Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Menata Ulang


__ADS_3

500 orang bala bantuan telah dieksekusi tanpa meninggalkan jejak. Pedro dan lainnya bersembunyi lagi sambil memulihkan stamina.


Disisi lain Shera tidak mendapat mangsa sama sekali, sepanjang hari dia hanya bersembunyi dan menunggu musuh datang.


Budi terus mengamuk di medan perang, sampai semua anggota kelompoknya mencapai batas.


"Mundur!" teriak Budi memberi perintah.


Ye Mo dan pasukannya mengambil alih, ratusan panah melesat menghentikan langkah kaki musuh. Divisi Telapak langsung menyimpan busur panah dan berlari ke arah pertahanan musuh.


Sebagai ketua, Ye Mo melompat memberikan contoh. Teknik telapak tangan diperlihatkan.


Telapak tangan berwarna kuning menghantam tanah dan menggetarkan bumi. "Serang!" seru Ye Mo memberi perintah pasukannya.


Ratusan telapak tangan menghancurkan semua yang dilaluinya. Bahkan dinding pertahanan luluh lantah rata dengan tanah.


Semangat juang pasukan musuh turun, Ye Mo melihatnya dan memanfaatkan situasi untuk melancarkan serangan lanjutan.


"Mundur!" seru Jendral Perang pasukan musuh.


Long Jin yang diharapkan akan menjadi sosok penghenti pasukan musuh justru lari paling awal. Jendral Perang yang menjaga perbatasan berlari tanpa memperdulikan pasukannya.


Allen memberi perintah, "Jangan bunuh mereka yang tidak melawan. Ikat dan bawa ke tempat lapang."


Perintah diterima, Budi dan pasukannya bertugas mengikat mereka yang menyerah. Shera dan Pedro menghabisi mereka yang melawan.


Tidak ada satupun pasukan Allen yang tumbang. Bahkan mereka tampak sangat bugar karena Pil Kebugaran.


Allen memberi perintah untuk mengamankan seluruh wilayah. Karena mereka belum mencapai tujuan, Allen ingin semua orang bugar kapanpun perang lanjutan dimulai.


Allen dan Tiwi mendekati gedung Perusahan Allen di dekat alun-alun. Mereka melihatnya dengan tatapan sedih, gedung itu menjadi saksi bisu kekejaman pengkhianatan.


"Hyung, bolehkah aku disini saja?" tanya Tiwi dengan kaki gemetar. Bukan takut, tapi kesal karena dia sangat lemah saat itu.


"Tidak boleh, kamu harus mengatasi rasa takut itu. Salah satu dinding besar yang akan menghalangimu adalah rasa bersalah itu." Allen melangkah masuk.


Tiwi memantapkan dirinya dan mulai melangkah maju mengikuti Allen. Matanya gemetar ketika melihat ruang tengah yang menjadi saksi pembunuhan masal karyawan tidak bersalah.


"Jangan terbawa perasaan, hadapi dan simpan dendam itu dalam-dalam. Tugas kita sekarang adalah mencari petunjuk." Allen memimpin jalan menuju ruangan Direktur paling atas.


Setelah sampai di ruangan direktur, Allen mencoba mencari dokumen-dokumen penting. Namun semuanya telah dimusnahkan.


Allen melihat ada lambang di atas pintu keluar. "Jadi kalian ikut campur, Keluarga Baruch aku pastikan akan segera hancur!."


Tiwi semakin ketakutan ketika merasakan hawa membunuh Allen keluar. "Hyung, aku tidak bisa bernapas," katanya pelan.


Mendengar rintihan Tiwi, Allen segera sadar dan menarik hawa membunuhnya. "Maaf, aku juga masih bocah sepertimu. Pengendalian emosiku tidak lebih baik darimu."


"Iya, Hyung." Tiwi menyetujuinya.


"Sekarang musuhnya sangat jelas, Aliansi Raja Surgawi telah dikendalikan Keluarga Baruch. Untuk sekarang amankan orang-orang dan coba rekrut para anggota baru." Allen memberi perintah pada semua anggota melalui telepati.

__ADS_1


Setelah telepati dikirim, Keluarga Son secara resmi keluar dari Aliansi Raja Surgawi dan bergabung dengan Allen. Son Hyung yang ditekan terus-menerus akhirnya bisa bernapas lega.


Allen sedikit kecewa dengan Harjo Susanto dan Jamie Oliver. Mereka tidak keluar tapi malah memberikan modal besar untuk perkembangan Aliansi.


Secara resmi Allen mendirikan perserikatan baru. Namanya masih sama Raja Surgawi, dia ingin memprovokasi Risma yang memimpin pemberontakan.


Perserikatan Raja Surgawi telah didirikan, Budi akan menjadi Ketua Perserikatan. Allen, Simon, dan Son Hyuk akan menjadi Tetua Perserikatan.


Pengumuman pendirian Perserikatan telah didengar oleh seluruh dunia. Teknologi informasi telah berkembang, meskipun perang terjadi di seluruh dunia, kecepatan perkembangan teknologi masih sama seperti masa lalu.


Allen membuka komputernya dan membeli beberapa Bitcoin yang tersisa di pasar. Dia harus membelinya karena Koin Emas di toko sistem telah habis.


"Jery, kemana arah Bitcoin setelah ini?" tanya Allen dengan ekspresi serius.


Jery dengan santainya berkata, "Tidak ada masa depan. Bank dunia saja sudah menyatakan bahwa mata uang Bitcoin akan segera jatuh setelah pendirinya muncul."


Allen tersenyum manis. "Bagaimana jika pendirinya sudah tiada. Satoshi sebenarnya telah dieksekusi mati oleh pemerintah di sebuah kota. Makanya mata uang Bitcoin tidak akan pernah runtuh."


Allen mengarang cerita untuk meyakinkan Jery tentang pengetahuannya.


"Aku ikut denganmu, Bos. Jangan tanyakan sesuatu yang sulit." Jery membeli Bitcoin dengan dompet virtualnya kemudian dikirim ke Allen.


Tidak lama setelah itu, di akhir tahun 2012 Bitcoin mulai menampakkan dirinya. Berbagai koin telah diproduksi dengan acuan Bitcoin.


Setelah pertengahan bulan desember, Allen mendatangi Jery kembali. "Apa sekarang kau percaya?" tanyanya.


"Kau, apa kau dewa. Kita beli di harga 50 ribuan, lihatlah sekarang! Pasar menawarkan harga 5 juta!" kata Jery dengan ekspresi senang.


"Tidak perlu buru-buru, lepas beberapa koin saja. Kemudian permainkan harganya dengan jumlah yang kita miliki, pastikan semuanya terkendali." Allen memberi perintah jelas.


Allen sendiri keluar dan menghirup angin segar. Serangan balik ternyata tidak dilakukan pihak musuh, hal itu mengejutkan dunia.


Risma yang terkenal serakah tidak mau memulai perang dengan Perserikatan Raja Surgawi.


Perserikatan Raja Surgawi mulai berkembang, sekarang mereka bisa dibilang cukup besar. Anggota tetap saat ini mencapai 3 ribu orang.


1200an anggota inti, 700 anggota dalam, dan 1100 anggota luar. Mereka dipisahkan menjadi tiga kelompok karena alasan tertentu, Allen tidak ingin ada pengkhianat lainnya.


Mereka yang telah menjadi Anggota Dalam harus mengucap sumpah darah dan berhak masuk ke Gua Misterius. Sedangkan Anggota Luar harus membuat dirinya layak untuk menjadi anggota dalam.


Dengan penambahan yang signifikan ini, Allen optimis tahun depan dia bisa menyerang Aliansi Raja Surgawi milik Risma.


Suara helikopter terdengar dan mendarat di alun-alun kota yang sekarang menjadi lapangan biasa.


Clarissa turun dengan rambut yang terurai dan berkibar. Tangannya yang putih halus menyikap rambutnya dan segera melambaikannya ke arah Allen. "Hei, Allen apa kabar?" tanyanya dengan perasaan bahagia.


Meskipun dunia berubah, Clarissa masih menjadi keluarga kaya raya. Melihat dari aura yang dia pancaran, Allen bisa menebak bahwa Ayah Clarissa menggunakan segala cara untuk membangkitkan anaknya.


[Clarissa


Umur : 29 tahun

__ADS_1


Elemen : Besi


Total Kekuatan : 37.239.]


"Aku baik, bagaimana denganmu?" tanya Allen dengan suara pelan.


"Baik. Setelah mendengar kamu masih hidup aku langsung terbang kesini. Maaf waktu krisis kemarin aku tidak bisa membantu." Clarissa menunduk menyesal.


Clarissa dan keluarga tidak berhak ikut campur dalam urusan pejuang beladiri. Jika mereka memaksa ikut, Keluarga Baruch tidak segan-segan menghancurkan Bank di seluruh dunia.


"Ya aku tau posisimu. Ayo duduk dulu, kita lama tidak ketemu." Allen memberikan tempat duduk di depan Gedung Perusahaan Allen.


Mereka berbincang cukup lama, sampai akhirnya Clarissa pamit pulang.


"Oh, iya aku lupa. Ayah ingin kamu datang di perta akhir tahun, jangan lupa bawa pengawal." Clarissa cepat-cepat pergi tanpa mendengar jawaban Allen.


Pesta Akhir Tahun, diadakan hanya khusus untuk mereka miliarder di seluruh dunia. Clarissa dan Keluarga berinisiatif untuk mengundang semuanya pada akhir tahun.


Siapa yang menyangka ternyata Allen juga diundang ke Perta Akhir Tahun keluarga Black Rock.


Tiwi sedang berlatih di Pulau Nemo, tidak mungkin membawanya. Chris, Petrik, Thomas, dan Wilson sibuk menguasai teknik rahasia. Jadi Allen hanya bisa membawa Simon untuk Pesta Akhir Tahun Black Rock.


[Simon Muller


Umur : 1123


Elemen : Tanah


Total Kekuatan : 318.521.]


Sebentar lagi dia bisa menerobos Pejuang tingkat 8. Namun dia gagal berkali-kali untuk menerobosnya.


"Simon kesampingkan dulu kultivasimu, sekarang ayo ikut aku mencari bahan-bahan herbal di Pulau Nemo." Allen menggunakan telepati untuk memanggil Simon.


Tanpa bertanya lebih banyak, Simon mengikuti langkah kaki tuannya sampai ke Pulau Nemo.


"Sekarang hutan ini seperti hutan." Allen tidak bisa mengerti mengapa para tumbuhan dan Rumput Spiritual ini berkembang sangat cepat.


"Ini semua karena peran Pohon Dunia, Tuan."


Allen mengangguk. "Benar, energi murni yang dia pancaran membantu pertumbuhan tumbuhan-tumbuhan kecil."


Setelah memetik beberapa bunga Salvia dan Tumbuhan Ivy, Allen langsung meramu pil kebugaran dengannya.


Mereka berdua hanya menghabiskan dua jam untuk menghasilkan 2 ribu pil kebugaran tingkat rendah.


"Ye Mo, bagikan semua pil kebugaran ini pada murid luar. Mereka harus memahami dasaran beladiri secepatnya." Allen menggunakan telepati untuk menghubungi Ye Mo.


Setelah menunggu beberapa menit, Ye Mo datang dan memberi hormat. "Baik, Tuan."


Semua Pil Kebugaran dimasukkan kedalam Cincin Penyimpanan, Ye Mo langsung melesat ke sekitar Perusahaan Allen dan memberikan pil.

__ADS_1


"Simon, apa kamu tahu tempat menemukan tumbuhan-tumbuhan Spiritual lainnya?" tanya Allen melirik ke arah Simon dan bermeditasi sambil berdiri.


"Lelang adalah tempat yang paling mudah menemukan tumbuhan-tumbuhan unik." Simon memberi saran.


__ADS_2