
Sesampainya di Gua Misterius, dua orang dengan pakaian serba hitam berdiri menyambut Allen.
Dua orang itu tampak mencurigakan, satunya bungkuk hingga sepinggang sedangkan satunya setinggi 2 meter.
Allen mencoba untuk tidak melihatnya, dia menyentuh lapisan pertama untuk membuka kunci. Namun dua orang tadi tiba-tiba menyerangnya tanpa peringatan.
Mata Dunia langsung digunakan, Allen yang terkejut mendorong tubuhnya ke belakang. "Apa yang dilakukan Keluarga Baruch disini!."
Dua orang itu adalah salah satu tenaga kerja dari Keluarga Baruch. Nama mereka memang tidak terkenal, tapi Allen bisa melihat total kekuatannya yang tidak biasa.
[Hati-hati, mereka berdua punya total keluatan lebih dari 180 ribu.]
Sistem mempersingkat informasi musuh, Allen mengeluarkan Kunai dan menyelimutinya dengan energi jiwa.
Tangan kanannya memegang kunai dan melemparnya ke musuh, Allen segera menarik 10 jarum untuk jaga-jaga.
Kunai yang dilempar dihadang dengan tangan kosong. Allen sedikit terkejut karena musuh sama sekali tidak terluka.
"Jangan membuat ini menjadi sulit. Aku tahu kau punya hubungan dengan Si Topeng, katakan dimana dia sekarang?" tanya Orang Bungkuk.
Allen tersenyum dan mengeluarkan Kunai yang lain dan memasukkan 10 jarumnya. "Jadi kalian juga mengincar informasi Si Topeng. Sekarang aku tahu kenapa banyak orang yang memburu ku."
Pria tinggi tidak ingin berdiskusi, dia mengeluarkan sejenis tangan robot dari punggungnya. Panjangnya sama seperti tentara gurita, tapi ujungnya seperti capit kepiting.
Allen menghentikan serangan Pria Tinggi, tepat setelah Kunai di tangan kanannya berbenturan dengan senjata musuh. Dia terpental seperti terkena gelombang kejut.
Untungnya gelombang itu tidak bisa menembus kepadatan tubuh ilahi Raja Perang. Allen menatap tajam kearah senjata musuh.
"Senjata yang menakutkan, bagaimana kau membuatnya?" tanya Allen dengan santai sambil membersihkan pakaiannya.
Pria Tinggi tidak menanggapi, dia malah menyerang lagi menggunakan tentakel seperti sebelumnya. Kali ini dua tentakel menyerang ke arahnya.
Allen melompat mundur dan membuat jarak, 10 jarum langsung dilempar menuju salah satu tentakel.
Dalam dua tarikan napas tentakel itu membusuk dan putus. Pria Tinggi tampak merasakan sakit, Allen sekarang mengerti cara kerja tentakel itu.
"Mari bicara dulu..." sebelum Allen menyelesaikan perkataannya, tentakel tuggal mengarah padanya. Kemudian disusul puluhan jarum beracun.
Allen bermanuver ke belakang menghindari semua jarum dan tentakel. Matanya memancarkan kilatan petir kecil.
"Keras kepala sekali." Allen menggunakan Langkah Bayangan dan mendekati musuh.
Kunai yang tergeletak ditarik ke arahnya, posisi tubuh Allen simetris dengan Pria Bungkuk. Kunai dengan cepat menusuk Pria Bungkuk tapi suara benturan besi terdengar.
"Apa?." Allen terkejut karena ternyata punggung orang bungkuk itu terbuat dari besi keras.
Dua musuhnya membuka jubah hitam yang dipakai, tubuh mereka dibungkus besi kuat dan tentakel aneh. Pria Tinggi punya 4 tentakel, satunya sudah hancur. Sedangkan Pria Bungkuk hanya satu tapi tampak sangat besar.
"Kau yang membuat ini sulit, Bocah." Pria Bungkuk menggerakkan tentakelnya.
__ADS_1
Allen yang masih di udara mencoba menghentikan serangan musuh. Namun gelombang aneh yang terdapat di ujung tentakel membuatnya terbang hingga puluhan meter.
Seteguk darah segar keluar dari mulutnya, Allen melebarkan matanya terkejut. Meskipun tubuhnya langsung sembuh dia tidak percaya terluka begitu mudah.
[Kekuatan Tubuh +1.]
Sudut bibirnya terangkat, Allen menatap dua musuhnya dengan perasaan gembira. "Baiklah, ayo kita selesaikan ini!," katanya sambil mengusap darah yang masih tersisa di sudut bibirnya.
Dua Kunai di tangan kanan dan kirinya, Allen menerjang musuh. Dua senjatanya bergerak dengan cepat, suara benturan besi terdengar keras.
Allen terus terluka, kulitnya terkoyak sedikit demi sedikit. Setiap ada kesempatan Allen selalu memakan pil kebugaran tingkat rendah.
Tujuannya bukan menyembuhkan fisik, tapi membuatnya terus berkonsentrasi dalam pertarungan. Pria Tinggi dan Bungkuk mulai salah paham, mereka mengira pil yang dimakan itu adalah obat tingkat tinggi.
"Rebut pilnya!" teriak Pria Bungkuk. Tentakel miliknya dengan cepat menyerang Allen.
Pria Tinggi mengarahkan tentakelnya mengambil pil kebugaran tingkat rendah.
Allen salto kebelakang dan melempar jarum beracun ke pil yang diambil. Lemparannya sukses dan menghancurkan kasiat pil dengan baik.
Tubuhnya yang terluka mulai sembuh, Allen menatap tajam ke arah dua musuhnya. "Hei, kenapa kalian mengambil pil ku!."
Pria Bungkuk dan Pria Tinggi saling menatap dan memilih untuk tidak menjawab. Mereka melanjutkan serangannya dan melukai Allen hingga darah bercucuran disekujur tubuhnya.
Allen berusaha berdiri dan memakan pil kebugaran lagi, lukanya sudah sembuh tapi darahnya masih belum beregenerasi dengan baik. Akhirnya Allen tahu batas dari Tubuh Raja Perang tingkat pertama.
"Jadi Mahkota Raja bisa menaikkan level Tubuh Ilahi Raja Perang, satu tingkat." Allen melepaskan energi jiwa.
Aura ungu kehitaman menjulang tinggi membentuk seekor monster bermata merah. Allen bergerak dengan cepat dan menggunakan Pedang Pendek di tangan kanannya.
Pedangnya menebas salah satu tentakel Pria Tinggi. Tentakelnya putus dengan sangat rapi, Allen tidak berhenti dan mengalihkan targetnya ke tentakel lainnya.
Dalak empat tarikan napas semua tentakel terpotong dan Pria Tinggi kesakitan. Allen memanfaatkan situasi dan mengeksekusinya dengan cepat.
"Ekstrim Blade." Allen menyebutkan nama keterampilannya.
Dua puluh sayatan pedang menghancurkan besi yang melindungi tubuh Pria Tinggi. Setelah hancur lebur, Allen melebarkan matanya karena penampilan orang didalamnya tidak terduga.
"Apa itu?" ucap Allen kebingungan.
[Musuh belum mati, inti mana tingkat rendah terdeteksi. Segera eksekusi dan kumpulkan 100 Inti Mana Tingkat Rendah untuk meningkatkan sistem.]
Allen tanpa pikir panjang langsung memotong leher dan mengambil batu di jantung musuhnya. Tangan kirinya menarik Inti Mana ke luar, ia langsung memasukkannya ke dalam Cincin Penyimpanan.
Pria Bungkuk marah besar dan mengubah armornya menjadi robot tegap setinggi 2 meter. "Bajingan, aku akan membunuhmu."
Allen mengangkat dua bahunya dan berkata, "Omong Kosong, kau lihat sendiri aku bisa membunuh salah satu dari kalian. Sekarang tinggal satu orang, Kan?"
Tanpa mendengar jawaban musuh, Allen berlari dan menggunakan Langkah Bayangan. Ia berkelok-kelok demi menyamakan tubuh aslinya.
__ADS_1
Pedang Pendek biasa menyerang musuhnya, Pria Bungkuk menerima serangannya dengan tangan kosong. "Jangan buat ini menjadi sulit, mati atau menyerah saja?"
Bukannya takut, Allen tertawa dan menunjukkan senjatanya yang asli. Pedang Pendek yang terbungkus Kain Mori dikeluarkan.
Tebasannya sangat cepat hingga memotong musuhnya menjadi dua. Tangan kiri Allen segera mengambil Inti Mana yang terkurung di jantung musuhnya.
"Jangan terlalu percaya diri, Kawan." Allen tersenyum dan melahap dua mayat dengan Monster Bayangan.
[Kekuatan Tubuh +21.
Stamina +18.]
Allen masuk ke lapisan kedua. "Panen kali ini cukup banyak. Budi, serahkan bahan ini ke Gandring."
Budi tiba-tiba muncul disebelahnya. "Baik, Bos," katanya sambil menerima barang.
"Tunggu, katakan juga untuk menghilangkan jiwa jahat di dalamnya." Allen memberi peringatan.
Budi dengan cepat langsung memberikan bahan-bahan itu ke Gandring untuk dijadikan Senjata Kelompok Raja Surgawi.
Simon mendekat dan memberikan handuk untuk mengusap darah di sekujur tubuhnya. "Bos, apa yang terjadi padamu?"
"Jangan pura-pura tidak tahu. Aku memang sengaja mengalah dan mencari tahu siapa mereka. Para bajingan dari Keluarga Baruch sudah kelewatan." Allen menjelaskan apa yang terjadi.
Keluarga Baruch berhasil membangkitkan mayat hidup di zaman kuno. Meskipun tidak terlalu sempurna, keterampilan mereka sangat merepotkan. Salah satunya Suku Sumeria yang menyembah Dewa Racun.
"Apa yang harus kita lakukan, Bos?" tanya Simon dengan suara gemetar. Meskipun dia sama seperti Pejuang Tingkat 8, melawan racun semuanya akan sia-sia.
"Tiga hari lagi kumpulkan semya orang. Aku akan mencoba cari cara." Allen berpikir keras dan langsung duduk meditasi di bawah Pohon Dunia.
Kesadarannya masuk ke Toko Sistem dan mencari buku tentang racun. Meskipun bisa menangkal racun dengan Pil, Allen tidak mau semua anggotanya ketergantungan dengan racun.
Sampai akhirnya dia menemukan sebuah buku bernama The Secret of Poison. Allen yang tertarik langsung membelinya dengan harga yang cukup murah, yaitu 100 Koin Emas.
Allen membaca isi bukunya di bawah Pohon Dunia, ia tenggelam dalam angan-angan dan memahami apa yang dimaksud racun.
Sampai akhirnya energi jiwa mulai bergejolak dan membentuk aura yang lebih padat.
[Peringatan, Energi Jiwa mulai bergejolak. Tenangkan dirimu dan serap semuanya!]
Sistem khawatir dengan keselamatan Allen, tetapi kekhawatirannya tak berdasar. Allen tersenyum dan menikmati lonjakan energi semakin menyiksa.
Tidak hanya membuatnya menjadi kuat, Energi Jiwa juga bisa menetralkan racun. Bahkan Prinsip Jiwa sebenarnya sudah mengajarkan teknik kebal racun sejak pertama kali dibangkitkan. Hanya saja sebagian besar orang mengabaikannya. Bahkan Allen sendiri juga melewati hal yang tidak penting tersebut.
"Bagus, sekarang waktunya kita bergerak." Allen berdiri dan mendapati Simon berdiri di depannya.
"Bos, akhirnya kamu berdiri. Kita sudah menunggu selama 4 hari." Simon berkata dengan suara pelan.
"4 hari? Maafkan aku. Ayo lihat temen-temen." Allen hanya bisa tersenyum dan meminta maaf.
__ADS_1