Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Meneruskan Pejalanan


__ADS_3

Tiga bulan berlalu, Allen berhasil mencairkan Es Abadi hingga 99%. Hari ini adalah akhir dari segalanya, ia tidak sabar melihat penampakan Tungku Emas dan Pecahan Jiwa Peri Api.


Dengan penuh konsentrasi, Allen mengedarkan energi jiwa ke seluruh tubuhnya. Efek Tubuh Raja dan Mahkota Raja juga didorong hingga titik maksimal.


"Ayo, Maju!" teriak Allen dengan penuh semangat.


Monster Bayangan menyerap energi es dengan lahapnya, setelah sekian lama Tubuh Allen tidak membuku sama sekali. Dia masih tersenyum dan menghabiskan kekuatan mental.


Tungku Emas bercahaya, silau cahayanya membuat Pedro dan Shera harus menjauh. Gandring yang kebetulan ada diluar langsung masuk dan menutup pintu rapat-rapat.


Tungku Emas berdengung keras, Allen menggunakan Mata Dunia untuk menghilangkan silau nya.


[Tungku Emas


Kualitas : S+


Digunakan untuk membuat Pil dan Penempaan Senjata.]


Pengantar sistem sangat singkat, Allen menyentuhnya dia sangat ingin memilikinya tapi terbentur perjanjian.


Senyum muncul di wajahnya, kemudian menunggu cahaya meredup. "Gandring, kenapa masih disitu. Ini barangnya, ambillah."


Gandring berlari dengan sekuat tenaga dan memeluk Tungku Emas. Dia menggunakan energinya untuk mengikat tungku tersebut. Namun Energinya ditolak, Gandring dikirim terbang hingga puluhan meter. Tubuhnya membentur dinding dan seteguk darah segar keluar dari mulut.


"Apa aku tidak cocok, guru bukankah ini yang kau ajarkan." Gandring membuka catatan yang ditinggalkan gurunya.


Tak sengaja Allen melirik serta menggunakan Mata Dunia.


[Pecahan Tubuh Raja Perang


Bagian ke 4 dari tubuh raja perang, harap berhati-hati dalam menguasainya karena bisa membuat penggunaannya kelainan jiwa.]


"Bagian ke 4?" ucap Allen pelan.


Lembu Suro dan Silvy sama-sama mengatakan, "Tidak salah lagi, itu Bagian Ke 4!."


Menurut pengetahuannya, Buku Panduan Tubuh Ilahi Raja Pedang terbagi 10 bagian, Sistem hanya menyediakan 1 sampai 3. Siapa yang menyangka bagian ke empat akan muncul di depannya.


"Gandring, bolehkah aku melihat bukunya." Allen mencoba memanfaatkan situasi yang mendesak ini.


Gandring segera menyodorkan bukunya. "Tolong berikan aku petunjuk," katanya memohon sambil membungkuk.


Allen membuka matanya lebar-lebar dan menggunakan Mata Dunia. Tubuhnya perlahan bersinar, senyum mulai muncul di bibirnya.


"Ding..." suara nyaring Pemberitahuan Sistem terdengar menyenangkan.


[Tubuh Raja Perang Bagian Keempat telah terdeteksi, menukarnya dengan Buku Bagian Kedua.]


Allen tidak tahu kenapa harus di tukar, tapi dia akan melakukannya sesuai dengan perintah Sistem.

__ADS_1


Tubuhnya bersinar kuning, Allen mencoba memberikan pemahaman pada Gandring. Namun tepat sebelum jarinya menyentuh dahi Gandring, dia pingsan karena kehabisan Kekuatan Mental.


"Tuan Muda."


Untungnya Tubuh Ilahi Raja Pedang langsung aktif dan menyembuhkan kekuatan Mental. Kecepatan regenerasinya tidak masuk akal, hanya butuh 2 menit untuk mengisi penuh Kekuatan Mentalnya.


"Ini..." gumam Allen kebingungan.


Allen mencoba bangkit dan ingin memberikan pemahamannya pada Gandring. Namun niat baiknya ditolak.


"Sepertinya aku memang tidak ditakdirkan untuk memiliki Tungku Emas. Sekarang ambillah yang seharusnya menjadi milikmu." Gandring sadar dia tidak berbakat dalam segala hal, tapi perintah gurunya mutlak. Sekarang dia bertemu Allen yang degan tulus memberinya petunjuk untuk mengambil Tungku Emas.


"Bergabunglah dengan Raja Surgawi. Aku yang akan membimbingmu menggunakan Tungku Emas." Allen memberi saran sambil merapikan pakaiannya.


"Raja Surgawi?"


Allen menjelaskan apa itu Raja Surgawi dan bagaimana cara masuknya. Dia ingin semua anggota dalam atau inti Raja Surgawi mengucap Sumpah Darah. Jadi tidak ada kata pengkhianatan di kemudian hari.


Gandring harus meninggalkan tempat ini setelah Tungku Emas dimiliki. "Baiklah, aku akan melakukannya."


Setelah Gandring mengucap Sumpah Darah, Allen kepikiran untuk membawa Tungku Emas ke Ruang Pelatihan. Tanpa rasa takut dia memegang Tungku Emas dan melemparnya ke Ruang Pelatihan.


Setelah Tungku Emas menghilang, sosok Peri Api kecil membuka matanya. Dja tersenyum dan tubuhnya tiba-tiba menjadi transparan.


Aura merah api mulai masuk ke dalam tubuh Allen, Peri Api menyerap sepihak jiwanya dan kekuatannya bertambah kuat.


"Ini dia kekuatan asliku!" Peri Api menemukan serpihan jiwanya dan kekuatannya setara dengan Peri Es.


[Avery


Peri Api yang pernah memimpin dunia peri. Sayangnya kekuatannya telah menurun karena bertarung dengan mahkluk celah dimensi Asura.]


Allen tersenyum manis karena tidak perlu memberi nama Peri Api yang sudah menemukan namanya sendiri.


"Baiklah, aku percaya padamu." Allen merasakan ada pergerakan di lantai atas.


Shera dan Pedro bersiap untuk bertarung. Namun Allen memegang pundak keduanya dan melemparnya ke Ruang Pelatihan. Gandring dan Allen juga masuk ke Ruang Pelatihan.


Kotak ruang pelatihan dikubur di bawah tanah. Kedalamnya yang dapat digali Allen dalam waktu singkat hanya 300 meter.


3 orang Pejuang Tingkat 7 mendobrak pintu dan menemukan ruang bawah tanah. Mereka menjarah semua barang-barang berharga dan meninggalkan tempat dengan cepat.


"Gandring, gunakan kesempatan ini untuk memahami Prinsip Jiwa. Kemudian mulailah untuk membuat Pil atau menempa barang." Allen menempelkan jari telunjuk ke dahi Gandring untuk memberi teknik Jiwa.


"Baik, Bos."


Setelah enam hari, Gandring berhasil memahami Prinsip Jiwa tingkat pertama. Allen meninggalkannya tetap didalam, sedangkan dia dan 2 rekannya keluar.


"Sepertinya sudah aman, jangan membuat banyak gerakan mencurigakan." Allen menggunakan kekuatan Tanah untuk membuat lubang dan keluar di dekat Kota Z.

__ADS_1


Bukannya kabur, Allen dan dua rekannya masuk lagi ke Kota Z untuk mencari keberuntungan lainnya. Namun sebelum masuk dia dihadang oleh Perserikatan Keluarga Windsor.


"Tuan, tolong kerjasamanya. Berikan kartu identitas anda," kata penjaga keamanan meminta kartu identitas.


Allen menggelengkan kepala dan mengeluarkan 3 juta rupiah yang di masukkan dalam amplop. "Tuan, tolong pemudah kami."


"Maafkan kami, Tuan Muda. Aturan Perserikatan sudah jelas, kita tidak bisa melanggarnya."


Allen hanya bisa tersenyum kecut mendengarnya, dia tidak menduga bahwa Perserikatan akan muncul secepat ini.


"Baiklah, terima kasih." Allen meninggalkan tempat dan segera menuju ke Kota R. Meskipun disana sangat berbahaya, Allen harus memasukinya dengan menyamar.


Keamanan Kota R tidak kalah ketat, untungnya dia cukup ahli di bidang komputer. Jadi bisa memanipulasi data kartu identitas.


Pada tahun ini teknologi pindai kartu identitas masih kurang bagus, jadi sangat mudah memalsukannya.


Allen dan kedua rekannya masuk tanpa ada kericuhan. Namun setelah masuk mereka melihat dua preman sedang bertengkar memperebutkan lahan parkir motor.


Meskipun tidak menggunakan kekuatan Pejuang Beladiri, Allen bisa memastikan mereka seorang Pejuang tingkat 2. Tidak hanya itu, semua orang di Kota R ternyata seorang Pejuang Beladiri.


"Apa ini surga Pejuang Beladiri?" ucap Allen pelan.


Seroang anak kecil menepuk paha Allen. "Paman, mau berkeliling? Aku pemandu turis disini."


Allen tidak percaya anak kecil saja menjadi Pejuang Tingkat 2. Umurnya tidak lebih dari 9 tahun, tapi punya kekuatan yang mengesankan.


"Baiklah, berapa bayarannya?" tanya Allen dengan sopan.


"50 ribu satu jam."


Harga yang cukup mahal, tapi Allen tidak bisa berkeliling tanpa pemandu yang jelas.


"Baiklah, ini uangnya." Allen membuka 300 ribu yang artinya anak kecil itu harus memandunya sampai 6 jam.


"Terima kasih, Tuan Muda. Ngomong-ngomong anda mau kemana?" tanya anak kecil.


"Siapa namamu?" tanya Allen sambil berjongkok.


"Semua orang disini memanggilku Rabbit," jawab Anak Kecil dengan santainya.


Allen mengolah ke kanan dan kiri, kemudian membisikkan pertanyaan. "Apa kau tahu tempat ilegal di wilayah sini?."


Rabbit langsung melompat mundur dan memperhatikan Allen dari atas ke bawah. "Apa kau daei kepolisian?"


"Tidak, aku dari jauh. Tujuanku kesini mencari pengawal yang cukup kuat. Kau tahu sendiri Pejuang Beladiri sewaan tidak terlalu menjanjikan." Allen mengatakan yang sebenarnya.


Rabbit melihat sekelilingnya dan berkata pelan, "Ikuti aku."


Setelah berjalan melewati berbagi rumah, Allen dihentikan dua penjaga keamanan.

__ADS_1


Rabbit maju dan membisikkan beberapa kata. Intinya dia mencurigai Allen adalah mata-mata dari Keluarga Baruch.


Sayangnya suara bisikan itu bisa terdengar jelas. "Sebaiknya kecilkan suaramu, aku bisa mendengar dari sini. Juga aku ingin mengkonfirmasi, aku bukan dari Keluarga Baruch. Justru sebaliknya, aku punya sedikit pertengkaran dengan mereka." Allen menjawabnya dengan santai.


__ADS_2