
10 tahun berlalu dengan cepat, Allen dan pasukannya siap membuka pelindung yang di pasang di Kota K.
Lebih dari 10 ribu manusia menjadi Pejuang Tingkat 10, 80 ribu lainnya berhasil menerobos setara dengan Pejuang Tingkat 11. Dan yang lainnya jauh lebih tinggi.
Malaikat Putih yang menjaga Kota K menyambut pembukaan itu. "Akhirnya kau keluar bocah, aku sudah menunggumu cukup lama."
"10 tahun hanya hembusan angin bagimu."
"Itu jika di kayangan, di bumi semua ini terasa lama. Dimana Domba Putihku?"
Clarissa muncul di belakang Allen dengan tatapan dingin. Dia tampak sangat tenang dengan tatapan misterius.
"Bagaimana kau mengubahnya menjadi seperti itu dalam 10 tahun?" tanya Malaikat Putih yang terkejut. Dia tidak bisa melihat batas kekuatan Clarissa.
"Seperti yang kamu katakan, dia sangat cocok dengan energi cahaya. Tapi aku sedikit mengubahnya, jadilah Clarissa yang sekarang."
"Sialan, aku tidak akan terkejut jika kau Dewa Langit. Bagaimana manusia bisa mengubah takdir seseorang!"
Allen tersenyum dan berkata, "Itu rahasia bisnis."
Terbukanya pelindung kota membuat semua orang berlarian ke segala arah. 10 tahun terkurung di kubah membuat mereka ingin sekali bertarung melawan monster.
Selama 10 tahun lebih dari 100 ribu manusia terkurung di Kota K. Malaikat Putih turun dan mengubah wujudnya menjadi manusia.
"Bocah kecil, aku punya hadiah untukmu." Malaikat Putih memberi sebuah jubah berwana ungu kehitaman.
[Jubah Raja.
?? Kualitas terlalu tinggi, tidak terdeteksi.]
"Kau yakin memberikannya padaku?" tanya Allen dengan tatapan serius.
"Kenapa tidak, aku tidak butuh barang-barang seperti ini. Kami malaikat bisa mati dan hidup sesuai kehendak sang maha kuasa."
Allen tanpa ragu mengambil Jubah Raja. Tubuhnya bersinar terang, tiga kemampuan yang dibutuhkan telah didapatkan.
[Resonansi kekuatan telalu kuat, anda akan mengalami ledakan energi. Hati-hati.]
[Peringatan!]
__ADS_1
Rasa sakit tak tertahankan, Allen berteriak. Suaranya sangat nyaring hingga membuat beberapa anggota Raja Surgawi berdatangan.
Kulitnya retak digantikan kulit yang lebih sehat dan kuat. Allen menghela napas, hembusan embun putih keluar dari mulutnya.
"Apa ucapan terima kasih saja cukup?" tanya Allen dengan senyum manis.
"Lupakan soal benda itu, segera selesaikan masalah merepotkan ini. Aku ingin segara pulang."
Pernyataan Malaikat Putih berbanding sejalan dengan luka-luka di sekujur tubuhnya. Karena dalam wujud manusia, Malaikat Putih tidak lagi abadi, dia bisa mati dan langsung kembali ke kayangan. Namun tugasnya yang diperintahkan yang maha kuasa tidak berhasil diselesaikan.
"Kami sudah siap, aku sendiri yang akan memimpin pasukan." Allen tampak sangat percaya diri dengan kemampuannya.
"Baiklah aku percaya padamu. Dan juga segeralah perbaiki dimensi waktu atau Raja Iblis, Satan akan datang."
"Bukankah ras iblis sudah dikalahkan?"
"Iblis punya pemikiran aneh, mereka tidak segan-segan membunuh rasnya sendiri. Satan dinobatkan sebagai Raja karena kekuatannya, dia juga pemimpin Perampok Dimensi."
Pergerakan Allen dan pasukannya semakin agresif. Mereka dengan cepat mengurangi ras monster yang di paksa keluar dari dimensi luar.
Sampai akhirnya Allen dan Ye Mo berdiri di bawah retakan dimensi. Udara di sekitar berwarna merah datang.
"Aku punya firasat buruk tentang ini. Apa pendapatmu?" tanya Allen pada Ye Mo yang masih memperhatikan retakan di langit.
Allen menyempitkan matanya dia melihat sosok manusia keluar dari retakan dimensi. "Manusia?"
Dalam sekejap mata manusia itu muncul di depan Allen dan Ye Mo. "Oh, akhirnya aku bertemu manusia. Halo aku Jendral ke 4 dari Pasukan Perampok."
Nadanya yang semangat serta wajahnya yang familier membuat Allen dan Ye Mo merinding. Tidak hanya tekanan yang dipancarkan sangat kuat, musuhnya kali ini seperti sosok yang tidak bisa dikalahkan.
"Bagaimana kamu bisa menjadi perampok dimensi. Bukankah ini kampung halamanmu?" tanya Allen sambil mengeluarkan pedangnya.
Ye Mo melompat ke belakang membuat jarak, kedua jarinya bergerak memberikan sinyal pada semua rekannya.
"Siapa yang peduli dengan manusia-manusia lemah itu. Mereka sudah membuangku jadi aku lebih bersemangat menghancurkan kalian!" katanya sambil memperlihatkan wajah jahat.
Ayunan tangannya terasa sangat pelan tapi sayatan pedang kuat langsung membelah tanah di bawah kakinya. Allen menggunakan Langkah Bayangan untuk menghindar.
Tidak hanya Allen yang terkejut, tapi Ye Mo juga ternganga melihat serangan musuh.
__ADS_1
"Oh, kau lebih cepat dari para semut itu. Ayo tingkatkan kecepatannya."
Manusia Misterius itu menghina kecepatan Langkah Bayangan. Meski begitu Allen tidak takut dengan ancaman yang ditabur musuhnya.
Kekuatan musuhnya kali ini tidak dapat diremehkan, Allen dan Ya Mau mencari celah dari pergerakan tidak masuk akal yang ditampilkan manusia misterius. “Apa sudah selesai?” tanya manusia misterius dengan nada mengejek.
Allen yang melihat celah langsung menggunakan teknik terbaiknya untuk membelah udara. Tusukan pedangnya berhasil menembus tubuh manusia misterius hingga dia memuntahkan seteguk darah berwarna hitam.
Bukannya kesakitan saat tubuhnya berlubang, manusia misterius itu justru tertawa keras. “Bagus, ternyata kamu lebih mampu menghiburku.” Tangan bayangan muncul dari punggungnya, kemudian langsung mengarah ke Ye Mo dan melemparnya.
Tersisa Allen dan manusia misterius yang terbang di atas langit, keduanya saling memandang membaca pergerakan masing-masing. Allen dengan gerakan tangan membuka salah satu segelnya, dia tidak mau membuang waktu terlalu lama.
Aura yang sangat kuat memaksa manusia misterius tertunduk, tapi wajahnya tambah senang ketika lawannya semakin kuat. “Bagus, bagus ayo teruskan!”
Allen dan Manusia Misterius beradu tinju, tanah di sekitar pertarungannya terangkat ke langit. Gunung terbelah dan bentrokan mereka menghasilkan gelombang suara yang menghancurkan gendang telinga.
Merasa pukulannya tidak memberikan efek yang signifikan, Allen segera menarik Pedang Pendek misterius pemberian ibunya. Pupil matanya berubah merah dan fokusnya menjadi lebih tajam, rambutnya perlahan berubah menjadi putih.
“Wah, itu bentuk perubahanmu. Aku juga tidak akan membuang waktu, tunjukkan padaku!” teriak manusia misterius dengan penuh semangat.
Pedang Pendek Allen segera melesat dengan kecepatan tertingginya, pukulan lawan juga membelah udara di sekitarnya. Benturan kedua serangan itu menciptakan gelombang energi yang memaksa semua orang menjauh darinya. Gunung dan tanah yang tenang mulai bergemuruh, langit yang cerah berubah mendung.
“Bumi memang menarik, kamu bisa memanggil kesengsaraan surgawi hanya dengan kekuatan seperti itu. Tuan tidak salah, dia memang paling benar!” teriak manusia misterius. Dia mengeluarkan sebuah senjata yang melindungi kedua tangannya.
“Aku tidak tahu apa yang kau bicarakan!”
“Awalnya aku juga manusia sepertimu, setelah melalui waktu ribuan tahun aku mulai menyadari kekuatan itu tidak absolut. Tuanku membuktikan dia bisa mengubah ruang dan waktu sesuai dengan keinginannya!”
“Sepertinya pertarungan melawan tuanmu akan lebih menyenangkan. Jadi ayo selesaikan ini dengan cepat Long Tianyun!” teriak Allen dengan suara paling keras.
“Darimana kau bisa mengetahui namaku?”
“Bukankah tuanmu yang paling berkuasa, tanyakan padanya kemampuanku datang darimana!”
Allen segera menerjang musuhnya dengan sayatan pedang berkali-kali. Satu serangan pedang berhasil menciptakan jutaan bayangan yang memberikan kerusakan.
Tusukan pedang dicampur dengan sayatan pedang menghancurkan segala sesuatu yang dilaluinya. Long Tianyun yang menjadi salah satu jendral perampok dimensi hanya bisa terdiam tanpa bisa melawan. Sekujur tubuhnya terluka parah tapi tidak ada yang hancur, semua aliran energinya hancur dan tidak bisa disembuhkan.
Long Tianyun terlentang di atas tanah, dia sedang memandang langit yang mulai cerah. Allen mendekat dan menghunuskan pedangnya ke lehernya. “Aku tidak menyangka tubuh iblis milik kami bisa terluka separah ini, manusia semoga kamu menemukan jawaban yang berbeda denganku.”
__ADS_1
Allen tidak berbelas kasihan, dia langsung memenggal kepala musuhnya dan menelan tubuhnya dengan Pelahap Jiwa. “Aku tidak akan menempuh jalan sepertimu, jadi tenanglah di celah dimensi tanpa batas itu!”
Setelah pertarungan yang menguras energi itu, Allen memuntahkan darah segar dan langsung mengusapnya. “Sial, apa aku terlalu berlebihan,” katanya sambil memasang satu cincin segel yang mengekang kekuatannya.