
Tanpa pikir panjang, Allen melirik ke arah David yang hampir berubah menjadi monster. Tangannya langsung bergerak cepat dan menusuk tubuh targetnya. Namun ujung pedang energinya tidak bisa menembus kulit David.
“Haha, kau pikir aku bodoh. Pedang energi itu mengandung energi misterius. Sayangnya itu tidak lagi berpengaruh padaku.” David membanggakan kecerdasannya.
Allen melompat kebelakang, dia melihat ke langit-langit dan sebuah sambaran petir menghantamnya.
David tertawa keras karena akhirnya dia bisa membalas dendam. Namun matanya segera terbuka lebar ketika melihat Allen masih berdiri tanpa luka.
Allen tersenyum tipis dari balik topengnya, dia merasa puas karena Kayu Hitam yang digunakan untuk membuat topeng tidak hancur. Tidak hanya tahan petir, topengnya juga mengurangi kekuatan petirnya.
“Apa hanya itu kemampuanmu?” tanya Allen dengan nada sombong. Kali ini dia tidak lagi takut dengan sambaran petir akibat formasi yang disusun Bernard Baruch.
David yang kesal mulai kehilangan akal lagi, serangan yang bertubi-tubi mengakibatkan sambaran petir dimana-mana. Bahkan Allen yang menerima serangan harus menderita luka yang cukup parah, dia hanya bisa terus bertahan sambil menunggu kesempatan datang.
“Haha, manusia lemah. Kau seharusnya mati saja!” teriak David yang sudah mulai dirasuki iblis hati.
Allen menggunakan pedang energi lima jari, tanpa peringatan dia mencoba menusuk musuhnya. Namun serangannya dihentikan dengan tangan kosong. Meskipun tangan David tertembus pedang energi, dia masih tersenyum lebar hingga ujung bibirnya hampir menyentuh telinga.
Tawa mengerikan terdengar, David mulai menggila dan melanjutkan serangannya. Setiap pukulannya menghancurkan tanah di sekitarnya, rumah kediaman keluarga Baruch bergetar hebat. Perlahan tiang-tiang yang menyangganya rubuh.
Allen mengepalkan tangannya ke langit, ia meberi isyarat pada Shera dan Tiwi untuk mundur sementara. “Jangan sombong, bocah sialan!” katanya sambil melompat kebelakang, dia seperti sedang menghindari amukan David.
Melihat pergerakan Allen yang tidak sama dengan omongannya, David tertawa keras dan memandang rendah Allen dengan tubuhnya yang terus bertumbuh besar hingga dua setengah meter.
“Seperti yang di katakan orang-orang. Kau memang sangat pandai menipu, Allen.” David mengetahui identitas lawannya karena kekuatan iblis di dalam hatinya mulai menguat.
Allen tidak bisa menahan keterkejutannya, kemampuannya menyembunyikan identitas sudah mencapai puncaknya. Namun David bisa mengetahuinya dengan sangat mudah setelah berubah menjadi setengah iblis, ia mulai berpikir bahwa semua iblis bisa mengetahui identitasnya.
“Sejak kapan kau mengetahui identitasku?” tanya Allen dengan tenang, dia mencoba untuk tidak terkejut.
__ADS_1
David tertawa mendengar pertanyaan Allen. “Mudah saja, topeng itu terbuat dari kayu neraka. Wajar jika aku mengetahuinya. Toh sekarang aku jadi setengah iblis.”
“Setengah iblis?”
“Benar, ayah brengsek itu tergila-gila dengan kehormatan. Lihatlah aku sekarang, untungnya iblis sialan ini masih bisa dikendalikan.” David menyentuh kepala bagian kanannya yang mulai menumbuhkan tanduk hitam.
“Aku juga tidak percaya kau menjadi seperti ini, Hyung.” Allen dengan santai menyebut David dengan sebutan yang mereka sepakati saat pertama kali bertemu.
“Bocah sialan, kau memang pintar memainkan peran. Ngomong-ngomong kenapa kau sangat membenciku, padahal kita bertiga memperebutkan Clarissa dengan trik sehat?” tanya David yang mulai frustasi.
Allen tersenyum dari balik topengnya, dia masih belum memastikan bahwa David memang mengetahui identitas aslinya. “Sederhana, kalian selalu menghalangi usahaku. Apa kau sudah lupa perbuatanmu menghancurkan perusahan Allen dan membiayai para pajingan pembuat onar di Kota K?” tanya Allen mencoba mengembalikan pertanyaan David.
“Tentu untuk bersenang-senang, toh Tulang Relix memang membutuhkan pengorbanan. Lihatlah, sekarang aku bisa mengendalikan 100 ribu pasukan yang tidak bisa mati!” teriak David sambbil mengangkat tangannya.
Ratusan ribu mayat hidup bergerak kearahnya, Simon dan semua orang mulai menghadang merek. Melihat betapa kuatnya mayat hidup, Allen bisa menyimpulkan bahwa Simon dan semua anggota Raja Surgawi tidak akan bisa bertahan lama, paling lama mereka bisa bertahan selama 5 menit.
Mahkota Raja mulai bersinar, rambutnya yang putih mulai berkibar dan kain mori yang membungkus pedang mulai berkibar serta membalur tanganya dengan sendirinya. Allen mengankat pedangnya, sambaran petir masuk ke dalam pedang dan membuatnya semakin kuat.
“Sini, berikan aku serangan terkuatmu!” teriak David dengan nada sombong.
Kaki kiri Allen melangkah kedepan, ayunan pedang pendeknya membentuk sudut 45 derajat. Karena sangat cepat mengakibatkan sebuah sayatan pedang dengan sudut 45 derajat dan menuju ke tubuh David.
“Hanya segini!” teriak David yang menghentikan sayatan pedang dengan satu tangan.
Bukannya berhenti, sayatan pedang itu semakin kuat dan bertambah besar. David mulai terdorong sedikit demi sedikit. Allen yang masih memejamkan matanya mulai mebuat sayatan pedang berbentuk vertikal dan horizonal secara dalam satu waktu.
Dua sayatan pedang itu hampir menguras habis energi jiwa Allen, jika serangan keduanya di tahan kemungkinan dia akan kalah. Mendengar David yang masih tertawa meras membuat Allen semakin putus asa.
“Sial!”
__ADS_1
Genggamannya semakin erat, Allen memaksa semua enegrinya keluar dari tubuhnya. 5 peri pendukung yang melihat usaha terkahir Allen mulai bersimpati dan menyumpangkan sebagian besar kekuatannya.
Silvya tanpa takut mengorbankan energi alam selama ratusan tahun untuk membantu Allen, ia secara permanen akan kehilangan energi alam di dalam tubuhnya. Peri api yang baru saja berevolusi juga melakukan semuanya tapi di tahan peri tanah dan lembu suro.
“Jangan gegabah, kau tidak punya kekuatan yang seperti bocah perempuan itu.” Lembu Suro juga bingung dengan kekuatan aneh yang dimiliki Silvya. Elemen yang dimilikinya bukan hanya angin, tetapi sesuai yang sangat misterius ada di dalam tubuhnya.
Peri Air mengorbankan energi alamnya selama puluhan tahun, dia sangat pintar dan sadar diri. Bukan karena tidak loyal pada Allen, tapi dia melihat bahwa musuhnya sudah di ujung nyawanya.
Satu tebasan vertikal tercipta, Allen langsung jatuh setelah mengayunkan pedangnya. Dia tidak bisa mempertahankan kesadarannya dan langsung pingsan tanpa melihat apa yang sedang terjadi di depannya.
David tidak percaya ada sayatan pedang setinggi gunung yang bisa membelah seluruh halaman keluarga Baruch. Tanpa dia sadari tubuhnya telah terbelah dua, ia mengeratkan giginya dan berteriak keras. “Tidak mungkin, aku tidak bisa mati!.”
Tubuh David mulai menyatu kembali, tetapi puluhan monter bayangan muncul di atas langit dan mulai menggerogoti tubuhnya. Semua anggota Raja Surgawi muncul di sampingnya dan mencoba menghancurkan tubuh abadi milik David.
“Jangan harap, bocah sialan!” teriak Simon penus emosi.
Dia mengerah seluruh kekuatannya karena melihat Allen tergeletak di tanah tanpa energi sedikitpun. Untunya ada seorang wanita yang datang dan menolongnya, dia tidak tahu siapa wanita itu tapi Simon dan anggota Raja Surgawi mempercayainya.
David tertawa keras setelah berhasil menyatukan tubuhnya. “Manusia-manusia bodoh. Kau pikir bisa mengalahkanku dengan mudah.”
Monter bayangan yang mencoba memakan tubuhnya malah di tararik dan di banting ke tanah. Semua anggota Raja Surgawi terpelanting dan menghantam tanah dengan keras. Bahkan seluruh pohon dan dindin kediaman keluarga Baruch terangkat dan roboh.
“Haha, manusia-manusia lemah!” teriak David dengan senyum lebar layaknya iblis. Sekarang tanduknya tidak hanya satu, tapi ada dua.
Wanita yang menolong Allen segera bangun dan menatap ke arah David. “Iblis keji yang mulai menyerang bumi. Huh, aku malas menghadapi iblis rendahan sepertimu.”
Wanita itu tidak lain adalah Alona yang berhasil memahami Prinsip Jiwa tingkat 8, jari telunjunya di arahkan ke musuh dan sebuah cahaya menghancurkan seluruh tubuh David yang dikatakan abadi. “Kenapa aku harus melakukan pekerjaan yang membosankan, ayah berikan aku ipon!” katanya sambil menginjak tanah. Tanpa sadar tanah yang dia injak menghancurkan seluruh area sekitarnya. Bahkan mayat hidup yang dikatakan setara dengan Pejuang tingkat 6 dan 7 langsung hancur.
Alona mengayunkan lengannya dan mengangkat semua anggota Raja Surgawi keluar dari medan perang, karena dia merasakan ada orang yang sangat menyebalkan datang.
__ADS_1