Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Persiapan Selesai


__ADS_3

Demon Blood, semua menerima informasi tenaga keterampilan itu. Jika mereka bersedia makan kekuatan Demon Blood akan menjadi milik mereka.


Allen tampak pesimis, tidak ada orang yang berminat dengan keterampilan ini. Namun dia tetap berdiri di atas panggung dengan tubuh tegap.


Simon orang pertama yang mengangkat tangannya. "Bos, kenapa kita harus terburu-buru meningkatkan kekuatan. Aku yakin teknik keji yang kamu sebeutkan tadi punya efek samping yang sangat berat."


Allen menggelengkan kepala. "Tidak, Demon Blood hanya memakan energi Mental pengguna skill. Jadi tidak akan ada efek samping untuk bonekanya."


Perkataan Allen membuat semua orang terkejut. Energi Mental jauh lebih susah ditingkatkan dibandingkan dengan Energi Jiwa. Namun Allen bersedia menukar energi mental dengan kekuatan mereka.


Simon berlutut dan berkata, "Maafkan kelamcanganku sebelumnya Tuan. Kali ini biarkan aku menjadi orang pertama yang mengucap Sumpah Darah tingkat 2!."


Mendengar suara lantang Simon, semua orang juga berlutut. Mereka tampak menyesal karena sedikit meragukan ketulusan Allen.


"Maafkan kami, Bos!." Semua orang berteriak bersama.


Allen tidak menyangka 9 ribu Anggota Raja Surgawi satu suara. Mereka akan menjalin Kontrak Jiwa dan mengembangkan Demon Blood.


Semua proses dilakukan bersama-sama, jadi semua orang bisa memiliki kekuatan Demon Blood.


Sebuah lambang mahkota muncul di dahi semua orang yang berhasil terhubung. Hanya butuh 2 tarikan napas untuk Allen menghubungkan kesadarannya pada 9 ribu anggota Raja Surgawi.


"Demon Blood Rilis." Allen mencoba menggunakan keterampilannya.


Lonjakan energi jiwa dipaksa keluar dari tubuh semua orang, aura ungu kehitaman muncul dan meningkatkan kekuatan penghancuran semuanya.


"Apa ini, dengan ini aku bisa membunuh bajingan tua itu!" teriak Simon dengan penuh semangat. Dia teringat dendam masa lalu pada Leluhur Keluarga Baruch.


Tiwi dan semua orang merasakan lonjakan kekuatan yang tidak sedikit. Simbol di dahi mereka mengeluarkan api hitam dan menyelimuti seluruh tubuh.


Setelah lonjakan kekuatan penghancuran, sekarang pertahanan mereka juga meningkat drastis. Bahkan Pejuang Tingkat 7 tidak akan bisa menembus api hitam itu.


Setelah dua menit Allen kelelahan, Simon Mahkota meredup dan kekuatan semua orang kembali seperti semula. Bukannya takut, Allen justru tersenyum lebar.


[Mental +3]


Allen meghabiskan kekuatan mental hingga titik kritis. Jadi normalnya dia akan gila dan menghancurkan otaknya. Namun Tubuh Ilahi Raja Perang dan Mahkota Raja sekali lagi menyelamatkannya.


"Siapa orang gila yang menciptakan teknik Raja Perang. Ini benar-benar keterampilan yang gila!" ucap Allen sambil mengeratkan giginya tidak percaya dengan kejadian ini.


Melihat Allen jatuh, Simon dan Tiwi langsung bergerak dan menantunya berdiri. Allen memakan Pil Mental yang bisa dia beli 10 buah setiap bulannya.


[Pemulihan Mental terlalu cepat, diharapkan pemain berkonsentrasi.]


Allen langsung duduk dan mengedarkan Prinsip Jiwa. Dia menekan rasa sakit yang diderita dan menyerap semua kandungan pil.

__ADS_1


Setelah dua dupa, dia membuka mata. Semua orang tampak khawatir karena Bosnya jatuh sakit.


"Jangan khawatir aku hanya kehabisan Energi Mental." Allen berdiri seperti biasa.


Semua orang tampak lega, tapi tiba-tiba simbol mahkota di dahi mereka bangkit dan mengeluarkan api hitam lagi.


"Ayo coba sekali lagi!." Allen berteriak dengan penuh semangat, tangannya menggenggam ke atas. Rambutnya berubah menjadi putih, matanya mengeluarkan kilatan petir ungu.


"Jangan bengong, gunakan kesempatan ini untuk mengujinya!" seru Allen memberi perintah.


Simon langsung bergerak dan menggunakan teknik Jari Dewa. Cahaya yang biasanya berwarna kuning berubah menjadi hitam keunguan.


Kekuatan penghancurannya terlalu gila, Simon kehilangan kendali dan menyerang beberapa anggota lainnya. Untungnya ada perisai yang melindungi anggota yang terkena serangan.


"Ugh..." beberapa anggota memuntahkan darah karena satu serangan acak dari Simon. Untungnya mereka semua yang terkena sudah memahami Prinsip Jiwa tingkat 4, jadi lukanya tidak terlalu parah.


Simon tidak percaya dengan lompatan kekuatannya. "Ini terlalu gila, aku harus mengontrolnya!"


Budi mencoba mengunakan tinjunya untuk menghancurkan beberapa pohon. Pukulannya benar-benar sangat keras, biasanya dia hanya menargetkan 2 sampai 5 pohon, tapi sekarang ada 15 pohon yang tumbang dalam sekali serang.


Ye Mo menarik panahnya dan mengarahkan anak panahnya ke puncak gunung. Namun siapa yang menyangka bidikannya meleset dan menyerang Shera.


"Shera Awas!" teriaknya panik.


Sayatan pedang membelah anak panah yang di tembakan Ye Mo dengan sangat mulut. Namun masalah belum selesai, belahan panah itu terus melesat menuju beberapa anak baru.


Pedro muncul dan menghentikan panah yang terbelah dua dengan satu tangannya. "Hati-hati, kalian bisa membunuh murid-muridku."


"Kami tidak akan mati, Master!" teriak sekolompok pemula yang baru bergabung dengan Divisi Kaki.


Seharusnya Divisi kaki itu adalah para pejuang yang bergerak cepat tanpa mengembangkan tubuh atasnya. Namun semua orang di Divisi ini berbadan cukup kekar, tapi gerakan kakinya sangat gesit.


Kerusuhan terjadi dalam 5 menit setelah Demon Blood dinyalakan. Pohon-pohon dan tanah di Pulau Nemo berantakan, Zahra datang dan memarahi semua orang.


Allen sendiri tidak bisa mendengar apa yang dikatakan Zahra, kali ini dia terlalu memaksakan diri. Untungnya Mahkota Raja berdengung dan menyembuhkan kondisi mentalnya.


"Jadi kamu bisa menyembuhkan kondisi mental, kenapa tidak pernah melakukannya?" tanya Allen penasaran.


Namun Mahkota Raja tidak punya jiwa yang bisa merespon tuannya. Dia hanya menanggapi ketika tuannya dalam keadaan bahaya, salah satunya kehilangan kewarasan karena kekurangan Energi Mental.


Karena sudah pernah melakukannya sekali, Allen menghafal bagaimana cara menggunakan Mahkota Raja untuk membantunya menyembuhkan Energi Mental.


[Mental +6.]


Allen sangat senang karena kondisinya terus membaik. Namun dia tidak bisa menunggu terlalu lama, kelompok Keluarga Baruch sudah mendekat.

__ADS_1


"Hari yang krusial akan segera datang. Kalian semua harus mengontrol kekuatan Demon Blood pada waktunya. Kita harus menang!" teriak Allen memberi semangat.


Sayangnya Allen tidak boleh meneruskan Demon Blood lagi. Batas maksimalnya 3 kali sehari, dia harus menyimpannya untuk kejadian yang tidak terduga.


Benar saja, keputusan Allen sangat tepat. Pukul 10 malam puluhan pembunuh mulai menyerang Kota K dari segala arah.


Formasi yang dipasang langsung bereaksi, Allen menyuruh Ye Mo dan Budi untuk menyelesaikan para keroco yang dijadikan umpan.


"Jangan bunuh mereka yang masih mempertahankan darah manusianya." Allen memberi perintah dengan tatapan serius.


Meskipun bukan ahli dalam mengenali ras lain, Allen bisa merasakan bahwa sebagian besar dari kelompok pembunuh bukan manusia.


"Tiwi, menurutmu apa yang ingin dilakukan musuh?" tanya Allen meminta pendapat. Dia sedikit bingung kenapa musuh tidak menyerang langsung, justru mereka menunggu di luar gerbang.


Tiwi mengungkapkan pendapatnya. "Mereka menggunakan strategi mengurung katak dalam sumur. Tujuannya pasti untuk memutus sumber makanan dari luar," katanya menjelaskan.


Simon mengerutkan kening, kemudian menunjuk bukit di belakang Kota K. "Menempatkan seorang prajurit di sini bisa sangat menguntungkan. Tidak hanya bisa melihat pergerakan musuh, tapi juga bisa mencari keberadaan penyusup."


Allen mengangguk. "Sepertinya pemikiranku tidak salah, Shera sudah mengamankan bukti. Juga kita sudah menyelesaikan masalah pangan dalam kota."


Pil kebugaran tingkat rendah dikeluarkan. Ada sepuluh botol yang ada di atas meja, Allen tersenyum.


"Berapa penduduk kita saat ini?" tanya Allen dengan suara serius.


"24 ribu orang, 9 ribu diantaranya adalah Anggota Raja Surgawi." Tiwi menjawab dengan cepat karena dia terlibat langsung dalam pembuatan sistem pemerintahan.


Jery yang mengontrol seluruh jaringan penting Kota K duduk dengan santai. Dia dibantu Robot Kecerdasan Buatan untuk memutuskan apa yang harus dilakukan, nama robot itu adalah Siri. Makanya keamanan jaringan internet di Kota K merupakan yang paling baik.


"24 ribu setiap hari. Ini masih kurang, aku harus menemukan solusi." Allen merenung berpikir keras.


Setelah beberapa saat akhirnya sebuah ide muncul. "Campuran pil Kebugaran ini kedalam ember berisi 5 liter air. Kemudian bagikan pada setiap orang 1 liter airnya pada penduduk."


"Bos, Pil Kebugaran akan larut dalam air. Apa kau yakin ingin melakukan ini?" tanya Tiwi yang sedikit bingung.


"Lakukan, kita tidak bisa membiarkan penduduk kelaparan. Oh iya, jangan lupa memberi beberapa orang keterampilan bercocok tanaman, katakan bahwa krisis ini akan bertahan lama." Allen memberi petunjuk.


"Baik, Hyung." Tiwi kembali ke pengaturan awal.


Semua sistem berjalan lancar, Allen melihat dari atas bukit. Ratusan Pejuang Beladiri makan dan membakar beberapa babi hutan. Sedangkan di Kota K mereka hidung dalam kedamaian. Tidak lupa Allen melihat para petani yang menjadi tumpuan kehidupan Kota K saat ini.


"Bos, sekelompok orang menuju kemari. Mereka membawa 7 Pejuang Beladiri." Seorang pria kecil melaporkan kejadian yang sebenarnya.


Namun Allen langsung mengeksekusinya di tempat. "Aktingmu sangat jelek, jangan menggangguku!" katanya sambil meninggalkan tempat.


Monster Bayangan muncul dan melahap tubuh pria yang ingin membunuhnya.

__ADS_1


__ADS_2