Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Monster Tikus


__ADS_3

Rostov adalah keluarga dari William, keluarga mereka sangat kaya. Bahkan Kota K bisa di belinya tanpa mengedipkan mata.


William Rostov adalah jenius paling langka, makanya dia dijadikan penerus masa depan. Tidak hanya sebagai penerus, William berhasil menembus Pejuang Tingkat 5 di usianya yang terbilang muda. Dalam hal kekuatan, William dan David sama-sama kuat. Namun William lebih diunggulkan karena punya sumber daya yang tak terbatas.


"Rostov gagal. Kalian boleh maju dulu!." Son Hyung memberi Revan Baruch kesempatan. Padahal dia orang yang lebih dulu datang, tapi Son punya firasat membawa Allen dan teman-temannya adalah pilihan tepat.


Revan dan kelompoknya tidak menjawab, mereka hanya berjalan dan masuk ke dua misterius. Kelompok sebelumnya hanya bertahan selama 12 jam, mungkin Revan akan bertahan lebih lama.


Son mengalihkan pandangannya ke Allen dan teman-temannya yang duduk dan menutup matanya. "Apa mereka memang sekaku ini!."


Allen membuka matanya. "Tentu saja tidak, besok adalah waktu kita masuk. Jadi mempersiapkan fisik adalah salah satu kunci keberhasilan kita."


Son mendekat. "Jadi apa kalian punya rencana, bagaimana kalau membagi hartanya menjadi dua?."


Allen tersenyum tipis, ia memang mengharapkan ini sejak awal. Namun untuk memainkan perannya dengan baik, ia menutup matanya pelan.


"Aku harus membicarakannya dengan timku besok." Allen dan teman-temannya tampak tidur, tapi sebenarnya mereka sedang menyempurnakan energi jiwa.


"Baiklah, tidak ada salahnya kalian menerimanya. Tim kami lebih kuat dari kelihatannya." Son Hyung membanggakan timnya.


"5 Pejuang Tingkat 5 dan 12 pejuang tingkat 4 puncak. Sepertinya itu tidak terlalu bagus." Allen mengomentari kekuatan Son dan kelompoknya.


Mendengar lawan bicaranya mengetahui kekutan mereka sebenarnya, Son hanya bisa menyembunyikan ekspresinya. "Mengesankan, jadi kamu sudah tahu identitas kami?"


"Tidak, aku punya kepekaan yang tinggi. Mengetahui kekuatan kalian semudah membalikkan telapak tangan." Pernyataan sombong Allen di dengar Ubait Rostov.


"Sombong, memangnya apa yang bisa di lakukan Pejuang Tingkat 5 receh sepertimu!." Ubait Rostov mengomentari kekuatan Allen.


Allen tidak mau memperpanjang masalah sepele, ia memalingkan wajahnya dan segera tidur.


"Bocah tengik, aku akan mengingatmu!" seru Ubait Rostov. Karena lukanya cukup parah, ia dan rombongannya segera meninggalkan tempat kejadian.


Karena hari sudah malam, Son dan kelompoknya segera mendirikan tenda dan tidur. Mereka memang Pejuang Tingkat Tinggi, tapi tidur masih bisa mengobati rasa tegang tubuhnya.


Matahari mulai terbit, Allen segera bangun dan memukai latihan harian. Kelompoknya juga segera mengikuti, mereka punya metode latihannya sendiri. Jadi kelima orang itu berlari ke segala arah dan 1 jam kemudian kembali.

__ADS_1


Son Hyung melihat mereka melarih tubuhnya pagi-pagi sekali, tetapi ia memilih untuk mengistirahatkan tubuhnya.


Matahari sudah terbit setinggi jala, menandakan bahwa kelompok sebelumnya akan segera keluar. Revan Baruch dan kelompoknya tidak terluka sama sekali, tetapi mereka tidak membawa harta satupun.


Revan melirik ke arah Son, tapi setelah sesaat kedua mata mereka bertemu, Revan segera memalingkan wajahnya dan pergi.


"Sepertinya memang tidak ada harta disini, Bos." Salah seorang pejuang di bawah Son memberikan komentarnya.


"Benar, Bos. Kita melihatnya, Revan dan kelompoknya tidak terluka tapi keluar tanpa memabwa apa-apa!" sahut Pejuang lainnya.


Son Hyung melirik ke arah Allen yang belum melepas topengnya. "Apa pendapatmu?" tanyanya.


"Apa menurutmu Revan dan kelompoknya tidak terluka? Kalau iya sebaiknya kalian segera pergi dan katakan gua ini tidak punya harta." Allen malah membalikkan pertanyaannya.


Son Hyung sadar gua misterius ini tidak sederhana. Revan Baruch merupakan seorang pejuang tingkat 6, kekuatannya sudah melebihi ambang normal manusia. "Jadi apa pendapatmu?" tanyanya dengan ekspresi serius.


"Revan dan kelompoknya terkena racun. Apa kalian lihat punggung tangannya yang lebam ungu?." Allen melanjutkan penjelasannya yang masuk akal.


Tidak hanya satu bukti, Allen berhasil membongkar lebih dari 3 trik yang digunakan Revan untuk mengelabui mereka.


"Sepertinya tidak, Revan merasa mendapatkan harta di dalam gua itu mustahil. Makanya ia membuat pergerakan santai dan mengusir pesaingnya." Allen menjelaskannya dengan nada santai.


"Keluarga Baruch sialan, mereka menggunakan trik licik!" seru Son Hyung mengutuk Keluarga Baruch.


"Jangan berlebihan, kita masih punya kesempatan. Jadi apa keputusan kalian?" tanya Allen segera berdiri dan bersiap masuk ke dalam gua.


Pejuang yang dibawa Son Hyung tampak murung. Bukti yang ditunjukkan Allen memang masuk akal, tetapi mereka tidak melihatnya secara langsung.


"Baiklah, kalian semua tunggu disini. Aku dan kelompoknya masuk!" seru Son Hyung sedikit kesal. Padahal ia sudah memilih pasukan terbaik yang siap melakikan apa saja, tapi nyatanya tidak demikian.


"Aku akan ikut denganmu, Bos." Salah seorang pria berambut pirang mengajukan dirinya, ia adalah pria paling kuat kedua di kelompok Son Hyung. Kekuatannya setara dengan Pejuang tingkah 5 puncak.


Akhirnya mereka bertujuh masuk ke dalam gua, Allen memimpin perjalanan. "Hati-hati ada jebakan!"


Tepat setelah ia selesai mengatakannya, Bawahan Son menginjak pemicu jebakan. Sebuah bola besi dilemparkan ke arah kelompoknya, Allen segera menarik pedang pendek miliknya dan membelah bola besi.

__ADS_1


"Perhatikan langkahmu, kita harus menghemat tenaga." Allen menatap tajam ke Bawahan Son.


Baru saja selesai diperingatkan, Bawahan Son menguat ulah lagi. Ia menginjak pemicu jebakan dan kelompoknya di kejar oleh Monster Tikus.


"Jangan pedulikan tikusnya, cepat kabur dan ikuti aku!" seru Allen yang berlari ke sebuah lubang dan segera masuk.


Budi dan kelompoknya segeda menyusul, tapi Son menghentikan langkahnya karena Bawahannya masih berdiri tegap.


"Tikus seperti ini mau dibandingkan denganku. Jangan konyol!." Bawahan Son tanpak sambong dan mengayun tombaknya untuk mengalahkan para tikus.


Ayunan dan tusukan tombaknya sangat mulus. Satu ayunan bisa membunuh 10 tikus, satu tusukan bisa membunuh 3 tikus. Bawahan Son terus membunuh monster tikus, tapi ia sadar bahwa musuhnya tidak ada batasnya.


"Son, masuk. Tinggalkan dia sendiri!." Allen mencoba menolong Son Hyung, tapi karena terlalu setia kawan, Son Hyung memilih untuk membantu rekannya.


"Maaf, aku harus membantunya!." Son Hyung berlari ke arah gerombolan tikus, ia menarik tongkat dan menghancurkan setiap tikus dengan ayunannya.


"Tidak ada pilihan lain, Ayo bantu mereka!." Allen memberikan perintah, Budi dan Pedro langsung melesat bagaikan anak panah yang baru lepas dari busurnya.


Shera melangkah pelan, tetapi tubuhnya berpindah-pindah. Pedro dan Shera menggunakan pedang pendek, sedangkan Budi mengandalkan tinjunya membunuh para tikus.


Ye Mo masih terlalu lambat dibandingkan mereka bertiga. Tapi ketepatannya menyerang kepala tikus patut di apresiasi.


Mereka berenam berhasil menyelesaikan gerombolan tikus dalam waktu 2 jam. Bawahan Son tampak kehabisan stamina, ia mengambil botol air dan langsung meminumnya. Tangannya gemetar karena terlalu keras berusaha mengalahkan tikus.


"Brengsek, apa yang kau lakukan. Tidak membantu!." Bawahan Son malah menyalahkan Allen.


"Bukannya tadi sudah aku bilang, abaikan tikusnya dan lari. Kau malah menghadapinya dan ingin menjadi pahlawan!." Allen menjawabnya dengan nada tinggi.


"Sudahlah, benar apa yang dikatakannya. Ayo istirahat di tempat yang aman." Son mencoba menenangkan suasana.


"Tempat ini sudah aman, jadi kalian istirahat saja dulu." Allen memberi kode pada kelompok untuk ikut.


Gundukan besar monster tikus muncul di balik batu. Semua monster tikus itu dikalahkan Allen sendirian.


"Aku yakin kalian semua sudah tahu kekuatan Bayangan di dalam tubuhmu. Sekarang lahap mereka dan rasakan perbedaannya." Allen memerintahkan kelompoknya untuk melahapnya.

__ADS_1


__ADS_2