Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Musuh Kuat


__ADS_3

Drakula sangat bersemangat, waktu kecil dia pernah melihat Raja Vampir menggunakan teknik yang sama. Kali ini dia harus membuktikan kesetiaannya pada Allen.


8 bandit sewaan menghilang dari dunia, Allen dan Drakula berfokus melindungi Budi yang masih belum sadarkan diri.


"Berikan ini padanya, jaga dia sementara waktu." Allen memakai Topeng Misterius dan menghilang seperti hantu.


Drakula terbelalak ketika tidak bisa merasakan keberadaan Allen sama sekali. Untungnya dia punya ikatan Sumpah Darah, jadi sedikit mengetahui hawa kehadirannya.


Allen mencoba mengejarnya Nathan dan Nala. Namun perjalanannya dihentikan sekelompok orang berpakaian hitam serta mengenakan penutup kepala.


Bukannya menghadang Allen, kelompok orang itu sedang menunggu temannya.


"Kenapa lama sekali, kita harus menjalankan misinya segera!." Salah seorang pria mengatakan pikirannya.


Kelompok itu berjumlah 5 orang, masing-masing dari mereka punya senjata unik. Pedang Besar, Pedang Tipis, Tongkat Sihir, Pelindung Tinju, dan Kapak.


Allen mencoba menggunakan Mata Surgawi untuk mencari informasi. Matanya terbuka lebar ketika melihat orang yang dia kenal ada di sana.


[William


Umur : 27 tahun


Elemen : Tanah, Api, Petir, Kegelapan, Darah.


Total Kekuatan : 72.938.]


Siapa yang menyangka ternyata William sangat kuat, tidak heran dia menghilang setelah kejadian ledakan tahun lalu.


William menggunakan Pelindung Tinju, tubuhnya yang tinggi kekar membuatnya semakin mengerikan.


"Sudahlah, ayo tunggu sebentar lagi. Target kita sudah jelas, jadi tidak usah terburu-buru." William mencoba menenangkan teman-temannya.


Allen ingin kabur, sialnya dia menginjak ranting pohon dan Bola Mana langsung mengarah padanya.


Dengan cepat Allen mengeluarkan kelinci dari Cincin Penyimpanan, tubuhnya berguling mencari tempat aman. Setelah itu ia menggunakan Langkah Bayangan untuk membuat jarak.


Salah satu Pria pembawa Kapak memeriksa tempat ledakan, matanya langsung berfokus pada kelinci dan mengangkatnya.


"Hanya kelinci, kau membakarnya sampai seperti ini." Pria Kapak membawanya ke tengah-tengah perkumpulan.


William memandang pria yang membawa pedang, ia tampak sedang menyampaikan pesan. Namun Allen tidak bisa mendengarnya.


Pria pembawa pedang menarik senjatanya dengan kecepatan tidak manusiawi. Allen terbelalak karena sayatan pedang itu mengarah ke segala arah.

__ADS_1


Dengan susah payah Allen menghindari semuanya, ia mundur beberapa langkah. Pohon-pohon langsung tumbang dan burung tak bersalah berjatuhan.


"Sepertinya dia sudah kabur. Menurutmu, siapa dia?" tanya Pria Pedang.


William menjawab, "Pasti dia orang di balik Perusahan Allen. Tidak hanya berkembang pesat, perusahan itu juga tahu kapan tren akan naik. Bahkan 100% dana investasinya profit."


"Karena dia tidak ingin membuat masalah, mari pergi dulu." Kelompok William menghilang dan meninggalkan tempat kejadian.


Allen bersembunyi di bawah tanah untuk mengelabui mereka semua. "Sial, orang itu sangat mengerikan. Siapa sebenarnya William dan keluarganya!."


Setelah memastikan aman, Allen bergerak kembali ke Drakula dan Budi. Mereka tampak sedang mengedarkan teknik pengembangan, jadi Allen memilih untuk istirahat.


"Untungnya mereka tidak sadar." Allen mengusap darah di punggung atasnya.


Mata Surgawi tidak sempat melihat siapa pria pembawa pedang, jadi Allen kelewatan satu informasi penting.


Pil Penyembuhan segera di makan, Allen menyerapnya dengan kecepatan penuh. Pil ini sangat murah di Toko Sistem, jadi Allen menggunakannya untuk menyembuhkan luka ringan.


Setelah beberapa saat, malam datang dan Allen beserta kelompoknya kembali ke Kediaman Moldova.


Mereka bisa masuk tanpa penjagaan karena ada Drakula. Robert Moldova tidak menyambutnya karena ia masih fokus menerobos tingkat 6.


Budi dan Drakula berfokus latihan fisik, keduanya latih tanding dan menggetarkan ruang bawah tanah.


"Kami sudah merekamnya, sebagai bukti." Shera mengungkapkan isi pikirannya. Dia menjadi pemimpin karena kecerdasannya.


"Kerja bagus, jadi mereka pengikut iblis. Baiklah, ayo segera singkirkan semuanya!." Allen memberi perintah untuk menghancurkan Keluarga Moldova.


Namun Peri Tanah menghentikannya. "Apa kau sudah memikirkan perasaan Robert Moldova?."


Allen berhenti dan mencari tempat duduk, ia memejamkan matanya untuk masuk ke dalam alam bawah sadar.


"Berikan aku saran, bagaimana menghadapi situasiku." Allen sudah kehabisan akal untuk mengurus semuanya.


Peri Air memberikan pandangannya. "Menurutku Iblis bukan musuh manusia, mereka justru sering membantu sesamanya."


"Tidak, para iblis terlalu busuk. Aku pernah melihat mereka menghancurkan desa!." Peri Api menolak keras.


Peri Tanah mendekat. "Kita semua punya pandangan yang berbeda, tapi aku yakin iblis yang kita lawan saat ini terlalu jahat. Buktinya sudah jelas, tubuh Nathan dan Nala dicuri."


Allen juga merasa begitu, Nathan dan Nala baru memulai jalan Pejuang Beladiri. Namun naas mereka bertemu dengan Iblis Baron.


Silvy tersenyum manis. "Kenapa harus terburu-buru, kita sama-sama menguntungkan jadi biarkan saja. Bukankah kamu punya kita semua disini, membangun pasukan besar hanya masalah waktu."

__ADS_1


"Bagaimana jika para iblis atau musuh kita bertambah kuat. Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, William punya kekuatan lebih dari 72 ribu poin!." Allen tampak sedikit emosi mengatakannya. Padahal ia sudah berlatih keras dan menghalalkan banyak cara, tapi masih belum bisa menyaingi William.


Silvy menggelengkan kepala. "Kamu masih sangat naif seperti dulu. Ambillah benda ini di sumur Suci Kota K." Silvy memberikan sebuah peta kuno.


Allen dan semua peri melihat petanya. Mereka kebingungan karena tidak ada satupun petunjuk yang mereka miliki.


Sampai akhirnya Peri Tanah mengingat sesuatu. "Ini gunung Kelud dari Kota Kediri. Karena perang yang berkepanjangan, akhirnya seluruh dunia menghilangkan nama panjangnya."


"Gunung Kelud, aku tidak pernah mendengarnya?." Allen tidak mengetahuinya karena hidup di zaman modern.


"Aku juga tidak tahu mengapa legendanya menghilang dari sejarah manusia. Kala itu ada perempuan yang bernama Dewi Kilisuci mengadakan sayembara..." Peri Tanah melanjutkan ceritanya.


Siapapun yang menang akan menjadi suaminya. Akhirnya ada dua raja yang sangat kuat, mereka adalah Mahesa Suro dan Lembu Suro.


Dewi Kilisuci tidak sudi menikahi mereka karena wajahnya tidak rupawan. Mahesa dan Lembu berkulit hitam serta matanya terlalu besar.


Mahesa sendiri adalah kakak laki-laki dari Lembu, keduanya ingin menikahi Dewi Kilisuci untuk memperluas wilayahnya.


Karena tidak ingin menikahi keduanya, Dewi Kilisuci menyuruh keduanya membuat sebuah sumur dalam dua hari. Seperti Ayah dan Ibu Allen, keduanya bisa menyelesaikannya dalam beberapa jam saja.


Melihat keduanya berhasil, Dewi Kilisuci menyuruh para jenggala atau pengawal kerajaan untuk membantunya. Dewi Kilisuci menyuruh Mahesa Suro dan Lembu Suro masuk dan membawakan airnya.


Tepat setelah mereka masuk, para jenggala mengubur mereka hidup-hidup.


"Lembu Suro adalah keturunan dari Lembuswana, penjaga Pulau Nimo." Silvy mengatakan informasi yang sangat penting.


Allen langsung berkata, "Jadi Mahesa dan Lembu keturunan pasukan Seven Soul?."


"Tidak, hanya Lembu Suro." Silvy tidak bisa mengingatnya dengan jelas. Tapi yang pasti Mahesa bukan keturunan Lembuswana.


Informasi penting lainnya susah mulai terhubung. Allen memghafal semua gambar yang ada di dalam peta dan bertekad untuk menemukannya.


"Pulau Nimo, aku tidak akan melepaskanmu." Allen mendapat kesempatan emas, jadi tidak mungkin dia lewatkan.


Silvy menegaskan sekali lagi, "Meskipun namanya Pulau, belum tentu saat ini masih berbentuk pulau. Jadi jangan berharap terlalu tinggi."


"Aku tahu itu," jawab Allen pelan.


Dia langsung kembali ke tubuh utama. "Kita lupakan masalah ini, geser semua fokus kalian untuk menjadi lebih kuat."


Allen memberikan Pil Kebangkitan Tubuh untuk Budi, Drakula, Shera, Pedro, Ye Mo, dan Melvin. Kali ini ia membeli pilnya dari Toko Sistem.


"Tidak perlu terburu-buru, serap semuanya hingga habis. Aku sudah melakukannya, jadi semoga beruntung." Allen memasukkan mereka ke Ruang Pelatihan di dalam alam bawah sadarnya.

__ADS_1


__ADS_2