
Setelah beberapa kali mencoba segala cara Allen mulai putus asa. Kemudian suara lembut Silvy masuk ke dalam pikirannya.
"Gunakan darahmu dan mulai lakikan Pengikatan Jiwa."
Allen tidak pernah meragukan nasehat Silvy, dia langsung meneteskan darah dari ujung jari telunjuknya. Kemudian mengedarkan mengeluarkan tangan bayangan untuk memegang Mahkota Raja.
Setelah diangkat sedada, Energi Jiwa mulai keluar dari dadanya. Allen meringis kesakitan, sampai energinya itu menyentuh Mahkota Raja.
Mahkota yang awalnya berkarat tiba-tiba bersinar terang berwarna emas. Tanpa diperintah Mahkota itu langsung terbang dan terpasang di lengan kanannya.
Allen bingung dan mencoba mengendalikan. Namun usahanya sia-sia, Mahkota Raja memang hanya bisa dipasang di lengan.
Setelah beberapa saat ledakan energi terkirim ke seluruh dunia, dan memberi isyarat pembuat kekacauan akan segera datang.
"Aku tidak merasakan apa-apa?" tanya Allen kebingungan.
[... Sistem Eror, Pemain sudah melampaui pengetahuan. Sistem Pertama akan meledakkan dirinya.]
"Hei apa yang kau lakukan?" teriak Allen bingung.
[Maafkan aku, Tuan Allen. Tidak ada informasi tentang Mahkota Raja dan lainnya. Semoga anda bersenang-senang.]
Allen tambah bingung, bahkan Sistem dengan tingkatan Dewa tidak bisa mengidentifikasi Mahkota Raja.
"Kita tidak bisa tinggal lebih lama, ledakan aura tadi pasti memanding banyak ahli. Ayo pergi." Allen berdiri dan memimpin kelompoknya pulang langsung.
Drakula membiarkan gua buatannya, dia harus mengikuti Allen. Setelah beberapa saat, benar saja ada 3 Pejuang Tingkat 7 datang ke tempatnya.
"Untung kita menghindarinya." Tiga Pejuang Beladiri setara dengan Simon yang hampir menerobos tingkat 8.
William dan dua pengawalnya terdiam di kursinya. "Bagaimana mungkin tanda jejak yang aku tempelan hilang?" tanyanya dengan ekspresi marah.
"Jimat itu tidak mungkin dihapuskan jika tidak ada yang menolongnya. Mungkin saja dia Topeng Misterius." Pengawal menjawabnya dengan suara sedikit ketakutan.
"Masuk akal, ayo sekarang cari tempat terakhirnya." William berdiri dan berniat menuju tempat kejadian. Namun dihentikan pengawalnya.
"Tuan Muda, kita tidak boleh kesana. Aku mendapat informasi bahwa tempat itu gua misterius. Ditambah lagi ada 2 Pejuang Tingkat 8 disana." Pengawal memberikan informasi dengan suara santun.
William terkejut dan duduk kembali, meskipun berkuasa di seluruh dunia keluarganya hanya punya 1 Pejuang Tingkat 8. Tapi saat ini ada dua yang muncul di dekat Allen.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya William yang masih belum mengerti. Meskipun dia seorang Pejuang Tingkat 7, kemampuan deteksinya masih kurang.
Pengawalnya menjawab, "Sepertinya Mahkota yang kita berikan berhasil dimanfaatkan. Allen bukan bocah sembarang, dia tahu cara memancing orang-orang kuat."
__ADS_1
Perkataan Pengawalnya itu membuat William sadar, sekarang dia akan memandang Allen sedikit berbeda.
Allen sendiri berlari sekuat tenaga demi menghindari masalah yang tidak perlu. Setelah cukup jauh, dia menghela napas lega.
"Untungnya orang tua itu tidak merasakan kita." Yang Allen maksud adalah Pejuang Tingkat 8 yang hadir. Ledakan energi tadi membuat posisinya terekspos.
"Hyung, ada apa sebenarnya?" tanya Tiwi kebingungan. Dia tidak pernah berlari secepat ini sebelumnya.
Drakula menyahut, "Ada monster tua yang datang. Jika kita masih disana, pasti hanya masalah yang menanti kita."
"Monster Tua?"
"Pejuang Tingkat 8, mereka sangat kuat. Meskipun umurnya dibawah ku para bocah itu menemukan keberuntungannya." Simon menjelaskan situasinya.
Tiwi baru saja menembus Prinsip Jiwa tingkat 4, itupun masih belum stabil. Jadi dia tidak bisa merasakan kehadiran monster tua itu.
"Sekarang ayo buat tempat istirahat." Allen masuk ke Toko Sistem dan mencari beberapa barang berguna.
Koin Emasnya semakin menipis, saat ini pembelian Bitcoin sangat susah dan tidak menguntungkan. Allen harus berpikir dua kali sebelum membelinya.
Jimat kuning dilempar ke langit, sebuah kubah muncul dan menutupi kehadiran mereka. Allen menempelkan kedua telapak tangannya di depan dada, tanah yang datar mulai bergerak keatas dan membentuk sebuah gua.
"Untuk sementara kalian masuk ke Ruang Pelatihan. Aku tidak yakin para pejuang itu menyerah." Allen mengibaskan lengannya dan tiga rekannya langsung masuk ke Ruang Pelatihan.
Allen mengubur dirinya di bawah tanah, dia kemudian masuk ke Ruang Pelatihan. Tidak mau meninggalkan jejak mencolok, Allen mengubur Kotak Ruang Penyimpanan hingga sedalam 1 kilometer.
Simon sebagai perwakilan maju. "Aku juga penasaran, sekuat apa barang itu hingga menarik para Monster Tua."
Allen mencoba menggerakkan kakinya, tapi tubuhnya terasa sangat berat. "Apa yang terjadi?" tanyanya kebingungan.
Simon mengerutkan keningnya, dia tidak tahu mengapa Allen menjadi sangat lambat. Tanpa belas kasih, Simon melayangkan pukulannya ke perut lawan.
Allen dikirim terbang hingga puluhan meter, rasa sakitnya masih terasa tapi bekas lukanya tidak ada. Bahkan organ dalamnya bisa sembuh dengan sangat cepat.
"Regenerasi, apa kemampuan Mahkota Raja membantu regenerasi?" ucap Allen dengan penuh semangat.
Kombinasi Tubuh Kuat dan Regenerasi Cepat membuat Allen tidak mudah mati.
Simon bingung, dia yakin sudah menggunakan 60% kekuatannya. Tapi Allen masih berdiri tegap tanpa terluka sedikitpun.
"Pukul aku lebih keras, lebih sering lebih baik. Aku ingin menguji batasnya." Allen menantang Simon bertarung hingga salah satu tumbang.
Pukulan Simon dikerahkan dengan 80% kekuatan. Allen tidak tinggal diam, dia mencoba mengadu kekuatan pukulannya.
__ADS_1
"Bam!!!"
Ledakan terjadi dan tangan Allen patah, dia juga dikirim terbang puluhan meter. Allen melihat tangannya yang patah dan senyumnya mulai muncul.
Perlahan tulang-tulangnya menyambung dan lukanya sembuh. Kecepatannya sungguh tidak masuk akal, hanya dua detik tangan patah bisa sembuh.
"Ini gila, bukankah aku jadi tidak terkalahkan!." Allen berdiri dan berlari ke arah lawan.
Pukulan demi pukulan dia terima, Simon juga tidak menahan kekuatannya. Setelah beberapa saat regenerasi tubuhnya semakin melambat, tapi Simon tidak bisa mengendalikan dirinya karena Staminanya sudah terkuras.
Allen tidak tahu pemberitahuan sistem terus muncul ketika dirinya terluka dan sembuh.
[Kekuatan Tubuh +24
Stamina +17
Konsentrasi +12
Aura +9
Mental +3.]
"Sudah berapa lama kita bertarung?" tanya Allen yang tidak sadar waktu.
"8 Hari, aku memukulimu selama 8 hari dan tidak tumbang. Apa kau tembok besar cina!" jawab Simon yang tampak sedikit kesal.
"Baiklah, ayo keluar. Dimana Tiwi dan Drakula?" tanya Allen yang tidak melihat dua orang rekannya.
"Mereka berlatih teknik beladiri," jawab Simon sambil berdiri.
Tiwi fokus menggunakan pedang pendek, dia membuat gerakannya sendiri. Drakula mengendalikan teknik Mana dan menciptakan beberapa Formasi sekaligus.
Tanpa sadar Allen mempelajari teknik Drakula yang membuat 3 Formasi. Kedua tangannya mengikuti panduan yang ada di kepalanya, kemudian dia membuat simbol melayang dan terbentuk 3 Formasi sederhana.
"Ternyata bisa dibuat seperti ini. Sudah aku duga, pembuatan Formasi memang sangat luas." Allen dengan santainya mengatakan itu.
Drakula segera berlari ke arah Allen dan menarik kerahnya. "Ajari aku, Bos!" katanya sambil mengeratkan giginya.
Allen hanya bisa tersenyum kecut. "Ya, ya aku akan mengajarimu."
Simon di belakang memegang dadanya, bukan karena luka tapi jantungnya hampir copot ketika Drakula menarik kerah tuannya.
Drakula dan Allen berlatih membuat 3 formasi. Mereka menikmati proses yang ternyata memakan waktu.
__ADS_1
Tidak berasa 15 hari telah berlalu di Ruang Pelatihan. Allen dan semua orang keluar dan mendapati bahwa Formasi dan gua yang dibuat telah hancur berantakan.
Allen mengangguk dan langsung berlari, tiga rekannya mengikuti dari belakang. 23 hari di Ruang Pelatihan sama dengan 12 hari di dunia nyata. Allen menemukan fakta baru, kecepatan waktu di Ruang Pelatihan sama dengan Kecepatan di Pulau Nemo.