Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Perang Besar (2)


__ADS_3

Ye Mo berdiri tegap di depan semua pasukannya, anak panah yang terbuat dari energi jiwa mulai dibentuk. Matanya memancarkan kilatan petir dan tangan kanannya segera melepas pegangannya.


Anak panah dengan kekuatan penghancuran menembus semua musuh. Panahnya berhenti tepat di depan Pemimpin Suku Sumeria, Koger Sumeria.


Tongkat di tangan kanannya bergoyang dan menghilangkan kekuatan Ye Mo. "Anak muda yang menarik, jika ada orang satu saja di sukuku, pasti kita tidak akan jadi seperti ini," kata Keger sambil menghela napas.


Ye Mo sedikit terkejut melihat panahnya dihentikan dengan mudah. Padahal dia menggunakan 80% kekuatannya untuk melukai musuh. Namun siapa yang menyangka panahnya akan menghilang.


Koger yang santai tiba-tiba terhempas sangat jauh, seteguk darah segar keluar dari mulutnya. "Apa yang terjadi?" katanya kebingungan.


Energi Jiwa tidak bisa dihilangkan begitu saja. Keterampilan Koger ternyata adalah menghilangkan keberadaan energi. Karena Energi Jiwa bisa membidik lawannya hingga ke seluruh alam semesta, anak panah yang di tembakan Ye Mo kembali lagi, walaupun daya hancurnya berkurang drastis.


Koger terkejut, untungnya tubuh buatan untuk menampung jiwanya baik-baik saja. "Menarik anak muda, kau berhasil melukai orang tua ini."


Setelah menggerakkan tongkatnya, Koger memuntahkan darah lagi. Dia tidak tahu mengapa tubuhnya sangat mudah terluka.


"Brengsek, tidak ada yang lebih hebat dariku soal racun! Apa yang kau gunakan!" teriak Koger sambil mengusap darah di sudut bibirnya.


"Racun yang tidak akan pernah kau ketahui," jawab Ye Mo dengan percaya diri. Padahal dia sendiri juga tidak tahu kenapa kerusakannya sangat besar.


Pertarungan Ye Mo dan Benteng Selatan akan terus seperti itu. Ye Mo bertahan dengan panah, sedangkan Koger akan terus memaksa para zombie menerobos masuk.


Perang di gerbang utara juga tidak kalah mencekam. Son Hyuk yang memimpin pasukan hanya bisa bertahan melawan gempuran para Suku Barbarian.


Son Hyuk berdiri di barisan depan menghadang semua musuh, disusul beberapa orang yang kompeten di pertarungan jarak dekat.


"Mundur!" teriak Son Hyuk memberi perintah sambil menyangka pedangnya.


Semua pasukan mundur masuk ke dalam gerbang, mereka segera menyembuhkan dirinya dengan pil kebugaran atau yang lainnya.


Son Hyuk menaiki tembok pertahanan. "Tembak!" katanya memberi pernah.


2 Altileri menembakkan pelurunya, ledakan besar di dua titik mengakibatkan suku Barbarian terluka. Tidak sampai disitu, 8 Pelontar Granat Otomatis menunjukan wujudnya.

__ADS_1


"Jangan tahan, hancurkan mereka!" seru Son Hyuk memberi perintah. Dia mengusap pedangnya dengan kain karena darah menutupi kilauan pedangnya.


"Ini sulit, mereka sama sekali tidak terganggu." Son Hyuk memikirkan cara yang lebih efektif.


Setelah memperhatikan gerakan para Barbarian, Son Hyuk menyadari bahwa ada kelemahan yang paling di tonjolkan.


Para Barbarian punya tubuh berotot dan pergerakan lengannya terbatas. Son Hyuk menunjuk gerombolan Suku Barbarian. "Serang bagian tengkuknya!"


Suara teriakan itu menggetarkan seluruh Medan perang. Dua Altileri langsung membidik barusan belakang, sedangkan Pelontar Granat Otomatis akan menargetkan jarak terdekat.


Son Hyuk merasakan kehadiran yang sangat kuat berdiri di barisan belakang musuhnya. Keringat dingin mulai menetes ketika sosok monster setinggi 3 meter berjalan ke arah dingin.


"Roar!" teriak monster itu.


Ternyata monster yang dimaksud Son Hyuk bukan monster sesungguhnya. Dia adalah Pemimpin Suku Barbarian, Regas Barbarian.


Semakin kuat dirinya, tubuhnya akan terus membesar itulah kekuatan bawaannya. Keluarga Baruch berhasil membangkitkannya karena Regas tidak peduli dengan skema-skema membosankan. Dia hanya ingin bertarung dengan orang kuat.


"Orang Tua, ternyata kau punya adab yang bagus. Ayo tentukan siapa yang terbaik!" ucap Regas dengan tatapan merendahkan.


Son Hyuk tersenyum manis, dia tidak tahu seberapa kuat musuhnya. Namun dia percaya Prinsip Jiwa adalah teknik tingkat dewa.


"Aku tidak menduga kebiasaan kalian sama dengan monster Troll disini." Son Hyuk menjawab dengan suara ketus.


Regas cemberut dan langsung melayangkan kepalan tinjunya. "Mati, kau sialan!."


Son Hyuk untungnya sempat merespon, dia mundur dua langkah untuk menghindari serangan pertama. Seperti prediksinya Regas menyerang untuk kedua kalinya. Menghindari serangan kedua sangat mudah karena kecepatannya cukup pelan.


Pedang di tangan Son Hyuk digerakkan dan menusuk Regas. Namun ujungnya berhenti di atas kulit lawannya. "Sial, apa kau badak!" umpatnya dengan suara keras.


Sayangnya senjata terkuat yang dibelinya hancur setelah musuh melepaskan auranya. Son Hyuk hanya bisa terdiam melihat pedang yang harganya miliaran rupiah langsung hancur.


Regas tidak memberi kesempatan padanya, serangan berikutnya berhasil menghantam tubuhnya dan terbang hingga dihentikan batang pohon.

__ADS_1


Son Hyuk memuntahkan seteguk darah, dia mengusap dan mengeluarkan senjata pemberian Allen. "Aku harap kamu tidak hancur," katanya tampak sedih karena pedangnya sudah habis.


Awalnya Son Hyuk tidak ingin menggunakan senjata pemberian Allen, tapi keadaan memaksanya sampai sejauh ini.


"Teknik Seribu Tusukan Pedang." Son Hyuk mulai serius, dia menggerakkan pedangnya dan puluhan tusukan dihasilkan setiap detiknya.


Regas yang terlanjut berjalan maju, jadi dia tidak punya pilihan selain menerima serangan.


Pedang pemberian Allen secara otomatis menyerap energi, karena Son Hyuk mengunakan energi jiwa, jadi daya hancurnya cukup besar.


Regas tidak percaya dia terluka hanya karena tusukan pedang biasa. Namun tubuhnya tiba-tiba mati rasa karena darah mengalir terlalu banyak.


Dengan adanya Energi Jiwa, kemampuan regenerasi Suku Barbarian tidak akan berguna sama sekali.


Son Hyuk melihat secercah harapan, dia langsung bergerak dan menggunakan teknik tusukan terus menerus. "1000 tusukan pedang surga!" katanya menyebutkan nama keterampilannya.


Pertarungan di gerbang utara sudah menemukan harapan. Sayangnya di gerbang Barat dan Timur tidak seperti dua gerbang lainnya.


Budi terluka parah, bahkan dia tidak bisa menggerakkan seluruh tubuhnya karena musuhnya sangat misterius. Pukulan terus menembus tubuhnya tapi tidak menghasilkan kerusakan pada lawan.


Mereka ternyata adalah Suku Hantu, mereka adalah suku terkuat dari 3 lainnya. Namun ras Iblis dan Hantu sangat berbeda, Iblis adalah sebuah Ras, sedangkan hantu adalah perkumpulan.


Kondisi Budi tidak jauh berbeda dengan Wilson Muller. Seluruh tubuhnya terluka, bahkan beberapa anak buahnya dijadikan sandera. Untuk menebusnya, Windsor harus menjadi mata-mata ras iblis.


"Wilson mundur!" teriak Simon dari kejauhan. Dia sendiri yang akan menghadapai kekuatan misterius dari ras Iblis.


Wilson segera mundur dan berlindung di belakang Simon. Kemudian dia menelan pil kebugaran tingkat tinggi.


"Oh ada orang yang coba-coba menjadi pahlawan," kata Pemimpin Ras Iblis.


Simon tidak gentar sedikitpun tubuhnya tegap dan tatapannya mengarah pada Pemimpin Ras Iblis. "Tidak perlu basa-basi, aku masih punya puluhan senjata yang siap menyerang."


Pernyataan Simon langsung memancing emosi Pemimpin Ras Iblis. "Jangan sombong Bocah sialan!" teriaknya.

__ADS_1


__ADS_2