
Budi sudah pernah melihat bosnya, jadi ia langsung melepaskan energi jiwa dan segera melahap mayat monster tikus.
Tubuhnya mulai memancarkan aura kegelapan, Budi terlihat kesakitan sambil memegang kepalanya. Setelah memakan 30 monster tikus, Budi muntah darah hitam. Semua kotoran di tulangnya telah dikeluarkan.
Sekarang Budi secara resmi melangkah ke Prinsip Jiwa tingkat 2 sama seperti Allen. Kulitnya telihat mulus tapi kokoh, total kekuatannya sekarang melebihi 55 ribu. Lebih kuat dari Allen saat ini.
Shera dan Pedro juga melakukannya, tetapi batas mereka hanya memakan 11 monster tikus. Keduanya tidak muntah darah hitam, melainkan mendapat pencerahan.
Ye Mo yang merasa dirinya paling berbakat mulai minder, ia menunduk. Allen mendekatinya dan menepuk pundaknya.
"Jangan berkecil hati, kau terlalu sering larihan sendiri." Allen memberinya beberapa nasihat.
"Kenapa Anda membiarkan aku berlatih sendiri?" tanya Ye Mo.
Allen tersenyum tipis dan mulai menjawab, "Kepercayaan dirimu terlalu tinggi karena punya nama Ye sebagai margamu. Lihatlah dua bocah yang lebih muda darimu, mereka bekerja lebih keras dan sekarang jauh melebihimu."
"Ya, aku juga tidak pernah melihat jenius seperti merek." Ye Mo membandingkan Shera dan Pedro dengan keluarganya.
"Tidak, mereka bukan jenius. Setelah kita selesai dengan tugas ini, ikut saja latihan kita. Kau akan mengerti mengapa mereka bisa sejauh ini."
Ye Mo tidak bisa melepaskan Bayangan Hitam karena belum menguasai Teknik Jiwa. Allen mengibaskan lengannya dan sosok monster hitam terbentuk dari auranya. Monster itu melahap para monster tikus dengan sekali telan.
"Semua sudah selesai. Makan ini dan istirahatlah sebentar, kita lanjutkan perjalanan setelah 1 jam." Allen duduk bermeditasi, ia juga merasa sakit di kepalanya tapi rasa sakitnya bisa ditahan.
Karena Prinsip Jiwa, Allen bisa membagi fokusnya menjadi dua. Satu mengedarkan energi jiwa yang satunya masuk ke dalam alam bawah sadar dan masuk menara kuno.
"Aku masih tidak percaya Menara Kuno ini dipakai sebagai toko sistem." Allen memandang bangunan zaman dahulu berbentuk menara.
Peri Air mendekatinya. "Jangan seperti itu, Menara Kuno ini pasti peninggalan dari zaman sebelum Seven Soul didirikan!"
Peri Tanah menambahi, "Aku juga merasa begitu. Lebih baik segera tingkatkan level mu dan naiklah lebih tinggi."
Allen mengangguk setuju, ia harus segera meningkatkan level sistem dan melihat lantai yang lebih tinggi. "Untuk sekarang ayo beli beberapa pil pembangun tubuh."
Harganya 10 Poin Emas, Allen segera membeli 1000 pil untuk pasukannya. Awalnya ia ingin membuatnya sendiri tapi waktunya terbatas. Jadi membeli di toko sistem menghemat waktunya.
Sebelum meninggalkan Menara Kuno, Allen melihat sebuah cincin dengan label diskon di ujung atas kanan.
"Cincin?"
Allen segera menggukan keterampilan sistem untuk melihat detailnya.
[Cincin Penyimpanan
Dapat menyimpan benda mati berukuran 3 x 3 meter.
Harga : 12 ribu Poin Emas. (Diskon 90%).]
__ADS_1
12 ribu diskon 90% artinya Allen hanya perlu membayar 1200 koin emas.
[3,9 juta Koin Emas.]
Allen terlalu kaya, ia tanpa mengedipkan mata langsung membeli Cincin Penyimpan. Ternyata Cincin itu bisa dibeli beberapa kali, Allen langsung membelinya 10 buah.
[Pembelian sudah mencapai batas maksimal.]
"10 Cincin, aku rasa ini sudah cukup." Allen segera kembali ke Dunia Nyata dan mengeluarkan Cincin Penyimpanan.
[Teteskan darahmu, Cincin Penyimpanan akan mengenali tuannya.]
Allen segera menggigit ujung jari telunjuknya. Darah segar meneter di atas Cincin Penyimpan, dalam sekejap mata Cincin itu langsung terpasang ke jari telunjuknya.
Allen sempat tersentak, ia berdiri karena terkejut. Namun setelah menenangkan diri ia akhirnya bisa mengakses Cincin Penyimpan dengan sangat baik.
"3 Meter persegi, cukup luas. Mari masukkan pil kebugaran ke dalamnya." Pil Kebugaran yang dibeli Allen dari Toko Sistem hanya tingkat rendah, tapi itu bisa membantu perkembangan pasukan kecilnya.
Setelah satu jam, kelompok Allen sudah selesai memulihkan diri. Son dan Bawahannya masih belum selesai, mereka masih mencoba menstabilkan auranya.
"Makan ini, kita tidak boleh terlalu lama disini." Allen merasakan firasat buruk.
Son dan Bawahannya mulai sadar dengan kemampuan mereka. Budi dan teman-temannya susah sehat dan siap bertarung lagi, tapi Son dan Bawahannya masih dalam keadaan memprihatinkan.
Son menerima pil kebugaran. "Terima kasih, aku tidak akan melupakan hutang ini."
Bawahan Son juga segera menerimanya, ia tanpa pikir panjang langsung menelan pil kebugaran. Tubuhnya mulai mengeluarkan asap putih dan dalam dua detik auranya sudah stabil.
"Pil ajaib apa ini!" seru Bawahan Son tak percaya tubuhnya yang terluka sudah kembali normal. Dengan istirahat satu jam, seharusnya ia sudah bisa bertarung lagi.
Son yang melihat Bawahannya sembuh langsung menelan pil. Tubuhnya mengeluarkan asap putih, kemudian keringat mulai menetes dari dahinya.
Aura panas membakar seluruh tubuhnya, Son menahan rasa sakit hingga ia merintih. Setelah beberapa menit, Son memuntahkan cairan hitam yang menandakan ia telah melompat ke Pejuang Tingkat 6.
Raut wajahnya tampak sangat gembira, Son berhasil menerobos ke tingkat 6 diumurnya yang terbilang muda, 72 tahun.
"Mengagumkan, berapa banyak pil yang kau miliki. Aku akan membelinya semua!" seru Son dengan raut wajah penuh harapan.
"Aku punya 500 pil, tapi aku tidak menjualnya." Allen melempar botol berwarna putih, didalamnya ada 10 pil kebugaran tingkat rendah.
"Apa ini?" tanya Son yang tampak kecewa.
"Bawa saja, itu 10 pil kebugaran. Kalian gunakan setiap kali sudah mencapai batasmu, pil itu membantumu memperbaiki otot yang terluka." Allen segera memalingkan wajahnya dan mulai melanjutkan perjalanan.
Son dan Bawahannya segera mengikutinya dari belakang. Meskipun lebih kuat dari Allen, mereka merasa tidak cocok menjadi pemimpin regu.
7 orang menelusuri gua misterius, Allen mengandalkan keterampilan sistem untuk menentukan jalan terbaik. Setelah 2 jam berjalan tanpa menemui monster, mereka akhirnya sampai di depan pintu setinggi 10 meter.
__ADS_1
"Pintu apa itu?" tanya Son yang kebingungan.
Allen menutup mulutnya. "Semua lindungi penciuman kalian dengan aura!" tegasnya memperingatkan teman-temannya.
Kelompok Allen masih menggunakan topeng berkualitas baik, jadi racun udara tidak mempengaruhi mereka. Namun Son dan Bawahannya tidak beruntung, mereka sempat menghirup udara dan kakinya lemas tak berdaya.
Allen segera menarik badan Son ke tempat yang aman, Budi juga membawa Bawahan Son. Ye Mo, Shera, dan Pedro menyusul dari belakang.
"Kakiku tidak bisa gerak!" seru Son yang mulai panik. Ia tidak bisa merasakan kakinya dan tangannya juga mulai mati rasa.
Bawahan Son pasrah, ia terlalu sombong dan sekarang kena batunya. Merasa dirinya seorang pejuang tingkat 5 puncak, ia tidak mematuhi perintah Allen dan berakhir menjadi beban.
"Apa itu monster penjaga harta karun?" tanya Son yang sempat melihat sosok monster setinggi 5 meter.
"Bukan, dia hanya penjaga pintu. Seperti monster-monster itu menjaga barang yang sangat penting." Allen menyempitkan mata dan segera memaksa pil kebugaran tingkat tinggi ke mulut Son.
Setelah beberapa menit, Son berhasil selamat tapi Bawahannya masih mencoba mengendalikan tubuhnya.
"Ini lebih sulit dari perkiraan. Dengan tim kita saat ini tidak mungkin bisa menembus pertahanan penjaga!." Son mencoba memberikan pendapatnya.
Allen tidak setuju, ia menatap ke arah Monster setinggi 5 meter dan pesan sistem muncul.
[Selamat pemain telah membangkitkan Pengelihatan Surgawi.]
[Pengelihatan Surgawi
Dapat menampilkan kekuatan target dan titik lemahnya.]
Tanpa pikir panjang Allen segera menggukan Pengelihatan Surgawi untuk melihat status monster penjaga pintu.
[Minotour
Umur : 35 tahun
Elemen : Api
Total Kekuatan : 77.267
Kelemahan : Luka di punggungnya, serangan air,...]
"Bagus kita punya kesempatan menang!" seru Allen telihat senang. Kelemahan Monster Penjaga pintu ternyata punya banyak kelemahan.
"Ambil senjata kalian, ikuti instruksiku!." Allen mengambil komando, ia bergerak dulu dan menebas Minotour dengan pedang pendek.
Sayangnya serangannya bisa di hadangan dengan tangan kosong. Monster penjaga pintu langsung menyerang balik, ayunan tangannya hampir mengenai Allen yang masih belum menginjak tanah.
Shera dan Pedro sudah bersiap dengan pedang pendek miliknya, mereka langsung menusuk dua kaki Monster.
__ADS_1
"Argh... Manusia sialan!." Minotour ternyata bisa bahasa manusia, ia merintih kesakitan.