Mereka juga bingung dengan situasi saat ini.


"Budi, bawa pasukan mu ke lapisan ke tiga. Jika ada satu yang tidak kuat bawa mereka ke lapisan ke empat." Allen memberi perintah.


"Siap, Bos." Budi langsung pergi dan membawa pasukannya ke lapisan ke tiga.


"Ye Mo, ajak Shera dan Pedro masuk ke lapisan kedua. Untuk anak-anak serahkan mereka pada Simon dan Son Hyuk. Kali ini buat terobosan ke tingkat 4." Allen memberi tugas yang sangat berat. Padahal dirinya sendiri belum bisa menembus tingkat 4.


"Baik!."


Shera, Pedro, dan Ye Mo masuk ke lapisan kedua. Mereka duduk dan menyerap energi alam dengan sekuat tenaga.


Simon mendekat. "Bos, apa aku tidak boleh ikut ke dalam?"


"Kau terlalu kuat, tubuhmu tidak bisa menahan penambahan kekuatan mendadak. Untuk saat ini terus latih anggota Raja Surgawi dan rutin makan Pil Penguat Tubuh." Allen memberi dua botol berisi Pil Penguat Tubuh.


"Baik, Bos."


Allen perlahan masuk ke lapisan pertama, dia melihat Zahra duduk di bawah pohon dunia. "Apa semua baik-baik saja?"


"Semua terkendali, aku berhasil mengontrol kekuatan alam dan membaginya dengan baik." Zahra tampak sangat serius.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Allen prihatin.


"Kekuatan Alam yang dilepaskan Pohon Dunia terlalu kuat. Jadi aku harus mengontrolnya sepanjang waktu. Jika tidak akan ada ledakan energi alam dan mengubah seluruh dunia." Zahra tersenyum manis.


Allen menyentuh pipi anaknya itu. "Maafkan aku, aku terlalu lemah untuk memiliki pohon dunia."


"Tidak Ayah, kamu sudah memberiku hari-hari yang menyenangkan." Zahra mulai transparan dan masuk ke dalam Pohon Dunia.


"Terima kasih." Allen merasakan kesedihan yang menyayat hatinya. Pahala baru satu bulan, tapi dia kehilangan sosok yang penting untuknya.


Allen duduk dan menyerap energi alam di lapisan pertama, waktu disini dua kali lebih cepat dibanding dunia luar. Namun energi mental akan terus dikonsumsi.


Kekuatan Allen terus bertambah, meskipun dia tidak mengerjakan tugas harian. Setelah membuka mata Allen baru sadar telah satu tahun di lapisan pertama.


"Aneh, kenapa hukum sistem tidak berlaku disini?" tanya Allen dengan ekspresi serius.


[Anda berada di ruang yang berbeda, sistem tidak boleh ikut campur urusan Pohon Dunia.]


"Jadi sistem punya batasan ruang?" tanya Allen dengan suara pelan.


[Benar, sistem hanya bisa menjangkau ruang di bumi. Jadi hati-hati ketika di ruang lain, sistem tidak bisa membantu terlalu banyak.]


Allen masuk alam bawah sadar dan mendapati Toko Sistem tidak bisa di akses. "Apa yang terjadi?" katanya kebingungan.

__ADS_1


Untuk memastikan dirinya benar, Allen keluar dan masuk lagi. Namun hasilnya tetap sama.


__ADS_2