
Tulang Relix sudah digunakan terus menerus oleh Keluarga Baruch, oleh karena itu kekutannya mulai melemah dan membutuhkan Energi Murni. Sulitnya mendapatkan energi Murni membuat Keluarga Baruch mencoba mencari alternatif, akhirnya mereka memutuskan untuk menggunakan energi dari Lentera Hantu.
Karena kecerobohan bawahannya, Lentera Hantu telah menghilang entah kemana. Bernard Baruch tidak bisa mengontrol emosinya, makanya dia terus menerus ingin menghancurkan kelompok Topeng Misterius.
“Kali ini kau pasti tidak akan bisa kabur!” ucap Bernard Baruch yang sudah memendam amarahnya sejak lama.
Sebuah benda dikeluarkan dari balik lengan bajunya, benda itu berbentuk seperi tulang besar baisa. Namun setelah Bernard Baruch mengucapkan mantra, tulang itu berubah menjadi emas yang bisa memanggil mayat hidup dan monster kerangka tulang.
Lebih dari 100 ribu mayah hidup dan monster kerangka tulang muncul dari tanah, suara mengerikan terdengar dari langit. Awan hitam mulai berkumpul dan menutupi sinar bulan di malam hari, angin yang dingin berubah menjadi hangat.
Allen segera memerintahkan pasukannya untuk berkumpul ke satu titik di depan kediaman utama Keluarga Baruch, termasuk Simon yang masih bertukar ukulan dengan Penasihat Keluarga.
“Sepertinya dewi keberuntungan belum memihak kita,” kata Simon sambil mengusap darah di sudut bibirnya.
Penasihat Keluarga Simon tersenyum tanpa menjawab, organ dalamnya hampir hancur karena pedang energi yang terus menyerang tubuhnya. Pedang energi itu sangat kuat, bahkan tubuh Lonceng Emas tidak bisa menahannya.
Sejarah panjang Keluarga Baruch sebenarnya tidak terjadi setelah mendapatkan Tulang Emas dan Lentera Hantu, tapi jauh sebelum itu mereka adalah salah satu pasukan andalan Kelompok Seven Soul. Namun karena leluhur mereka memilih untuk menetap di bumi dan tidak naik ke dunia yang lebih tinggi, perlahan-lahan warisannya terkikis.
Penasihat Keluarga Baruch awalnya memiliki marga Qin dan namanya adalah Qin Liang Tian. Keluarga Qin memang tidak langsung berhubungan erat dengan pasukan Seven Soul, tetapi mereka punya banyak anak-anak yang dilatih di bawah kepemimpinan keluarga Hardiman, yang sekarang dipalsukan oleh ayah Clarissa.
“Brengsek, pria tua itu semakin kuat.” Qin Liang Tian mengusap darah di sudut bibirnya dan menyembuhkan luka dalam menggunakan obat langka yang telah disimpan ratusan tahun.
Simon datang paling terkahir, dia melihat semua orang sudah berkumpul dan membahas cara untuk mengambil keuntungan dari perang ini. “Bos, kita cukup kuat untuk mengalahkan mereka. Kenapa harus mundur sementara?” tanyanya yang menyela pembicaraan.
Allen menyempitkan matanya. “Gunakan otakmu, apa kau Simon yang aku kenal. Sekarang bukan waktunya untuk keras kepala dan menggunakan otot saja. Lihatlah musuh kita menggunakan energi jiwamu, hitung berapa musuh kita!” katanya dengan nada sedikit marah.
__ADS_1
Simon segera mengetahui kesalahannya, dia terlalu fokus bertarung dengan Qin Liang Tian sampai lupa menggunakan persepsi energi jiwa. Setelah menyadari kesalahannya, Simon segera menggunakan energi jiwa untuk memeriksa musuhnya.
“Apa yang terjadi?” ucap Simon terkejut dengan jumlah musuh yang terus bertambah seiring bejalannya waktu.
“Duduk dan mari buat siasat.” Allen membahas trik yang mungkin bisa menghentian kepungan musuh pada mereka.
Tujuan utamanya adalah Tulang Relix yang masih ada di tangan kepala keluarga Baruch, oleh karena itu Allen dan dua orang yang cukup kuat akan menerobos masuk sendiri. Simon dan orang-orang yang kuat lainnya akan berjaga di luar kediaman utama untuk mencegah mayat hidup dan monster kerangka tulang masuk.
Tanpa menunggu lama, mereka segera menjalanan strateginya, Allen bersama dengan Tiwi dan Shera masuk ke dalam rumah utama. Mereka langsung menerjang pintu masuk dan dua orang sedang menunggunya.
“Akhirnya kau datang, bocah sialan.” Bernard Baruch duduk di kursi sedangkan satu orang di sebelahnya adalah David yang sudah kehilangan jiwa manusianya.
Kepala Pelayan Keluarga Baruch juga datang membawa sebuah senjata yang sudah dimodifikasi. Senjata itu diperuntukkan untuk menghabisi para pejuang beladiri kaut, salah satunya adalah pistol yang digunakan David sebelumnya.
“Hari ini akan menjadi malam terakhirmu melihat dunia, jadi apa yang ingin kau katakan?” tanya Bernard Baruch yang mengambil sebuah pistol.
Allen tersenyum manis di balik topengnya, dia sudah mempelajari susunan peluru setelah melihatnya langsung. Peluru itu tidak akan bisa menembus pertahanan energi jiwa. Namun Allen memilih untuk bermain trik dan berpura-pura takut dengan melangkahkan kakinya ke belakang. Tiwi dan Shera tahu Allen sedang berpura-pura, jadi mereka juga melakukannya.
“Bagaimana, apa kau takut?” tanya Bernard Baruch sekali lagi.
Allen menggunakan telepati untuk memberi intruksi. “Jangan mengeluarkan suara, ada formasi yang mengikat kita.”
Tiwi dan Shera juga sadar, jadi mereka hanya diam. Allen tidak kalah pintar, dia menggunakan jarinya untuk menulis sesuatu di udara, tulisan berwarna ungu tua melayang di udara dan segera menghilang.
“Sungguh mengesankan, Tuan. Tapi klien kami ingin anda segera meninggalkan bumi.” Tulisan yang tertulis.
__ADS_1
Bernard Baruch tertawa keras setelah membacanya. “Jadi kau sudah tahu ada formasi yang mengikat kita. Jika salah satu orang membuat gerakan atau bersuara, maka orang yang mengikuti akan mendapat hukuman.”
Allen yang baru mendengarnya langsung bertindak, dia dan dua orangnya berlari kemudian mengayunkan pedang energi ke arah musuh. Bernard Baruch mengerutkan kening dan segera menembak energi pedang.
Allen dan dua orang lainnya mengelak, mereka sudah mendapatkan 3 gerakan yang tidak mungkin dimiliki musuhnya. Yang pertama berlari, kemudian menyerang menggunakan energi pedang, dan yang terkahir adalah mengelak. Artinya jika Bernard Baruch atau David menggunakan gerakan yang sama, formasi akan menghukumnya.
“Sangat, bagus. Sekarang ayo mainkan permainnya.”
David yang sudah kehilangan jiwanya berlari dan menyerang sama persis seperti Allen. Bedanya dia hanya menyerang udara karena Allen dan dua orang di belakangnya bisa mengelak. Petir yang cukup besar segera menyambar tubuh David, tapi petir itu justru membuatnya semakin kuat.
“Haha ini dia kekuatan yang aku inginkan!” teriak David yang sudah tergila-gila dengan kekuatan.
Allen sempat bingung sebelumnya, tapi sekarang dia yakin bahwa David adalah bukan orang yang sama. Tidak hanya kekuatannya melambung tinggi hingga menjadi seorang pejuang beladiri tingkat 8, dia juga memiliki energi iblis seperti mahkluk yang ada di dalam Lentera Hantu.
Bernard Baruch tertawa lagi, dia merasa puas karena anaknya sekarang menjadi monster yang bisa membunuh siapapun. Tidak hanya menurut padanya, David bisa menjadi perisai tak tertembus yang dia miliki.
Allen tersenyum dan menggunakan Langkah Bayangan, dia menhilang dan tubuhnya tiba-tiba muncul di belakang Bernard Baruch. Tanpa perasaan iba, dia langsung menebas lehernya tanpa perlawanan. Meski seorang pejuang beladiri tingkat 7, Bernard Baruch terlalu sombong dan menurunkan kewaspadaannya.
“Sebaiknya perbaiki akhlakmu di kehidupan sebelumnya. Kau itu ayah yang sangat buruk!” kata Allen sambil menatap rendah ke arah Bernard Baruch yang terkeletak dingin.
David yang melihat ayahnya tewas malah tertawa dan langsung menyerang Allen tanpa pikir panjang. Sambaran petir terus menyerang tubuhnya, tapi David terus bergerak tanpa memperhatikan lukanya.
Tiwi dan Shera juga menggerakan kakinya dan bergerak. Allen segera mengalihkan perhatian David kepada dua rekannya, dia sendiri langsung mengeledah tubuh Bernard Baruch yang tergeletak.
“Sial, dimana dia menyembunyikannya!” ucap Allen kebingungan.
__ADS_1
Suara Silvy terdegar, “Tulang Relix hampir hilang, benda itu ada di tubuh pria itu! Cepat!”