
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Saahhhh
Saahhhh
Kata sah sudah berkumandang di ruangan yang betukuran 7×5 meter itu. Yang artinya, Sinta dan Ardi saat itu juga sudah sah menjadi sepasang suami istri. Sepasang pengantin itu terlihat tersenyum lega, mereka pasti sudah membayangkan malam pertama mereka nanti.
Author nya mah bisa aja.
Pernikahan sederhana itu dihadiri beberapa tetangga, kerabat dan keluarga. Untuk teman bisnis Ardi tidak begitu banyak, hanya sekitar 6 orang saja. Ardi dan Sinta memang tidak mengadakan pesta mewah, hanya prosesi akad nikah dan pesta kecil-kecilan saja. Mereka cukup tahu diri, sudah tidak muda lagi sehingga malu untuk membuat pesta besar.
Guru mengaji dan beberapa santi pondok pesantren dekat rumah Sinta juga ikut datang atas undangan langsung dari Sinta dan Ardi.
" Alhamdulillah saat ini kalian berdua sudah resmi menjadi sepasang suami istri. Mbak Sinta sebagai seorang istri harus patuh terhadap suami dan begitupun mas Ardi, harus bisa menjadi suami yang baik untuk mbak Sinta."Ucap pak penghulu memberikan nasehatnya untuk sang pengantin baru.
" Iya pak, Insya Allah."Jawab Ardi dan Sinta bersamaan.
Setelah acara ijab qabul selesai dilanjutkan dengan pemberian selamat kepada sepasang pengantin dan acara makan siang bersama.
" Mama,selamat ya. Hana bahagia melihat mama menikah dengan om Ardi. Laki-laki pilihan mama kali ini tepat banget. Om Ardi, mulai sekarang mama sudah menjadi tanggung jawab nya Om Ardi. Emm, Hana minta tolong bahagiakan mama dan jaga mama ya, Om."Ucap Hana dengan penuh haru. Namun Hana masih saja tetap memanggil Ardi dengan sebutan Om.
Hal itu membuat keluarga yang mendengarnya hanya menggelengkan kepalanya. Mereka tidak marah, mereka menganggap itu hal yang biasa. Sebab Hana sendiri bertemu dengan Ardi memang baru 3 hari dan hari ini baru menjadi papanya. Bisa jadi Hana lupa status baru Ardi di hidupnya saat ini.
" Hana, kok panggilnya masih Om sih? Kan sekarang om Ardi sudah menjadi suami mama kamu. Panggilnya jangan om lagi dong, panggil papa atau ayah."Ucap ibu Rahayu mengingatkan Hana.
Uuppzzhh
__ADS_1
Hana reflek langsung menutup mulutnya dengan tangan kanannya sendiri. Dia benar-benar lupa jika Ardi saat ini sudah resmi menjadi suami mamanya, dan tidak seharusnya dia memanggilnya Om Ardi.
" Hehehee maaf ya Om, ehhh Pa. Hana tadi salah memanggil, habis nya belum terbiasa. Tapi mulai sekarang Hana panggilnya, Papa Ardi."Ucap Hana dengan mulut cengengesan sambil menggaruk tengkukknya yang tidak gatal.
" Iya Hana, tidak apa-apa. Papa paham kok, kamu memang belum terbiasa saja. Papa ucapkan terimakasih ya karena sudah merestui pernikahan mama dengan papa. Papa janji akan menjadi papa dan suami yang baik untuk kalian. Papa akan membahagiakan kamu dan mama kamu, itu janji papa. Sekarang anak papa sudah bertambah, ada Bagas dan kamu."Ucap Ardi tanpa ragu dia memeluk Hana.
Hana merasa nyaman saat Ardi memeluknya. Pelukan kasih sayang dari aysh untuk anaknya. Dalam diri Ardi, Hana menemukan sosok papanya yang sudah lama tiada.
Ucapan selamat pun bergiliran dari teman, kerabat dan semua para tamu undangan yang datang.
" Emm maaf, apa ibu ini Surti ya?." Tanya ibu Rahayu kepada ibu nya Ardi.
" Iya benar. Apa kamu sudah mengenali saya, Mbak Rahayu?".Tanya ibu Surti balik sambil senyum-senyum.
" Jadi kamu ini benar, Surti istrinya mas Wiryo? Dan sedari tadi kamu sudah mengenali ku tapi kamu tidak mau menyapaku duluan? Huhh dasar kejam kamu, Sur."Seru Ibu Rahayu sambil memukul pundak ibu Surti pelan.
" Maaf, maaf. Sebenarnya dari pertama aku datang dan kamu menyalami ku tadi, itu aku sudah bisa langsung mengenali kamu mbak tapi sepertinya distro Mbak sendiri yang tidak mengenali aku."Ucap Ibu Surti sambil terkekeh.
Ibu Surti dan Ibu Rahayu dulunya adalah teman saat SMP. Lebih tepatnya, ibu Surti adik kelas ibu Rahayu. Dan pria yang bernama Wiryo adalah teman akrab Ibu Rahayu, dan Ibu Rahayu lah yang mengenalkan Wiryo kepad Surti.
" Kamu ini bener-bener ya, Sur. Kalau kamu tahu duluan kenapa tidak langsung menyapa ku secara langsung. Tapi tidak apa-apa juga lah, anggap saja tadi itu pemanasan. Alhamdulillah setelah puluhan tahun kita dipertemukan lagi, dulu terakhir bertemu saat kelulusan SMP dan saat itu kamu langsung pindah keluar kota. Mas Wiryo juga pindah demi bisa mengejar cintanya. Saat kamu dan mas Wiryo menikah aku tidak bisa datang, karena saat itu aku sedang hamil anak pertama ku." Ucap ibu Rahayu.
" Sudah jangan bahas masalalu lagi, Mbak. Ehh mbak, Sinta itu dulu mantan menantu kamu ya mbak? Aku baru tahu tadi dari Hana."Ucap ibu Surti.
" Iya. Sinta memang mantan menantuku, dia istri dari almarhum anak pertamu ku, Rudi. Namun Sinta tetap aku anggap anakku sendiri, terlebih Sinta seorang yatim piatu. Aku harap rumah tangga Sinta dan Ardi akan langgeng sampai kakek nenek. Aamiin." Ucap Ibu Rahayu penuh harap.
" Aamiin."Ucap ibu Surti juga mengaminkan harapan dan doa dari sang sahabat.
Ibu Surti dan ibu Rahayu mengobrol banyak sekali, mereka saling melepas rasa rindu dan kangen mereka setelah puluhan tahun tidak bertemu.
" Jangan lupa makan yang banyak, pak Ardi. Malam pengantin nih, harus punya banyak tenaga untuk berolah raga."Ucap Satria menggoda Ardi.
Saat ini Ardi sedang bergabung dengan beberapa tamu bisnisnya. Mereka makan dalam satu meja secara bersama-sama. Candaan dari Satria tadi hampir saja membuat Ardi tersedak, beruntung Ardi langsung menelan cepat makanannya.
__ADS_1
" Hahaaa pak Ardi wajahnya merah banget tuh, hayoo malu-malu nih." Seru teman yang lainnya.
" Jangan malu-malu pak Ardi, kayak kumpul sama siapa saja. Kita ini kan sama-sama lelaki jadi hal yang wajar bicara hal semacam ini, apalagi pak Ardi pengantin baru loh. Baru rilis nih, seperti Novel saja baru rilis."Ucap Satria semakin menjadi.
" Apaan sih. Malu tuh di dengar sama tamu undangan yang lain, dikiranya kita ini nanti bapak-bapak tukang gosip."Seru Ardi mencoba membuat Satria berhenti menggodanya.
Hahaahaaa
Mereka semua yang ada di meja itupun tertawa dengan kencang. Mereka seakan-akan berada di alam yang lepas bisa tertawa seenak jidat mereka. Banyak pasang mata para pengunjung melihat kearah mereka.
* Huhh dasar bapak-bapak, pasti yang di obrolin hal yang mesum itu. Ternyata bapak-bapak juga suka bergosip ya, suami ku juga sudah pandai bergosip.*Gumam Dinda dalam hatinya.
" Mbak Rena, lihat tuh mas Satria sama mas Beni. Pasti mereka lagi sibuk ngomongin hal yang mesum, beruntung sekali mbak Cahaya lagi manja sama suaminya sehingga suaminya tidak gabung sama mereka."Ucap Dinda sambil bibirnya mengerucut.
" Biarkan saja, Din. Nanti kalau mereka capek ya berhenti sendiri. Oh iya kamu mau makan tidak? Mbak ambilkan nih, mau makan apa kamu?." Tanya Rena mengganti topik pembicaraan.
" Aku mau minum es jeruk sama ambilkan aku makan dikit saja mbak, lauk nya apa saja terserah. Oh iya mbak, Raja mana ya? Tadi sama Satria, sedangkan itu mas Satria ada di sana?." Tanya Dinda dengan bingung.
Hhhuufffft
Rena membuang nafas panjang, sepertinya kehamilan Dinda kali ini mudah membuat dia lupa. Padahal dia sendiri tadi yang memberikan Raja kepada Joni. Dan kenapa justru bilang tadi sama Satria?
Puukkkk
Rena menepuk kening Dinda pelan, Dinda merengut saat Rena menepuk keningnya.
" Apaan sih mbak, sakit tahu."Seru Dinda protes.
" Kamu itu yang apaan? Baru 5 menit yang lalu Raja kamu kasihin sama Joni, kok sekarang sudah bilang tadi sama Satria. Lihat tuh disebelah Sana, itu ada Joni, Tiara dan Gibran. Itu si Joni lagi gendong Raja sambil mainan balon." Seru Rena menunjuk kearah Joni.
Heheeee
Dinda meringis sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia akhir-akhir ini memang sangat pelupa.
__ADS_1
**********