
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
"Hana !!!."Seru ibu Rahayu dengan senang melihat kedatangan Hana yang ternyata ikut pulang dengan Satria dan Dinda.
Hana langsung memeluk neneknya dengan erat menumpahkan rasa rindunya yang selama 6 bulan ini tertahan. Ibu Rahayu mengusak lembut pucuk kepala Hana, dan menciuminya. Dia tidak menyangka jika Hana juga akan ikut pulang.
"Nenek Hana rindu sana nenek, kakek dan semuanya. Oh iya Hana juga rindu dengan nenek Murni."Seru Hana beralih memeluk nenek Murni dengan erat dan lembut.
Acara peluk-pelukan pun sudah selesai, kini mereka semua duduk di sofa ruang keluarga. Beruntung sekali Dinda saat di pesawat tidak mabuk sehingga saat dirumah dia tidak merasakan sakit kepala. Apalagi saat perjalanan dari bandara ke rumah dia juga sudah tertidur.
Dinda sudah cuci muka, cuci tangan serta mengganti bajunya dan langsung menggendong Raja. Sepuluh hari meninggalkan Raja rasanya seperti bertahun-tahun, terlebih itu memang pertama kalinya untuk Raja dan Dinda.
"Duhh anak papa tambah gemuk saja sih."Seru Satria ingin mencium Raja namun di tahan oleh Dinda.
Satria mengernyitkan kepalanya saat Dinda melarangnya mencium Raja. Satria berfikir jika istrinya masih sangat rindu dengan Raja sehingga tidak mau jika diganggu terlebih dahulu.
"Mas kan belum ganti baju, setidaknya cuci tangan dulu. Kita itu dari luar, apalagi baju yang mas pakai itu sudah sehari semalam. Pastinya banyak kuman dan debu, sudah sana cuci tangan dulu bila perlu mandi sekalian. Setelah mandi baru bisa cium-cium dan menggendong Raja."Ucap Dinda dengan tegas.
"Oh iya mas lupa. Ya sudah mas mandi saja dulu ya, setelah itu mas mau main sama Raja sepuasnya. Mas sudah sangat merindukannya, Hana ingat ya kalau mau gendong adeknya harus bersih-bersih dulu. Kalau tidak nanti ada macan yang mengamuk."Seru Satria sambil terkekeh geli mendengar kata-katanya sendiri.
__ADS_1
Dinda langsung memelototkan matanya ke arah Satria, semua yang ada disana ikut tertawa melihat kelakuan Satria. Pasangan yang benar-benar aneh, terkadang romantis dan terkadang pun seperti musuh. Namun hal itulah yang menjadi bumbu-bumbu cinta dirumah tangganya yang sampai saat ini selalu awet.
"Siap Om. Ya sudah kalau begitu Hana nebeng mandi dan bersih-bersih dulu ya."Seru Hana.
"Di kamar tamu saja Han, itu kamar yang nenek tempati. Nanti kamu mau ikut nenek pulang apa menginap disini dulu?."Tanya Ibu Rahayu.
"Hana ikut pulang saja Nek, kangen sama Kakek dan Joni. Hana juga ingin bertemu dengan istrinya paman Reno. "Ucap Hana serius.
Tidak tahu kenapa Hana memanggil Reno dengan panggilan Paman bukan Om seperti dia memanggil Satria.
"Kenapa tidak menginap disini dulu, Nak Hana?."Tanya nenek Murni dengan lembut.
"Iya nek terimakasih. Hana mau menginap di rumah nenek Rahayu dulu ya Nek, lagipula Hana di Indonesia selama 2 minggu, nah nanti pasti Hana menginap disini juga dan main sama adik sepupu yang tampan ini."Seru Hana gemes memegang pipi Raja.
"Selama Dinda tinggal, Raja rewel tidak nek? Maaf ya nek, Dinda sudah merepotkan nenek. Pasti waktu nenek terbagi untuk ikut menjaga Raja."Ucap Dinda merasa tidak enak hati dengan nenek Murni.
"Kamu ini ngomong apaan sih Dinda. Raja ini cicitnya nenek jadi sama sekali tidak merepotkan. Lagipula ada Ibu Rahayu dan pengasuh nya Raja, nenek hanya bantu-bantu dikit saja. Raja sama sekali tidak rewel kok, tidur pun kalau malam anteng banget."Seru nenek murni jujur.
"Terimakasih ya nek. Kalau begitu Dinda bawa Raja ke kamar ya Nek? Dinda kangen ingin tidur sama Raja. Nenek juga istirahat ya."Seru Dinda dengan sangat ramah dan lembut.
"Iya Dinda. Nenek juga mau masuk ke kamar kok ini. "Jawab nenek Murni.
Dinda dan nenek sama-sama meninggalkan ruang keluarga dan menuju kamarnya masing-masing. Dinda ingin berbaring sembari memeluk Raja, dia sangat merindukan anaknya yang semakin menggemaskan itu.
********
__ADS_1
Sementara itu di tempat lain, tepatnya di salah satu rumah kontrakan Sarah dan Bayu baru saja menyalurkan hasrat mereka masing-masing. Bayu adalah pria muda yang dia kenal di salah satu cafe, bahkan usia Bayu baru 19 tahun dan kuliah baru semester dua.
"Terimakasih, Tante Sarah."Seru Bayu saat Sarah memberinya uang sebanyak 1 juta.
"Hemm.. Jika aku butuh kamu, kamu harus siap datang kesini. Aku tidak mau menerima penolakan kecuali kamu memang sedang kuliah. Tapi bukannya sekarang sudah masuk liburan sekolah kan? Berarti kamu kuliah juga liburkan?."Tanya Sarah.
"Kamu benar sekali tante Sarah yang cantik dan menarik. Aku pasti akan selalu ada waktu untuk menyenangkanmu, yang penting uang nya lancar."Seru Bayu dengan senyum mengembang sempurna.
Sarah hanya melirik sekilas saja, seandainya dia tidak butuh untuk menyalurkan hasrat saja, dia pasti malas untuk bermain dengan Bayu. Apalagi Sarah yang harus keluar uang, padahal biasanya dia yang mendapatkan uang berpuluh-puluh juta.
*Hemm aku mau main seperti dulu lagi takut makin tertular, biasanya kalau sudah Om-Om suka jajan sembarangan. Beda sama anak seusia bayu, yang penting uang mengalir dia pasti mau melakukannya. Apalagi sepertinya ini pertama kali bagi Bayu. Terlihat sekali dia tadi agak kaku dan aku yang harus menuntunnya.*Gumam Sarah dalam hatinya.
"Kamu sudah berapa kali main seperti ini? Jawab jujur, jangan sampai kamu bohong !.Seru Sarah dengan ketus.
"Kalau main sih baru pertama kalu ini,Tante. Tapi kalau menonton sudah berapa puluh kali, tapi tenang saja biarpun aku baru pertama kali sudah bisa membuat tante puaskan? Maklum awal-awal tadi harus dituntun dulu, tapi setelahnya bertahan kan 2 jam."Seru Bayu dengan bangganya.
"Ingat ya, aku tidak mau kamu main dengan wanita lain. Pokoknya hanya dengan ku saja, baru saat aku sudah bosan dengan kamu, kamu boleh main dengan siapapun. Sampai aku tahu kamu main diluaran sana, aku tidak akan memakaimu lagi dan tidak akan memberimu uang. "Ucap Sarah terlihat mengancam.
Bayu yang memang masih terlalu muda sehingga dia hanya iya saja. Yang penting dia dapat uang, sehingga tidak takut lagi kehabisan uang saat orang tuanya belum mengirimkan uang jatah bulanannya.
Selesai urusannya dengan Bayu, Sarah meminta Bayu untuk segera pulang sebab Sarah tidak mau kehadiran Bayu membuat para warga curiga. Dan Bayu akhirnya mengikuti apa yang diperintahkan oleh Sarah. Setelah memakai pakaiannya dengan lengkap, Bayu keluar kontrakan dan pulang dengan mengendarai motor maticnya.
*Duhhh kenapa tadi tidak pakai pengaman? Aku sekarangkan sudah tidak KB lagi, sudah aku lepas seminggu yang lalu? Dasar bocah ingusan si Bayu itu, kalau sampai aku hamil kan tidak lucu ? Masa iya aku hamil dengan bocah ingusan macam si bayu itu? Mana usia kamu juga terpaut jauh banget.*Gumam Sarah dalam hatinya.
************
__ADS_1