Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Pria Senapan


__ADS_3

Lembu Suro tampak sangat menyesal, dia dan Mahesa adalah kerabat karib. Namun karena cinta membutakan semuanya, Lembu Suro sangat menyesal.


Ceritanya sangat menyentuh hati, Allen mendengarnya dengan saksama. Dia mengingat setiap kata yang keluar dari mulut Lembu Suro.


"Sangat bagus, apa kau tidak berbohong?." Allen bertanya sambil melepaskan aura kematian.


Lembu Suro menggelengkan kepalanya. Meskipun hanya berbentuk roh, dia punya kesadaran utuh. Hal itu menandakan betapa kuatnya dia waktu hidup.


"Baiklah, apa kau masih ingin tinggal disini?" tanya Allen dengan nada dingin.


Lembu Suro menggagam kaki Allen. "Bos, tolong bawa aku bersamamu!."


Allen menggelengkan kepala. "Aku hanya menerima orang yang mengucap Sumpah Darah padaku."


"Aku tidak punya darah, Bos. Jadi tidak mungkin aku melakukannya." Lembu Suro bersikeras ikut bersamanya.


"Siapa bilang kau tidak bisa." Allen memberikan informasi melalui ujung jarinya.


Lembu Suro langsung melakukan apa yang diperintahkan. Tubuhnya berubah menjadi ungu kehitaman, Allen merasa ada rantai baru dijiwanya.


"Sekarang kau sudah resmi menjadi Spirit Pendukungku. Jadi perkenalkan, mereka teman-temanmu." Allen menyuruh 4 peri keluar dari alam bawah sadarnya.


"Senior, selamat sore. Aku Lembu Suro, mohon bimbingannya." Lembu Suro mengubah wujudnya menjadi sapi bertanduk hitam.


Peri Tanah yang masih setia dengan kipasnya mendekat. "Teman kecil, bolehkah aku tahu berapa umurmu?."


Lambu Suro menjawab, "Umur tidak penting Senior. Aku lahir tahun Holosen, kalau dari sekarang kurang tahu tahun berapa itu."


Peri Tanah memalingkan badannya dan kembali ke tempat. Ia tidak bisa tenang karena mendengar perkataan Lembu Suro.


Tiba-tiba Peri Tanah mengumpulkan semua peri lainnya ke alam bawah sadar. "Jangan katakan ini pada sapi itu. Tahun Holosen itu terjadi sekitar 20 ribu tahun sebelum masehi, artinya umurnya sekarang 22 ribu tahun."


Tiga peri lainnya tercengang, mereka tidak menyangka Juniornya menjadi yang paling tua diantara mereka. Bahkan Peri Tanah yang paling tua sebelumnya tidak lebih dari seperlima umurnya.


Setelah berdiskusi singkat, mereka sepakat untuk menutup mulut rapat-rapat.


"Bagus, sekarang kamu menjadi Adik Junior kita. Mari berikan yang terbaik untuk tuan." Peri Tanah memberi sambutan.


Tiga peri lainnya hanya diam, mereka tidak mau mengambil resiko.


"Sudahlah, lupakan tentang senioritas. Aku ingin kalian tetap rukun, Lembu Suro memang kuat tapi pengetahuannya tentang dunia sangat sempit." Allen melerai perdebatan umur mereka.


Lembu Suro menjadi elemen kegelapan yang baik untuk Allen. Sehingga ia bisa membantu untuk meningkatkan Langkah Bayangan.

__ADS_1


Untuk mencobanya, Allen melangkah pelan. Tubuhnya mulai berubah transparan dan tiba-tiba muncul 10 meter di depan. "Ini mengesankan, perubahan kecepatannya sangat kuat."


[Lembu Suro


Elemen : Kegelapan


Umur : 22.627 tahun


Total Kekuatan :??.]


Setelah menjadi Spirit Pendukung, Lembu Suro mengatakan semua yang dia ketahui tentang Pulau Nimo.


Ceritanya sangat aneh, kenapa pasukan Seven Soul ada sekitar 2,5 ribu tahun yang lalu. Namun Lembu Suro anak dari Lembuswana lahir pada 22 ribu tahun yang lalu.


Setelah mendengarnya, Allen menemukan satu jawaban yang pasti. "Aliran waktunya berantakan, mungkinkah ini yang dimaksud Pria Tua di gua keluargaku."


Allen berkerja keras untuk membalas dendam di kehidupan sebelumnya. Namun ia menyadari bahwa dunia ini tidak sama dengan dunianya dulu.


"Jika seperti ini, ayo manfaatkan waktu yang ada." Allen menggunakan Mata Dunia untuk melihat masa depan.


Kesadarannya langsung dibawa ke sebuah tempat kosong. Tangannya dengan cepat mengetik harga pasar saham di seluruh dunia.


Matanya bercahaya, Allen mengingat semua yang akan menjadi kuda hitam di pasar saham. Setelah 9 detik, kesadarannya di bawa kembali ke Dunia Nyata.


"Bos, apa yang kau lakukan?" tanya Lembu Suro yang belum mengetahui kebenarannya.


Peri Tanah menjelaskan situasi Allen yang kembali ke masa lalu dan punya kemampuan melihat masa depan.


"Wow, jadi kamu bisa melihat masa depan. Artinya kita tidak terkalahkan!." Lembu Suro tertawa dan membusungkan dadanya.


Peri Air menggelengkan kepala. "Tidak seperti itu, kemampuannya ada batasnya. Sekarang dia hanya bisa melihat satu hari sekali."


Allen membawa mereka semua masuk ke dalam ruang bawah tanah. Lembu Suro merasakan energi aneh dari Ruang Pelatihan dalam box.


"Benda apa ini, aku pernah merasakan ini sebelumnya!." Lembu Suro bertanya pada Peri Tanah.


"Ruang Pelatihan, di dalamnya ada manusia yang sedang berlatih. Bos bisa minta bantuan mereka jika dalam keadaan darurat." Peri Tanah menjawab dengan santai.


"Tidak, perasaan ini sangat familier. Ayah pernah mengajakku ke ruangan seperti itu... Iya benar, Dunia Buatan. Aku yakin itu adalah inti dari Dunia Buatan!." Lembu Suro mengatakannya dengan lantang.


"Memangnya apa kegunaan Dunia Buatan?" tanya Peri Tanah.


"Aku tidak tahu, tapi yang pasti ada seekor burung elang yang menjaganya."

__ADS_1


Diskusi panjang mereka tidak akan pernah selesai, Allen keluar dari sumur dan menutupnya lagi.


"Sudah satu minggu tapi aku tidak mendapat petunjuk sama sekali." Allen mendongak melihat pesawat yang terbang.


Seorang laki-laki berotot terjun tanpa parasut mengarah padanya. Pria itu membawa senapan yang sangat panjang.


Pijakannya hancur, pria itu menatap tajam ke arah Allen. "Yo, bocah. Apa kau yang bernama Allen?"


Allen memberi hormat. "Benar Senior, aku hanya berlatih untuk bertambah kuat."


Pria pembawa Senapan itu mengarahkan ujung senapan kepadanya, Allen membelalakkan mata dan langsung menggukan Langkah Bayangan biasa.


"Ho, bagus jadi kau punya keterampilan yang menarik. Pantas saja anak bodohku itu tidak kunjung menyingkirkan mu!."


Pria pembawa Senapan langsung menarik pelatuknya. Peluru menuju ke arahnya dengan kecepatan tinggi, Allen mengelak dengan susah payah.


"Sial, siapa orang itu!." Allen mulai berlari serius. Langkah Bayangan ditambah elemen Angin dan Kegelapan digunakan.


Hawa keberadaannya menghilang dan tiba-tiba ia sudah muncul di belakang bukit. Untuk mengelabui orang gila itu, dia melompat ke atas pohon dan meninggalkan beberapa jejak salah.


Pria Pembawa Senapan bersiap menembak dari jarak jauh. "Kelinci kecil yang mungil. Karena kau sudah menyinggung kami, jadi persiapkan dirimu!."


Pelatuknya di lepaskan, Puluru melesat mengarah padanya. Allen menggunakan elemen kegelapan untuk menciptakan bayangan.


Tubuh bayangannya langsung hancur berkeping-keping, Allen tersenyum karena dirinya tidak ditemukan.


Pria Pembawa Senapan tersenyum. "Salahkan dirimu yang lemah, aku harap kau tidak membuat masalah lagi denganku."


Karena tidak memeriksa tubuh Bayangan, Pria itu mengira Allen sudah mati.


Setelah kematian palsu, Kota R mulai menekan Perusahaan Allen. Mereka mengira satu-satunya pelindung sudah dimusnahkan.


David yang memimpin penyerangan tanpa ragu membunuh beberapa pegawai kantor. Dia menyalahkan Perusahaan Allen karena mempekerjakan pegawainya terlalu keras.


Bukti-bukti pelanggaran hak asasi manusia juga dilemparkan ke Mahkamah Agung. Tiwi sebagai pemimpin perusahan tidak bingung, karena ada tenaga ahli dari Keluarga Son.


Allen segera menelpon Tiwi. "Gunakan dana kita untuk investasi di..."


Allen mengatakan semua emiten atau perusahan yang dapat dipercaya. Dalam seminggu harga saham mereka akan naik.


Tiwi dan semua rekan-rekannya segera mengeksekusinya. Tidak ada sedikitpun keraguan dimatanya, beberapa anggota bantuan dari Keluarga Son sedikit menentangnya. Namun akhirnya mereka mengikut arus dan menunggu hasilnya.


Allen melanjutkan perjalanannya, ia tidak tahu kondisi perusahaan saat ini.

__ADS_1


Setelah satu minggu, Perusahaan Allen mendapat untung yang sangat besar. Bahkan mereka siap untuk melebarkan sayapnya di tengah-tengah tekanan Kota R.


__ADS_2