Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Perang Besar (3)


__ADS_3

Simon sebagai jenderal tertinggi mengambil alih, dia tidak bisa membiarkan orangnya tewas. Meskipun Wilson Muller orang yang cukup kuat, menghadapi Ketua Ras Iblis masih terlalu berat untuknya.


Pemimpin Suku Iblis mulai bergerak maju, ini pertama kalinya dia menggunakan kekuatan fisik untuk melawan musuhnya.


Karena tubuhnya sudah dimodifikasi dan punya ketahanan yang kuat, Pemimpin Suku Iblis ingin mencobanya.


Tinju musuhnya langsung dilepaskan kearahnya, Simon bergerak mundur. Namun gelombang energi masih mendorongnya hingga puluhan meter.


Tumitnya menegang dan menghentikan laju tubuhnya, Simon menatap tajam ke arah musuhnya. "Fisik yang sangat mengesankan, tapi memanggilku bocah sepertinya terlalu berlebihan."


[Simon


Umur : 1124


Elemen : Tanah


Total Kekuatan : 352.521.]


Kekuatan seorang Pejuang Tingkat 8 menang sangat mengesankan. Apalagi Simon yang punya umur lebih dari seribu tahun.


Tangannya mulai mengepal, Simon meninju udara. Sebuah balok tanah muncul tepat di bawah Pemimpin Ras Iblis.


Balok itu langsung menghantam dahu musuhnya, Simon langsung menggunakan Langkah Bayangan untuk memotong jarak.


Sebelum musuh menstabilkan pijakannya, Simon sudah berhasil mendaratkan tinjunya ke perut musuh.


Pemimpin Ras Iblis diterbangkan puluhan meter, semua anggota Ras Iblis langsung mengucapkan lafal aneh.


"Hentikan, jangan ganggu kesenanganku. Aku Walton mengakui kekuatanmu." Pemimpin Ras Iblis mengusap darah yang mulai mengalir dari mulutnya.


Meskipun sudah dimodifikasi dengan baik, tubuh manusia ada batasnya. Berbeda dengan Simon yang terus memupuk tubuhnya terus bugar selama ribuan tahun.


"Memangnya aku butuh pengakuanmu. Maju dan tunjukkan kekuatan aslimu!" ucap Simon menantang dengan gaya.


Welton tersenyum dan mengucap lafal aneh. Sebuah formasi berwarna merah muncul di langit.


"Sebaiknya kau tidak menyesal, pada kehidupan sebelumnya aku dijuluki sebagai pemusnah masal!."


Simon mendongak melihat langit, dia mengepalkan tinjunya karena marah. Formasi sebesar itu bisa langsung menghancurkan tembok pertahanan kota.


"Sial, seharusnya aku mempelajari pembuatan simbol," gumam Simon sedikit menyesal.


"Matilah, manusia-manusia lemah!." Walton dengan penuh semangat menugaskan formasi di langit untuk menembakkan ribuan serangan.


Namun sebelum berhasil mengisi semua kekuatannya, sosok wanita berpakaian hitam seperti seorang Ninja muncul dan menebas formatnya.


Sayatan pedangnya berhasil membelah formasi raksasa dengan sangat mudah. Sosok wanita itu adalah Pemimpin Divisi Pedang, Shera.


"Jangan berlama-lama, gerbang Barat butuh bantuan." Shera segera menghilang dan membawa pasukannya.


Formasi raksasa di langit terbelah dua, Walton terperangah melihat keterampilan terkuatnya dibelah begitu mudah. "Siapa sebenarnya bocah sialan itu?" tanyanya pada Simon.


"Sebaiknya kamu tidak tahu, dia lebih mengerikan dari yang kamu duga." Simon memberi peringatan pada musuhnya.


"Siapa peduli, setelah membunuhmu. Aku akan mencabik-cabik bocah sialan itu!" ucap Walton dengan gaya seorang iblis.

__ADS_1


Formasi raksasa lainnya muncul, rapi itu lebih kecil dari sebelumnya. Walton mengunakan trik yang hampir sama, tapi dengan jumlah kekuatan yang berbeda.


Simon menyempitkan matanya, entah apa yang terjadi tapi dia bisa melihat kelemahan formasi musuh. Pedang di tangannya segera diayunkan, sebuah sayatan tercipta dan membelah udara.


"Kau pikir bisa melakukannya!" teriak Welton dengan penuh percaya diri. Namun wajahnya langsung berubah jelek ketika serangan Simon berhasil membelah formasinya.


Simon merasakan ada kekuatan yang merasuki tubuhnya. "Demon Blood, Rilis!" katanya menyebutkan keterampilan khusus anggota Raja Surgawi.


Aura hitam keluar dari sekujur tubuhnya, Simon menatap tajam ke arah musuh dengan mata berwarna merah darah.


"Tidak mungkin, manusia bisa mengunakan keterampilan terlarang ras iblis!" teriak Welton tidak percaya.


"Jika ini memang teknik kalian, tunjukkan padaku." Simon malah menantang musuhnya.


Seperti yang diinginkan Simon, musuhnya segera berteriak dan melepaskan kekuatan yang aneh dalam tubuhnya. "Jangan menyesal sialan."


Tidak hanya Welton yang melepaskan auranya, tapi semua anggota Ras Iblis juga melakukannya.


Lebih dari 100 iblis menerjang Simon dengan kekuatan penuh. Namun kelompok Simon langsung menghentikannya, aura hitam juga menyelimuti tubuh semua orang.


"Serang!" teriak Wilson Muller memberi perintah pasukannya.


Gelombang orang langsung menggunakan keterampilan terbaiknya. Suara benturan besi terdengar dimana-mana.


Tanah disekitar bergetar karena pertempuran kedua belah pihak, Simon bertarung mati-matian dengan Welton.


Udara disekitar mulai menipis, anggota Raja Surgawi mulai mundur karena oksigen juga menipis.


Pertarungan yang sengit mengakibatkan udara menjadi panas. Setelah beberapa saat sebuah badai berputar menghempaskan semua orang.


"Teknik Penghancur! Jurang Kematian!" ucap Simon menggunakan keterampilan skala besar.


Tanah didepannya bergetar dan mulai terbelah, sebuah retakan menelan ratusan iblis. Dibantu dengan pusaran angin dan udara panas, ras iblis sedikit demi sedikit tersedot masuk.


Wilson dengan suara keras berteriak, "Mundur, jangan sampai masuk jurang!."


Simon terus berdiri di pusat badai, dia terus mengali jurang. Setiap dindingnya terdapat tonjolan tanah yang bisa membunuh seseorang.


Simon berteriak keras demi memaksa seluruh kekuatannya keluar. "Matilah, sialan!."


Setelah semua ras iblis dan pusaran badai masuk kedalam jurang. Simon menempelkan kedua telapak tangannya.


"Retakan Penghancur." Tanah yang terbelah langsung menutup dan mengubur semua ras iblis yang masuk.


Simon memuntahkan seteguk darah segar. Dia terlalu memaksakan diri bahkan menggunakan kekuatan Demon Blood.


"Sepertinya aku sudah berlebihan." Simon memegangi dadanya dan menelan pil kebugaran.


Tubuhnya dengan cepat disembuhkan, tapi dia merasa ada sesuatu yang kurang.


"Pemimpin iblis sudah dikalahkan. Kalian mundur atau mati!" teriak Simon menghunuskan pedengnya ke arah kelompok musuh.


Bukannya takut, para prajurit ras iblis malah menjadi ganas. Mereka menerjang tanpa memperhitungkan nyawanya.


Beberapa anggota Raja Surgawi gugur, Simon tidak bisa bertarung dengan benar karena hampir semua iblis mengarah padanya.

__ADS_1


"Apa ini ajalku?" ucap Simon yang sudah kehabisan stamina. Tangan kanannya gemetar dan melepaskan pedangnya.


"Sial!" lanjutnya.


Wilson Muller dan Thomas Muller datang kedepannya. "Jangan menyerah!" kata keduanya bersamaan.


Luka-luka disekujur tubuhnya menandakan mereka baru saja mengalami neraka dunia untuk sampai ke depan Simon.


"Jangan membuatku tertawa, kalian masih mudah. Pergilah, aku bisa mengatasinya." Simon justru ingin keduanya pergi.


Thomas tidak menghiraukan perkataannya, dia mengeluarkan sebuah jimat kuning dan melemparnya.


"Jimat Peledak, Rilis." Thomas mengatakan kata kunci untuk mengaktifkan jimat.


Wilson Muller dengan sekuat tenaga menggunakan elemen Tanah untuk melindungi mereka bertiga.


"Cepat bawa kami ke bawah tanah!" teriak Thomas memberi perintah pada Simon.


"Jangan mengatakannya!" kata Simon sambil menyentuh tanah di bawah kakinya.


Mereka bertiga masuk ke dalam tanah sedalam 500 meter, Simon sudah kehabisan kekuatannya. Ledakan besar terjadi, semua ras iblis dimurnikan karena ledakan itu mengandung energi cahaya.


Pasukan Rajin Surgawi yang selamat segera membawa rekannya yang gugur. Mereka tidak akan meninggalkan satupun anggota Raja Surgawi.


Benteng bergetar, dindingnya runtuh karena tidak bisa menahan kekuatan cahaya. Untungnya ledakan itu tidak terlalu melukai anggota Raja Surgawi.


Semua tanah dan pepohonan hancur, hanya ada angin panas yang masih berhembus kesana-kamari.


Simon dan dua anggota keluarga Muller keluar dari tanah. Thomas dan Wilson pingsan karena tekanan dari ledakan.


"Kalian sungguh merepotkan." Simon membokong keduanya dan berjalan menuju gerbang yang sudah hancur.


Semua ras iblis sudah dimusnahkan, jadi semua orang berteriak dengan bahagia.


Namun sebuah tangan tiba-tiba muncul di tengah ledakan jimat. Tangannya berwarna hitam dan kuku-kukunya sangat tajam.


"Hehe, kau pikir serangan lemah itu bisa membunuhku?" ucap Welton keluar dari tanah.


Semua anggota Raja Surgawi terperangah tidak percaya. Mereka tidak menduga sosok pemimpin iblis ternyata beluk tewas.


Simon menyerahkan Thomas dan Wilson pada para pedis. Dia berjalan mendekat ke arah Welton dan menghunuskan pedangnya.


"Aku pernah membunuhmu sekali, jadi membunuhmu kedua kalinya bukan masalah besar." Simon menantang musuhnya.


Welton tertawa dan melepaskan kekuatannya kembali. "Aku punya sumber kekuatan yang tidak akan pernah habis. Jadi jangan berharap bisa menang melawanku!" katanya membanggakan kekuatannya.


Udara di sekitar menjadi hitam, orang-orang yang melihat warna hitam terkena serangan psikologis. Mereka akan berteriak histeris karena banyak kenangan menyedihkan akan muncul kembali.


Welton tertawa keras dan berkata, "Lihatlah masa kelammu, kemudian matikan dengan penuh penyesalan!."


Namun setelah dia menggunakan keterampilannya cukupkah lama, tidak ada satupun anggota Raja Surgawi yang berteriak histeris. Mereka justru sibuk menyebuhkan luka. Bahkan beberapa sedang meditasi mengembalikan konsentrasi dan staminanya.


"Apa yang kalian lakukan, berteriaklah manusia - manusia lemah!" teriak Welton kebingungan.


Simon tidak bergerak dari tempatnya, bukan karena tidak ingin menyerang. Tapi dia benar-benar kehabisan kekuatan, oleh karena itu dia harus menunggu Pil Kebugaran menunjukkan kasiatnya.

__ADS_1


"Manusia sialan, jawab aku! Kenapa kalian tidak berteriak histeris!." Welton meningkatkan kapasitas kekuatannya. Namun semua orang tidak menghiraukannya.


__ADS_2