Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Budak


__ADS_3

Allen dipersilahkan masuk, dia masih menggunakan penyamaran untuk memalsukan identitasnya.


Shera dan Pedro mengikuti dari belakang, mereka juga menggunakan Energi Jiwa untuk memalsukan wajahnya. Teknik penyamaran ini diajarkan Allen setelah mereka mencapai tingkat 3.


Tiga orang berjalan masuk, mereka disambut seorang pria berpakaian rapi dengan topeng berwarna putih beraksen hitam.


"Tuan, selamat datang. Silahkan tempati kursi anda." Pelayan mempersilahkan tanpa memberi informasi.


"Dimana tempatku duduk?" tanya Allen sambil memberikan setumpuk uang senilai 10 juta.


Pelayan tersenyum manis dan menerima uang pemberian Allen. "Silahkan ikuti saya, Tuan."


Hanya orang bodoh yang menampakkan wajahnya di pelelangan gelap. Allen dan dua orangnya tidak mengenakan topeng tapi menggunakan wajah yang berbeda.


Setelah sampai di tempat duduknya, Allen langsung duduk dan melirik ke arah pelayanan.


"Ini hanya saran, sebaiknya Anda menggunakan topeng demi kepentingan pribadi." Pelayan membungkuk sopan.


Allen tersenyum manis. "Terima kasih, sarananya."


Ketiganya menggunakan topeng hitam yang tampak seperti anggota Topeng Misterius. Pelayan langsung tercengang, prestasi pasukan Topeng Misterius sudah menyebar ke seluruh dunia.


Namun Pelayan itu curiga bahwa ketiganya hanya orang yang menyamar sebagai anggota Topeng Misterius.


"Silahkan nikmati pamerannya, Tuan." Pelayan meninggalkan tempat dengan senyum manis di balik topengnya.


Allen menoleh ke kanan dan kiri, dia tidak melihat pelanggan lain yang duduk. Mereka semua berjalan-jalan sambil berbincang dan menunggu sesuatu.


Setelah memfokuskan pendengarannya, Allen mendapati mereka semua sedang membicarakan topeng yang dia kenakan.


"Jadi Nama Topeng Misterius sudah menyebar sama sini." Allen bergumam sambil berdiri.


Dia mencoba mendekati salah satu orang, tapi tidak ada yang ingin di ajak bicara. Ketenaran Topeng Misterius terlalu kuat dan menantang 3 keluarga besar, jadi mereka tidak ingin berbaur.


"Hadirin sekalian, selamat datang..." Pembawa acara memberi sambutan setelah itu kain hitam yang lepaskan.


Puluhan barang dengan kualitas terbaik muncul di dalam wadah kaca. Semua orang tampak terkagum dan segera menaikkan harganya melalui ponsel di depan kaca.


Allen melihat-lihat semua barangnya. Dia berhenti di depan kaca yang mengurung satu set Jarum dan Kunai. Terdapat dua Kunai dan 12 jarum yang tampak biasa berwarna hitam.


Tangan kanannya segera menaikan harganya menjadi 2 juta rupiah. "Dua senjata ini cocok untukku," gumam Allen pelan.


Meskipun senjata utamanya Pedang Pendek, Allen masih bisa menggunakan pisau atau Kunai. Ditambahkan lagi penggunaan Jarum yang membantu keterampilannya.


Setelah menaikkan harga Set Kunai Jarum, Allen melihat barang lainnya. Setelah berkeliling dia akhirnya berhenti lagi di depan dua pot tanaman herbal.

__ADS_1


Allen sedikit terkejut karena dua tanaman itu harganya sangat murah, hanya 1 juta rupiah. Tanpa pikir panjang Allen menaikkan harganya hingga 2 kali lipat.


[Tumbuhan Sambung Nyawa


Daunnya dapat digunakan untuk meramu pil kehidupan.]


Layar di atas menampilkan harga terbaru dari setiap barang, ada 37 barang yang ada di layar. Allen melihat Set Kunai dan Jarum belum ada yang menaikkan harganya.


Pil Kehidupan sangat bermanfaat untuk mencegah penuaan. Ditambah lagi pil itu bisa memperbaiki kondisi tubuh dan menghilangkan kotoran dalam tubuh.


Tidak sampai disitu, jika seorang Pejuang Beladiri kebetulan sedang terjebak di tingkat tertentu, Pil Kehidupan bisa membantunya menerobos.


Setelah satu jam, pengumuman pemenang dikeluarkan. Allen yang menggunakan topeng hitam maju dan membayar dua barang dengan uang tunai. Dia tidak ingin meninggalkan jejak digital.


Setelah mendapat Set Jarum Kunai dan dua Tumbuhan Spiritual, Allen segera keluar. Namun langkahnya dihentikan pelayan.


"Tuan, kami masih punya banyak barang. Kenapa tidak menunggu dulu."


Allen melirik pembawa acara membuka kain hitam, ia sedikit terkejut karena lelang ini juga menjual Budak.


[Budak


Kualitas : E.


Allen menggelengkan kepala. "Aku tidak berminat membeli orang seperti mereka," katanya pelan.


Pelayan yang menghentikan tersenyum. "Sepertinya Anda tidak familier dengan Perdagangan Budak. Tunggulah beberapa saat dan Anda akan mendapatkan barang bagus."


Allen duduk kembali dan melihat beberapa Budak yang dijual. Namun setelah menunggu 30 menit, dia tidak menemukan Budak berkualitas c atau diatasnya.


Sampai akhirnya seorang Budak Pria dengan tubuh kurus dikeluarkan. Allen langsung menyangka papan nomor setelah Pembawa Acara menyebutkan harganya.


"10 juta," ucap Allen menawar.


[Resy


Umur : 21 tahun.


Elemen : Api, Air, dan tanah.


Total Kekuatan :14.348.


Punya dendam dengan parq bandit gunung.]


Meskipun terlihat kurus, Allen bisa melihat bakat mereka. Resy punya pertumbuhan B, artinya itu sangat baik dibandingkan bandit gunung biasanya.

__ADS_1


Tawaran Allen menjadi yang tertinggi, tidak ada yang mau menawar Budak Kurus berambut panjang seperti itu.


Pelelangan Budak terus dilanjutkan, Allen menemui Resy dan masih dikalungi tanda Budak.


Setelah menyelesaikan proses administrasi, Allen dan dua rekannya jalan keluar. Resy dan dua penjaga lelang bawah tanah sudah menunggunya di depan.


"Kalian bisa pergi." Allen menyuruh dua pengawal untuk pergi. Sekarang hanya ada 4 orang yang saling menatap.


Shera dan Pedro mengalihkan pandangannya dan seger bersembunyi. Mereka seperti seorang pembunuh sebenarnya.


Allen berkata dengan suara lembut, "Sekarang kau bebas." Dia menghilangkan formasi perbudakan di leher lawan bicaranya.


"Tuan, apa kamu yakin?" tanya Resy.


"Tentu saja, sekarang kau bebas menentukan pilihan. Oh iya, bandit gunung itu cukup kuat, saranku jangan menggangu mereka sebelum menginjak Pejuang Tingkat 6." Alllen memberi saran sekaligus memberikan kunci.


"Bolehkan aku mengetahui nama anda, Dermawan?" tanya Resy dengan sopan.


"Tidak perlu tahu siapa aku. Tapi jika takdir mempertemukan kita, semoga balas dendammu sudah selesai." Allen menghilang layaknya debu yang tertiup angin.


Langkah Bayangan digunakan, Allen menghindari beberapa penjagaan dan langsung menuju hutan.


Tepat sebelum masuk hutan, Allen dihadang 20 bandit. Mereka bukan bandit biasa, walaupun mengenakan pakaian compang camping, Allen bisa merasakan fluktuasi energi di tubuhnya.


Ternyata benar, setelah di perhatikan dengan baik, bandit di depannya seorang Prajurit Tingkat enam.


Allen yang melihat lawan cukup kuat langsung mengeluarkan pedang pendek seperti biasanya.


"Maju, aku bukan pemaaf." Allen bergerak dulu, dia memotong musuhnya degan sekali tebas.


Kelompok musuh ketakutan, mereka tidak bisa menggerakkan kaki kecuali pemimpin mereka.


"Siapa kau sebenarnya? Seharusnya tidak ada orang sekuat kamu!."


"Itu rahasia." Allen langsung mengeksekusi ketua musuh dengan gampangnya.


Pertumbuhan Raja Surgawi tidak bisa dibendung lagi, banyak yang murid bandit gunung karena prestasi Allen.


Semuanya berjalan lancar, Resy sudah terbiasa di luar Pintu Pulau Nemo. Setidaknya baru 2 mingguan Resy sangat bersemangat.


Ketie juga sudah membuat pil berkualitas rendah. Padahal bahannya sama, hanya perhitungan panasnya yang tidak bisa ditiru.


Setelah dua hari di Pulau Nemo, Allen mendapat awan gelap mulai menyelimuti langit-langit Pulau Nemo.


"Siapa yang berhasil memahami Prinsip Jiwa tingkat 3 lainnya?" kata Allen dengan nada suara sedikit tinggi.

__ADS_1


__ADS_2