Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Jamuan


__ADS_3

Allen tetap tenang di bawah tatapan penguasa dunia saat ini. "Selamat malam, sebuah kehormatan bisa bertemu dengan anda semua."


Bukanya mendapat sambutan, semua orang dari kalangan atas memalingkan wajahnya. Mereka langsung berkumpul membantuk 4 blok.


Keluarga Morgan punya 7 keluarga besar yang mendukungnya. Keluarga Windsor punya 11 keluarga yang mendukungnya. Sedangkan Keluarga Baruch hanya 3 keluarga saja.


Anehnya mereka tidak ada yang berani mendekati Ayah Clarissa. Sampai sekarang tidak ada yang tahu nama aslinya, tapi Allen sedikitpun berbeda.


[Keith Anderson


Umur : 2147 tahun.


Elemen : Tidak Terdeteksi.


Total Kekuatan : ???


Peringatan, orang didepan anda telah menyembunyikan identitasnya. Jangan menyebutkan nama aslinya atau hidup anda akan berakhir.]


Setelah berhasil menguasai Prinsip Jiwa tingkat 4, Allen bisa berkomunikasi dengan Sistem lebih intens. Namun siapa yang menyangka sosok Ayah Clarissa ternyata orang yang sangat misterius.


Menilik dari nama belakang Clarissa, Hardiman. Artinya Ayah Clarissa sedikit berbahaya karena menyembunyikan fakta ini.


Keith Anderson mendekati Allen dan menepuk pundaknya. "Anak muda, terakhir kali aku melihatmu kau sangat culun. Sekarang lihatlah, kau tampan dan berwibawa."


Allen sedikit melirik ke arah Clarissa, kemudian menjawab pernyataan Ayah Clarissa. "Tuan terlalu memuji. Kala itu aku sedang sedih karena ada beberapa lalat yang menggangu."


"Aku menyukaimu, Anak Muda. Mulai sekarang panggil aku Paman Diman." Tawa Keith Anderson membuat semua orang tercengang.


"Tuan Sulaiman, bukankah terlalu dini mengundang bocah ini kesini?" tanya Reza yang tampak sangat marah.


Keith Anderson tersenyum manis, dia memang menyembunyikan identitasnya dan menyebut dirinya Sulaiman Hardiman. "Tidak, apa kamu punya prestasi sepertinya? Dia berhasil berkembang sejauh ini hanya dalam 4 tahun. Jika kita memberinya 10 tahun lagi, pasti prestasimu hanya omong kosong."


Perkataan Sulaiman Hardiman sangat menyayat hati. Namun tidak ada yang membantahnya, mereka semua mengerti apa yang dimaksud Sulaiman. Semua orang harus menghancurkan Allen sebelum 10 tahun.


Reza, David, dan William tampak memandanginya dengan tatapan permusuhan. Khususnya William yang sangat marah karena dia sebelumnya adalah atasannya.


"Anda terlalu memuji, Tuan. Prestasiku hanya selembar kertas yang tidak bisa dibandingkan dengan Reza. Dia sudah berhasil menjadi perwira di umurnya yang sangat muda." Allen sedikit menyinggung posisi Reza yang tidak wajar.


Kelapa Keluarga Morgan tersenyum tipis dan menghentikan Reza yang marah. "Sekarang aku mengerti mengapa kau pantas ada disini," katanya dengan senyum yang mengerikan.


Kepala Keluarga Morgan adalah John, dia bisa dengan mudah menghancurkan sebuah perusahaan dengan wewenangnya.


"John, jangan terburu-buru. Bocah ini berkenalan denganku kapan hari. Jadi biarkan aku menyapanya dulu." Kepala Keluarga Baruch mendatangi Allen dan mengulurkan tangannya.


"Tuan Bernard sungguh sopan. Terakhir kali sambutan anda sangat membekas di hatiku." Allen menerima jabat tangannya dan tersenyum.


[John Morgan


Usia : 120 tahun.


Elemen : Tidak Terdeteksi


Total Kekuatan : 210.423 (Tidak akurat).


Peringatan orang ini punya ribuan rahasia, dia adalah reinkarnasi dari seorang Kaisar.]


[Bernard Baruch


Umur : 230 tahun.


Elemen : Tidak Terdeteksi.

__ADS_1


Total Kekuatan : 257.128 (Tidak Akurat).


Hati-hati dengan tangan kanannya, dia bisa mengubahnya menjadi senjata mematikan.]


Anehnya sistem tidak bisa mendeteksi semua informasi dari Keluarga Windsor. Semua orang tampak hitam, bahkan William juga hitam padahal awalnya dia bisa melihatnya.


Allen hanya tersenyum kearah William yang pernah dekat dengannya.


"Sekarang kau pandai bicara, Allen." William menyapanya dengan senyum tipis dan tatapan tenang.


Sekarang Allen bisa melihat bukan David atau Reza musuh paling merepotkan, tapi William yang bisa menyembunyikan perasaannya.


"Semua ini berkat bimbingan mu. Aku tidak akan sampai sejauh ini tanpa bimbingan perusahan mu." Allen menjawabnya dengan santai.


Kepala Keluarga Windsor terus memandangi Allen hingga dia mengerutkan keningnya.


"Untuk sekarang jangan cari gara-gara dengannya. Aku tidak bisa melihat masa depannya, bahkan aku tidak bisa mengukur batas kekuatannya." Kepala Keluarga Windsor mengirim telepati pada semua anggota keluarga.


Kemudian dua orang di belakang membisikkan informasi ke keluarga yang mendukungnya.


"Baiklah, kalian semua nikmati pestanya. Aku akan pergi dulu, ibu Clarissa sangat protektif. Padahal aku masih muda dan penuh tenaga." Sulaiman Hardiman menunjukkan otot tangannya.


Clarissa dengan cepat menarik tangan ayahnya ke bawah. "Ayah jangan membuatku malu, mereka tamu-tamu terhormat," katanya sambil melirik Allen yang sangat tampan.


"Ya, ya aku pergi."


Semua orang bubar kecuali Keluarga Windsor. Kepala Keluarga Windsor mengatakan sesuatu yang mengejutkan.


"Buat persahabatan dengannya, kita harus tahu darimana dia mendapat dukungan dari Topeng Misterius. Kita bisa menendangnya setelah mengetahui semuanya." Kepala Keluarga menyatakannya dengan ekspresi serius.


William dan semua kepala keluarga yang mendukungnya langsung mengangguk setuju. Mereka tidak tahu Allen punya indra pendengaran yang melebih manusia normal.


Karena tidak punya keluarga pendukung, Allen berjalan ke Lantai 27 tempat Pelelangan diselenggarakan.


Allen duduk di kursi biasa, dia bertemu beberapa rekan yang ada di lantai 1. Wajahnya sangat bahagia dan mencoba membuat koneksi dengan mereka semua.


"Hadirin yang terhormat terima kasih telah datang dan memeriahkan Lelang Kecil kita. Tak kenal maka tak sayang, perkenalan saya Cristian yang akan memandu jalannya pelelangan."


Pembawa acara memberikan sambutan kemudian langsung mengeluarkan barang pertama.


"Aku yakin mereka yang memupuk teknik beladiri mengetahui ini. Buku ini berisi Teknik Pernapasan yang bisa membantu kalian naik tingkat." Pembawa acara mengatakannya dengan intonasi yang menarik.


Sebelum menyebutkan harganya, banyak orang sudah mengangkat papan nomor mereka.


"Sepertinya semua orang sangat bersemangat. Dengarkan dulu harganya," kata Cristian sambil mengangkat dua tangannya. "Harga awalnya adalah 2 Miliar!" lanjutnya dengan senyum lebar.


Setelah mendengar harganya, sebagian besar orang menurunkan papannya. Namun harganya terus bertambah hingga mencapai 15 Miliar.


"Aku lupa mengatakannya, seseorang berhasil mencapai Pejuang Tingkat 7 hanya dengan teknik pernapasan ini." Pembawa Acara menambahkan bahan bakar.


Allen dengan cepat langsung menggunakan Mata Dunia memeriksa Teknik Pernapasan.


[Teknik Ulat Sutra Malam


Kualitas : Sampah.]


Setelah melihatnya Allen menghela napas, dia tidak boleh serakah dan meragukan Prinsip Jiwa. "Sepertinya aku terlalu berharap tinggi."


"Allen kenapa kamu tidak menawar, bukannya itu cocok denganmu yang sangat tampan." Seorang Pengusaha memuji Allen.


"Aku tidak membutuhkannya, saat ini fokus utamaku adalah bisnis." Allen mencoba mengarang cerita.

__ADS_1


Orang di sebelahnya berkata pelan, "Harganya terlalu mahal, aku bisa membelinya tapi Ayah pasti marah."


Harga terus melambung hingga tak terkendali. Sampai akhirnya pemenangnya mendapatkan Teknik Pernapasan dengan harga 102 Miliar.


"Selamat datang Tuan-tuan dari Keluarga Morgan. Silahkan nikmati pertunjukannya." Pembawa Acara menyambut Reza dan keluarganya.


Semua mata langsung tertuju pada Reza dan keluarganya. Namun Allen berbeda, dia melihat barang yang menarik minatnya.


"Sistem apa maksudnya Mahkota Raja?" tanya Allen dalam pikirannya.


[Aku tidak tahu, semua informasi tentang benda itu telah hilang.]


Silvy membisikkan suara melalui telepati. "Mahkota Raja punya kegunaan seperti Tubuh Ilahi Raja Perang, jika kamu berhasil menyatukan 3 artefak itu kamu tidak mudah mati."


"Tiga Artefak?"


"Tubuh, Jubah, dan Mahkota."


Allen menjadi sangat bersemangat. Dia gemetar dan menggenggam papan nomor miliknya.


"Baiklah sekarang mari lanjutkan pelelangan. Mahkota ini ditemukan dalam reruntuhan kuno, meskipun tidak punya efek khusus Mahkota ini bisa melambangkan status kalian."


Semua orang saling memandang dan segera menatap tajam ke arah Mahkota berkarat di atas meja lelang.


"Harga awal yang kami tawarkan sangat terjangkau, mari mulai dengan 20 Miliar." Pembawa Acara dengan penuh semangat mengatakan harganya.


Allen tidak percaya harganya sangat mahal, dia bisa membelinya tapi uangnya terbatas. "20 Miliar," katanya sambil mengangkat papan nomornya.


Reza yang melihat Allen menawar barang tersenyum. "30 Miliar," katanya mengangkat tangannya.


Allen tidak punya banyak uang, dia mengeratkan giginya. "31 Miliar."


"40 Miliar."


"41 Miliar."


"100 Miliar."


Allen tersentak dan menatap tajam ke arah Reza. "Bajingan itu sengaja menaikkan harganya," gumamnya pelan.


Saat ini Allen hanya membawa 50 Miliar, bahkan jika menjual asetnya tidak mungkin menyentuh 100 Miliar saat ini.


Jalan satu-satunya adalah menawarkan barang dan manipulasi harganya. "Aku punya Pil, ini adalah peninggalan keluarga. Pil Kebugaran bisa digunakan untuk menyembuhkan luka seseorang, bahkan bisa menghancurkan racun."


Semua pandangan langsung mengarah padanya, Allen melanjutkan. "Harga satu pil ini 150 Miliar, siapa yang ingin membelinya?"


Pembawa acara menyela, "Tuan, tolong tidak menjual barang pribadi di pelelangan."


Seorang pria tua yang tampak akan segera meninggal mengangkat tangannya. "Aku akan membelinya," katanya.


Allen melihat orang itu, dia segera mengenalinya. Pria itu adalah Gong Yu yang menjadi Kepala Keluarga Gong.


"Kita bertemu lagi, Allen. Berikan barangnya dan gunakan ini untuk menawar barang itu." Gong Yu memberikan Kartu Emas.


Allen memberikan pil yang masih ada di dalam botol, dia menukarnya dengan Kartu Emas.


Gong Yu langsung membukanya dan cahaya kuning keluar dari dalam botol. Tanpa menunggu lama dia menelan pil.


Tubuhnya yang kusut tiba-tiba berubah menjadi lebih bugar dan racun di dalam tubuhnya hancur.


Semua orang tercengang dan menyesal tidak membeli pil itu. Bahkan John Morgan menyesal tidak membelinya.

__ADS_1


__ADS_2