
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
"Jadi mbak Sarah datang kerumah untuk mengajak mas Reno rujuk. Lantas kalau mas Reno rujuk sama mbak Sarah, bagaimana dengan Cahaya?." Tanya Dinda secara gamblang mengucapkan nama Cahaya dihadapan Reno dan yang lainnya.
Cahaya?
Reno langsung salah tingkah saat Dinda menyebutkan nama Cahaya. Sebab nama itu yang akhir-akhir ini selalu ada dalam ingatannya. Bahkan sampai terbawa dalam alam mimpi. Akan tetapi Reno tidak akan pernah menyangka jika Dinda akan menyebutkan nama Cahaya.
"Siapa Cahaya?."Tanya ibu Rahayu sangat penasaran dengan wanita yang bernama Cahaya yang baru saja Dinda sebutkan.
Semua pasang mata langsung memandang kearah Dinda dan Reno secara bergantian. Berharap diantara mereka berdua ada yang mau menjelaskan siapa itu Cahaya.
"Apa hubungannya dengan Cahaya, Dinda."Seru Reno sembari melirik kearah ibunya.
"Loh bukannya mas Reno ini kan suka sama Cahaya? Jangan suka memberi harapan palsu sama wanita mas. Dinda khawatir mas menyakiti Cahaya dan lebih memilih rujuk dengan mbak Sarah."Seru Dinda semakin membuat ibu Rahayu dan Rena penasaran.
"Siapa bilang aku mau rujuk sama Sarah?."Tanya Reno.
" Loh, mas Reno dulukan bucin banget sama mbak Sarah. Siapa tahu saja saat mbak Sarah mengajak rujuk, mas Reno langsung gercep alias gerak cepat. Bagaimana bucin begitu sih, dulu saja berapa kali diselingkuhi masih saja dimaafkan. Dasar mas Reno nya saja yang bodoh."Seru Dinda bicara dengan santainya sembari melirik kearah Reno.
Hhhuuuffff
Terdengar helaan nafas Reno, Reno tidak akan menyangka Dinda akan sekritis itu. Secara terang-terangan dia mencibir Reno, namun Reno tidak akan marah. Sebab apa yang dikatakan oleh Dinda itu ada benarnya juga, jika dulu dia bucin dan bodoh.
"Sayang kenapa kamu jadi sewot gitu sih sama mas Reno?."Seru Satria mengingatkan Dinda jika apa yang dikatakannya tadi sudah lebih dari cukup.
__ADS_1
Satria tidak mau istrinya terlalu ikut campur dengan kehidupan Reno. Dia hanya tidak mau timbul kesalahpahaman antara Reno dan Dinda, mengingat Reno dulu adalah orang yang sombong dan susah diatur. Meskipun saat ini sudah berubah, tidak menutup kemungkinan jika Reno akan seperti dulu lagi.
"Sampai kapanpun aku tidak akan mau rujuk sama waniti gila harta itu. Dia mengajak rujuk karena sudah tahu kini perekonomian ku lebih baik, dia tahu jika RJ market itu punyaku."Seru Reno menjelaskan.
"Baguslah kalau mas Reno itu tidak termakan dengan rayuan si wanita ular itu. Sekarang lebih baik mas Reno memikirkan bagaimana caranya agar bisa segera melamar dan menikahi Cahaya."Seru Dinda lagi. Dinda bicara cukup santai dan pasti.
Kedua orang tuanya semakin penasaran siapa wanita yang bernama Cahaya itu.
"Reno jelaskan kepada ibu siapa itu Cahaya? Apa dia calon istri kamu."Seru Ibu Rahayu denga pertanyaan yang semakin mendesak.
"Cahaya itu bukan siapa-siapa Reno kok bu. Kami memang beberapa kali pernah bertemu tetapi memang kami tidak ada hubungan apa-apa atau hubungan yang spesial bu. Cahaya itu, saat ini masih berkuliah dan dia itu anaknya ibu Nursi. Ibu Nursi itu orang yang mengelola panti asuhan milik keluarga Satria. Tempat dimana Dinda mengadakan acara pengajian 7 bulanan itu loh bu."Seru Reno secara gamblang menjelaskan siapa Cahaya itu sebenarnya.
"Kalau kamu tidak ada hubungan dengan wanita itu kenapa kamu bisa tahu banyak soal wanita itu, darimana kamu tahu?."Tanya ibu Rahayu semakin mempertegas lagi.
Reno hanya senyum-senyum sembari menggaruk kepalanya sendiri yang tidak gatal. Semua orang yang ada diruangan itu, mempunyai keyakinan jika saat ini Reno sudah jatuh dengan Cahaya. Namun dia malu untuk mengakuinya dan mangatakan soal isi hatinya.
"Jika kamu memang serius dengan wanita itu, secepatnya kita datang ketempatnya untuk melamarnya langsung."Seru Ibu Rahayu tanpa diduga menyetujui jika Reno dan Cahaya bersatu.
"Tapi aku dan Cahaya tidak ada hubungan apa-apa bu."Seru Reno dengan tegas.
Pada dasarnya dia dan cahaya memang tidak menjalin hubungan, hanya sebatas teman saja tidak lebih.
"Sekarang bagaimana dengan perasaan mas Reno terhadap Cahaya?."Tanya Dinda.
Reno diam, dia memikirkan pertanyaan Dinda barusan. Soal perasaannya dengan Cahaya, Reno akui jika dia memang mengagumi gadis manis yang bernama Cahaya itu. Tetapi Reno ragu jika Cahaya akan menerima ungkapan hatinya.
"Aku.. Aku.. Emmm. Aku memang menyukai dan jatuh cinta dengan wanita itu. Tapi selisih umur kami sangatlah jauh, hampir 11 tahun. Apakah dia aka mau dengan ku? Pria duda dengan satu orang anak yang beranjak dewasa.
"Besok kita datang untuk melamar, Cahaya. Jangan sampai keduluan orang lain. Masalah diterima atau tidak itu urusan belakangan, yang penting kita datang dulu dan sampaikan niat baik kita."Ucap pak Karim yang akhirnya ikut membuka suaranya.
"Setuju."Seru semuanya serempak.
__ADS_1
Reno merasa mempunyai banyak dukungan sehingga diapun menyetujui apa yang barusan dikatakan oleh pak Karim.
**********
Sarah mengadukan semua yang tadi siang terjadi dirumah mantan mertua mereka. Mendengar cerita Sarah, bukannya Sinta merasa kasihan dengan Sarah tetapi justru dia menertawakan Sarah.
Haaaaa Haaaaaaaa
"Dasar wanita bodoh ! Seharusnya kamy dekati mereka secara pelan-pelan Sarah jangan asal-asalan. Dasar kamu saja yang tidak becus."Seru Sinta sembari tertawa sinis.
"Bukan aku tidak becus, Sinta. Tetapi karena Reno sudah punya calon istri jadi secara terang-terangan Joni dan Reno menolakku."Seru Sarah menjelaskan.
"Hahhh ? Reno sudah punya calon istri? Wahhh ini bisa menghancurkan rencana kita, Sarah. Bagaimana kamu bisa rujuk dan menguasai Reno jika dia saja sudah punya calon istri. Ini masih calon istri, kamu harus cari tahu siapa wanita itu. Setelah kamu tahu siapa wanita itu, kita bisa menghancurkan hubungan mereka."Seru Sinta sangat antusius.
Sarah mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan oleh Sinta. Jika mereka tahu siapa wanita yang akan Reni nikahi, mereka akan mudah untuk mengintimidasinya. Dengan begitu wanita itu pasti akan meninggalkan Reno, dan Sarah akan lebih mudah masuk kedalam kehidupan Reno.
*Reno harus ada dalam genggamanku, aku tidak akan pernah ikhlas jika ada wanita lain menikmati uang Reno.*Gumam Sarah dalam batinnya.
" Jadi apa rencana kamu, Sarah?."Tanya Hakim yang sedari tadi hanya diam saja kini ikut buka suara.
"Kita cari tahu dulu wanita yang akan menikah dengan Reno. Yang penting saat ini kita tahu dulu saja, urusan menyingkirkan itu nanti bisa belakangan."Jawab Sarah dengan yakin.
Mereka bertiga yakin seoalah-seolah rencananya akan berhasil. Dasar para manusia-manusia licik dan serakah.
" Kamu ada tamu nanti jam 9 malam. Dia membayarmu 10 juta, terserah mau kamu ajak kehotel atau dirumah ini."Seru Sinta merubah topik pembicaraanya.
"Di rumahku saja. Kalau di hotel harus keluar uang lagi, kalau dirumah panti pijat pasti akan ramai dan permainan juga tidak maksimal. Apalagi bayaran 10 juta sudah pasti lebih dari 2 jam permainan."Seru Sarah .
Hakim memandang tidak suka kearah Sarah, dia tidak suka jika Sarah membawa pelanggannya kerumahnya. Sebab dirumah itu tempat biasa Sarah dan Hakim bermain, dan tidak mau ranjangnya dikotori dengan keringat pria lain.
*Sarah ini sudah berapa kali aku ingatkan jangan bawa pelanggan kerumahnya, masih saja bandel.*Gumam Hakim dalam batinnya.
__ADS_1
****************