
Ye Mo menatap tajam ke arah kakaknya. "Brengsek, aku tidak akan pernah melupakan penghinaan ini. Jika aku selamat, tanganku sendiri yang akan membalaskan kakak-kakakku yang lain!."
Keluarga Ye sudah hancur, Ye Qing telah membunuh penerus lainnya kecuali Ye Mo karena cukup kuat. Kemudian Ye Qing juga membunuh beberapa orang penting di Keluarga Ye, bahkan ayah dan ibunya sekarat dibuatnya.
Mendengar pernyataan Ye Mo, Ye Qing tertawa keras. "Jangan membuatku tertawa, Bocah. Mana mungkin kau selamat hari ini."
Ye Mo memegang erat tubuh ayahnya yang pingsan, ibunya sudah dirawat orang kepercayaan. "Tidak, aku pasti akan selamat."
"Serahkan sisanya pada kami, fokus saja mengalahkannya." Allen mengirim telepati.
Dua Demi Human ingin menerobos masuk ke aula utama. Allen dan Drakula mencegatnya, Pedang Pendek dan Cakar tajam langsung mengakhiri mereka berdua.
Allen mengangguk memberikan isyarat, Drakula segera pergi dan berburu semaunya. Tidak ada yang boleh keluar dengan nyawanya.
Karena Allen sendiri, ia mengeluarkan Pedang Pendek biasa. Kakinya melangkah pelan, tubuhnya tiba-tiba hilang dan muncul di atas genteng.
"Sampai kapan kalian menonton. Sepertinya terlihat menarik?" tanya Allen di belakang Manusia Bunglon dan Manusia Elang.
Dua musuh langsung melesatkan serangan tinju ke belakang. Allen dengan santai menghindarinya ke samping dan mencolek bahu Manusia Bunglon.
Dua Demi Human itu tingkat Count atau setara Pejuang tingkatan 6 awal. Keduanya tampak terkejut melihat pria bertopeng menghindari serangan gabungan dengan santai.
"Sambutan kalian sungguh sesuatu, aku hanya menyapa." Allen berkata dengan ramah.
"Kau pria yang kemarin. Karena sudah melihat wajahku, kau harus mati!." Manusia Bunglon berteriak marah.
"Bukankah dia juga sudah melihat wajahmu, harusnya dia dulu yang di eksekusi!." Allen dengan santai menolak argumen Manusia Bunglon.
Akibat pernyataan itu, kewaspadaan dua Demi Human sedikit turun dan saling memandang. Allen dengan cepat memanfaatkan situasi dan menebas leher Manusia Elang.
Namun Manusia Elang sigap dan menghindari serangan fatal, hanya ada luka gores kecil di lehernya.
"Sangat bagus, Bocah. Kau pikir bisa membunuhku!." Manusia Elang melepaskan aura mencekam.
Allen berdiri dengan tenang, aura lemah seperti itu tidak mungkin menakutinya. "Sepertinya tidak perlu waktu lama menyingkirkan kalian!." Allen membuat pernyataan berani, walaupun dia sendiri juga tidak yakin.
Manusia Elang mengeluarkan cakarnya, matanya menatap tajam dan langsung menembus tubuh musuhnya. Matanya terbelalak ketika melihat targetnya hanya sebuah bayangan.
__ADS_1
Allen muncul kembali dan segera menebas leher musuhnya. Kali ini berbeda, pedangnya tidak bisa menembus sisik emas yang melindungi leher Manusia Elang.
Senyum Manusia Elang terbuka lebar, giginya yang putih mengkilap tiba-tiba mengeluarkan jarum kecil.
Allen mengelak dengan mudah matanya langsung tertuju pasa lidah Manusia Bunglon. "Karena kau melemparkan senjatamu, maka matilah!."
Pedang Pendek yang masih terbungkus Kain Mori di keluarkan. Dalam sekejap mata pedang itu langsung memotong lidah Manusia Bunglon.
Pandangan Allen berpindah pada serangan cakar Manusia Elang. Ayunan pedangnya sangat cepat hingga memotong satu tangannya.
Penggunaan energi yang berlebihan membuatnya merasa pusing, Allen menyimpan senjatanya lagi. "Ini lebih sulit dari yang kukira," gumamnya pelan.
Dua lawan satu, mereka semua sama-sama Pejuang Tingkat 6. Namun Allen punya kemampuan unik miliaknya.
Sebuah bayangan tangan keluar dari punggungnya, dengan lambaian ringan ia menangkap Manusia Bunglon dan Manusia Elang.
Genggamannya semakin, darah mulai keluar dari sudut bibirnya. Allen terus berkonsentrasi untuk melumpuhkan musuhnya.
Namun Manusia Elang dan Manusia Bunglon terlalu kuat, merek berhasil melepaskan diri dan menyerang balik.
Allen yang terdesak menggunakan Mana Shield melindungi tubuhnya dari kerusakan. Namun serangan dua musuhnya cukup kuat hingga membuatnya terpenggal menghantam tembok.
"Karena sudah seperti ini. Mari mulai serius." Rambut Allen mulai berubah putih, matanya mengeluarkan kilatan ungu.
Tubuhnya mulai berubah transparan dan kemudian hilang. Allen muncul kembali dengan Pedang Pendek yang sudah mengincar leher lawannya.
Sayatan pedangnya berhasil menembus bulu emas milik Manusia Elang. Allen tidak puas sampai disitu, ia menggukan pedang pendek lainnya menunjuk punggung musuh.
Pedang Pendeknya berhenti tepat sebelum menyentuh kulit musuhnya, sisik emas muncul dan menghancurkan pedangnya.
Allen menyimpan pedangnya dan mulai menggukan beladiri tangan kosong, tinjunya mengarah ke mata Manusia Bunglon yang sudah kehilangan senjatanya.
Bunglon cenderung memiliki penglihatan buruk, tapi Manusia Hewan itu sangat berbeda. Allen menyerang berkali-kali tapi semuanya gagal.
"Kau berhasil membuatku marah, Manusia!." Manusia Bunglon mulai melepaskan kekuatan sejatinya.
Bukannya takut, Allen justru tersenyum manis menunggu kesempatan ini datang. Kekuatan musuhnya memang meningkat tapi indra penglihatannya di korbankan.
__ADS_1
Allen memanfaatkan situasi dan menusuk dua matanya dengan tangan kosong.
"Argh, Brengsek dimana kau?" teriak Manusia Bunglon yang tidak punya harapan hidup lagi.
Untungnya Manusia Elang sadar posisinya tidak menguntungkan. Ia memilih untuk kabur dan membawa rekannya.
Allen hanya berdiri melihat mereka berdua kabur. Sebenarnya dia belum bisa menggukan kekuatannya dengan baik karena kemarin membuat banyak ramuan.
Son Hyuk peka dengan keadaan Bosnya, ia muncul dan memotong dua Demi Human menjadi potongan kecil. "Mereka berhasil di eksekusi, Bos."
"Bagus, bersembunyilah. Biarkan Ye Mo menyelesaikan masalahnya." Allen memanjat genteng dan melihat pertarungan Ye Mo dan Ye Qing.
Tampak jelas Ye Mo di hajar habis-habisan, tapi dia tetap tegar dan menggenggam anak panah untuk serangan pamungkas.
"Ye Mo, kau sangat lemah. Jadi pergilah ke neraka!." Ye Qing menggukan pukulan mematikan.
Ye Mo memblokirnya dengan sekuat tenaga, meskipun fisiknya tergolong rendah, dia masih tetap Anggota Pasukan Allen.
Tangan kirinya patah, bibirnya masih tersenyum memprovokasi lawan. Luka disekujur tubuhnya tidak bisa berbohong, dia sekarang ada diujung kehidupannya.
"Aku tidak akan menyerah!."
"Baiklah - Baiklah, sekarang serang aku. Akan aku tunjukkan perbedaan kekuatan kita!." Ye Qing terlalu percaya diri dan membusungkan dada tepat di depan Ye Mo.
Tanpa ragu Ye Mo mengambil ancang-ancang. Tangan kanannya menggenggam erat anak panah yang menjadi senjatanya. Bahunya mulai menegang dan Ye Mo menyerang.
Ye Qing tertawa dan berkata, "Lambat!."
Dalam sekejap mata tangan Ye Mo beserta senjatanya menembus dada Ye Qing. Matanya memancarkan kilatan ungu, rambutnya mulai berubah putih.
"Mati, Kau!." Ye Mo terjatuh kehabisan tenaga.
Ye Qing tidak percaya dia kalah, tubuhnya terasa dingin. Jantungnya mulai tidak bisa dirasakan, tangannya merogoh saku dan mengambil obat penyembuhan. Namun sudah terlambat, Ye Qing mati tanpa tahu apa yang terjadi.
Hujan turun, kerusuhan di keluarga Ye telah berhasil di selesaikan tanpa bantuan Keluarga Son. Semua pasukan Allen berkumpul dan memberi hormat pada mereka yang telah gugur.
Allen sigap dan memasukkan pil kebugaran untuk membantu pemulihan Ye Mo. Ye Mo masih sadar dan tersenyum ke arah Allen.
__ADS_1
"Kerja bagus, Nak. Serahkan sisanya pada kami." Allen memberi janji. Ye Mo langsung pingsan dan tubuhnya kembali seperti semula.