Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Satu Vs Seratus


__ADS_3

Tepatnya 129 orang dari zaman kuno terkurung di dalam formasi. Mereka semua Pejuang Tingkat 7 dengan banyak trik di lengannya.


"Suku Sumeria, Suku Barbarian. Apa kalian benar-benar ingin melakukan ini?" tanya Allen mencoba menenangkan dirinya.


Salah seorang dari Suku Barbarian melangkah maju dan berkata, "Jangan banyak bicara. Segeralah mati dan buat ini jadi mudah."


Palu besar di acungkan ke arahnya, Allen hanya bisa tersenyum dan menggenggam erat pedangnya. "Baiklah, ayo bermain!."


Langkah Bayangan digunakan dan pedangnya dengan cepat menusuk jantung orang yang mengacungkan senjatanya. Pedang Pendek berhasil membunuh satu orang tanpa perlawanan.


Tangan kiri Allen tanpa rasa bersalah mengambil Palu Besar dan mulai diayunkan kesegala arah. "A...."


1 lawan ratusan pejuang beladiri tampak terlihat mustahil. Namun Allen tidak pernah kehabisan stamina dan tubuhnya terus sembuh.


Sesekali dia memakan pil kebugaran untuk mengembalikan darahnya yang hilang. Matanya mengeluarkan petir kecil dan rambutnya berubah putih.


Konsentrasinya ditingkatkan hingga titik tertinggi, tenaganya tidak habis-habis. Tidak berasa Allen sudah mengeksekusi lebih dari 50 orang.


Tawa Allen terdengar mengerikan, musuhnya tanpa sadar mundur selangkah. "Hei, ayo lanjutkan!."


Suku Barbarian yang biasanya tanpa takut tiba-tiba gemetar. Dia tidak pernah melihat manusia penuh dengan luka tapi masih bisa berdiri tegap.


Senyum Allen semakin lebar dan kakinya melangkah lagi. Pedang Pendek di tangan kirinya berayun dan memberi kerusakan pada musuhnya.


"Gelombang Kejut!" katanya menyebutkan nama keterampilannya.


5 gelombang sayatan pedang tercipta, setiap gelombang membunuh musuhnya dengan sangat cepat. Allen bergerak cepat dan menggunakan tangan kirinya untuk mengambil inti mana di jantung musuhnya.


"Hihihi, ini sangat menyenangkan." Allen mulai kehilangan kewarasan.


[Peringatan! Pemain dalam keadaan buruk. Segera ambil Pil Konsentrasi.]


Allen dengan susah payah mengambil pil dan memakannya. Napasnya kembang-kempis, dia mencoba mengendalikannya.


Ada 42 orang yang masih berdiri di depannya, Allen menghembuskan napas dan meningkatkan fokusnya.


Pedang Pendek, Jarum, dan Tinjunya terbang kemana-mana. Tangan Bayangan juga mengambil peran dan menghancurkan setiap lawannya.


Satu orang membantai lebih dari 100 Pejuang Tingkat 7. Prestasi ini akan menjadi sejarah dunia.


Allen memuntahkan darah segar, matanya tampak gemetar. Namun tangan kanannya masih menggenggam kuat Pedang Pendeknya.


"Dia sudah kelelahan, ayo serang!" teriak salah seorang Mahkluk Kuno.


Racun betebaran dimana-mana, Allen melompat menghindari asap beracun. Dia berlari ke belakang batu dan mempersiapkan formasi pedang.


Gelombang serangan mengarah padanya, Allen berhasil menyelesaikan formasi pedang dan memilih untuk mundur.


Puluhan musuh yang melewati formasi langsung tertusuk ratusan pedang energi. Beberapa kehilangan nyawanya dan jantungnya pecah.


Allen menoleh ke belakang dan mendapati 27 orang masih mengejarnya. "Sial, aku sudah mencapai batasku."


27 orang yang mengejarnya berasal dari Suku Sumeria, mereka melepaskan ratusan jarum beracun.


Allen berusaha sekuat tenaga memblokir dan menghindar. Namun 8 jarum berhasil menusuk dada dan tangannya.


Tubuhnya jatuh dan 27 orang mengepungnya. Allen mengeratkan giginya tampak sangat marah.


"Akhirnya kau akan mati, Bocah. Apa ada kata-kata terakhir yang ingin kau ucapkan?" tanya salah seorang pria.


Allen mengeratkan giginya dan meludahi musuhnya. "Jangan harap ini akan berakhir sampai disini!."


Musuh mengusap ludah dan segera menegangkan lengannya dan menunjuk Allen dengan jarum. Namun cahaya terang keluar dari punggung Allen hingga membuat semua orang menutup matanya.


Allen mengambil Pedang Pendek yang diselimuti Kain Mori. "Ekstrim Blade," katanya menyebutkan nama keterampilannya.


27 orang langsung kehilangan nyawanya. Mereka tidak sadar Allen sebenarnya hanya berpura-pura dan menunggu kesempatan semua orang berkumpul.


Allen mengusap darah di mukanya dan menggunakan Monster Bayangan untuk memakan semua sisa mayat.

__ADS_1


"Aku masih punya 2 jam." Allen duduk dan memulihkan Konsentrasi dan fokusnya.


Setelah satu jam, Allen berdiri dan melihat ke langit. "Ayo lihat rampasan artefak kemarin."


Barang yang dia dapatkan seperti tongkat sihir biasa, Allen melihatnya dengan teliti. Tapi tidak mengetahui apa kegunaannya.


[Gunakan energi jiwa untuk membangkitkan wujud aslinya.]


Allen sudah menggunakan Mata Dunia sebelumnya, tapi itu tidak memberikan jawaban yang diinginkan. Karena penasaran akhirnya dia mengunakan energi jiwa untuk menyelimuti Tongkat Sihir.


Tongkat itu berubah menjadi seekor burung, Allen mengerutkan kening karena beberapa saat yang lalu dia membayangkan burung di langit.


"Mungkinkah?."


Allen berkonsentrasi dan membayangkan sebuah pedang pendek. Kemudian menggunakan energi jiwa pada burung yang terbang di sebelahnya.


Burung itu bersinar dan berubah menjadi pedang pendek yang bisa dikontrol dengan pikirannya. "Tembakanku benar, Tongkat Sihir ini mengikuti keinginan tuannya."


Allen tanpa sadar meneteskan darah dan menggunakan Teknik Ikatan Jiwa untuk mengikat Tongkat Sihir.


Tongkat Sihir itu bersinar dan menyetujui Kontrak Ikatan Jiwa dengan begitu mudah. Allen sedikit bingung bercampur senang, Akhirnya dia punya senjata yang bisa dimodifikasi sesuka hatinya.


"Baiklah, mulai sekarang aku akan menyebutmu, Elder!" kata Allen sambil mengangkat Pedang Pendek yang baru dia buat.


Setelah cukup bersenang-senang, Allen mengirim telepati pada Simon dan Son Hyuk. "Bagaimana keadaan tempat terakhir aku menghilang?" tanyanya.


Sayangnya Simon dan Son Hyuk belum bisa menggunakan telepati untuk menjawab. Allen mengulangi perkataannya, "Amankan wilayah terakhir kali aku menghilang."


Formasi Pengurung mulai memudar, Allen tidak kehabisan akal dan masuk ke Ruang Pelatihan. Seperti biasanya dia mengubur Kubus Ruang Pelatihan ke dalam tanah.


Untungnya tebakannya benar, Simon dan seluruh pasukannya dipukul mundur. Bahkan Perusahaan Allen sudah direbut, Simon dan Son Hyuk sudah berlari menuju tempat lokasi.


"Kalian berdua kembali, terlalu banyak orang disini. Tunggu aku di Gua Misterius." Allen mengirim telepati.


Son Hyuk dan Simon putar balik dan menunggu didepan pintu Gua Misterius.


Sembari menggerakkan Kubus Ruang Pelatihan, Allen melihat penambahan statusnya. "Lumayan, jika konsisten seperti ini tidak lama lagi pasti Prinsip Jiwa tingkat 5 segera tercapai."


Level : 5


Kekuatan tubuh : 281


Stamina : 243


Konsentrasi : 271


Mental : 232


Wibawa : 89


Aura : 252


Total Kekuatan : 201.310 (kurang akurat)


---- Keterampilan ----


Pemain pengguna sistem dewa, tingkat Maha Dewa.


Mata Dunia, tingkat ?.


Seni Beladiri (Teknik Jiwa), tingkat ?.


Alkemis, tingkat Biasa.


Keterampilan Senjata, tingkat Rendah.


Kebal Racun, tingkat Rendah.


Fear, tingkat Sangat Rendah.

__ADS_1


---- Spirit Pendukung ----


Peri Air


Peri Tanah


Peri Api


Peri Angin (Silvy)


Peri Kegelapan (Lembu Suro)


---- Gelar ----


Peramu Racun, meningkatkan efek racun sebanyak 10%.


Pengguna Senjata, meningkatkan akurasi 10%.


---- Bonus ----


Bonus poin bebas : 10


Bonus poin skill : 25


"Sejak kapan aku menerima Poin Bebas dan Poin Skill. Sudahlah mari lihat Skill yang bisa di upgrade."


[Keterampilan


Alkemis Biasa (9/15)


Keterampilan Senjata Rendah (7/10)


Kebal Racun Rendah (2/10)


Fear Sangat Rendah (2/5).]


Tingkat keterampilan dibagi menjadi 9 tingkat, Sangat Rendah, Rendah, Biasa, Bagus, Hebat, Superior, Dewa, Maha Dewa, dan Surga. Sistem saat ini hanya bisa mendeteksi keterampilan di bawah tingkat Maha Dewa.


Sembari menggali perlahan, Allen memikirkan keterampilan yang prnting untuknya. Karena sudah ada Ketie sebagai Alkemis, ia harus mengesampingkan itu.


Fear memang sangat diperlukan untuk menakuti musuh, tapi dia tidak ingin terlalu mencolok. Allen harus berkembang dengan senyap.


"Baiklah, ayo tambahan ke Keterampilan Senjata dan Kebal Racun." Allen mengalokasikan 8 poin untuk Kebal Racun dan mengubahnya menjadi Tingkat Biasa.


Kemudian mengalokasikan semua poin lainnya ke Keterampilan Senjata.


[Keterampilan Senjata Biasa (14/15)


Kebal Racun Biasa (0/15).]


Keterampilan Senjatanya tinggal satu poin, Allen harus melatih semua senjatanya untuk melangkah ke Tingkat Bagus.


Hari berlalu dengan cepat, tidak berasa Allen berjalan di bawah tanah selama 1 bulan. Artinya sudah dua bulan dia berada di Ruang Pelatihan.


"Akhirnya selesai." Allen tersenyum manis, dia tidak menyangka menaikkan satu poin sangat susah.


[Selamat Keterampilan Senjata Anda naik ke tingkat Bagus.]


Allen menggerakkan tangannya, dia sedang menggunakan pedang. Lima pedang bayangan muncul dan menyerang udara dengan sangat cepat. Lima bayangan itu memberikan kerusakan yang sama. Allen menyebut keterampilannya sebagai, "Sword Light."


Setelah mencapai tingkat Bagus, Allen menyadari bahwa penggunaan senjata tidak sekedar mengayun, menebas, dan menusuk. Namun ada banyak teknik untuk melepaskan serangan dan memberikan kerusakan.


"Sepertinya aku sudah sampai." Allen keluar dari tanah. Dia melihat Simon dan Son Hyuk menunggunya di depan lapisan pertama.


"Bos, akhirnya kamu datang." Simon segera menjemputnya.


Son Hyuk tampak khawatir. "Bos, berita mengatakan kamu sudah tewas. Mayat mu dikubur di tengah alun-alun depan Perusahan Allen."


"Omong kosong, aku justru menghancurkan mereka semua. Bagaimana keadaan kelompok kita?" tanya Allen sedikit khawatir.

__ADS_1


"Semua baik-baik saja, anggota kita punya ikatan erat. Jadi bisa saling merasakan jika ada yang meninggal." Simon menundukkan kepala, dia ingat puluhan pasukannya tewas di tangan musuh.


"Bagus, manfaatkan momentum ini untuk bersembunyi." Allen menyuruh semua orang masuk ke Pulau Nemo. Mereka tidak akan merekrut anggota baru, fokusnya adalah paham tentang Prinsip Jiwa tingkat 4.


__ADS_2