
Iblis Hati adalah salah satu yang paling sulit ditangani. Tidak hanya membakar jiwa dan kekuatan, Iblis Hati juga membahayakan orang-orang disekitarnya. Biasanya mereka akan kehilangan kendali tubuhnya dan menyerang semua orang di sekitarnya.
Allen membiarkan mereka menentukan masa depannya. Kakinya melangkah menuju tempat persembunyian Drakula di Pulau Nemo.
"Apa kamu punya kenalan yang bisa menggunakan Blood Hidden?" tanyanya.
"Sudah lama aku tidak mendengar teknik itu. Tapi semua pengguna Blood Hidden pasti sudah mati, aku sendiri yang membasmi mereka dengan menggunakan tubuh Kepala Keluarga Moldova dulu." Drakula mengatakannya dengan wajah serius.
"Tidak, kamu salah. Aku bisa merasakan orang yang mengikut ku sebelumnya menghujani Blood Hindden." Allen membuat pernyataan yang mengejutkan.
"Darimana kamu bisa mengetahui Blood Hidden, Bos?" tanya Drakula penasaran.
"Tidak tahu, tiba-tiba saja aku bisa mengetahuinya. Mungkin karena ingatan para Leluhur Prinsip Jiwa." Allen tidak tahu kenapa juga dia bisa mengetahui teknik terlarang milik Vampir.
"Pengguna Blood Hidden pasti seorang Vampir Tingkat Count atau lebih tinggi." Drakula menjadi serius, saat ini dia hanya punya Dua Lingkaran Mana dan Vampir tingkat Baron atau paling rendah. Menghadapi Vampir Count akan menjadi tugas yang berat untuknya.
"Siapa yang lebih kuat, Vampir Count atau Simon?" tanya Allen dengan ekspresi serius.
"Pria Tua itu sangat kuat, aku tidak bisa melihat basis kekuatannya. Yang pasti Vampir Count bisa di bunuh dengan mudah." Drakula menjelaskan kekuatan Vampir Count.
"Bagus, sekarang waktunya mencari informasi tentang Vampir itu." Allen meninggalkan Drakula di tempatnya.
Setelah berjalan cukup jauh, Allen menggunakan Topeng Misterius dan keluar dari Pulau Nemo. Drakula merasakan tekanan yang kuat, ia sekarang punya tujuan hidup. Dia harus segera menghancurkan pasukan Vampir jahat.
Moldova hanyalah salah satu keturunannya, mereka masih dianggap baik karena mengikuti adab dunia. Namun ada beberapa Vampir Jahat yang membunuh dan menghancurkan ras lainnya.
"Aku harus cepat." Drakula punya tanggung jawab yang besar atas terciptanya Vampir Jahat.
Allen keluar dari Pulau Nemo dan menemui Vampir Jahat yang mengikutinya sebelum.
"Hei, sampai kapan kau bersembunyi?" tanya Allen di belakang Vampir Jahat.
Pengintai yang kaget langsung melemparkan tiga pisau ke belakang. Dia langsung menghilang seperti debu yang tertiup angin.
Allen tersenyum tipis dan mengikutinya, teknik Langkah Bayangan yang dia kuasai lebih baik dibandingkan anggota lainnya.
Vampir Jahat bersembunyi dibalik batu, ia melirik ke arah musuhnya. Namun Allen tiba-tiba di belakangnya dan menepuk pundaknya.
"Jangan kabur, ayo bicara lagi." Allen menggenggam pundak Vampir Jahat. Tidak mau kehilangan jejak, Allen melepaskan Tangan Bayang untuk menghentikannya.
Vampir Jahat mencoba meloloskan diri. Namun dia tidak bisa bergerak karena tubuhnya terikat.
"Siapa kau?" tanya Vampir Jahat sambil melepaskan mantel hitam miliknya.
"Ayolah, mati bicara dulu. Orang-orang memanggilku Blacky." Allen menyembunyikan identitasnya untuk keamanannya.
Vampir Jahat langsung melepaskan ikatan Tangan Bayangan. "Apa hubunganmu dengan Raja Surgawi?" tanyanya.
__ADS_1
"Kita disini bukan untuk sesi wawancara. Aku memang punya hubungan, Allen sering menyewa kami untuk urusan sepele." Allen mencoba menyamakan informasi.
Vampir Jahat yang sudah mendapat informasi langsung melarikan diri. Kali ini dia menggunakan Jimat untuk menghilangkan jejak.
Sayangnya Allen punya sistem yang bisa menandai seseorang. Tepukan Allen sebelumnya tidak sederhana, dia menempelkan pelacak yang tidak bisa dideteksi.
Allen mengejar musuhnya hingga ke Kota R, setelah memastikan bahwa dia adalah bawahan David, Allen segera mundur dan pergi.
"Brengsek, bajingan itu punya teknik yang menyebalkan." Vampir Jahat segera keluar dan menuju Kota A.
Sebenarnya dia adalah bawahan Keluarga Morgan. Namun untuk membingungkan musuh dia menuju Kota R dulu.
Sayangnya Allen tidak bodoh, dia terus mengikuti Vampir Jahat hingga ke perbatasan Kota A. Aksi kejar-kejaran itu berlangsung selama 2 minggu.
Tangan Bayangan muncul dan langsung menangkap Vampir Jahat. "Kau pikir bisa menipu pangeran ini?" ucap Allen dengan penuh percaya diri.
Vampir Jahat itu ternyata tidak sekuat yang dikatakan Drakula. Allen berhasil mengidentifikasinya setelah kejar-kejaran selama 2 minggu.
[Vampir Jahat
Umur : 150 tahun
Elemen : Darah
Total Kekuatan : 104.231.]
Vampir itu hanya setara dengan Pejuang Tingkat 6 sepertinya. Namun banyak trik yang disembunyikan di bawah lengannya. Allen bisa tahu karena Vampir itu bisa menggunakan Ruang Penyimpanan tanpa menggunakan cincin. Artinya Vampir itu punya tiga Lingkaran Mana di jantungnya.
"Argh, Sialan kau manusia!." Vampir Jahat itu berteriak kesakitan. Bukannya mati dia tiba-tiba kembali ke dunia nyata. Ternyata semua serangan itu tadi hanya ilusi masa depan.
Vampir Jahat langsung meminta ampun. "Ampun, Bos. Aku hanya menjalankan tugas."
"Tugas dari siapa?" tanya Allen dengan tatapan serius.
"Keluarga Morgan, mereka menyuruhku mengintai Aliansi Raja Surgawi." Vampir Jahat sedikit linglung karena melihat masa kematiannya.
Tidak lama setelah mengatakannya, Vampir Jahat melihat tangan musuhnya ada di jantungnya.
"Argh, sialan kau manusia!." Vampir Jahat merintih kesakitan.
Allen tanpa rasa kasian langsung menghancurkan jantungnya. Namun Vampir adalah Iblis abadi, meskipun kehilangan kekuatan dia masih bisa hidup.
"Jangan pura-pura, aku tahu kau masih hidup. Cepat berdiri!." Allen memandang rendah Vampir Jahat.
Vampir Jahat tidak mau bangun dia masih berpura-pura mati. Meski tidak punya jantung, dia bisa membuatnya dengan sedikit usaha.
Allen segera mencekik leher musuhnya dan mengangkatnya. Meskipun sudah diangkat, Vampir Jahat tidak memberikan respon.
__ADS_1
"Ini keputusanmu, semoga tenang di alam sana." Allen menggunakan Pelahap Jiwa untuk menyerap ingatan Vampir Jahat.
Rasa sakit yang tidak bisa ditahan membaui Vampir Jahat berteriak sekeras-kerasnya.
Allen tidak ingin memancing orang lain, ia melempar jimat kertas berwarna kuning. Sebuah kubah kecil menutupi mereka.
Tidak hanya suara tapi gejolak energi di dalam kubah tidak dapat keluar. Allen terus menyiksa Vampir Jahat hingga semua ingatan penting masuk ke dalam ingatannya.
Setelah 1 jam tubuh Vampir Jahat berubah menjadi debu. Allen segera pergi meninggalkan tempat kejadian, ia merasakan ada kelompok besar sedang berjalan ke Kota A.
Tidak mau ketinggalan berita, Allen mencoba mencari informasi. Ternyata Keluarga Bishop akan menyerang Keluarga Muller yang menolak untuk bergabung.
Tanpa menunggu lama, Allen yang mendapat berita langsung berlari ke Pulau Nemo. Tujuannya tentu saja Simon dan pasukannya.
"Bos, aku sudah meninggalkan Keluarga Muller. Jadi kepunahan mereka bukan lagi urusanku." Simon mengatakannya dengan suara tenang, meskipun dalam hatinya sedang khawatir.
"Tidak, kita harus ikut membantu. Ye Mo, Budi bawa pasukan 50 orang!" seru Allen memberi perintah.
Dalam beberapa menit, Budi dan Ye Mo datang bersama pasukan mereka masing-masing. Ye Mo membawa 25 anggota Keluarga Ye, mereka muda dan tampak sangat menjanjikan.
Budi membawa 25 anggotanya yang sudah pernah bertarung mati-matian. Pengalaman mereka dapat tercermin dari ekspresinya yang tegas.
"Pedro, Shera. Kalian juga ikut, awasi bagian belakang!." Allen memberi perintah.
Suara wanita dan pria tiba-tiba muncul dan berkata, "Baik, Bos."
Allen hanya membawa Simon untuk operasi kali ini. Dia harus menunggu Son Hyuk menyelesaikan teknik baru dan membiarkan Petrik melatih pasukan Keluarga Huben dan Ye.
Mereka semua berlari ke Kota A dengan sekuat tenaga. Simon setengah hati melakukannya, tapi dia harus mengikut perintah tuannya.
Setelah sampai kota A, Allen mengirim telepati ke pasukannya saat ini. "Pecah pasukan menjadi 3. Aku dan Simon akan bergerak sendirian, Budi bergerak setelah pasukan Bhisop menyerang, Ye Mo cari kesempatan menyerang dari samping."
Perintah diterima, tiga regu langsung berpisah. Allen berlari ke Keluarga Muller, tentu saja dia mendatangi Thomas.
"Kenapa kalian diam saja?" tanya Allen dengan wajah serius.
"Kita tidak mungkin selamat, mereka membawa Pejuang Tingkat 7 yang sangat kuat. 3 Leluhur juga sudah bersiap untuk menutup umurnya." Thomas Muller tampak putus asa.
"Apa Keluarga Muller memang selemah ini? Sia-sia aku membantu kalian!." Bukannya prihatin, Allen justru marah melihat semangat juang Keluarga Muller sudah turun.
Sampai akhirnya Leluhur Keempat Keluarga Muller, Wilson Muller datang. "Akhirnya anda sampai, ketua," katanya menyambut Simon.
"Aku tidak punya urusan dengan Keluarga Muller, tuan ingin menyelamatkan kalian tapi responnya membuatku marah." Ternyata tidak hanya Allen yang marah, tapi Simon juga merasakan hal yang sama.
Tidak sepantasnya Pejuang Beladiri menyerah sebelum bertarung. Meskipun kekuatan lawan jauh melebihinya, Simon pasti akan bertarung hingga mati.
"Bukan seperti itu, Ketua. Lawan kita Keluarga Bishop yang membawa salah satu kekuatan utama Keluarga Morgan." Wilson mencoba membela diri.
__ADS_1
"Tidak ada alasan!" bentak Simon sambil melepaskan aura kematian. Tanah bergetar ketakutan bangunan bergoyang bahkan burung-burung langsung beterbangan.
Allen menepuk pundak Simon. "Sudahlah, bukan saatnya berdebat. Anggap saja kita sedang membantu mitra kerja."