
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Siang ini Satria menjemput Dinda di kampusnya, dia sengaja datang untuk menjemput sang istri tanpa memberitahu Dinda. Satria sudah memberitahukan kepada sang sopir jika dia sendiri yang akan menjemput Dinda. Kini Satria sudah berada diparkiran gedung kampus, dia menunggu Dinda sembari bersandar di mobilnya dengan memakai kemeja navy dia gulung sampai sikunya.
Satria menjadi pusat perhatian para mahasiswi, mereka mengira jika Satria salah satu mahasiswa yang baru saja pindah kekampus itu. Tanpa mereka ketahu jika Satria adalah pemilik Universitas STR tempat mereka berkuliah.
" Ehh Mirna, ada apaan sih kok sepertinya didepan sana heboh banget?." Tanya Dinda kepada Mirna satu-satunya teman yang akrab dan baik dengannya.
" Sepertinya ada seseorang yang menyita perhatian para gadis - gadis Din. Lihat saja yang paling heboh para gadiskan?." Seru Mirna dan dibenarkan oleh Dinda.
Jika itu soal cowok, Dinda tidak mau ikut campur. Sebab dia sudah mempunyai suami yang sudah lebih dari cukup dan tidak bisa tergantikan oleh pria manapun.
" Awas minggir !! Kamu kan sudah bersuami jadi jangan ikut-ikutan kepo, urusun tuh perut yang semakin membuncit masih saja kepo sama pria diluaran sana." Seru Karin salah satu mahasiswi yang tidak menyukai Dinda.
Dinda hampir saja jatuh akibat didorong oleh Karin dan Rina. Beruntung Mirna cepat dan sigap sehingga Dinda tidak sampai jatuh. Mirna memandang tajam kearah Karin dan Rina, jika Dinda tadi sampai jatuh sudah pasti akan terjadi sesuatu dengan kandungannya.
" Haaii wanita badut !! Apa kamu tidak bisa jalan yang benar, ituloh jalan masih lebar dan jangan main asal dorong saja. Dinda itu sedang hamil, kalau kandungannya kenapa-kenapa bagaimana?."Seru Mirna dengan lantang.
" Punya mulut dijaga ya ! Cantik begini kok dibilang badut, lagipula sudah tahu hamil masih saja kuliah dan kepo sama pria diluar sana. Sudahlah, aku tidak ada waktu untuk meladeni kalian, lebih baik aku menyambut sang arjunaku saja." Seru Karin lalu berjalan cepat menjauh dari Dinda dan Mirna.
Dinda dan Mirna jadi penasaran seganteng apa sih pria yang sedang membuat heboh kampus. Mirna pun mengajak Dinda untuk melihat kedepan, sebab Mirna sangat - sangat penasaran. Tanpa menolak Dinda juga ikut dengan Mirna.
__ADS_1
Sesampainya didepan pintu masuk kampus, Dinda bisa melihat dengan jelas siapa pria yang sudah membuat heboh seisi kampus. Tidak lain dan tidak bukan adalah sang suaminya sendiri, Satria. Dinda tidak tahu jika Satria yang akan menjemputnya.
*Mas Satria! Benar - benar sudah bikin heboh saja dia ini, mana memang style nya cakep banget.*Gumam Nia dalam batinnya.
" Haaii perempuan hamil kenapa kamu ikut ke sini juga? Tidak ingat tuh sama perut yang buncit, masih saja kepo dengan pria tampan itu. Pria itu lebih cocok untukku, kamu bukan levelnya. Kampungan !!."Seru Karin mencibir Dinda.
Dinda tidak menjawab penghinaan dari Karin, justru dia akan membuat Karin shock dengan apa yang akan dia lakukan. Dengan yakin Dinda melangkah mendekati Satria, yang masih saja tetap bersantai sambil menyandarkan tubuhnya di mobil sembari kedua tangannya bersedekap dengan Santainya.
" Eh wanita hamil !! Jangan sok kecakepan deh kamu, ingat perut kamu!! Kenapa justru kamu mau mendekati Arjunaku? Dasar tidak tahu malu, Kamu jangan bikin malu kampus dengan kelakuanmu murahan mu itu."Teriak Karin dengan lantang sehingga terdengar oleh para mahasiawa yang lainnya.
Terikakan Karin tadi juga samapi terdengar ditelinga Satria. Hati Satria memanas mendengar hinaan yang dilontakran oleh Karin, ingin rasanya detik itu juga dia mendatangi Karin dan memukul mulut busuknya.
Semua mata tertuju ke arah Dinda yang dengan berani dan secara santainya berjalan mendekati Satria. Mereka semua heran dengan tindakan Dinda yang sangat berani mendekati pria asing, terlebih sedari tadi para gadis sudah menyerah mendekati dan mengajak Satria berkenalan. Saat para gadis mengajak Satria berkenalan, sedikitpun Satria tidak bergeming.
" Mas Kenapa ada di sini? Kalau mas mau menjemputku, kenapa tidak menghubungiku terlebih dahulu? Apa memang mas Satria sengaja ingin membuat kampus ini heboh. Mas bisa melihat kan kedatangan mas ke kampus membuat semua para gadis terpesona dan mengalihkan pandangannya kearah mas."Ucap Dinda dengan wajah cemberut.
Satria meraih tangan Dinda dan menggenggamnya dengan erat. Mirna mendekati Dinda dan Satria, dia ingin tahu apa yang terjadi diantara mereka berdua. Sedangkan Karin dan Rina hanya bisa terperangah melihat kedekatan Satria dan Dinda. Bahkan Karin sendiri tadi sudah mengajak Satria berkenalan tetapi Satria tidak menggubrisnya.
" Dinda Kamu kenal sama pria ini?."Tanya Mirna yang saat ini sudah berada di samping Dinda.
" Eh Mirna. Maaf aku sampai kelupaan, Oh iya aku jelas mengenal pria ini dong, Mirna. Dia ini kan pria yang sudah membuat aku bunting seperti ini. Hehehe... Mirna kenalkan ini mas Satria, dia suamiku."Ucap Dinda mengenalkan Satria kepada Mirna.
Dinda sengaja berbicara sedikit keras agar bisa terdengar oleh Karin dan temannya. Sebab jarak antara Karin dan Dinda hanya beberapa meter saja. Dan benar saja apa yang dikatakan Dinda tadi sampai di telinga Karin. Karin dan Rina semakin terkejut dan tidak menyangka jika pria yang saat ini menjadi pusat perhatian mereka adalah suami dari Dinda.
" Jadi pria yang aku anggap arjunaku tadi itu adalah suami wanita kampungan itu?."Ucap Karin pada dirinya sendiri namun juga didengar oleh Rina.
" Ini seriusan Karin? Pria tampan itu suami dari Dinda wanita kampungan itu?."Tanya Rina seolah tetap tidak percaya jika Dinda adalah istri dari Satria.
__ADS_1
Mirna dan Satria saling mengulurkan tangan untuk berkenalan. Mirna masih saja bingung dengan kenyataan yang baru saja dia ketahui.
" Jadi Pak Satria ini suami kamu Din? Beliau ini kan yang punya Universitas STR ini ? Jadi selama ini kamu itu istrinya Sultan, Dinda?.Ranya Mirna dengan wajah penuh keheranan.
" Kamu tahu identitas suamiku, Mirna?."Tanya Dinda juga bingung dengan apa yang dikatakan Mirna barusan.
" Jelas aku tahu dong, soalnya aku pernah beberapa kali melihat foto Pak Satria ada di ruangan pak rektor. Fotonya terpajang sejajar di ruangan pak rektor, saat aku bertanya kepada Pak Rektor, dan pak Rektor memberitahu jika foto itu adalah pemilik kampus ini. Dan aku ingat betul wajahnya."Ucap Mirna menjelaskan.
Semua mahasiswa yang tadi sempat terpesona dengan Satria, kini hanya bisa menelan kekecewaan mereka. Sebab pria yang mereka kagumi adalah suami dari Dinda. Karin dan Rina tidak mau kalah dari Dinda dan Mirna, meskipun dia tahu pria yang dia kagumi adalah suami Dinda. Karinvtetap berusaha mendekat dan ingin berkenalan secara langsung dengan Satria.
" Oh jadi Mas tampan ini suami kamu Din?."Tanya Karin mencoba beramah tamah dengan Dinda.
" Sayang Ini sudah waktunya jam pulang dan makan siang, lebih baik kita langsung pulang saja ya. Kasihan nanti Janin kamu juga kelaparan sayang."Ucap Satria tanpa melihat ke arah Karin.
" Iya mas, kita pulang saja. Aku juga sudah lelah dan lapar, Oh iya nanti kita mampir ke tokonya mas Reno ya mas. Kebetulan hari ini mereka kan sudah mulai beroperasi tokonya."Seru Dinda tidak menghiraukan pertanyaan Karin.
Satria dan Dinda masuk ke mobil, sebelumnya Dinda menawarkan untuk mengantar Mirna pulang, tetapi Mirna membawa kendaraannya sendiri. Mobil yang dikendarai Satria kini sudah keluar dari pekarangan kampus dan melesat ke arah jalanan.
" Jangan macam-macam kalian sama Dinda. Jika kalian sampai macam-macam kamu pasti akan dikeluarkan dari kampus ini. Kalian belum tahu siapa suami Dinda yang sebenarnya."Ucap Mirna memperingatkan Karin dan Rina.
" Jangan mentang-mentang suaminya tampan, terus kita mau takut gitu sama dia. Idih nggak level."Ucap Rina membantah pernyataan Mirna.
" Silakan saja kalau kamu mau mencari keributan dengan Dinda, yang ada kamu akan dikeluarkan dari kampus ini secara tidak hormat. Kamu tahu, suami Dinda itu adalah pemilik kampus ini. Beliaulah Satria CEO dari STR group."Ucap Mirna sembari tersenyum sinis ke arah Karin dan Rina.
Seketika itu Karin dan Rina benar-benar syok dan kaget setelah mengetahui siapa suami Dinda yang sebenarnya. Karin dan Rina hanya bisa menelan salivanya sendiri. Ternyata selama ini mereka salah mencari musuhz sepertinya saat ini pun keberadaan mereka akan tidak baik-baik saja. Sebab tadi Satria mendengar saat Karin menghina dan mencibir Dinda.
**********
__ADS_1