Suami Yang Dianggap Miskin

Suami Yang Dianggap Miskin
Saudara tidak tahu malu


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


" Alhamdulillah sayang akhirnya calon anak kita laki-laki. Jadi kelak ada yang bisa menggantikan aku diperusahaan. Aku senang sekali sayang, anak pertama kita laki-laki dan akan menjadi pelindung adik-adiknya kelak. Sudah tidak sabar melihat dia lahir keduania ini. " Seru Satria dengan senang.


Dinda dan Satria baru saja keluar dari rumah sakit, saat ini masih ada di parkiran. Tiba-tiba saja Dinda cemberut seperti ada sesuatu yang membuatnya marah. Melihat perubahan sikap dan wajah sang istri membuat Satria menghentikan langkahnya lalu mengalihkan pandangan ke arah Dinda. Dilihatnya wajah Dinda sudah lesu dan mulut mengerucut sehingga membuat Satria bertanya-tanya ada apa dengan istrinya.


" Kamu kenapa cemberut begitu Sayang ? Kok wajahnya lesu begitu? Bukannya tadi saat berada di ruang pemeriksaan, kamu terlihat bahagia."Tanya Satria sembari mengusap punggung sang istri


" Mas Satria sangat senang sekali dan bahagia saat mengetahui anak ini laki-laki, jadi kalau misalnya anak ini perempuan mas Satria tidak akan bahagia seperti ini dan anak perempuan tidak bisa memimpin perusahaan?."Seru Dinda dengan wajah cemberut.


Haaahhhh ??


Satria menggaruk tengkuknya sendiri yang tidak gatal. Sepertinya saat ini istrinya salah paham saat mendengar pernyataannya tadi. Satria mencoba menjelaskan dengan pelan-pelan, sebab mood wanita hamil itu mudah sekali berubah - ubah.


" Maaf istriku sayang. Maksud mas tidak seperti itu, mau laki-laki ataupun perempuan itu sama saja. Mas tetap akan sebahagia ini, karena lelaki atau perempuan itu sudah rezeki kita. Mas tidak akan membedakan antara lelaki dan perempuan. Kalau anak pertama kita ini laki-laki berarti kita harus membuatnya lagi, siapa tahu nanti anak kedua dapat perempuan. Jika belum dapat perempuan kita buat terus sampai dapat perempuan."Seru Satria menjelaskan dengan pelan sembari menggoda istrinya.


" Ihhh mesum. Malu mas kalau ada yang dengar, kita ini sekarang ada diparkiran. Sudah yuk ahh jangan mesum disini, cepat masuk mobil terus kita pulang saja." Seru Dinda dengan senyum malu-malunya.


" Tidak boleh mesum disini tapi boleh dong mesum dikamar. Apalagi kita sekarang mau pulang, boleh lah ya. Bagaimana istriku?." Seru Satria semakin menggoda Dinda.


Dinda kesal sehingga dia mencubit perut Satria sampai dia mengaduh kesakitan, baru Satria masuk mobil. Mobil yang dikendarai Satria sudah meninggalkan pelataran parkir rumah sakit. Dengan kecepatan sedang Satria mengendarai mobilnya, ada ibu hamil yang moodnya harus dijaga sehingga tidak mau untuk mengebut, padahal jalanan cukup lenggang.


Saat didalam perjalana, ponsel Dinda berdering. Ada panggilan masuk dari ibu Rahayu, dengan segera Dinda mengangkat panggilan telepon itu.


[ Hallo, Assalamualaikum bu. Ada apa bu?.] Tanya Dinda sedikit khawatir sebab tidak biasanya ibunya mengubunginya.

__ADS_1


[ Waalaikumsalam Dinda. Tidak ada apa - apa jangan khawatir seperti itu. Begini nanti malam kan malam minggu, Bapak meminta kalian semua untuk kumpul dirumah untuk makan malam bersama. Sudah lama kita tidak makan malam bersama.] Seru ibu Rahayu dari seberang sana.


Mendengar perkataan ibunya membuat Dinda lega. Sebab Dinda tadi mengira terjadi sesuatu dengan kedua orang tuanya, namun ternyata bukan masalah yang mengkhawatirkan. Justru undangan makan malam yang disampaikan oleh ibunya.


[ Iya bu. Nanti Dinda sama mas Satria pasti akan datang.]


[ Iya jangan lupa ajak nenek juga ya, selama ini kita belum pernah makan bersama dengan nenek. Dulu pernah terencana tapi belum terjadi sampai sekarang.]


[ Baiklah bu, kalau nenek bisa ikut atau tidaknya Dinda tidak bisa janji ya bu. Soalnya ini dadakan, siapa tahu nenek ada acara dengan teman-temannya. Biasa setiap minggu nenek akan berkumpul dengan teman - teman arisannya.]


[ Ya sudah tidak apa - apa. Ibu tutup dulu teleponnya ya mau menghubungi Reno dulu. Assalamualaikum.]


[ Waalaikumsalam bu.]


Tut Tut Tut.


Sambungan telepon terputus, Dinda kembali memasukkan ponselnya ke dalam tas jinjingnya. Melihat sang istri sudah selesai bertelepon, Satriapu menanyakan ada apa dengan ibu mertuanya.


" Kenapa sayang?." Tanya Satria ingin segera tahu.


" Semoga saja nenek bisa. " Jawab Satria dengan Santai.


Kini mobil yang dikendarai Satria sudah sampai didepan gerbang rumahnya, dengan segera pak satpam membukakan pintu gerbang untuk sang tuanya. Satria masuk ke halaman rumahnya, tidak lupa dia membunyikan klakson mobilnya sebagai tanda terimakasihnya kepada pak Satpam.


************


Setelah sekian lama mereka tidak berkumpul dan makan malam bersama dengan keluarga besarnya. Malam ini anak - anak pak Karim semua berkumpul dirumahnya untuk makan malam bersama. Tidak seperti malam terdahulu, jika dulu masih ada keluarga Rudi dan Rudilah yang selalu antusius saat makan bersama. Kali ini Rudi tidak ada lagi dan sudah tenang ditempatnya sendiri.


Makan malam kali ini juga diikuti oleh nenek Murni, sebenarnya tadi dia sudah ada acara arisan dengan teman-temannya, namun nenek membatalkannya dia lebih memilih ikut Satria dan Dinda makan malam dirumah besannya.


"Terimakasih loh ibu Rahayu sudah diundang makan malam seperti ini." Seru Nenek saat mereka sudah berkumpul dimeja makan.

__ADS_1


" Iya sama - sama bu. Justru saya merasa senang ibu Murni mau datang kerumah saya dan makan malam dengan kami. Mari bu silahkan makan, maaf saya hanya menyiapkan makan malam seperti ini saja." Seru ibu Rahayu dengan ramah.


" Ini juga sudah banyak menunya bu. " Jawab nenek lagi.


Acara makan malampun dimulai, Reno dan Sarah saat ini juga ikut bergabung dimeja makan. Mereka tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk bisa makan enak dan sepuasnya. Padahal ibu Rahayu tadi meminta Sarah untuk datang lebih awal agar bisa membantunya memasak, namun ternyata dia datang disaat semua masakan sudah terhidang dimeja makan. Beruntung Rena sudah mau membantunya memasak.


* Wahh Nenek Satria ini meskipun sudah tua tapi fashionnya patut diacungi jempol. Dia benar - benar luar biasa, barang yang dipakai juga pasti branded semua. Meakipun tidak mencolok, penampilan tanpa memakai perhiasan yang berlibihan. Tetapi aku tahu jika cincin yang dipakainya itu Berlian asli. Dan harganya ratusan juta.* Gumam Sarah dalam batinnya.


Sarah kagum dengan penampilan Nenek, meskipun sederhana namun terlihat berkelas. Baju yang dipakai saja harga Sarah taksir jutaan.


Acara makan malam selesai, mereka kini berkumpul di ruang keluarga. Rena dan Dinda membereskan meja makan sedang Sarah? Jangan ditanya lagi soal Sarah, sudah pasti dia ikut duduk manis bersama yang lainnya. Padahal sudah diminta ibu Rahayu untuk membantu mencuci piring, tetapi beralasan takut kuku-kukunya patah.


" Loh mau dibawa kemana mbak?." Tanya Dinda yang melihat Rena memindahkan semua makanan yang tersisa kedalam wadah.


" Ini mau aku simpan. Kalau tidak disimpan pasti nanti akan hilang semua makanan ini, Din." Jawab Rena sembari memasukan makan dalam wadah nya masing-masing.


Jawaban Rena membuat Dinda merasa heran, dia berfikir ada maling yang akan mencuri makanan dirumah orang tuanya. Dan sejak kapan dirumah orang tuanya ada maling, apalagi maling makanan. Setahu Dinda lingkungan tempat tinggal orangtuanya ini aman dari maling.


" Maksud mbak ada maling? Masa iya sih mbak ada maling yang cuma mencuri makanan saja? Apa dia maling kelaparan?." Tanya Dinda yang masih belum paham arah pembicaraan Rena.


" Isshhh kamu ini Din tidak hafal juga. Malingnya itu ya dua manusia tidak tahu malu yang saat ini ada diruang keluarga. Sudah ikut makan tapi tidak mau membantu apa-apa."Seru Rena mulai membawa makanan dan menyimpannya kedalam lemari yang ada didekat dapur.


Dinda baru paham apa yang dimaksud oleh Rena, ternyata maling yang dimaksud adalah Reno dan Sarah. Namun hanya makanan saja harus disembunyikan,bukan Dinda merasa dia punya banyak uang dan bisa membeli makanan lain. Menurut Dinda tidak ada salahnya juga berbagi untuk Reno maupun Sarah.


" Cuma makanan saja tidak apa-apa sih mbak, tidak perlu disembunyikan seperti itu. Lagi pula yang mengambil juga mas Reno sama mbak Sarah."Seru Dinda belum tahu WhatsApp Reno dan Sarah yang sesungguhnya.


" Kalau cuma sekali dua kali sih tidak masalah Dinda. Reno dan Sarah si itu sering datang ke sini mengambil makanan tanpa sepengetahuan bapak atau ibu. Bahkan di saat ibu baru selesai memasak dan meletakkannya di tudung saji dan ditinggal ibu ke belakang sebentar saja makanan yang tadi ibu masak sudah tidak ada tinggal piring dan kuah-kuahnya saja. Coba siapa orang yang tidak emosi dengan kelakuan orang itu? Dan itu terjadi tidak cuma sekali dua kali, hampir setiap hari. Makanya sekarang aku meminta ibu untuk menyimpan makanannya di lemari dan menguncinya. Dengan begitu mereka tidak bisa mengambilnya"Ucap Rena menjelaskan panjang lebar agar Dinda tidak salah paham.


Dinda mengangguk paham dengan apa yang diceritakan oleh Rena. Sarah dan Reno memang sudah keterlaluan kalau begitu, masa makanan yang baru dimasak ibunya diambil begitu saja tanpa menyisakan untuk bapak dan ibu. Jika begitu Dinda juga mendukung apa yang saat ini dilakukan oleh Rena. Dinda membantu Rena menyimpan makanan didalam lemari.


Setelah selesai dan peralatan makan sudah selesai dicuci, Rena dan Dinda ikut bergabung diruang keluarga. Sekitar 5 menit mereka ikut bergabung, Sarah bangkit dan beralasan untuk kekamar mandi. Padahal dia akan mengambil makanan dan membawanya keluar lewat pintu belakang dan meletakkannya di mobilnya.

__ADS_1


Melihat Sarah yang pergi menunju kamar mandi yang ada didekat dapur, membuat Rena dan Dinda saling melempar senyuman. Mereka sudah tahu akal-akalan Sarah yang berpura - pura kekamar mandi.


*************


__ADS_2