Suami Yang Dianggap Miskin

Suami Yang Dianggap Miskin
Drama roti bakar


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Sinta menghubungi Hana untuk membahas soal lamaran Ardi tadi sore. Bagaimanapun Hana harus tahu tentang Ardi, sebab kelak jika Sinta dan Ardi menikah, Ardi juga akan menjadi papa untuk Hana.


[ Ma, jika mama merasa bahagia dan menurut mama Om Ardi pria yang baik. Hana setuju-setuju saja mama menikah dengan Om Ardi.] Ucap Hana.


[ Mama belum memutuskan apa-apa, Hana. Menurut mama, selama ini Om Ardi baik dan menghargai mama. Tapi mama tidak mau menikah jika kamu tidak setuju, mama menikah juga bukan untuk diri mama sendiri, Hana. Tapi juga untuk kamu.]


[ Hana tahu ma, tapi menurut cerita mama tadi, Hana yakin Om Ardi pria yang baik. Jadi tidak masalah jika mama menikah dengannya, Hana setuju mama menikah dengan om Ardi.]


[ Kamu serius, Han?.]


[ Hana serius ma.]


[ Baiklah. Mama sekarang sudah lega bisa membicarakan masalah ini sama kamu. Ya sudah kamu istirahat ya, ini sudah malam.]


[ Mama itu yang seharusnya cepat istirahat, disini baru jam 5 sore Ma. Pasti disana sudah jam 10 malam. Mama lupa ya perbandingan waktu indonesia-Jerman? Selisih 5 jam Ma, lebih cepat Indonesia 5 jam .]


[ Hahaaa iya juga ya. Kok mama bisa lupa ya. Ya sudah mama istirahat dulu ya sayang. Kamu disana jaga kesehatan, dan belajar yang rajin. Liburan semester nanti usahakan pulang ya, Sayang.]


[ Insya Allah ma. Assalamualaikum mama.]


[ Waalaikumsalam, Sayang.]


Klik

__ADS_1


Sinta mematikan sambungan teleponnya. Hatinya saat ini sedikit lega sudah membicarakan soal permintaan Ardi tadi sore.


* Aku harus memberikan jawaban secepatnya. Lampu hijau dari Hana sudah aku dapatkan. Bismillah, semoga Ardi jadi jodoh terakhirku. Jodoh dunia dan akhirat ku. Aamiin.* Gumam Sinta dalam hatinya.


******


Reno dan Cahaya saat ini sedang sibuk di dapur, padahal hari sudah malam. Cahaya menginginkan roti bakar buatan Reno, sehingga mau tidak mau Reno harus membuatkannya demi ngidam sang istri yang tersampaikan.


"Mas jangan gosong-gosong dan aku mau selai cokelatnya yang banyak."Ucap Cahaya memberitahu Reno yang sedang sibuk mengolesi roti tawar dengan selai cokelat.


" Iya Nyonya Cahaya."Ucap Reno sambil terkekeh kecil.


Cahaya tidak terima Reno menertawakannya, sehingga dia langsung memprotesnya secara langsung. Dan membuat Reno diam tidak berkutik lagi.


" Kenapa memanggil ku Nyonya tapi di akhiri dengan tertawa? Memang ada yang lucu ya? Tidak lucu tahu."Seru Cahaya ketus.


" Maaf sayang tadi hanya bercanda saja loh. Maaf ya, jangan cemberut seperti itu dong. Cantiknya hilangloh kalau cemberut seperti itu."Ucap Reno dengan cepat.


" Awas saja kalau sampai menertawakanku. Aku bakalan mogok makan."Seru Cahaya mengancam.


" Jangan begitu dong, sayang. Kalau kamu mogok makan, terus dede bayinya bagaimana? Masa iya dia puasa dari semenjak ada dalam kandungan." Ucap Reno justru dia yang ketakutan dengan ancaman Reno.


" Aku memang mogok makan. Tapi untuk bayi ini tetap akan dapat asupan makanan. Aku tetap makan tapi hanya untuk anak ku ini."Ucap Cahaya membuat Reno bengong dan bingung dengan jawaban Nia tadi.


Bagaimana bisa makan hanya untuk dede bayinya saja sedangkan untuk dirinya sendiri tidak mau. Benar-benar aneh dan tidak masuk akal.


"Iya baiklah terserah sayang saja. Ini mau berapa rotinya?."Tanya Reno mengalihkan pembicaraan.


"Mau 5, dua selai cokelat, 2 selai stroberry dan yang 1 selai nanas original. Cepat buatkan mas, aku sudah sangat ingin makan roti bakar itu."Ucap Cahaya dengan mudahnya.


Reno terpaksa mengangguk , dia membakar roti yang sudah dia olesi selai cokelat. Sambil menunggu dia mengoles selai strobery pada rotinya.

__ADS_1


"Mas, apa sudah ada yang matang?."Tanya Cahaya sudah tidak tahan ingin makan roti bakarnya.


"Belum ada sayang, tunggu sebentar ya sayang."Ucap Reno.


Setelah menunggu cukup lama, akhirnya roti bakar selai coklat sudah matang. Dan saat ini sudah terhidang di atas meja depan Cahaya, sambil duduk menunggu sedari tadi.


" Terima kasih suamiku tersayang."Ucap Cahaya terlihat sekali dia bahagia.


" Sama-sama istriku. Sekarang kamu nikmati dulu yang cokelat, sembari menunggu yang lainnya matang semua."Ucap Reno.


" Jangan lama-lama bakarnya."Ucap Cahaya.


Reno mengangguk dan dia melihat roti bakarnya lagi. Dan alhamdulillah semuanya sudah matang. Reno mengangkatnya dan meletakkan semuanya di atas piring.


" Sayang aku kenyang."Ucap Cahaya dengan manja.


Cahaya hanya menghabiskan salah satu roti bakar yang berselai coklat, dan masih ada satu lagi yang selai coklat. Sedangkan di piring yang saat ini dipegang oleh Reno, juga masih ada 3 lagi. Dengan selai strobery dan nanas. Reno terlihat bengong saat mendengar istrinya sudah kenyang. Lantas roti bakar yang lainnya siapa yang akan memakannya?.


Reno tidak mungkin menghabiskan keempatnya dalam waktu sekejap. Bahkan perut Reno sendiri sudah merasa kenyang dan tidak mungkin bisa menghabiskan ke tempatnya.


" Lantas siapa yang akan menghabiskan 4 ini, Sayang ? Aku tidak sanggup menghabiskan semuanya sendirian. Kamu tahu sendiri kan kalau tadi aku sudah makan nasi sangat banyak."Seru Reno beralasan.


" Aku tidak tahu siapa yang mau menghabiskan roti bakar itu. Lagi pula Mas Reno juga sih buatnya terlalu banyak, jadi mau tidak mau Mas Reno juga yang harus menghabiskannya. Mubazir tahu buang-buang makanan. Untuk besok pagi pun dia tidak akan enak."Ucap Cahaya.


* Apa tadi dia bilang? Aku buatnya terlalu banyak? Bukannya dia sendiri yang tadi memang memintanya banyak. Dasar wanita, maunya menang sendiri. Lantas kalau sudah begini aku bisa apa?.*Gumam Reno dalam hatinya.


Reno mengambil satu roti yang berselai stroberry, dia memakannya dalam diam tanpa berkomentar lagi. Sedangkan Cahaya merasa senang karena sudah berhasil mengerjai suaminya. Sebenarnya dia tadi sengaja meminta Reno buat lebih banyak. Cahaya merasa kesal saat Reno memanggilnya Nyonya lalu dia tertawa.


*Huuhhh rasain, makan tuh roti sampai habis. Salah siapa tadi sudah bikin aku kesal, siapa coba yang tidak kesal kalau di tertawakan. Memangnya enak makan roti sekaligus 4 rangkap, aku baru makan satu saja sudah kenyang sekali.*Gumam Cahaya dalam hatinya.


**********

__ADS_1


__ADS_2