Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Informasi Penting


__ADS_3

Untungnya Allen segera sadar, ia melihat Budi masih berendam sesuai arahannya. Kemudian ia langsung mengambil kertas dan mempraktekkan keterampilan pedang dan berbagai teknik menggunakan kertas.


[Ting, selamat pemain Allen berhasil mendapat gelar Pengguna Senjata, meningkatkan akurasi 10%.]


Akurasi tidak ada dalam layar status, Allen mengerutkan kening dan mencoba mencari status akurasi. Namun setelah melakukan beberapa pencarian, ia tidak menemukan petunjuk sedikitpun.


“Apa sebenarnya Akurasi ini?” gumam Allen pelan.


Kemudian ia teringat beberapa game yang di mainkan pada kehidupan sebelumnya, akurasi meningkatkan ketepatan dalam serangannya. Tanpa menunggu lama Allen segera mengambil kertas dan menggerakkannya sesuai dengan instingnya.


Ayunan kertasnya berhasil menciptakan sebuah suara tebasan, Allen mengulanginya berkali-kali hingga Budi keluar dari kamar mandi.


“Bos, aku sudah melakukan sesuai perintahmu.”


[Budi


Umur : 51 tahun


Elemen : -


Total Kekuatan : 51.762.]


Itu melonjak sangat banyak, Allen harus mengakui bakat Budi tidaklah rendah seperti yang di bicarakan semua orang. Setelah memastikan Budi meningkat, Allen sudah siap mencari Nathan dan Nala.


“Sekarang mandilah, kita berangkat 1 jam lagi.”


Budi tanpa menjawab langsung melaksanakan tugasnya, ia sebenarnya terkejut dengan perubahan fisiknya. Tidak hanya meningkatkan aura, cairan tadi dapat membuang kotoran yang mengendap dalam tulangnya. Sekarang Budi bisa menghadapi seorang Pejuang tingkat 5 menengah sendirian.


Sebelum mencari Nathan dan Nala, Allen menggunakan keterampilan Mata Dunia untuk melihat masa depan yang belum berubah.


Kesadaran Allen hilang, ia dipindahkan ke sebuah tempat yang seperti gua. Nathan dan Nala sedang di sekap dan dua orang menyiksanya dengan besi panas.


“Katakan, mana salinan teknik beladirimu!”


Nathan dan Nala hanya diam, mereka punya keyakinan cepat atau lambat bosnya akan menolongnya. Nathan yang mendapat pertanyaan mendongak dan meludahkan air liurnya ke wajah Penyiksa.


“Enyahlah!”


Penyiksa yang marah langsung mengayunkan besi panas ke wajah Nathan. Suara benturan tulang kepala dengan besi terdengar sangat keras, “Tang...”


Allen hanya punya waktu 5 detik untuk melihat masa depan, ia mencoba melihat sekitar tapi sangat disayangkan keterampilannya segera menghilang. Kesadaran Allen kembali ke dunia nyata, ia tampak terengah-engah karena memaksakan diri.


“Aneh, aku bisa menggunakannya 6 detik. Ini pasti sebuah kemajuan!” gumamnya pelan sambil tersenyum manis.

__ADS_1


Setelah semuanya selesai membersihkan diri, Allen dan Budi menuju kota M untuk mencari informasi. Tujuannya tidak lain adalah taman bermain seperti kemarin, seorang agen informasi menghampirinya.


“Tuan Allen, apa Anda mencari kami?” tanya seorang pria berkacamata hitam.


“Bunga Mawar selalu mekar.” Allen mengucapkan kata sandi yang digunakan untuk meyakinkan agen Bunga Mawar.


“Baiklah, ikuti kami.”


Dua agen informasi menuntun Allen dan Budi ke rumah hantu, berbeda dari sebelumnya sekarang mereka berjalan ke belakang dan membuka pintu besi di sebelahnya. Pintu besi itu hanya bisa di akses oleh agen penjual informasi, tetapi Allen segera mengerti bahwa teknologi yang mereka pakai sangat canggih di tahun sekarang.


“Kita sudah sampai Tuan, semoga apa yang Anda harapkan bisa terkabul.” Dua agen Bunga Mawar pergi.


Tidak seperti sebelumnya, Allen dan Budi hanya di antar sampai pintu depan. Padahal pada kesempatan sebelumnya ia di antar sampai ke ruangan Ferdy. Karena tidak ada kecurigaan, Allen dan Budi segera menyusuri lorong panjang dan ia ditemui oleh seorang pria bertopeng.


Allen dan Budi tidak menyembunyikan identitasnya, setelah dipikir-pikir mending Allen tetap mengungkapkan identitas dibandingkan menyembunyikannya.


“Dimana mereka berdua?” tanya Allen sambil melemparkan foto Nathan dan Nala.


“Nathan dan Nala, seorang penjual obat terlarang yang sangat andal. Kala itu informan kami hampir terkecoh karena kematiannya, tetapi sesuatu yang menarik terjadi pada perusahaanmu.”


Allen menyempitkan matanya, ia tidak menyangka Ferdy berhasil menemukan jejak Nathan dan Nala yang sudah berhasil ia ubah. “Benar, mereka Nathan dan Nala. Berapa biayanya?” tanyanya dengan suara pelan.


“Keduanya di culik organisasi beladiri yang cukup kejam. Mereka punya markas di Kota Y. Untuk kelanjutannya bagaimana kalau menukarnya dengan teknik beladiri yang bagus?” tanya Ferdy sambil berdiri dari kursinya.


Nathan dan Nala hanya seorang Pejuang tingkat 3, jadi mereka bisa dikalahkan dengan begitu mudah. Namun tekad mereka belum pudar, Allen harus segera menyelamatkannya.


“Teknik beladiri? Aku tidak mempunyainya!” kata Allen dengan suara pelan. Ia mencoba membuat cerita untuk meyakinkan Ferdy sebagai pengumpul informasi.


“Jangan berbohong, aku sudah menyelidiki beberapa orang di sekitarmu. Mereka tiba-tiba menjadi sangat berpotensi, pasti ada sebuah rahasia yang kau sembunyikan.”


Allen menghela napas. “Sebenarnya aku memeberi mereka sebuah pil. Tapi aku hanya punya satu botol, tapi aku sudah menggunakannya 8 buah. Sekarang tinggal 2,” katanya dengan suara santai.


“Pil?”


Allen mengeluarkan sebuah botol dari sakunya, ia mengeluarkan satu pilnya di telapak tangan. “Apa sekarang kau percaya?”


Ferdy langsung membelalakkan matanya karena melihat sebuah pil berwarna hijau terang dan memancarkan aura lemah dan stabil. Jika seseorang memakannya, mereka pasti mendapatkan terobosan yang tidak terduga.


“Baiklah, tukarkan dengan dua pil itu untuk mencari keberadaan mereka.”


Allen menggelengkan kepala. “Sepertinya aku harus merelakannya,” kata Allen sambil melempar botol berisi dua pil.


Sebenarnya pil itu adalah versi paling rendah dari pil kebugaran. Allen bisa mengetahui efeknya karena memakannya setiap hari. Bahan yang digunakan juga sangat murah, bisa didapat di warung-warung terdekat.

__ADS_1


Ferdy tersenyum dan menangkap botol. “Nathan dan Nala di bawa ke Kota Y, sekarang mereka masih di bandara dan baca saja selengkapnya!” katanya sambil menyodorkan sebuah gulungan informasi.


“Baiklah, aku pergi dulu.”


Setelah Allen meninggalkan ruangan, Ferdy kehilangan senyumnya dan memanggil pelayan menggunakan ketukan jari ke meja. Tepat setelah ketukan ketiga, seorang pelayan berpakaian serba hitam muncul dan berlutut di depannya.


“Cari tahu siapa orang di sebelah bocah itu. Budi seharusnya tidak sekuat tadi,” katanya dengan tatapan serius.


“Kami sudah mencari identitas aslinya, ia adalah Budi seperti yang kita tahu. Tapi beberapa bulan lalu dia menjadi sangat kuat tanpa alasan yang jelas, mungkin saja karena teknik yang dirumorkan.”


“Sepertinya bocah itu sangat cerdik, bisa-bisanya aku di tipu.”


“Tuan, sepertinya kita harus pindah markas. Beberapa orang dari Ular Naga sudah mulai bergerak dan akan menyerang markas ini.”


“Untuk apa kau bertanya, segera kemasi barang-barang kita dan jangan tinggalkan jejak kita.”


Tidak butuh waktu 10 menit untuk orang-orang dari Bunga Mawar meninggalkan markas mereka di taman bermain. Kemampuan mereka dalam melarikan diri tidak bisa dianggap enteng, bahkan para orang tua seperti Dante tidak bisa mendeteksinya.


Disisi lain Allen masuk ke dalam mobil dan langsung membaca informasi yang di berikan Bunga Mawar. “Sepertinya Nathan dan Nala tidak akan selamat, tapi tidak ada salahnya membalaskan dendam mereka,” kata Allen sambil merobek gulungan informasi.


Budi yang duduk di kursi kemudi menjadi sangat tegang, ekspresinya penuh tekad untuk membunuh para penculik. Namun tepukan di pundaknya langsung mencairkan suasana, tepukan itu datang dari Allen.


“Tenang saja, aku yakin Nathan dan Nala masih hidup. Informasi Bunga Mawar hanya sekedar tulisan saja. Mereka menyimpulkan seenak jidat karena tidak tahu kekuatan kita berdua. Jadi jangan menahannya sama sekali,” kata Allen sambil menyerahkan sebuah topeng berwarna hitam.


Allen juga menggunakan topeng kebanggaannya, Topeng Misterius. Setelah memasang topeng, hanya matanya yang terlihat, Allen tampak sangat marah karena salah satu keluarganya diculik dan disiksa.


[Topeng Misterius


Jenis : Topeng


Efek : Menghilangkan keberadaan (Sangat Kuat)


Tingkat Kualitas : S.]


“Semua sudah siap, ayo jalan!” katanya.


Kota M ke Kota Y membutuhkan waktu 2 jam mengendarai mobil. Jarak mereka cukup dekat karena terpisah oleh selat, tapi karena adanya sebuah jalur bawah laut, perjalanannya menjadi lebih cepat.


Disisi lain, Dante dan pasukan Ular Naga sampai di taman bermain. “Segera cari para tikus sialan itu!” katanya dengan nada tinggi.


12 pria langsung berpencar mencari keberadaan orang-orang dari Bunga Mawar, tapi setelah mencari 3 jam, mereka tidak mendapatkan hasil sama sekali.


“Sial, ini semakin sulit!” kata Dante dengan wajah merah karena marah.

__ADS_1


__ADS_2