Suami Yang Dianggap Miskin

Suami Yang Dianggap Miskin
Pekerjaan untuk Reno


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Ibu Rahayu menceritakan masalah yang sudah menimpa Reno kepada Dinda, ibu Rahayu berharap Satria mau memberi pekerjaan apa saja untuk Reno. Yang penting dia bekerja dan tidak menjadi pengangguran. Sebab ada anak yang harus dia nafkahi, tidak mungkin mau mengandalkan kakek dan neneknya terus menerus. Terlebih kakek dan neneknya juga dapat uang dari Satria.


" Jadi OB tidak masalah Dinda, yang penting Reno mempunyai pekerjaan."Ucap ibu Rahayu yang saat ini menemui Dinda di Cafe.


" Apa mas Reno mau menjadi seorang OB bu?." Tanya Dinda dengan ragu.


" Harus mau dan pasti mau. Dia bilang sama ibu mau cari pekerjaan apa saja yang penting halal dan menghasilkan uang. Oh iya jangan bilang Reno kalau ibu datang menemui kamu, dia saat ini malu sama kamu dan Satria. Sepertinya kakak kamu itu sudah waras, dia sudah dapat karmanya dari kesombongannya selama ini." Ucap Ibu Rahayu sangat antusius.


" Waras? Memangnga selama ini mas Reno tidak waras bu?."Tanya Dinda bingung sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Ibu Ratri hanya senyum - senyum mendengar pertanyaan Dinda. Istilah yang tadi dia gunakan memang sangat berlebihan. Istilah kata waras, seolah Reno selama ini sudah gila. Tidak gila sih tetapi bucin dengan Sarah yang mengakibatkan dia setengah waras.


" Hanya istilah saja Dinda. Oh iya bagaimana keadaan kehamilan kamu, apa kamu tidak mengidam ingin sesuatu gitu? Siapa tahu kamu ingin mengidam jet pribadi atau ingin beli Villa seperti artis istrinya sultan andara itu. " Seru ibu Rahayu semakin terkekeh dengan pertanyaanya sendiri.


HaaaHaaa HaaaHaaaa


Mendengar pertanyaan ibunya membuat Dinda tertawa dengan lantang. Beruntungnya saat ini mereka ada di ruangan pribadi Dinda. Jika ada diluar sudah pasti akan mengganggu pelanggan Cafe yang lainnya, sebab tawa Dinda sangat keras.


* Alhamdulillah ya Allah. Hubungan baikku dengan Dinda sudah seperti dulu lagi. Gadis kecilku kini sudah tumbuh menjadi wanita dewasa yang sebentar lagi akan menjadi seorang ibu yang seutuhnya. Terimakasih ya Allah, Engkau telah memberikan aku kesempatan untuk memperbaiki hubungan kami yang selama ini sempat merenggang. *Gumam ibu Rahayu dalam batinnya sembari tersenyum melihat tawa lepas dari Dinda.

__ADS_1


" Ibu ini ada-ada saja. Aku ngidamnya yang ringan - ringan saja bu. Lagi pula mas Satria berencana mau membangun masjid di tanah kelahiran Dinda, yang artinya di kampung tempat Bapak dan Ibu tinggal." Seru Dinda memberitahu ibu Rahayu.


" Alhamdulillah. Satria memang baik dan mulia sekali hatinya, ibu jadi malu dengan Satria. Dulu ibu merendahkannya bahkan sempat meminta dia itu menceraikan kamu dan menikahkan kamu sama Tono. Jika ingat itu, ibu sangat sedih Din. Ibu malu sama kamu dan Satria, tapi itu semua masalalu dan tidak akan pernah terjadi lagi." Ucap ibu Rahayu penuh rasa penyesalan.


" Sudahlah bu, itu semua juga sudah masa lalu. Jangan diingat - ingat lagi. Oh iya bu, jadi mas Reno dan Joni ikut tinggal dirumah bapak dan ibu. Kasihan sekali Joni, nasibnya tidak jauh beda dengan Hana. Nanti untuk makan malam ibu tidak usah memasak ya, Dinda bawakan dari Cafe saja dan nanti ibu tinggal memanaskan saja." Ucap Dinda dengan sopan.


Ibu Rahayu hanya mengangguk dan menerima semua yang ditawarkan oleh Dinda. Menolakpun percuma, sebab Dinda pasti akan teta memaksanya. Ibu Rahayu tahi betul bagaimana watak Dinda.


Setelah cukup lama ibu Rahayu berbincang - bincang dengan Dinda. Kini ibu Rahayupun pulang dengan menaiki taksi online yang dipesankan oleh Dinda. Setelah ibunya pulang, Dindapun pulang sebab hari sudah beranjak sore.


Sesampainya dirumah ternyata Satria sudah dirumah dan sudah menunggu kepulangan sang Istri tercintanya.


" Sayang tumben pulangnya sore banget?." Tanya Satria merasa aneh sebab tidak biasanya Dinda pulang terlalu sore.


" Iya mas, maaf ya. Tadi ada ibu yang sedang curhat. Yuk masuk, ada yang ingin aku sampaikan sama kamu mas." Ucap Dinda menggandeng Satria masuk kerumah.


Dinda langsung mengajak Satria masuk kekamar agar lebih leluasa saat bercerita. Sesampai dikamar Dinda dan Satria duduk di sofa yang ada di kamarnya.


" Apa yang ingin kamu ceritakan sayang?." Tanya Satria sudah tidak Sabar ingin segera tahu apa yang ingin dikatakan oleh Dinda.


" Mas, mas Reno dan Joni diusir sama mbak Sarah." Ucap Dinda mulai membuka percakapan.


" Haaah ? Kenapa bisa begitu, Sayang?." Tanya Satria sambil mengernyitkan keningnya.


Dinda akhirnya menceritakan semuanya kepada Satria apa yang tadi sudah di ceriyakan oleh ibunya saat masih ada di Cafe. Satria mendengarkan semua apa saja yang dikatakan oleh Dinda.


" Jadi mbak Sarah meminjam uang mbak Sinta dan mas Reno menyakini jika uang itu akan dibayar dengan cara yang salah. " Ucap Satria.

__ADS_1


" Sepertinya begitu mas, sebab mbak Sarah juga mau menggugat cerai mas Reno." Jawab Dinda.


" Sebenarnya kemarin siang mas dan Indra melihat mereka bertiga. Hakim, mbak Sarah dan mbak Sinta di Mall ST Group. Tadi siang mas memang ada jadwal kunjungan ke Mall itu dan mas tidak menyangka melihat mereka disana. Sepertinya memang benar, mbak Sarah sudah mulai bergabung dengan mbak Sinta. Lalu apa yang harus mas bantu?." Tanya Satria sambil menggenggam tangan Dinda.


" Kalau mas mau bantu. Tolong berikan mas Reno pekerjaan agar dia bisa menafkahi dirinya sendiri dan Joni. Apa saja, mau OB pun pasti mas Reno mau." Seru Dinda penuh harap Satria bisa memberilkan pekerjaan untuk Reno.


Dinda yakin jika Reno saat ini sudah berubah dan sudah menyesali segala perbuatannya. Terlebih Dinda juga kasihan dengan hidupnya Joni, masa depan anak itu masih panjang dan perlu bimbingan dari orang - orang terdekatnya.


" Untuk sekolah Joni insya Allah mas akan bantu. Kalau soal pekerjaan nanti mas tanya ke Indra dulu, masih ada posisi yang kosong atau tidak. Untuk menjadikan mas Reno OB itu tidak mungkin, Sayang. Bagaimanapun dia itu kakak iparku. Atau begini saja, nanti kita temui mas Reno kita tanyakan apa dia punya skill lain. Siapa tahu saja mas Reno mau buka usaha." Ucap Satria mencoba mencari solusi terbaik.


" Terimakasih mas. Kamu sudah mau menolong mas Reno yang selama ini sudah selalu menghina kamu. Tapi apa tidak apa - apa dengan nenek? Bukannya gimana - gimana ya mas. Hakim yang adik kandung kamu saja tidak kamu bantu kenapa kamu justru membantu kakak ku?." Pertanyaan Dinda membuat Satria tersenyum.


Satria menghela nafas terlebih dahulu sebelum dia menjelaskan soal Hakim kepada Dinda.


" Sebenarnya aku dan Nenek sudah menyiapkan uang 800 juta untuk Hakim buka usaha. Namun nenek bilang dia ingin melihat sikap Hakim selama seminggu setelah dia keluar dari penjara. Siapa tahu setelah keluar dari penjara dia bisa menjadi lebih baik, sehingga modal yang kami berikan tidak sia - sia. Namun ternyata sama saja, bahkan sekarang dia sudah punya usaha perjudian bareng mbak Sinta. Dan lebih parahnya, Hakim sekarang sudah menikah dengan mbak Sinta secara siri.


Hhaaaaahhhh ?


Dinda kaget dan syok mendengar kabar pernikahan Hakim dan Sinta. Dinda tidak pernah menyangka jika pertemuan mereka saat dirumahnya waktu itu akan terus berlanjut, bahkan sampai kejenjang pernikahan. Ini benar - benar berita yang menhebohkan bagi Dinda. Sebab Hakim ketemu Sinta itu sangat cocok dan hidup mereka pasti akan semakin blangsak.


" Mas, serius?." Tanya Dinda seolah tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Satria.


" Serius sayang. Mas memang sengaja meminta orang untuk mengikuti segala gerak - gerik Hakim saat dia keluar penjara. Tapi sekarang sudah tidak lagi, tidak ada gunanya aku tahu apa saja yang dia lakukan. " Seru Satria lalu bangkit dan menuju kamar mandi.


Satria segera mandi agar tubuhnya lebih segar dan fikirannya juga fresh.


************

__ADS_1


__ADS_2