Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Perang Singkat


__ADS_3

[Hanya keberuntungan yang mempertemukan kalian.]


Jawaban sistem membuat Allen sedikit kesal, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa.


"Baiklah, anggap saja aku tidak pernah bertanya." Allen segera berpaling dan melanjutkan latihannya.


Meskipun sudah bertambah cukup kuat, Allen melihat banyak musuh kuat. Namun waktu terus berjalan, dia tidak bisa menunda lagi.


"Budi, sekarang bukan waktunya menyembunyikan kekuatan. Katakan pada dunia Raja Surgawi siap menerima murid." Allen sengan penuh percaya diri mengatakannya.


Resiko yang diambil sangat besar, Allen harus mengambilnya supaya tidak tertinggal dari yang lainnya. Saat ini kera punya 1200 Anggota yang setara dengan Pejuang Tingkat 6. Modal ini sudah cukup untuk membuka sebuah Perserikatan.


"Baik, Bos."


Pengumuman yang di sebarkan Tiwi dan Budi mengejutkan dunia. Untuk pertama kalinya sebuah Perserikatan yang lepas dari pengaruh pemerintah didirikan.


Risma yang menjabat sebagai Ketua Aliansi Raja Surgawi merasa dihina. Oleh sebab itu dia mengecam tindakan Allen dan sekutunya.


Pernyataan Risma diikuti dengan ancaman nyata, mereka membawa ribuan Pejuang Tingkat 5 ke perbatasan.


Allen duduk di kursi ruang rapat. "Katakan, apa yang ingin kalian lakukan?" tanyanya pada anggota rapat.


Simon, Chris, Thomas, Wilson, Petrik, Son Hyuk, Son Hyung dan Budi duduk di kursi rapat. Eksepsi mereka tampak serius karena ini menyangkut kehidupan Perserikatan.


"Kita punya banyak tenaga kerja, musuh hanya punya setumpuk Pejuang Tingkat 5." Chris mengatakannya dengan lantang.


Thomas tidak setuju dan berkata dengan nada tinggi. "Apa menurutmu nyawa manusia hanya mainan, kita punya tenaga yang kuat tapi kenapa harus membunuh yang lemah!."


"Jangan hanya menyalahkan, katakan apa solusinya." Son Hyung memberi pertanyaan.


Mendengar pertanyaan Son Hyung 9 orang yang duduk dimeja yang sama terdiam. Mereka semua tidak tahu harus melakukan apa.


"Negosiasi, apa kalian punya orang yang pintar bernegosiasi?" tanya Allen. Dia tidak pernah berpolotik, makanya para penghina terus bermunculan.


"Aku punya bisa, tapi caraku sedikit kuno dan wawasanku terlalu lemah." Simon menyangkat tangan kanannya.


"Apa ada yang lain?" tanya Allen sekali lagi.


Setelah berdiskusi cukup lama, rapat itu tidak membuahkan hasil yang positif. Akhirnya Allen memutuskan untuk tidak berpaling dari masalah.


Matahari pagi mulai terbit, 200 anggota Raja Surgawi berdiri di garis wilayah. Mereka mengenakan pakaian yang sama persis, pakaian itu berwarna biru dengan aksen emas di lengan dan kancingnya.

__ADS_1


Budi berdiri di barisan paling depan. "Kami tidak tahu kenapa kalian melakukan ini, tapi tindakan ini sudah berlebihan!" teriak Budi pada pasukan musuh.


Jendral Pasukan Musuh turun dari kuda dan melangkah maju mendekati Budi. "Bukankah sudah jelas, kami akan menghentikan pemikiran bodohmu. Perintah masih berkuasa di wilayah ini, jadi jangan membuatnya rumit!."


Jendral Perang Musuh Bernama Nakamura, dia terkenal dengan ketrampilan katana dan strategi perang.


Budi menghentakkan kaki kanannya. Tanah bergemuruh dan bergetar, tatapannya sangat tajam mengarah pada Nakamura. "Memangnya aku peduli, kita sudah menguasai wilayah ini!."


Nakamura tidak bisa menahan amarahnya, dia mengangkat tangan dan menunjuk Budi. "Bunuh dia!" teriaknya.


10 Pejuang Beladiri Tingkat 5 langsung berlari ke arah Budi. Bukannya meminta bantuan, Budi justru memberi isyarat pasukannya untuk berpencar.


200 anggota di belakang melompat ke arah yang berbeda. Budi yang dikepung 10 orang mengayunkan tangannya.


"Jangan meremehkan aku, Sialan!" teriak Budi dengan penuh semangat. Tinjunya berhasil memukul lawan yang mengarah padanya, hingga mereka terpental jauh.


10 orang yang terpental terluka cukup parah. Tidak membiarkan kesempatan hilang, 10 pembunuh langsung mengeksekusinya.


Budi melirik 10 pembunuh itu, mereka adalah pasukan yang dipimpin Shera. "Kau masih sangat kejam seperti biasa."


"Sudah tugasku." Shera muncul dan menghilang. Dia hanya membawa 9 anggota pembunuh.


Allen dan Simon memandang dari kejauhan. "Apa ini solusi terbaik yang bisa kita ambil?" tanyanya dengan ekspresi sedih.


"Siapa yang tahu, hanya pemenang yang berhak menulis sejarah. Aku tidak punya sentimental sepertimu, jadi jangan tanya aku seperti itu." Simon tersenyum manis.


"Monster tua sepertimu sudah kehilangan rasa kemanusiaan. Untuk sekarang kembalilah ke Pulau Nemo, biarkan aku segera menyelesaikannya." Allen memasang Topeng Misterius dan segera menghilang.


"Masih sama seperti sebelumnya, aku benar-benar kehilangan jejaknya." Simon tidak bisa merasakan keberadaan Allen.


Topeng Misterius muncul di belakang pasukan Budi. Mahkota Raja di lengannya menandakan barang pemberian Allen sangat berguna.


Pedang Pendek yang masih terbungkus kain mori. Dikeluarkan, Allen perlahan membuka kainnya dan bayangan monster muncul dari dalam pedang.


Giginya tajam dan matanya yang merah membuat tampilan monster itu sangat mengerikan. Beberapa pejuang musuh membatu ketakutan.


"Golongan Kejut!" ucap Allen sambil mengayunkan pedangnya.


Lima sayatan pedang tercipta, sayatan itu membentuk gelombang dan menghancurkan setiap benda yang menghalanginya.


Pejuang Tingkat 5 di eksekusi dengan mulus seperti kue bolu. Allen sedikit sedih tapi Poin Mental menyelamatkannya.

__ADS_1


Peperangan terus berlanjut, dan Allen segera berlari ke arah Nakamura. Pedang Pendek di tangan kanannya segera membelah musuhnya tanpa perlawanan.


Allen mengangkat pedangnya dan berteriak, "Aku sudah membunuh pemimpin musuh. Jika ingin menyerah jatuhkan senjatamu!"


Semua pasukan yang tersisa menjatuhkan pedangnya. Mereka melihat kekejaman Topeng Misterius dan anggota Raja Surgawi.


Tidak hanya membunuh, pasukan mereka keluar perang tanpa korban sedikitpun. Jika ini abad 15, ini akan menjadi sejarah dunia peperangan.


912 orang menjadi sandera, mereka menyerah pada pasukan musuh dan menjadi budak sementara.


Memanfaatkan tenaga para pejuang beladiri, Allen menyuruh mereka semua untuk menanam tumbuhan dan beternak.


Risma yang mendapat berita kekalahan Nakamura dan pasukannya memukul meja marah. "Sialan, bukankah dia selalu bangga dengan kekuatannya!."


Harjo Susanto mengangguk. "Dia memang cukup kuat, tapi Shin Mayazaki lebih kuat darinya," katanya sambil melirik Jamie.


"Tua Bangka, kau memang punya banyak trik licik. Bukankah bocah kecil itu anak didikmu, katakan apa kelelahannya." Jamie Oliver melempar umpan.


"Tentu saja Dua orang tua dan adiknya. Tinggal kita manipulasi dan buat mereka memihak kita, aku tahu bocah itu akan menyerah." Harjo Susanto punya trik busuk untuk mengalahkan Allen.


Alona yang masih belanja di Kota Z dengan santai membeli barang-barang mahal. Uang kakaknya tidak akan habis untuk membeli beberapa barang seharga puluhan juta. Dia juga memposting kemewahan yang ditampilkan di sosial media.


Dua orang tiba-tiba datang dan menarik Alona. Mereka memaksanya masuk ke dalam mobil van.


Seorang pria berjaket hitam muncul dan memukul dua orang itu. "Apa kau tidak apa-apa?" tanyanya pada Alona.


"Oh, Pamgeranku datang." Alone dengan genis memeluk pria itu.


Pria berjaket hitam itu langsung memukul kepala Alona. "Bocah bau, apa matamu buta?" tanyanya.


Alona mendongak ke atas dan mendapati bahwa pria itu adalah Allen. "Kakak, darimana kau tahu aku disini?" tanya Alona sambil mengambil barang belanjaannya.


Allen tidak menjawab dan tersenyum manis. Alona yang merasakan tekanan amarah langsung berlari meninggalkan barang-barangnya.


"Ampun, Kakak. Aku hanya belanja 700 juta!" teriaknya tanpa rasa bersalah.


Allen tidak marah tapi dia berlari dan menarik kerah adiknya. "Jangan lari, situasi di luar sangat kacau. Lebih baik kau pulang dulu ke rumah untuk berlatih bersama ayah dan ibu."


"Tidak, aku tidak suka olahraga." Alona berontak dan berlari lagi.


Allen melepaskannya dan kemudian melambaikan tangannya. "Selamat bersenang-senang."

__ADS_1


__ADS_2