Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Curiga


__ADS_3

Bukannya tidur, Allen malah duduk meditasi mengedarkan auranya. Pikirannya tenang tapi terus berjalan layaknya air mengalir dari hulu ke hilir. Meskipun tampak tenang, gejolak di dalamnya dapat melukai penggunanya jika tidak hati-hati.


[Selamat, pemain Allen telah menciptakan metode baru, Pelatihan Tidur.]


[Pelatihan Tidur, memungkinkan Anda untuk menyisihkan waktu tidur digantikan dengan latihan meditasi. Harap ingat, tidur adalah kodrat seorang manusia rendahan.]


Allen tidak mempedulikan pemberitahuan sistem, ia terus mengedarkan sirkulasi auranya untuk memperluas wadahnya. Pengulangan terus ia lakukan tanpa sadar matahari sudah mulai menampakkan dirinya.


Tanpa mengatakan apa-apa, Allen segera melakukan push up dan latihan fisik lainnya, tidak lupa ia menggunakan teknik pembukaan bela dirinya. Kaki dan tangannya bergerak sangat halus, matanya perlahan memejam menikmati aliran angin yang masuk ke dalam kamar.


Setelah menyelesaikan semuanya, Allen membuka matanya perlahan dan langsung masuk ke kamar mandi. “Sejak kapan keringatku sebau ini!” ucap Allen sambil melepas pakaiannya.


Dia tidak menyadari bahwa tubuhnya sudah diperbaiki oleh teknik jiwa, meskipun bukan seorang Pejuang tingkat 5, Allen bisa bersaing dengan mereka dalam hal fisik. Jadi Allen tidak perlu merendah jika bertemu dengan musuhnya dan orang-orang yang ingin mencelakai keluarganya.


Karena sudah curiga dengan petugas penginapan, Allen menyembunyikan tas yang isinya hanya buku di lemari. Tapi beberapa barang pentingnya disimpan di bawah kasur.


Allen pergi keluar untuk melakukan tugas lari 20 kilometer, karena fisiknya terlalu kuat, 20 kilometer bukan masalah besar. Tidak perlu menghemat napas, Allen lari cepat menjauh dari penginapan.


Dua penjaga penginapan melihatnya dari balkon, mereka tampak tersenyum dan segera memalingkan wajahnya. Allen menyadari itu, tapi ia tetap membiarkan kamarnya di ekspos.


Setelah memastikan Allen keluar penginapan, dua penjaga langsung menghubungi resepsionis dan meminta kunci untuk kamar Allen. Tanpa pikir panjang mereka langsung masuk, awalnya tampak biasa saja tapi tiba-tiba lampu mati dan menyala sendiri.


“Apa instalasinya eror?” tanya salah seorang penjaga.


“Tidak mungkin, kemarin aku sendiri yang memeriksanya. Abaikan eror lampunya, ayo cari benda berharga!” kata penjaga lain.


Salah seorang penjaga membuka lemari, sosok guling yang disusun berdiri serta mengenakan pakaian muncul tiba-tiba. Sontak penjaga itu berteriak karena melihat darah di kepala guling.


“Aaa....!”


Penjaga penginapan lain segera menoleh. “Jangan berisik, itu hanya bantal!” bentaknya dengan nada sedikit marah. Kakinya segera menendang bantal itu dengan kekuatan penuh, tapi kakinya seperti membentur sebuah batu.


“Aduh-duh...”

__ADS_1


Tangannya segera membalikkan bantal, dua penjaga langsung melompat ketakutan karena keduanya melihat wajah manusia penuh dengan darah. Lampu mati, penutup jendela juga menutup dengan sendirinya, televisi tiba-tiba menyala dan suara rekaman orang terdengar.


“Selamat datang!” suara di televisi terdengar sangat mengerikan, padahal itu suara Allen yang disamarkan dengan aplikasi khusus.


Dua penjaga langsung berdiri dan mencoba kabur dari kamar, mereka menggenggam gagang pintu. Namun pintunya entah mengapa tiba-tiba terkunci. Dua penjaga berteriak sambil menggedor-gedor pintunya.


Suara menyeramkan keluar dari televisi, salah satu penjaga kencing di celana karena ketakutan. Sampai akhirnya seseorang dari luar membuka pintunya.


“Apa yang kalian lakukan, cepat selesaikan!” katanya memberi perintah. Namun matanya segera terbuka lebar ketika melihat salah satu penjaga penginapan kencing di celana.


“Hantu bos, ada hantu!” ucap seorang penjaga yang kencing di celana.


Bos penjaga segera masuk, ia membalik guling dan sebuah saus tomat tumpah di atasnya. Televisi menyala karena salah seorang penjaga tidak sengaja menekan tombol power, sedangkan tampilannya hanya sebuah acara musik.


“Jangan membuatku tertawa, selesaikan sekarang!” teriaknya dengan nada marah. Namun ia merasakan gejolak aura yang masih sedikit tersisa.


“Sial, sepertinya kita baru saja menendang plakat besi. Segera selesaikan harus melapor ke atasan.”


Disisi lain Allen yang baru saja menyelesaikan lari paginya mendapati kakek tua yang berada di taman dulu. Ia yakin betul sekarang bahwa kakek itu adalah orang yang menculik Silvy.


Allen terus melakukan pelatihan menggunakan teknik jiwa, sekarang ia dapat mempelajari 3 keterampilan yang menentang surga. Keterampilan itu ialah Pemakan Jiwa, Stealth, dan Langkah Bayangan.


Peri Tanah mengatakan semua anggota Sevel Soul atau mereka yang menggunakan teknik jiwa punya 3 keterampilan itu. Setelah punya 3 keterampilan, setiap orang punya teknik buatannya sendiri, bisa di bilang 3 keterampilan itu adalah dasar untuk meningkatkan pemahamannya.


Allen berdiri di belakang pohon, ia tampak sangat tenang dan memperhatikan setiap gerakan Kakek Tua. Setelah beberapa detik, Kakek Tua yang tidak dapat menemukan musuh mencoba melarikan diri. Anak kecil yang di bawanya segera di tarik dengan kecepatan tinggi dan kabur.


Sayangnya pilihan Kakek Tua sedikit ceroboh, Allen mengikutinya dengan Langkah Bayangan untuk mengikuti targetnya. Setelah sampai di hutan, kakek tua itu langsung menusuk anak yang di bawanya, tidak lupa ia menggunakan keterampilan tanah untuk menguburnya.


Sebelum menguburnya, Kakek Tua membuka mulutnya. Dua taringnya tampak tajam dan langsung menggigit anak kecil, daranya di hisab hingga kering. “Dengan ini sudah selesai,” katanya pelan.


Pengorbanan anak kecil itu bisa menstabilkan kekuatan Kakek Tua, itu terjadi karena dia sebenarnya adalah Vampir yang sudah hidup ratusan tahun. Kekuatannya juga sangat memukau karena Allen bisa melihat informasinya.


[Dante

__ADS_1


Umur : 253 tahun


Elemen : Anomali (Angin, Api, Kegelapan)


Total Kekuatan : 67.680.]


Ternyata kakek tua itu jauh lebih kuat dari yang dibayangkan, bahkan Shin Miyazaki akan mati dengan satu gerakan jika melawannya. Tugas Allen kali ini adalah merebut kembali Silvy bukan untuk menghadapi orang tua gila itu.


Keterampilan Allen hampir saja berhenti karena emosinya memakan kesadarannya, untungnya Allen segera mengontrolnya dan menghilang dari radar jangkauan pemeriksaan Dante.


Merasakan adanya gejolak aura, Dante mencoba menghilangkan jejak dengan langkah kaki kebanggaannya. Bukannya lari jauh, Dante hanya bersembunyi sambil menghilangkan keberadaannya.


Allen memasang wajah datar, awalnya ia takut Dante menemukannya tapi siapa sangka kakek tua itu bersembunyi tepat di depan pohon persembunyiannya. “Apa dia bodoh?” ucap Allen dalam hati.


Seorang pembunuh akan menunggu selama mungkin, begitulah yang dipikirkan Dante. Ia bersembunyi hingga malam tiba, siapa sangka Dante tidak bergerak selama 11 jam lamanya hanya untuk menunggu musuhnya.


“Sial, ternyata hanya firasatku!” ucap Dante keluar dari belakang pohon, ia segera melanjutkan langkahnya untuk kembali ke laboratorium tempat Silvy disekap.


Allen dengan penuh kehati-hatian mengikuti Dante yang terlihat santai. Setelahnya ia berhenti di depan sebuah rumah kosong, aura tipis disebarkan. Anehnya Dante tidak menyadari bahwa posisinya sekarang dapat dilihat Allen.


“Apa ini karena efek dari peri 50 tahun itu ya, sangat menarik aku akan segera menyelesaikannya!” katanya penuh semangat sambil membuka pintu bawah tanah.


Allen segera menyelinap masuk tanpa menggunakan penyamaran sedikitpun. Ia hanya perlu Stealth untuk menyembunyikan keberadaannya. Setelah beberapa langkah, ia bertemu dengan seorang penjaga. Tanpa pikir panjang, Allen segera melumpuhkannya dan mengambil seragamnya.


“Pelahap Jiwa!” ucapnya pelan.


Semua ingatan penjaga itu masuk ke dalam kepalanya, Allen sedikit kesakitan tapi ia harus menahannya supaya tidak berteriak atau mengundang kecurigaan orang lain. Penjaga yang di serap langsung menjadi debu.


Penjaga lain mendatangi Allen, ia menepuk pundaknya. “Apa kau baik-baik saja?” tanyanya.


Untungnya seragam para penjaga ruang bawah tanah itu menggunakan penutup kepala dan wajah, jadi penyamaran Allen tidak mudah dibongkar oleh penjaga normal.


“Ya, kepalaku hanya sedikit pusing. Mungkin karena kurang kopi saja.” Allen menjawab dengan santai, ia telah merampas ingatan penjaga ruang bawah tanah, jadi mudah untuk mengingat kebiasaannya.

__ADS_1


“Oh, bos tadi baru datang. Segera buat ramuan sana, jangan sampai membuat kesalahan!”


“Baik,” jawab Allen segera menuju ruang obat. Ia tersenyum manis dan meninggalkan tempat sebelumnya, kali ini ia akan membawa Silvy keluar dari tangan kakek kejam itu.


__ADS_2