
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Pernikahan Satria dan Dinda yang dulu mendapat pertentangan dari ke tiga kakaknya dan ibu kandungnya. Pernikahan yang di gadang-gadang para kakaknya tidak akan pernah bahagia dan langgeng. Kini justru pernikahan itu tetap harmonis sampai sekarang, dan mereka sudah di karunia dua anak yang tampan dan cantik.
Seorang pedagang es cendol keliling yang dulu terhina ternyata adalah orang kaya raya. Dan orang yang saat ini sudah menyatukan keluarga besar dalam keharmonisan.
Satria, pria yang baik dan rendah hati itu sama sekali tidak menaruh dendam kepada siapapun orang yang pernah menghinanya dan merendahkannya. Rudi, meskipun dulu sempat dia penjarakan namu ternyata Rudi bisa menyadari kesalahannya sebelum dia meninggal. Reno, Rena dan Sinta mereka dulu memusuhinya,dan Satria membalasnya dengan kebaikan hingga saat ini hubungan baik dengan mereka tetap terjaga. Begitupun dengan ibu mertuanya dan orang tua kandungnya sendiri.
Hakim adiknya juga sekarang berhubungan baik dengannya. Bahkan Hakim sudah dia percaya mengurus perusahaan cabang yang ada di kota XX.
Saat ini keluarga besar Satria dan Dinda serta para kerabat sedang berada di rumah Satria. Mereka datang untuk merayakan ulang tahun Ratu yang ke 5 tahun. Acaranya sangat meriah, seban bertepatan dengan hari libur juga.
" Selamat ulang tahun princess nya mama dan papa."Seru Dinda memeluk Ratu dengan erat.
" Terima kasih Ma, Pa."Ucap Ratu juga membalas pelukan sang mama.
Ratu terlihat sangat bahagia, konsep ulang tahun kali ini adalah permintaan dirinya sendiri. Dengan bertemakan Princess dan mengundang keluarga besar serta kerabat serta teman-teman sekolahnya. Anak-anak kecil seusia Ratu juga terlihat sangat cantik dan tampan dengan kostum yang mereka kenakan masing-masing.
" Om Hakim sama tante Melisa mana kado ulang tahun buat Ratu? Masa datang tidak bawa kado?."Tanya Ratu dengan wajah cemberut.
" Wahh princess nya Om ngambek ya? Jangan ngambek dong, om sudah siapin hadiah kok buat princess cantik ini. Mana mungkin Om melupakan hadiahnya, nah ini hadiah dari Om dan tante serta adik Kevin."Seru Hakim memberikan kado ulang tahun untuk Ratu.
Ratu menerimanya dengan mata berbinar, sebab dia sudah tahu apa isi dalam kado itu. Pasti isinya adalah baju seperangkat baju princess yang pernah diminta olehnya. Padahal tanpa meminta kepada Hakim, kedua orang tuanya bisa membelikannya. Namun, Ratu tetaplah Ratu, dia mau baju buatan dari tante Melisanya langsung.
Melisa sekarang menggeluti profesi barunya sebagai designer. Baju-baju buatannya laku keras di pasaran, dia juga mempunyai butik dengan brand nya sendiri. Mulai dari pakain anak-anak hingga dewasa, namun hanya khusus pakaian wanita saja.
Kevin adalah, anan Melisa dan Hakim yang saat ini baru berusia 3 tahun. Kevin tumbuh menjadi anak yang baik dan dia juga dekat dengan Raja. Hakim tidak mau mengulang kesalahannya di masalalu, dia mendidik anaknya dengan baik tidak seperti dirinya kecil dulu.
" Terima kasih Om dan tante, eh sama adek Kevin juga."Seru Ratu sambil senyum-senyum.
" Sama-sama sayang."Ucap Melisa dan Hakim bersamaan.
Acara ulang tahun Ratu berlangsung dengan meriah, Ratu bahagia dan para tamu undangan juga bahagia. Di antara tamu undangan yang datang juga ada Sinta dan Ardi, Dinda tidak pernah melupakan Sinta. Dia tetap menganggap Sinta itu saudaranya sendiri.
" Mbak Sinta bagaimana usaha baju muslimahnya. Sekarang sudah tidak buka di rumah ya?."Tanya Dinda yang memang sudah lama tidak berkunjung kerumah Sinta.
" Alhamdulillah Din, sekarang sudah pindah di ruko blok X sana. Toko di rumah sudah di hancurkan sama mas Ardi, biar halaman rumah luas."Jawab Sinta serius.
" Jadi kita ini sama-sama punya usaha butik ya mbak. Aku punya, mbak Sinta punya, Melisa juga punya. Wahh persaingan kita ketat banget ini, hahahaaa."Seru Dinda tertawa dengan lebar.
" Tapi kan beda, Din. Kalau kamu butik pakain branded sampai luar negeri, menyediakan pakaian dewasa laki dan perempuan. Kalau aku kan khusus pakaian muslimah untuk laki dan perempuan dari besar sampai keci. Kalau Melisa butik brand dia sendiri dan hanya untuk Wanita saja. Tapi memang lucu sih, kita sama-sama punya usaha bidang fashion."Ucap Sinta menjelaskan secara detail.
Para tamu undangan yang lainnya menikmati hidangan yang sudah di sediakan tuan rumah. Teman-teman Ratu juga banyak yang datang, Ratu berbaur dengan teman-temannya. Halaman belakang rumah Satria memang sudah di sulap menjadi arena permainan anak-anak sehingga anak-anak pasti betah bermain disana.
" Mama, adek Anggun sepertinya dia mau pup."Seru Hana menghampiri Sinta.
" Anggun mau pub?."Tanya Sinta dengan lembut.
__ADS_1
" Iya Ma. "Jawab Anggun dengan singkat.
Sinta mengajak Anggun ke toilet lebih dulu, Sinta tidak pernah membeda-bedakan antara Hana, Bagas dan Anggun. Ke tiga anak nya sangat dia sayangi, Bagas juga terlihat dekat dengan Hana.
" Mas Reno katanya mau buka cabang di kota X ya?."Tanya Hakim berbaur dengan para bapak-bapak.
" Doakan saja ya. Masih tahap pembangunan, semoga saja tahun depan sudah bisa buka. Kalau tidak salah dekat juga kan sama kantor kamu?"Seru Reno.
" Memang sebelah mana mas?."Tanya Hakim ingin tahu lebih pasti.
" Di kota X jalan merpati nomor 13, tidak jau dari perumahan Mandala."Seru Reno memberitahu secara mendetail.
" Wahh perumahan Mandala itu kan komplek tempat tinggal ku Mas. Di sana memang tempatnya strategis, terus toserba juga jauh. Adanya minimarket saja, mau ke Mall lumayan jauh juga mas."Seru Hakim.
Para pria sibuk dengan obrolan tentang bisnisnya masing-masing. Ternyata para pria kalau sudah berkumpul bisa betah macem para emak-emak juga. Disaat para suami sibuk dengan urusannya sendiri, di saat itu juga para istri sibuk menemani anaknya bermain.
Acara pesta ulang tahunpun berakhir, para tamu undangan juga sudah kembali kerumahnya masing-masing. Ratu dan Raja yang kelelahan pun saat ini sudah tidur di kamarnya.
******
" Pak, tidak pernah menyangka ya kalau kehidupan kita di masa tua bisa sesantai ini. Ibu mengira jika dulu kita akan tetap bekerja cari uang untuk masa tua kita."Ucap Ibu Rahayu.
Pak Karim dan Ibu Rahayu duduk bersantai di teras belakang sembari menikmati secangkir kopi dan pisang goreng yang masih panas.
" Iya bu. Bapak juga tidak menyangka jika hari tua kita sesantai ini. Semua ini berawal dari Satria, dia yang membuat perubahan dalam kehidupan kita. Karena dia anak-anak kita juga hidupnya jauh lebih baik, Reno punya usaha yang baik juga berkat Satria. Beni punya pekerjaan yang baik di perusahaan juga karena Satria. Menantu yang dulu hanya pedagang cendol keliling ternyata adalah pria yang mempunyai segalanya. Menantu yang di anggap miskin ternyata orang kaya yang terlihat sederhana."Ucap pak Karim bicara panjang lebar sembari mengingat masalalunya.
Dua orang tua itu hanya bisa mensyukuri kehidupannya. Sore itu, Satria dan Dinda juga mengajak kedua anaknya datang ke rumah Pak Karim dan akan menginap disana.
" Kakek, Nenek.... !! Assalamualauikum."Teriak Ratu memanggil kakek dan neneknya tetap tidak lupa mengucapkan salamnya.
Mendengar teriakan sang cucu, pak Karim dan ibu Rahayu bangkit dan menuju ruang tamu. Disana terlihat ada Raja dan Ratu yang juga berjalan mencari keberadaan kakek dan neneknya.
Pak Karim dan Ibu Rahayu memang hanya tinggal berdua saja, terkadang Joni yang datang menginap menemani mereka. Reno sudah punya rumah sendiri, dekat dengan tempat usahanya.
" Waalaikumsalam, Ratu, Raja. Wahh cucu-cucu kakek dan nenek datang. Sini peluk kakek dan nenek sayang."Seru pak Karim merentangkan tangannya.
Ratu berhambur memeluk kakek dan neneknya, anak itu memang manja kepada kakek dan neneknya. Raja hanya menyalami dan mencium tangan kakek dan neneknya saja.
" Kalian mau menginap?."Tanya ibu Rahayu melihat Dinda membawa tas yang lumayan besar.
" Iya, Bu. Anak-anak kan sekolah libur dan dia minta untuk menginap di sini. Katanya Mas Reno juga mau menginap juga."Seru Dinda menjelaskan.
Raja dan Ratu sudah ikut kakeknya ke belakang rumah, melihat ikan-ikan Joni yang memang sengaja dia tinggal di rumah kakeknya. Itulah yang membuat anak-anak betah dirumah sang kakek, suasanya sejuk dan jauh dari polusi dan juga karena ada ikan-ikan hias yang semakin membuat mereka betah.
Brumm Bruummm
Terdengar suara mobil memasuki pekarangan rumah pak Karim. Dinda dan ibu Rahayu menybit kedatangan Reno dan Cahaya, hanya Reno, Cahaya dan Zaskia saja yang ikut. Joni pasti sedang sibuk dengan urusannya masing-masing.
Terlihat Reno membawa plastik yang isinya lumayan berat sampai dia membawanya dengan kedua tangannya.
" Assalamualaikum bu, Din."Sapa Cahaya.
" Waalaikumsalam. Zaskia cantik, itu adek Raja sama adek Ratu ada di belakang sama kakek dan Om Satria. Tapi salim dulu ya sama nenek dan tante."Seru Dinda bicara dengan lembut.
__ADS_1
" Iya tante."Jawab Zaskia lalu mencium tangan nenek dan tantenya. Setelah itu dia berlari menyusul para saudaranya yang sudah ada di belakang.
Ibu Rahayu memperhatikan baranb bawaan Reno, dia sampai memicingkan matanya melihat Reno yang keberatan.
" Kamu itu bawa apa, Reno?."Tanya ibu Rahayu serius.
" Ikan gurame ini bu. Ada 10 kg, nanti malam mau di bakar."Jawab Reno serius.
" Banyak banget Ren, 10 kg ? Siapa saja yang mau makan?."Tanya ibu Rahayu heran dengan banyak nya ikan yang dibawa Reno.
" Ramai bu, nanti malam mau bakar-bakar di sini loh. Joni sama Hana juga nanti kesini, yuk Din bantuin mas bawa ikan ini masuk. Ini sudah bersih kok, tinggal di bumbuin saja."Seru Reno meminta tolong Dinda untuk membantunya membawa ikan.
Dinda mengangguk, dia membantu Reno membawa ikan-ikan itu. Cahaya di tangannya menenteng tas dan beberapa cemilan dan buah untuk nanti malam.
Khusus untuk malam ini memang Reno yang meminta jika semua nya dia yang bawa. Sesekali dia yang traktir keluarga besarnya, tidak Satria dan Dinda terus yang traktir.
******
Malam ini di rumah pak Karim anak dan menantu serta para cucu semua berkumpul. Di rumah pak Karim saat ini sangat ramai, tidak seperti malam-malam biasanya. Suara teriakan, suara tangisan para cucu-cucunya menghiasi kebahagiaan malam itu.
" Kakek, itu kak Raja nakal. Kak Raja ambil sosisnya Ratu."Seru Ratu mengadu kepada kakeknya.
" Kak Raja jangan jahil dong sama adiknya. Sudah Ratu ambil lagi, itu om Joni sama aunti Hana lagi bakar sosis banyak."Seru Pak Karim menunjuk ke arah Hana dan Joni.
" Tapi kek, Ratu tidak mau yang panas. Ratu mau yang dingin."Seru Ratu dengan mulut mengerucut cemberut.
Pak Karim mengusap kepala Ratu dengan lembut, cucunya yang satu ini memang terkadang sangat manja dan cerewet. Namun manjanya masih bisa di tolerir, meminta sesuatu tidak sampai menangis.
" Ini punya Om Gibran untuk adek Ratu saja, sudah om Gibran kipas-kipas jadi tidak panas lagi. Makan nya di dekat kakek saja, nanti di ganggu sama Raja lagi. Ini juga untuk adek Zaskia."Seru Gibran membawakan 4 sosis untuk Ratu dan Zaskia.
" Iya Ratu kita makan di sini saja. Nanti di ambil sama Raja lagi, awas saja kalau Raja ambil punya Zaskia. Nanti Zaskia pasti marah sama Raja."Ucap Zaskia.
Ratu dan Zaskia memakan sosis bakar duduk di samping kakeknya. Dengan begitu Raja tidak mengganggunya, sebab Raja sangat menghormati kakeknya sehingga tidak mau membuat sang kakek marah.
Melihat Ratu dan Zaskia yang duduk di dekat kakeknya, membuat Satria menghampiri mereka.
" Mereka tumben duduk disini pak? Tidak gabung itu sama Hana dan yang lainnya, bukannya mereka tadi ada disana."Seru Satria heran dengan kedua gadis kecil itu.
" Biasa ulah Raja. Anak mu satu itu memang suka usil sama adiknya."Seru Pak Karim sambil tersenyum.
Ikan, Ayam, serta sosis sudah selesai di bakar. Kini mereka semua makan bersama secara lesehan. Dinda, Rena, Cahaya sudah memasang karpet lebar dan menyusun makanan di atas karpet. Mereka semua pun makan bersama, suasana kebahagiaan keluarga jelas tergambar di wajah-wajah mereka.
* Ya Allah, izinkanlah kami tetap bahagia seperti ini lebih lama lagi. Sehatkan kami semua dan berilah kami semua umur panjang agar kami bisa melihat anak cucu kami sukses dan bahagia. Dulu aku Suami yang di anggap miskin oleh keluarga istriku, bahkan mereka memusuhiku dan terus merendahkan pekerjaanku. Dibalik semua itu ternyata ada kebahagiaan didepan mata, kini aku sudah memetik buah manis dari kesabaranku. Terima kasih ya Allah.*
Satria bermonolog pada dirinya sendiri, tanpa terasa dia meneteskan air mata kebahagiannya.
>>>> TAMAT <<<<
***********
Nantikan SEASON 2 nya yang akan menceritakan kisah rumah tangga Ratu.
Terima kasih banyak untuk para pembaca setia " SUAMI YANG DI ANGGAP MISKIN " Tanpa kalian semua Author tidak bisa sampai titik ini. ❤️❤️❤️
__ADS_1
Semoga Karya-karya Author yang lainnya bisa menjadi teman bacaan kakak semuanya.
TERIMA KASIH 🙏🙏❤️❤️❤️